Responsive Ad Slot

PKKMB-FK Ajak Mahasiswa Baru Untuk Bereksperimen

Tidak ada komentar

Jumat, 08 September 2017

 




































Unswagati, Setaranews.com - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran (PKKMB-FK) tahun ajaran 2017/2018 dilaksanakan selama dua hari, terhitung tanggal 6-7 September 2017. Kegiatan tersebut bertempat di gedung Fakultas Kedokteran kampus III Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati).


PKKMB-FK 2017 yang diikuti oleh 76 mahasiswa terdiri dari 73 mahasiswa baru, 2 mahasiswa angkatan 2016, dan 1 mahasiswa angkatan 2015. Dengan mengusung tema "Actualize the empathy, optimism, and intelligence for new generation (Alveolus)", panitia ingin menanamkan nilai tentang kedisiplinan dan respect terhadap satu sama lain.


Selain diisi dengan materi, panitia juga mengajak mahasiswa baru tour FK yakni berkeliling gedung Fakultas Kedokteran. Di samping berkeliling juga diselingi pemberian informasi bagaimana sistem yang ada di Laboratorium Fakultas Kedokteran dan sistem pembelajaran yang ada di Fakultas Kedokteran.


"Kita juga ada Tour FK, yah kita keliling gedung Fakultas Kedokteran, kita mencoba dari Lab. Anatomi, Lab. Patologi, Lab. Biomedis, dan Lab. Histologi semuanya kita keliling, kita memperkenalkan bagaimana sistem di Lab itu dan bagaimana sistem pembelajaran di sini," jelas Rifki selaku ketua pelaksana PKKMB-FK pada setaranews di sela-sela kegiatan hari ke-2 PKKMB-FK, Kamis (7/9)


Kemudian, mahasiswa baru juga diberi kesempatan untuk mencoba eksperimen yang telah ditentukan.
"Mereka (mahasiswa baru) juga kita ajak mencoba sedikit little eksperimen, kita coba uji glukosa urine dengan menggunakan benedict. Jadi, kita eksperimen untuk mengecek kadar gula dalam urine itu gimana caranya, mereka juga ikutan" tambah Rifki.


Secara keseluruhan kegiatan PKKMB-FK berjalan lancar, namun terdapat kendala di rundown acara. Ada beberapa kegiatan yang terpaksa ditiadakan atau mengurangi waktu kegiatan dan merubah konsep acara awal dikarenakan adanya ketentuan waktu pelaksanaan.































PKKMB-FT Tanamkan Rasa Solidaritas Kepada Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Fakultas teknik (FT) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adakan Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun ajaran 2017-2018. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini terhitung dari tanggal 6-7 september 2017. PKKMB-FT tahun ini diikuti oleh sekitar 175 peserta yang merupakan mahasiswa baru Fakultas Teknik.  Pada proses PKKMB-FT tahun ini panitia menyuguhkan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya, di mana pada pelaksanaan PKKMB-FT tahun ini mengusung tema “Heaven Dicipline and Solid”, dengan harapan peserta lebih menekankan rasa solidaritas dan akademiknya. Seperti yang diungkapkan oleh Harsono, Ketua Pelaksana (Ketuplak) PKKMB-FT, bahwa pada PKKMB-FT tahun ini panitia lebih menekankan kepada peserta untuk membangun rasa solidaritas dengan sesama mahasiswa teknik sipil, senior, dan alumni-alumninya.

“Selain akademik dan kedisiplinan yang kita tanamkan, solidaritas selalu kita junjung tinggi sebagai mahasiswa teknik sipil,” ujarnya.

Panitia juga mengajak peserta PKKMB untuk lebih mengenal lingkungan Fakultas Teknik dengan mengunjungi seluruh ruangan di kelas, perpustakaan, dekanat, laboratorium dan sekretariat Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Hal ini bertujuan agar para peserta lebih mengetahui kehidupan atau lingkungan sekitar Fakultas Teknik.

“Selain pemberian materi, kita juga mengajak mereka untuk lebih mengenal alumni-alumni dan ketekniksipilan,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, menurut salah satu peserta PKKMB-FT, dirinya merasa senang mengikuti kegiatan tersebut. Hal itu dikarenakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang menyenangkan dan tidak seperti yang dibayangkan, di mana ada perpeloncoan bahakan tindakan kekerasan dan peretasan.

“Selama mengikuti kegiatan PKKMB Fakultas Teknik tidak ada sama sekali perbuatan perpeloncoan atau bully seperti yang beredar di luar-luar, kita di sini diajarkan untuk selalu menanamkan rasa solidaritas sesama mahasiswa tekik sipil,” ujar sarah, salah satu peserta PKKMB-FT. (Syahru)

FH Ingin Wujudkan Mahasiswa Berkarakter Lewat Kegiatan PKKMB

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Fakultas Hukum (PKKMB-FH) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon dilaksanakan pada tanggal 5 - 6 September 2017 bertempat di Ruang Serbaguna gedung Fakultas Hukum.

PKKMB-FH tahun ini mengusung tema "Membangun Solidaritas dalam Rangka Menumbuhkan Rasa Patriotisme dalam mahasiswa Fakultas Hukum yang Berkarakter, Responsif dan Bermartabat".

Royan, Ketua Pelaksana (Ketuplak) PKKMB-FH mengatakan tujuan dilaksanakan program tersebut sebagai pembentukan karakter bagi peserta PKKMB-FH (Mahasiswa Baru FH), "Dengan tema tersebut, diharapkan mahasiswa, khususnya Fakultas Hukum lebih memliki karakter, responsif dan bermartabat juga," katanya, Kamis (07/09).

Selama dua hari pelaksanaan PKKMB-FH, pihak panitia memberikan beragam materi kepada para mahasiswa baru. "Untuk hari pertama diisi sama dekanat materinya kaya selayang pandang fakultas hukum dan di hari kedua ada materi kaya bimbingan advokat, bimbingan anti korupsi,"terang Royan kepada Setaranews.com disela-sela acara.

Lebih lanjut, Royan mengatakan bahwasanya selama dua hari pelaksanaan PKKMB-FH memgalami penurunan peserta di hari kedua, hal tersebut dipicu karena faktor kesehatan peserta yang tidak baik, "Dihari pertaman peserta mencapai 155, kemudian dihari kedua hanya 90 peserta saja yang mengikuti PKKMB-FH,"lanjutnya.

Dengan adanya PKKMB-FH, Royan berharap agar mahasiswa baru Fakultas Hukum mengenal dialektika kehidupan kampus dan lebih cepat beradaptasi di kampus. (Hashbi Isma Rabbani)

Adakan Praktik Bercocok Tanam, Hal Baru di PKKMB Faperta

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian Tahun Ajaran 2017/2018 yang diadakan selama dua hari pada 7-8 September 2017 berjalan lancar. Kegiatan tersebut berlokasi di dua tempat yang berbeda, yakni Gedung baru Kampus 1 Unswagati dan lahan GT Kampus 4 Unswagati Cirebon.

“Kemarin itu acaranya di Kampus 1 Unswagati pemberian materi kepada peserta PKKMB, ada sekitar 12 materi. Sedangkan hari ini lokasinya di GT karena ada praktik bercocok tanam.” Ujar Sofia, Ketua Pelaksana PKKMB Fakultas Pertanian.

Kegiatan yang mengambil tema, “Perkenalan Adalah Awal Suatu Cerita Bersama” ini diikuti oleh 116 peserta (Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian) yang terdiri dari 40 mahasiswa jurusan Agroteknologi dan 76 mahasiswa jurusan Agribisnis.

Ada yang berbeda pada PKKMB Fakultas Pertanian tahun ini, yakni praktik bercocok tanam yang dilakukan peserta. Praktik bercocok tanam tersebut dilakukan sebagai pengenalan bagi mahasiswa untuk berlatih (bercocok tanam). Terdapat dua jenis bibit yang ditanam, yakni bibit kangkung dan bayam.

“Biar mahasiswa Fakultas Pertanian bisa merasakan bercocok tanam semua, tidak hanya yang berasal dari jurusan agroteknologi saja, melainkan juga jurusan agribisnis bisa bercocok tanan.” Ungkap Sofia, saat ditemui di sela-sela kegiatan PKKMB Fakultas Pertanian hari ke-2, Rabu (07/09) di GT Kampus 4 Unswagati Cirebon.

Ketika ditanya mengenai pengelolaan tanaman yang telah ditanam, mahasiswi jurusan Agribisnis tersebut mengaku sudah berkomitmen bersama Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan Fakultas Pertanian untuk menjaga dan merawat bersama lahan tanam.

“Ini sih kesadaran dan tanggungjawab moral dari mahasiswa Fakultas Pertanian saja. Tapi Ormawa Pertanian sih udah berkomitmen bareng-bareng buat merawat lahan.” Tutupnya. (Anisa Arwilah)

PKKMB Fisip Sebagai Ajang Pembentukan Karakter Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Swadaya Gunung Jati (Fisip Unswagati ) menyelenggarakan Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru tahun ajaran 2017/2018 pada 6-7 September 2017 di Gedung Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang berada dilingkungan Kampus 3 Unswagati, hal tersebut dikarenakan minimnya ruangan yang representatif di kawasan Gedung Fisip Unswagati.

PKKMB Fisip diikiuti oleh sebanyak 139 peserta (Mahasiswa Baru Fisip) dan segenap panitia yang berjumlah 27 orang, dimana panitianya berasal dari delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (BEM Fisip), Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom), dan Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himagara). PKKMB Fisip yang bertema "Membentuk Karakter Mahasiswa Fisip Unswagati yang Berintelektual, Aktif , Inovatif dan Kritis" tersebut bertujuan sebagai visi dan misi mahasiswa baru di Fisip.

"Kami mengharapkan agar peserta (Mahasiswa baru FISIP) bisa menjadi lebih aktiv, kritis, berintelektual, dan inovatif dalam bidang keorganisasian dan kemahasiswan serta memenuhi peran fungsinya sebagai mahasiswa",tutur Yuni Fitri Andriani, Ketua Pelaksana PKKMB Fisip, saat ditemui setaranews.com, Rabu (07/09).

Pada PKKMB Fisip tahun ini, panitia menghadirkan Dekan dan Wakil Dekan 1,2 dan Wakil Dekan 3 Fisip sekaligus sebagai pengisi materi, yang kemudian diisi oleh para alumni Fisip Unswagati untuk turut serta mengisi acara pada PKKMB Fisip tahun ajaran 2017/2018.

PKKMB Fisip dimulai pukul 08:00 WIB dan berjalan dengan lancar tanpa menuai hambatan apapun. (Felisa Dwi Pujianti)

 

Tumbuhkan Generasi Ekonom Kreatif dan Inovatif Lewat PKKMB-FE

Tidak ada komentar

Kamis, 07 September 2017

Unswagati, Setaranews.com - Selepas pelaksanaan Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tingkat Universitas (PKKMB-U) yang dilaksanakan selama dua hari kemarin (4-5 September 2017) di Auditorium Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Kali ini dilanjut dengan pelaksanaan PKKMB Fakultas, salah satunya PKKMB Fakultas Ekonomi (FE) yang diselenggarakan selama dua hari, terhitung mulai tanggal 6-7 September 2017 di Ruang Auditorium Kampus Utama Unswagati Cirebon.

PKKMB-FE yang diikuti oleh 686 peserta (Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi) itu bertema "Sinergi Ekonomi dan Budaya Demi Mewujudkan Generasi Ekonom Yang Kreatif dan Inovatif", tema tersebut ditujukan agar masyarakat Cirebon memahami ekonomi dan pelestarian budaya, seperti halnya di ungkapkan oleh Widha Wahidah, Ketua Pelaksana (Ketuplak) PKKMB-FE.

"Sengaja kami berikan tema tersebut, agar warga sekitar, khususnya masyarakat Se-Wilayah III Cirebon sadar akan pntingnya ekonomi dan pelestarian budaya, serta menjadikannya sebagai lahan pelestarian budaya ekonomi,"ungkapnya saat ditemui setaranews.com pada hari ke-2 pelaksanaan PKKMB-FE, Kamis (07/09) di Auditorium Kampus Utama Unswagati Cirebon.

Lebih lanjut kata dia (Widha Wahidah) Meskipun begitu, dalam pelaksanaanya juga terdapat masalah kecil seperti ngaretnya pemateri di hari pertama sehingga pihak panitia harus menggeser-geser waktu agar acara tetap berjalan aman dan terkendali.

Kemudian, Wanita yang juga sebagai Pengurus Badan Eksekutiv Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM-FE) tersebut mengharapkan kepada Peserta PKKMB-FE, "Semoga setelah dilaksanakannya program ini (PKKMB-FE) mahasiswa baru fakultas ekonomi menjadi mahasiswa yang tertib, aktif, kritis, dan beretika tentunya,"harapnya sembari menutup sesi wawancara bersama setaranews.com

Rentetan acara PKKMB-FE meliputi Penyampain materi, pengenalan Perguruan Tinggi, pengenalan organisasi mahasiswa fakultas ekonomi, dan strategi pemasaran budaya ekonomi. (Haerul Anwar).

 

Opini: Cerdas Bermedia untuk Lawan Hoax

Tidak ada komentar
Opini, Setaranews.com - Sejak arus media sosial menerjang dengan kencang istilah hoax menjadi kian popular di telinga masyarakat Indonesia. Konon, istilah hoax hadir ke permukaan sejak rilisnya film The Hoax tahun 2006 berkisah tentang seorang penulis yang membuat dan menjual buku palsu otobiografi orang terkenal. Namun, orang terkenal tersebut tidak pernah merasa ditemui apalagi diwawancarai oleh sang penulis. Kemudian, kepopularan hoax ternyata tidak sejalan dengan pengetahuan yang mendalam.

Dalam media sosial hadir bermacam-macam informasi yang mudah diakses. Menurut survey banyak orang menghabiskan waktunya delapan jam sehari hingga lebih untuk memakai media sosial. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang senang memakai media sosial dan membagikan berbagai content pemberitaan tanpa melakukan filterisasi membuat hoax bergulir dengan sangat cepat. Lama-kelamaan informasi palsu tersebut menjadi seakan-akan nyata. Persis seperti yang dilakukan oleh Goebbels, Menteri Propaganda Nazi yang menyebarluaskan berita bohong secara terus-menerus hingga kebohongan tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran.

Hoax diciptakan dengan tujuan yang bermacam-macam misalnya untuk mendongkrak kepopularan, alat politik hingga mendoktrin para pembaca. Parahnya, hoax telah berdampak menciptakan konflik. Puncaknya adalah tumpahnya perpecahan yang terjadi antar masyarakat dan antar golongan yang tentunya mengancam persatuan bangsa. Di Indonesia, perang hoax sempat terjadi saat Pilpres 2014 untuk saling menjatuhkan kandidat calon presiden dan hingga sekarang semakin gencar tersebar berbagai hoax misalnya yang terbaru kasus sindikat Saracen. Informasi yang simpang siur hingga yang jatuhnya fitnah sangat mudah diterima oleh masyarakat tanpa melalui proses check (memeriksa), re-check (memeriksa lagi) dan cross-check (memeriksa kembali). Tiga tahapan diatas seolah menjadi pedoman yang harus dipegang oleh pembaca yang cerdas.

Celakanya kecendurungan malas untuk check, re-check dan cross-check menjadi permasalahan baru di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Rasa malas tersebut menjangkit berbagai kalangan termasuk mahasiswa yang turut terombang-ambing dalam arus informasi hoax tanpa bisa membedakan antara berita bohong dan benar. Padahal ciri pemberitaan hoax bisa dilihat dengan tidak adanya sumber yang jelas. Selain itu, hoax menjadi dilema kebebasan berpendapat di media sosial. Sebagian orang tidak bisa membedakan mana satir dan mana hoax. Hadirnya UU ITE menjadi landasan sebagian orang tersebut memukul rata bahwa ungkapan satir di media sosial dianggap sebagai hoax. Kemudian, perdebatan yang terjadipun seputar wanti-wanti hoax tanpa memandang esensi dari ungkapan tersebut.

Upaya pemerintah dengan membuat UU ITE dan Badan Cyber Nasional untuk mengantisipasi pemberitaan hoax atau upaya segelintir masyarakat yang peduli dengan membuat gerakan anti-hoax dirasa tidak cukup untuk memberantas hoax. Apalagi bila per-individu masih acuh tentang bahaya hoax maka butuh pemberantasan dari akar terutama terhadap masyarakat awam. Sebab kasus yang terjadi sekarang adalah korban hoax pun bisa menjadi pelaku.

Hoax telah mengancam generasi penerus bangsa. Pemakai media sosial yang notabene kanak-kanak tanpa sadar hoax turut telah menjadi konsumsi mereka dan berpotensi besar untuk ditiru. Berangkat dari situlah, butuh gencaran sosialisasi tentang literasi media di dalam masyarakat di setiap daerah. Semua aspek bertanggungjawab untuk memberantas hoax termasuk peran para orang tua dan lembaga-lembaga pendidikan beserta tenaga pendidik. Arus media sosial merupakan bagian dari zaman yang terus bergerak dan mustahil untuk dibendung. Maka yang harus dilakukan manusia adalah mencerdaskan sesama manusia untuk cerdas dalam bermedia. Dan semoga amarah dan dendam tidak terus-menerus diwarisi kepada anak-cucu kelak.

*Opini tersebut dibuat berdasarkan hasil diskusi rutin LPM Setara tentang “Hoax dalam Lingkungan Media Sosial” oleh Bung Jimat A. S.

Sultan Sepuh Resmi Buka Pagelaran Budaya Festival Kraton Nusantara XI

Tidak ada komentar

Rabu, 06 September 2017

Cirebon, Setaranews.com - Festival Keraton Nusantara (FKN-XI) secara resmi dibuka pada tanggal 05 September 2017 di Taman Goa Sunyaragi, Cirebon. Dalam pembukaanya (FKN-XI), Sultan Sepuh, PRA Arief Nadiningrat melakukan penancapan gunungan wayang sebagai simbol dibukanya Gelar Budaya Festival Kraton Nusantara XI.

"Insya Allah akan dihadiri oleh 100 keraton, sekaligus mengadakan Musyawarah Kerja (Muker) keraton nusantara beserta prajurit-prajurit keraton" ungkapnya saat pembukaan FKN, Selasa (04/09).

Lebih lanjut, Sultan Sepuh, PRA Arief Nadiningrat Mengatakan bahwasannya Pagelaran Budaya Festival Kraton Nusantara akan diramaikan oleh berbagai pementasan dan pameran seni-budaya serta kreasi anak muda. "Selain pementasan tersebut, FKN juga akan diramaikan dengan pameran pusaka kraton dan seminar naskah kuno,"lanjutnya.


Festival Kraton Nusantara XI digelar selama 15 hari, terhitung mulai tanggal 5-20 September 2017 di Taman Goa Sunyaragi, Cirebon. (Trusmiyanto)

 

UKM Unswagati Lakukan Pengenalan Di Hari Terakhir PKKMB-U

Tidak ada komentar

Selasa, 05 September 2017

Unswagati, Setaranews.comPengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Universitas tahun ajaran 2017-2018 berakhir pada Selasa 05 September 2017. Tema pada PKKMB-U tahun ini yaitu "Membangun Solidaritas dalam Rangka Mengantisipasi Radikalisme dengan Menumbuhkan Sikap Patriotisme Menuju Universitas yang Berkarakter, Inovatif,dan Bermartabat".

PKKMB-U di hari terakhir ini di isi dengan pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, diantaranya UKM seni dan Budaya, Mapala Gunati,  LPM Setara, KSR Unswagati, Tutorial Keislaman Unswagati (TKU), Resimen Mahasiswa (Menwa), UKM Olahraga, dan lain-lain. "Dengan adanya kegiatan pengenalan UKM yang ada di Unswagati ini diharapkan peserta (Mahasiswa Baru) dapat mengetahui berbagai kegiatan diluar perkuliahan agar mereka dapat mengembangkan minat dan bakat yang mereka miliki sehingga dapat berkembang dengan baik." tutur Retno Dwijayanti Seksi Acara PKKMB-U saat ditemui Setaranews.com di Auditorium Unswagati, Selasa (05/09).
PKKMB-U yang diselenggarakan selama dua hari dirasa cukup aman dan kondusif, terlihat para peserta cukup menikmati acara yang sudah rutin diselenggarakan setiap tahunnya. "Saya sangat senang sekali melihat mereka semangat dalam berinteraksi dengan banyaknya pemateri yang turut serta dalam acara ini. Kita punya harapan untuk tahun depannya supaya lebih peka terhadap bangsa, supaya lebih mengerti tentang arti dan perbedaan ideologi, makanya kita mencanangkan tentang radikalisme dan patriotisme,"tutur Retno



Meskipun begitu, PKKMB-U 2017/2018 juga mengalami kendala dalam dalam pelaksanaanya, salah satunya terkait manajemen waktu pemateri, "saat pemateri bersemangat menyampaikan materinya, namun waktu yang tersedia terbatas."lanjutnya.



Disi lain, terdapat beberapa Peserta PKKMB-U yang terjatuh sakit saat kegiatan berlangsung dikarenakan peserta merasa kelelahan, namun demikian, mereka tetap bersemangat dalam melaksanakan kegiatan tersebut "Acaranya berjalan dengan cukup lancar, seru, asyik juga. Yah Menarik aja kan ada pengenalan berbagai UKM didalam acaranya, Terus lumayan banyak informasi yang saya dapat juga dari acara ini mengenai kampus Unswagati khususnya," ungkap Ryo salah satu peserta PKKMB-U.



Kegiatan PKKMB ditutup dengan acara Pentas Seni (Pensi) dan pembagian berbagai hadiah salah satunya hadiah untuk peserta gugus terbaik.



Tingkatkan Perekonomian Desa, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram

Tidak ada komentar
Regional, Slendra, Gegesik, Setaranews.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon di Desa Slendra, Gegesik menggelar sosialisasi Pelatihan Budidaya Jamur Tiram bersama Dinas Perhutanan Provinsi Jawa Barat (Jabar), Senin (04/09) di Balai Desa Slendra.

Pelatihan tersebut merupakan program kerja (proker) unggulan yang ditujukan sebagai wahana pengetahuan bagi mayarakat desa terhadap pentingnya Budidaya Jamur Tiram. "Jamur Tiram di desa ini sangatlah dapat membantu masyarakat sekitar, selain sebagai pengetahuan terhadap pelatihan budidayanya sendiri juga dapat membantu masyarakat terhadap perkembangan ekonomi di desa," ungkap Malik Rismanto, salah satu Mahasiswa KKN Desa Slendra saat ditanya melalui pesan singkat WhatsApp Messenger, Senin (04/09).

Kemudian, Uha Suhana yang merupakan Perwakilan dari Dinas Perhutanan Jabar memberikan apresiasi penuh terhadap program yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN Desa Slendra, karena menurutnya pelatihan tersebut merupakan salah satu langkah sebagai peningkatan ekonomi desa.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena mata pencahariaan Desa Slendra sendiri memang sebagian besar banyak yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia-Tenaga Kerja Wanita (TKI-TKW) di Luar Negeri," ungkapnya saat mengisi materi pada Pelatihan Budidaya Jamur Tiram, Senin (04/09) di Balai Desa Slendra.

Lebih lanjut, Uha Suhana mengharapkan agar dapat menumbuhkan sifat wirausaha dan menumbuhkan kemandirian terhadap desa, "Semoga dengan diadakannya pelatihan ini (Budidaya Jamur Tiram) dapat meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) masyarakat desa, khususnya di kawasan Kabupaten Cirebon," lanjutnya mengharapkan output dari hasil pelatihan tersebut.

Pelatihan Budidaya Jamur Tiram dihadiri oleh sebanyak 7 Kelompok Tani Desa Slendra, Para Pamong Desa, dan Masyarakat sekitar Desa Slendra.

Kapasitas Maksimum Auditorium 500 Orang, Mahasiswa Baru Tembus 1800

Tidak ada komentar

Senin, 04 September 2017

Unswagati, Setaranews.com – Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru tingkat Universitas (PKKMB-U) tahun akademik 2017/2018 hari pertama berlangsung pada Senin, 04 September 2017.

Berbeda dari sebelumnya, kali ini PKKMB diselenggarakan di Auditorium Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, hal tersebut mengacu pada Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (SK-Dikti) bahwa tempat penyelenggaraan kegiatan berada di lingkungan perguruan tinggi.

“Kita sudah survey gedung keliling Cirebon, dan sudah sempat deal dengan pihak The Radiant tapi ternyata kelewat satu poin di surat edaran Dikti bahwa PKKMB harus banget diselenggarakan di area kampus. Jadi, ya, kita usahakan gimana caranya bisa dilaksanakan disini.” Jelas Lisa, Ketua Pelaksana PKKMB-U di sela-sela acara kegiatan berlangsung, Senin (04/09) di Auditorium Kampus Utama Unswagati Cirebon.

Berdasarkan data yang didapat, Peserta (mahasiswa baru) yang mengikuti PKKMB berjumlah sekitar 1.800 peserta, Sementara kapasitas maksimum Auditorium Unswagati hanya menampung kisaran 300 -500 orang. Karena tidak semua mahasiswa bisa ditampung di dalam Auditorium, akhirnya Ruang Kelas yang berada tepat di samping Auditorium dijadikan sebagai penampung peserta PKKMB-U.

“Kebetulan kita juga pakai kelas-kelas sebelah, karena banyak banget. Kita tidak memungkiri kalau misalnya ada keluhan, panas dan sebagainya. Tapi kita usahakan ada penambahan blower,” Lanjutnya.

Disisi lain, ketika ditanya soal negosiasi dengan Pihak Kampus terkait fasilitas tempat yang kurang memadai, Dia (Lisa) menjawab sempat, tapi terhambat oleh waktu yang tidak banyak.

“Ya of course sempat kita bernegosiasi dengan pihak terkait, tapi ketika sudah ada aturan tertulis. Kita memang bisa apa sih? Apalagi SK kepanitiaan baru turun kemarin-kemarin, waktu kita untuk nego tidaklah banyak.” Tutup Lisa di akhir sesi wawancara bersama setaranews.com.

PKKMB-U akan dilanjut pada hari ke-dua, (Selasa, 05 September 2017) dan kemudian dilakukan penyerahan peserta kepada Panitia PKKMB Fakultas masing-masing. (fiqih Dwi Hidayah)

Baca juga berita sebelumnya terkait PKKMB-U 2017-2018:

Beredar Akun Palsu, Panitia Informasikan Akun Resmi PKKMB Unswagati 2017

1 komentar

Minggu, 03 September 2017

Unswagati, Setaranews.com - Banyak polemik yang muncul pada program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru tingkat Universitas (PKKMB-U) di Universitas Swadaya Gunung Jati  Cirebon (Unswagati) setiap tahunnya. Polemik yang terjadi berupa proses dan pelaksanaanya. Tahun ini, PKKMB-U  kembali menuai berbagai polemik, hal ini terjadi bukan hanya di dunia nyata saja, melainkan di ranah Media Sosial (Medsos) khususnya  Instagram. Ditemukan terdapat beberapa akun palsu yang bermunculan turut meramaikan Program PKKMB Tahun Ajaran 2017/2018.

Hal tersebut dipicu dari proses pelaksanaan PKKMB-U 2017 yang dirasa kurang optimal sehingga peserta PKKMB-U (Mahasiswa Baru) kebingungan untuk mencari informasi yang akurat terkait PKKMB-U, "Aku ngerasa bingung sekali pada proses PKKMB." Ujar salah satu peserta PKKMB-U yang enggan disebutkan namanya

Menanggapi hal tersebut Panitia PKKMB-U memberikan penjelasan pada saat Pembekalan PKKMB berlangsung, Sabtu (02/09) di Halaman Parkir Kampus Utama Unswagati Cirebon.

"Untuk Peserta PKKMB-U dapat mencari informasi terkait PKKMB dengan mendatangi Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Universitas (BEM-U) atau bisa juga secara online melalui akun twitter (@pkkmbunswagati), fanpage Facebook (PKKMB Unswagati 2017), dan Instagram (@pkkmbunswagati2017), bukan yang lain. Banyak akun-akun yang mengatasnamakan Unswagati, tapi itu bukan kami. Banyak sekali admin-admin akun yang tidak jelas, kalian jangan follow sembarangan." Jelas Lisa, ketua panitia PKKMB Unswagati 2017 pada peserta PKKMB.

Lebih lanjut, Perempuan yang akrab disapa dengan panggilan Obon tersebut menghimbau agar mahasiswa dapat dengan cerdas mengconfirmasi ulang kebenaran akun media sosial sehingga tidak terbawa oleh hal-hal  negatif yang merugikan diri sendiri. (Trusmiyanto)

Peserta Keluhkan Proses PKKMB-U Tahun Ajaran 2017/2018

1 komentar
Unswagati, setaranews.com -Sabtu (02/09) telah diselenggarakan Pembekalan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tingkat Universitas (PKKMB-U), kisaran pukul 06:00 WIB Pembekalan PKKMB-U dimulai dengan apel sekaligus pengkondisian Peserta PKKMB-U per-gugus yang didampingi oleh pendamping gugus masing-masing di Halaman Parkir Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon.

Pada PKKMB-U Tahun Ajaran 2017/2018 ini dirasa kurang optimal proses dan pelaksanaannya sehingga memaksa peserta PKKMB-U (mahasiswa baru) merasa kebingungan mulai dari proses pendaftarannya yang melalui Wakil Rektor III sampai ke proses pembagian gugus yang di kumpulkan pada saat pembekalan PKKMB-U berlangsung. hal tersebut dikeluhkan oleh salah satu peserta PKKMB-U yang enggan disebutkan namanya, dia mengeluhkan akan proses yang dia lalui pada Program PKKMB-U tahun ini, " Aku kan udah mendaftar ke rektorat, terus aku udah dapet di gugus 25, tapi aku gak tau gugusnya, dan nama aku juga enggak tercatat di gugus tersebut, yah jadinya ngerasa bingung gitu deh, "keluhnya merasa kebingungan, saat ditemui setaranews.com di sela-sela acara pembekalan berlangsung, Sabtu (02/09).

Lebih lanjut, menurut mahasiswa baru yang sudah mendaftar jauh-jauh hari sebelum acara Pembekalan PKKMB-U berlangsung ini, dia mengharapkan agar PKKMB-U tahun ini berjalan lancar sampai proses pelaksananya dan tidak membingungkan Peserta (Mahasiswa Baru), "aku sih pengen nama aku sudah terdata dan tercantum dalam daftar peserta gugus, karena memang aku udah mendaftar lebih dulu dibanding temen-temen yang lainnya, tapi nyatanya malah jadi bingung begini, yah ini sih tidak sesuai dengan yang aku harepkan sebelumnya. " lanjutnya.

Mahasiswa Baru yang notabennya selaku rakyat baru di Unswagati merasa bingung dengan tahapan-tahapan yang dilalui untuk menjadi bagian dari mahasiswa Unswagati. Panitia yang sibuk dengan pekerjaan lain membiarkan mahasiswa baru ini termenung sendiri di lorong bawah tangga kampus satu Unswagati sembari menyaksikan teman-temannya yang sedang mendapat arahan dari pendamping gugus masing-masing. (Felisa/Trusmiyanto)

Baca juga berita  proses PKKMB-U : 

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews