Responsive Ad Slot

FKPT Jabar dan BNPT adakan Literasi Digital

Tidak ada komentar

Jumat, 10 Agustus 2018

Regional, Cirebon, Setaranews.com - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) adakan Literasi Digital sebagai upaya melawan radikalisme dan terorisme, di The Luxton Hotel & Convention, Kota Cirebon, Kamis (9/8/2018).

Acara yang dimulai pada pukul 09:20 WIB itu bertemakan "Saring Sebelum Sharing". Yaya Sunarnya selaku Ketua FKPT Jabar mengatakan hal ini karena perkembangan teknologi informasi tak bisa dibendung lagi tak hanya memasuki ranah publik, tapi juga ranah pribadi.

"Masyarakat sudah sulit membedakan mana berita yang benar, mana berita yang palsu, semua informasi berseliweran dari komputer ke komputer, dari gadget ke gadget dan dimanfaatkan oleh kelompok radikal dan teroris untuk menyusupkan paham-paham yang menyimpang" jelasnya.

Karena itulah, Yaya menekankan diperlukan adanya kearifan dan kebijaksanaan untuk memilih informasi yang diperlukan. Kemampuan memilah inilah bisa dilakukan melalui kegiatan literasi digital.

Kegiatan ini merupakan kegiatan dari seminar literasi media di Bandung beberapa waktu silam,dan kali ini dilaksanakan di Cirebon yang dihadiri kurang lebih 80 orang dari kalangan mahasiswa, media dan penggiat literasi di Cirebon.

Belum Ada Titik terang, GeMSos adakan aksi soal DAK 96 M

Tidak ada komentar
Regional, Cirebon, Setaranews.com - Gerakan Mahasiswa Sosialis (GeMSos) Cirebon lakukan Aksi Demonstrasi di lampu merah gunung sari untuk mempertanyakan kembali hasil akhir dari Mega Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai 96 Miliar pada Kamis, 9 Agustus 2018.

Massa aksi yang selalu mengawal kasus DAK 96 M itu kali ini mempertanyakan sejauh mana penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon dalam mengusut dugaan kasus korupsi DAK 96 M karena dinilai penggarapan DAK 96 M terindikasi adanya tindakan korupsi.

Dugaan korupsi Mega Proyek DAK 96 M tersebut tercium dari mulai awal proses pelelangan yang memakan waktu,pekerjaan Infrastruktur yang tidak sesai dengan spesifikasi, PPHP ( Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan) yang ramai-ramai mengundurkan diri, terjadi perampokan di Kantor DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sampai adanya gugatan kontraktor kepada Pemerintah Kota Cirebon.

Massa aksi lakukan Long March dari Kampus Utama Unswagati dan berakhir di Lampu Merah Gunung sari dan melakukan orasi, dengan menyebutkan GeMSos akan selalu siap mengawal kasus DAK 96 M hingga tuntas.
" Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, kejari jangan lama tidur " tegas Ginanjar Juru Bicara (Jubir) GeMSos Cirebon.

Selama Aksi Demonstrasi berlangsung Lalu Lintas di sekitarnya terpantau ramai lancar, akhirnya Massa Aksi membubarkan diri pada pukul 11.04 WIB.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews