Responsive Ad Slot

Stars and Rabbit Sukses Buat Penonton Cirebon Bernyanyi Bersama

Tidak ada komentar

Sabtu, 29 September 2018

Regional, Setaranews.com – Kamis malam (27/9) Area Parkir Grage City Mall dibuat ramai dengan kehadiran Stars and Rabbit, band indie asal Yogyakarta yang sedang digandrungi anak muda. Mereka hadir ke Cirebon dalam acara Creative Youth Culture #4 yang diadakan oleh Ruang Alternatif dan Go A Head People.

Selain Stars and Rabbit, band lainnya seperti Koil dan pemenang band submission yakni Toreh, Lair dan Super Charger turut meramaikan acara ini.

Open gate dibuka sejak pukul 15.00 WIB. Arena konser dihias nuansa folk dengan berbagai spot foto unik. Tidak luput pula berbagai stand menarik yang menjual aksesoris, pakaian, sepatu, makanan, minuman hingga seduhan kopi. Setengah jam kemudian, band pembuka diisi oleh Toreh, dilanjut Super Charger dan Lair.

Pada malam harinya, pukul 19.30 WIB, Koil dengan suara rock khasnya menarik perhatian penonton. Baru pada pukul 20.30 WIB, Stars and Rabbit yang menjadi bintang utama dalam acara ini mulai memasuki panggung. Penonton yang tersebar di beberapa titik mulai mendekati panggung.

Tak banyak bicara, Stars and Rabbit langsung tampil dengan lagu pembuka. Penonton mulai takjub. “Senang sekali, akhirnya Stars and Rabbit bisa tampil disini,” sesudahnya Suri menyapa penonton. Ini adalah kali pertama Stars and Rabbit tampil dihadapan penonton Cirebon, setelah sebelumnya mereka sempat gagal tampil di CSB (Cirebon Super Block) Mall pada Juni 2018 silam.

Kehisterisan mulai terasa ketika mereka membawakan lagu kedua yakni I’ll Go Along. Suri, si vokalis, mulai tampil atraktif. Semua lagu miliknya berbahasa Inggris; liriknya sederhana dengan sentuhan musik folk-indie dan pop yang kental. Semua penonton tidak henti-hentinya ikut bernyanyi.

Ketika mereka membawakan salah satu hitsnya yakni Worth It, Suri menghimbau penonton untuk menaruh ponselnya. Ia meminta semua penonton bertepuk tangan dan bernyanyi bersama. Kerumunan penonton pun riuh dan fokus menikmati musik.

Stars and Rabbit memborong semua hitsnya semalam sebut saja I’ll Go Along, Rabbit’s Run, Cry Little Heart, Worth It, The House dan Man Upon The Hill.

Man Upon The Hill sengaja diletakkan di belakang. Single yang melambungkan nama Stars and Rabbit itu menjadi penutup yang memukau, sebuah lagu yang khas dengan suara serak milik si vokalis yang ciamik.

Comfestjeh 2018 Menggali Soal Public Speaking

Tidak ada komentar

Kamis, 27 September 2018

Unswagati, Setaranews.com – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Swadaya Gunung Jati atau yang sering di sebut Himakom Unswagati menggelar acara Comfes jeh 2018, comfes sendiri akronim dari communication festival, acara tersebut bekerja sama dengan BOC (Battle Of Campus), sebuah komunitas yang menampung kreatifitas anak muda.
Acara tersebut di laksanakan dua hari yaitu pada tanggal 27 dan 29 September 2018. pada hari pertama himakom mengadakan seminar dengan tema “Public Speaking, Tampil Percaya Diri Dan Mudah Dimengerti.” yang di laksanakan di Gedung Korpri Kota Cirebon. Acara tersebut merupakan acara tahunan Himakom Unswagati  selalu digelar meriah.

“Dari awal ingin menunjukan dan memperkenalkan Himakom lebih dalam kepada mahasiswa-mahasiswa baru dengan mengangkat tema yang menjurus dari ilmu komunikasi itu sendiri” ucap Royhan Haidar selaku Ketua Umum himakom unswagati.

Lebih jauh “Mahasiswa sekarang terpokus hanya kuliah di jurusan komunikasi tapi tidak memperdalam ilmu komunikasi sejauh mana dan harus seperti apa” sambung pemuda yang akrab disapa roy itu.

Dalam seminar tersebut Himakom Unswagati mengundang Wulan Sri Maulani sebagai pemateri sekaligus motivator pada seminar tersebut, Ia memaparkan bagaimana pemahamam tentang public speaking, tips dan trik dalam melakukan public speaking, dalam paparannya ada 4 (empat) kegagalan dalam public speaking yaitu salah mindset, salah mentor, salah kebiasaan, dan salah teman diapun berpendapat bahwa “public speaking lebih berperan dalam peningkatan kerja,” ucap wanita yang selalu riang dan enerjik tersebut.

Menurutnya 18% skill yang kita dapat berasal dari sekolah yang di sebut hard skill, dan 82% itu ilmu yang di dapat di luar sekolah berupa public speaking yang di sebut sebagai soft skill.Himakom unswagati pun mengundang Muhammad Aulia salah satu Youtuber yang membagi ilmunya dalam membuat konten kreatif dan menarik.

Acara yang yang diikuti oleh kurang lebih 400 peserta yang melebihi jumlah yang sebelumnya di  agendakan yaitu sekitar 325.Pada hari kedua pula tanggal 29 september Himakom Unswagati akan mengadakan live music dikampus 3 sebagai refreshing dari kegiatan mahasiswa yang padat.(Obi/LPM Setara)

Peringati Hari Tani Nasional, Mahasiswa Gelar Aksi Demonstrasi Depan Kantor DPRD Kota Cirebon

Tidak ada komentar

Selasa, 25 September 2018

Cirebon, Setaranews.com - Sekitar Puluhan Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon. Aksi tersebut diselenggarakan sebagai bentuk refleksi pada momentum peringatan Hari Tani Nasionaal (HTN), Senin 24 September 2018, dan merupakan hari peringatan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960.

Mahasiswa yang beramai-ramai melakukan long march sembari membentangkan sepanduk bertuliskan "Tegakkan Reforma Agraria Sejati" tersebut dengan lantang menyampaikan berbagai orasinya sepanjang jalan guna untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwasanya nasib kaum tani hingga saat ini tak kunjung membaik.

Fauzi Gholin, Juru Bicara (Jubir) aksi menyampaikan orasinya kepada khalayak publik bahwa kemiskinan kaum desa semakin meluas daan semakin tajamnya ketimpangan kepemilikan serta penguasaan terhadap tanah, Keemudian massa aksi juga mahasiswa menuntut kepada pemerintaah untuk menegakkan reforma agraria sejati seperti yang tertuang dalaam UUPA tahun 1960.

"Para petani indonesia dipaksa menjual tanah nya begitu saja kepada korporasi dengan harga yang sama sekali tak sesuai seperti apa yang tertulis dalam UU no.02 tahun 2012 (Perihal pengadaan tanah), UU tersebut kerap disalahgunakan oleh mereka (Korporasi) hanya untuk kepentingan segelintir orang yang mengatas namakan kepentingan umum, sampai mereka tak segan-segan menyingkirkan manusia demi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan."katanya kepada setaranews.com disela-sela aksi demonstrasi berlangsung, Senin 24 September 2018.

Selain itu Mahasiswa juga mendesak serta menuntut kepada pemerintah untuk merampungkan konflik agraria yang terjadi diindonesia, karena dinilai sudah merampas hak-hak para petani indonesia.

Berdasarkan data Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) taahun ini terdapat sebanyak 659 konflik agraria dengan luas mencapai 520.491.87 lahan, serta melibatkan sebanyak 652.738 KK. Adili dan tangkap mereka para mafia pangan yang telah merugikan kaum tani dengan banyaknya impor bahan pangan di negeri ini yang membuat kaum tani mera semakin tercekik "ungkap mahasiswa fakultas pertanian tersebut kepada setaranews.com.

Massa aaksi yang maayoritas berasal dari Mahasiswa Pertanian (Maperta) menyambangi kantor DPRD Kota Cirebon guna mendesak para dewan agar mengimplementasiakan pengadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Cirebon.

"Kami menuntut pada wakil rakyat untuk segera mengupayakan peengadaan RTH, hal ini sangat miris kami nilai sudah tidak adanya lahan untuk RTH, karena penggusuran-penggusuran yang terjadi guna untuk pembangunan-pembangunan yang sama sekali bukan sebagai skala prioritas, seperti yang dapat kita lihat kota cirebon banyak sekali hotel-hotel, teempat hiburan, dan mall yang berdiri,"tandasnya.

Disisi lain, Harry Saputra Gani selaku Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon lansung menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi, "Kami berjanji akan menyaampaikan langssung aspirasi kalian kepada pihak pemerintah, dan kami sedang mengupayakan pembuatan perda untuk permasalahan RTH Kota Cirebon,"katanya menemui massa aksi di Depan Kantor DPRD Kota Cirebon, Senin 24 September 2018.

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews