Responsive Ad Slot

MoU Pemkab Cirebon Dengan Unswagati

Tidak ada komentar

Kamis, 15 Maret 2018

Cirebon, Setaranews.com – Kabupaten Cirebon melakukan MoU (Memorandum Of Understanding) dengan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengenai pengelolaan Taman Teknologi Pertanian yang berada di Desa Windujaya Kec. Sedong Kab. Cirebon (14/03).

Acara yang bertepatan dengan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) – Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unswagati dari Kec Sedong, selain pemaparan capaian kegiatan KKN juga di isi dengan penandatangan perjanjian antara Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon dengan Unswagati di Gedung Taman Teknologi Pertanian (TTP) Sedong.

Dekan Fakultas Pertanian Unswagati Cirebon Ahmad Faqih menjelaskan tahun ini pemerintah sedang progres pada agrowisata, Setu Sedong, dan berterimakasih kepada Unswagati karena Sedong sudah di percaya untuk fokus menjadi tempat KKN “progres dari peerintah setu sedong yang awalnya kering sekrang sedikit demi sedikit mulai bagus pemandangannya, kemudian kami berteriakasih kepada rektorat Unswagati karena adanya KKN ini mahasiswa sangat aktif sehingga bermanfaat bagi masyarakat Sedong, juga mengenai MoU pengelolaan TTP ini semoga kedapannya bisa lebih baik dan berkembang.” Tuturnya saat mengisi sambutan.

Dinas Pertanian Pemerintah Kab Cirebon Ali Effendi mananggapi bahwasanya TTP tersebut merupakan perogram dari Kementerian Pertanian sejak tahun 2015 yang sekarang pengelolaannya di pindahkan dari Kemnerterian Pertanian Ke dinas Pertanian Kab Cirebon “melalui kerjasama dengan Fkultas Pertanian,  TTP ini semoga bisa di optimalkan pengelolaannya.” Ungkapnya.

Walaupun Indonesia merupakan negara agraris namun masih banyak impor yang di lakukan pemerintah di bidang pertanian, dengan adanya TTP ini mudah-mudahan bisa menjadi alternatif dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia. Menurutnya, walaupun tidak banyak yang tahu Sedong memiliki potensi pertanian dan perkebuna.

“Kami punya mangga yang sudah di ekspor, buah naga, duren, dan lainnya. Dan melalui kerjasama ini (MoU) bisa meningkatkan produktifitas khususnya perkebunan di Cirebon. Sehingga bisa menjadi percontoan daerah-daerah lain.” Tambahnya.

Penarikan Mahasiswa KKN Unswagati Kec Sedong

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon melakukan pemaparan Loka Karya hasil dari 35 hari KKN-PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) yang tersebar di 10 desa Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon (14/03).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Taman Teknologi Pertanian (TTP) Sedong tersebut di hadiri oleh Pimpinan Unsawagati yang di wakili oleh wakil rektor satu sampai wakil rektor empat, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unswagati, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kabupaten Cirebon, Camat Kecamatan Sedong, Kepala Desa se-Kecamatan Sedong, dan 202 mahasiswa KKN-PKM Kecamatan Sedong.

Menurut Muhamad Muslih selaku Koordinator KKN-kecamatan sedong memaparkan selama 35 lima hari ini merupakan penerapan interdisiplin ilmu yang di dapat di bangku perkuliahan yang di terapkan bersama-sama dengan masyarakat Sedong. Seperti penyluhan mengenai kesehatan, pentingnya pendidikan, pengembangan potensi yang ada di desa.

“Selain melakukan kegiatan bidang kesehatan misalnya pengecekan gula darah, kami juga melakukan pengembangan potensi desa yang ada di daerah ersebut, seperti yang dilakukan temen-temen di Desa Panongan Lor melakukan sosialisasi dan pelatihan pupuk organik (kompos) kepada generasi muda, dimana potensi desanya adalah sektor pertanian. Di Desa Panongan melakukan sosialisasi bibit dan penanaman pohon. Kemudian di bidang pendidikan dalam keseharian melakukan bimbel untuk sekolah dasar yang di rangsang dengan cerdas cermat itu ada di Winduhaji. Dan ada juga yang melakukan penyuluhan hukum.” Paparnya.

Dalam sambutanya Ketua LPM Unswagati Harmono menegaskan, bahwasanya hubungan antara masrarakat sedong dengan mahasiswa bisa terus berlanjut dan tidak berhenti di sini “manakala masyarakat membutuhkan pendampingan, edukasi, kami siap setiap saat, kami akan merespon meminta surat ijin kepada pimpinan kami dan akan mengirim SDM yang kompeten” tegasnya.

Sementara kesan lain menurut Doni Sahi Lesmana mahasiswa Fakultas Hukum yang juga sebagai Ketua KKN Desa Panongan Lor menyampaikan KKN ini lebih kepada sosialisasi mahasiswa dengan masyarakat dalam mengimplementasikan Tri Dharma Pergutuan Tinggi “karena selama 35 hari ini kita melakukan program bersama-sama banyak pelajaran yang tidak ti dapat di bangku kuliah, semoga masyarakatnya bisa meneruskan apa yang sudah di muai, serta kita temen-temen mahasiswa bisa terus membangun silaturohim”. Harapnya.

Kapolresta Silaturahmi Kamtibmas ke Unswagati

Tidak ada komentar

Minggu, 11 Maret 2018

Cirebon, Setaranews.com – Kapolresta Cirebon melakukan silaturahmi Kamtibmas ke Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, dengan di dampingi Waka Polres Cirebon Kota Kompol Jarot Sungkowo, kasat-kasat,  beserta beberapa dari Kapolsek Cirebon. (10/03).

Selain itu dari pihak Unswagati terlihat Ketua Yayasan Sunan Gunung Jati, Rektor Unswagati dan jajarannya, serta Badan Eksekutif Mahasiswa Unswagati (BEM-U), dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Unswagati (DPM-U) yang juga turut hadir dan ikut duduk bersama untuk bersilaturahmi sekaligus membicarakan kerjasama kepolisian Kota Cirebon dengan lembaga Unswagati dalam menciptakan kondusifitas dan keamanan,ketertiban masyarakat.

Kapolresta Cirebon AKBP Adi  Vivid AB menyampaikan dalam sambutannya bahwa kedatangannya ke unswagati sebenarnya sudah di rencanakan sejak jauh-jauh hari namun baru bisa terlaksana saat ini, "ya jadinya ini adalah kunjungan pertama dan terakhir saya sebagai Kapolres, karena saya akan dimutasi ke Jakarta Utara, di pertemuan ini saya juga ingin meminta maaf barangkali dalam masa jabat saya, ada kesalahan atau kekurangan begitu, yaa sekaligus bersilaturahmi" ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut kapolresta juga menghimbau tentang pentingnya komunikasi dengan Unswagati sebagai lembaga pendidikan yang ada di Cirebon terkait terciptanya kondusifitas, rasa aman dan nyaman masyarakat yang mesti di ciptakan bersama.

Pertemuan tersebut berjalan dengan lancar, di akhir pertemuan terjadi tanya jawab dan penyampaian pendapat secara terbuka. Pertanyaan dan penyampaian pendapatpun datang dari Presiden Mahasiswa Unswagati Fiqri Taufik menanyakan perihal sejauh mana persiapan dari kepolisian Kota Cirebon terkait pesta demokrasi pilkada yang akan dilaksanakan serentak di Kota Cirebon, dan upaya-upaya apa yang telah dilakukan untuk menjaga kondutifitas serta bersihnya proses pilkada tersebut.

Kapolresta menjawab langsung dan menjelaskan hal-hal yang sudah disusun di lapangan perihal persiapan pilkada serentak ini “sejak awal kami sudah menghimbau seluruh anggota untuk tetap menjaga netralitas, dan Kapolresta pun menegaskan bahwa dalam hal ini TNI-POLRI tidak berpolitik dan harus bersikap netral dalam prosesnya, kemudian kamipun sudah menyiapkan segala sarana prasarana untuk mendukung kondutifitas dan suksesnya pesta demokrasi ini sehingga berlangsung aman, tertib, dan nyaman”, pungkasnya.

Selain itu, Harmono SH., MH. Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unswagati menanyakan dan menyuarakan pendapatnya  “selain persoalan tahun politik atau pesta demokrasi, mungkin pihak kepolisian pun perlu untuk menyikapi atau mengeliminir tingkat keresahan masyarakat Kota Cirebon yang di sebabkan oleh geng motor”.

Menurutnya kepolisian dan lembaga Unswagati harusnya bisa mendorong kebijakan pemerintah kota untuk segera membuat regulasi terkait penggunaan kendaraan bermotor bagi pelajar “penggunaan sepeda motor oleh pelajar disamping secara yuridis jelas ini adalah sebuah pelanggran karena sudah jelas mereka belum mempunyai SIM, juga secara psikologis anak-anak ini rentan emosinya dan mudah terprovokasi, kemudian secara sosiologis sangat rentan dampaknya, karena ketika anak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas sudah di fasilitasi motor oleh orang tuanya, pada akhirnya kegiatan yang mereka lakukan adalah ngumpul, ngumpul, dan ngumpul, seperti kita tau ketika ngumpul psikologis masa yang terbentuk adalah ego, sedikit saja tersinggung langsung kacau dan sebaga├»nya”.

Jika Harmono mengkritisi penggunaan sepeda motor oleh pelajar dari sisi regulasinya, berbeda dengan kapolresta yang mengupasnya dari peran keluarga “bagi saya pak, kembali lagi pada orang tuanya, dimana anak belum cukup umur kenapa harus memberikan fasilitas yang belum waktunya. Mungkin dari muaranya dulu yang harus kita sadarkan. Yang perlu saya sampaikan kenapa dalam pelaturan harus 17 tahun, berdasarkan penelitian yang umurnya sudah 17 tahun itu daya pikir, secara fisik itu sudah bisa untuk mengendarai kendaraan bermotor. Itu menjadi acuan karena saraf sensorik dan motoriknya sudah mendukung untuk mengendarai sepeda motor, dan juga sebenarnya setiap kebijakan yang diberlakukan pun pasti ada konsekuensi negative dan positivenya".

Selain itu Kapolresta menembahkan, mengenai masalah geng motor, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam menekan kerusuhan di malam hari “patroli keliling sekarang tidak hanya di tingkatkan intensitasnya, namun juga patroli dialogis sudah kami terapkan, dimana saat ada kerumunan masa langsung kami ngobrol, ada pelajar yang masih nongkrong sampe larut langsung kami hampiri dan beri himbauan, kemudian untuk mencegah pencurian kami sedang gencar-gencarnya melakukan razia di malam hari,dan kamipun sering menggelar Ngopi Bareng Polisi dan masyarakat, sekaligus belanja masalah, menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat.” Tambahnya.

Waktupun sudah menunjukaan pukul 12 siang, Rektor Unswagati Mukarto siswoyo mengingatkan untuk pertanyaan atau tanggapan terakhir, mengingat ada agenda selanjutnya yang harus di lakukan.

Salah satu perwakilan Mahasiswa Anna Angelia dari Komisi Budgeting DPM-U menanyakan perihal sikap Kapolresta sebagai Aparatur penegak hukum (APH) terkait MoU (nota kesepahaman) terbaru yang dilakukan POLRI, Kemendagri dan Kejaksaan Agung  “berhubung lagi musim MoU nih pak, dan Unswagati juga kan mau bikin MOU nih sama POLRES? saya jadi ingin menanyakan perihal sikap bapak perihal MoU yang dilakukan oleh POLRI, Kemendagri dan Kejasaan Agung , yang saya tanyakan pun perihal keamanan dan ketertiban Negara bebas tanpa korupsi, saya merasa tidak aman juga pak, diikuti rasa khawatir tentang kondisi daerah dan negara sendiri apalagi ditambah adanya MOU terbaru ini yang seolah menyuburkan korupsi nantinya,melemahkan APH dengan berbelit alasan harus ada pengecekan administratif yang harus lebih dulu dipastikan APIP, lalu apakah ketika terjadi ada pejabat yang korupsi bisa dipertimbangkan lagi tentang proses hukumnya? bebas dari begitu saja saat sudah bisa mengembalikan uang yang dikorup? Saya bertanya atas nama mahasiswa, atas nama rakyat Indonesia, menanyakan sikap bapa sebagai Kapolresta ,ya kalo gabisa jawab atas nama profesi sikap bapak pribadi gimana? sikap bapak sebagai Rakyat Indonesia tentang MoU perihal tindak pidana Korupsi ini.” gegasnya.

“mengenai MoU TNI-POLRI, juga MoU polri dengan kementerian dalam negeri dan kejaksaan agung perihal tindak pidana korupsi, itu di lakukan di pusat, dan nanti akan dilakukan sosialisasi dan memang secara the facto itu sudah terjadi namun untuk sampai kepada polresta-polresta masih jauh, prosesnya masih panjang, dan kita tidak bisa ngles kanan kiri, tetap harus menjalankan, dan berjalan dari satuan atas ke satuan bawah. Dan sikap pribadi saya, saya sangat mendukung teman-teman mahasiswa apabila memiliki informasi, seperti penanganan kasus DAK (red:dana alokasi khusus) sebagai contoh sudah ada dalam penanganan Kejari dan karena sudah di tangani Kejari polisi tidak bisa menangani lagi,begitu.” Jawabnya.

"kalo sebelumnya kepolisian sudah mengadakan ngopi bareng polisi dan masyarakat, mungkin bisa ada ngopi bareng mahasiswa pak?" celetuk mahasiswi Fakultas Ekonomi itu.

"boleh, saya sangat setuju tapi ya mungkin bisa dikomunikasikan dengan Kapolresta yang baru nanti ya, itupun kalo dia mau, tapi minggu ini lah kita ngopi bareng mahasiswa boleh sebelum saya pindah.'' jawabnya.

Pembicaraanpun menjurus kepada ngopi bareng dengan mahasiswa (polisi dan mahasiswa) untuk melakukan dialog santai demi terciptakanya aspirasi mahasiswa kepada kepolisian ataupun sebaliknya.

Selain menjanjikan Ngopi Bareng Mahasiswa Polresta juga menawarkan obroran dengan pihak akademika Unswagati untuk mengadakan Focus Disdution Group (FGD) untuk pembahasan yang bisa dikaji secara ilmiah seperti perumusan regulasi penggunaan kendaraan roda dua bagi pelajar.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews