Responsive Ad Slot

BPKel-Oi Kaum Urbanis Rayakan HUT Yang Ke-3

Tidak ada komentar

Selasa, 29 Agustus 2017

Karanganyar, Setaranews.com - Badan Pengurus Kelompok Orang Indonesia (BPKel-Oi) Kaum Urbanis merupakan organisasi pemuda pemudi yang aktiv pada kegiatan-kegiatan sosial dari desa ke desa, Pada tanggal 26-27 kemarin, BPKel-Oi Kaum Urbanis tengah merayakan hari ulang tahunnya yang ke-3 dengan membawa tema yang sangat sederhana, yaitu "Memahami, Menjalani, dan Meneladani" dimana tujuan utamanya untuk menjaga nilai silaturrahmi, "Kami dari BPKel-Oi Kaum Urbanis mengajak masyarakat dan pemuda pemudi untuk bersatu dan bergerak menjaga lingkungan dan tradisi kita, karena setiap langkah nya harus di awali dengan Memahami terlebih dahulu setelah itu Menjalani dengan penuh ke ikhlasan, kesabaran serta Istiqomah kemudian Meneladani agar Hidup menjadi Bermanfaat," ungkap Ahmad Rifa'ie Yasin, Ketua BPKel-Oi Kaum Urbanis, Minggu (27/08) di Balai Desa Karanganyar, Panguragan.



Disisi lain, BPKel-Oi mendapatkan respon positif dari warga seklitar, dalam hal ini disampaikan oleh Moh Yakub, selaku Kuwu Desa Karanganyar, Panguragan, "Kami dari perangkat desa Karanganyar yang mewakili masyarakat kami sangat senang sekali dengan keberadaan pemuda pemudi OI Kaum Urbanis yang selama 3 tahun ini sudah aktiv dalam kegiatan-kegiatan sosial dari desa ke desa baik di desa Karanganyar sendiri maupun desa-desa sekitarnya. Semoga kedepannya BPKel OI Kaum Urbanis bisa bertambah lebih banyak anggotanya dan tetap Istiqomah dalam menjalankan setiap langkah dan kegiatannya untuk kedaulatan Desa, ajak pemuda pemudi di sini untuk bersama sama membangun Desa mulai dari hal-hal yang kecil. Membangun Desa sampai Membangun Indonesia,"ungkapnya melalui sambutan yang disampaikannya dalam acara perayaan HUT BPKel-Oi yang ke-3.



Kemudian, Udin Achirudin, Selaku Ketua Oi Cirebon yang turut serta menghadiri HUT BPKel-Oi ke-3 mengharapkan agar tetap menjaga nilai-nilai Sosial seni, Olahraga, Pendidikan, Akhlak dan Niaga (SOPAN), "Selamat ulang tahun yang ke-3 BPKel Oi Kaum Urbanis, semoga tetap terus bisa menanam dan menyirami kehidupan dengan kebaikan agar bisa menjadi Manusia - manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya dan bermanfaat bagi alam semesta,"harapnya.


Pada Perayaan HUT BPKel-Oi yang ke-3 diisi dengan kegiatan Pemotongan tumpeng dan Makan bersama simbol perayaan ulang tahun, kemudian di isi juga dengan acara-acara yang bermanfaat seperti Istighosah, Bakti Sosial (Baksos), Penanaman pohon, Santunan anak yatim, Lapak perpustakaan jalanan, dan diramaikan oleh pementasan seni dan budaya yang meliputi Pementasa Tari tradisional, Karinding, Sastra puisi, Hadroh, dan Live music acoustic, serta dihadiri oleh Kapolsek Panguragan, Koramil Arjawinangun, Tokoh Masyarakat, Ketua BPK Oi Cirebon, Anggota BPKel Oi se wilayah Cirebon dan sekitarnya, Komunitas perpustakaan jalanan, Komunitas seni dan komunitas lingkungan wilayah Cirebon serta Masyarakat setempat.

"Kadung Kait" Ceritakan Kisah Nyata Pada Produksi Teater Dugal Yang Ke-XXIV

Tidak ada komentar

Minggu, 27 Agustus 2017

Unswagati, Setaranews.com - Teater Dugal Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya Unswagati Cirebon menggelar pementasan seni teater "Kadung Kait" karya Budi Yasin Misbach dan di sutradarai oleh Nuramaliyah "Waking" Afifah. Pementasan tersebut merupakan produksi yang ke-XXIV dan pementasan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Teater Dugal UKM Seni dan Budaya.

Dalam kisahnya "Kadung Kait" mengisahkan tentang sepasang suami istri yang baru saja menikah, dimana kehidupan mereka sangatlah amat sederhana dan cenderung pas-pasan. Mereka tinggal di rumah pemberian orang tua sang istri (Enah). Berdasarkan kekurangannya, akhirnya orang tua Enah selalu menyudutkan Suami Enah (Karyo).

Teater Dugal UKM Seni dan Budaya selalu mengangkat lakon-lakon atau cerita yang nyata dimana kisah yang dipentaskan diatas panggung merupakan kisah nyata dan masih hangat terjadi di kalangan masyarakat, "Cerita yang kami pentaskan memang cenderung nyata dan realistis, kemudian pengatutan artistik nya juga seakan-akan seperti nyata walaupun tidak persis menyerupai aslinnya, dan teater yang realistis ini jarang sekali dipentaskan, khusunya di daerah Cirebon," ungkap Sutradara Nuramaliyah "Waking" Afifah, saat ditemui setaranews.com saat pasca pementasannya, Sabtu (26/08).

Lebih lanjut, wanita yang yang kerap disapa dengan sebutan "Waking" tersebut melanjutkan pemaparannya, bahwasanya dalam cerita "Kadung Kait" tersebut disinggung juga soal narkoba, " Kadung Kait juga menyinggung soal narkoba, dimana sekarang ini sedang hangat diperbincangkan hingga tingkat nasional. Adapun pesan yang dapat diambil dari cerita ini sekurang-kurangnya kita yang melakoni  kehidupan yang pas-pasan sekalipun jangan sampai terjerumus kedalam pekerjaan yang salah," lanjut pemain yang memerankan peran "Emak" dalam lakon Kadung Kait tersebut.

Pementasan Seni Teater "Kadung Kait" diselenggarakan selama 2 hari di Ruang Aula Kampus Utama Unswagati Cirebon, dimana Pada hari pertama, Jumat (25/08) dimulai Pukul 19:30 WIB, untuk kalangan mahasiswa, kemudian di hari ke-2 nya, Sabtu (26/05) dimulai sejak pukul 15:30 WIB, untuk kalangan SMP/SMA-Sederajat. (Haerul Anwar)

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews