Responsive Ad Slot

FPTI Gandeng Mapala Gunati Selenggarakan Kompetisi Panjat Tebing Se-Wilayah III Cirebon

Tidak ada komentar

Sabtu, 26 Agustus 2017

Unswagati, Setaranews.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) bekerja sama dengan Mahasiswa Pecinta Alam Gunung Jati (Mapala Gunati) mengadakan kompetisi panjat tebing untuk para pelajar dan umum se-wilayah III Cirebon, Sabtu, (26/08) di Kampus Utama Unswagati Cirebon. Kompetisi tersebut dimulai pukul 08:00 WIB dan diikuti oleh sebanyak 70 peserta yang berasal dari kalangan umum dan pelajar Se-wilayah III Cirebon.

Tujuan diselenggarakannya kompetisi tersebut untuk mengetahui atlet-atlet panjat tebing yang ada di Kota Cirebon, hal tersebut dikatakan oleh Trisno selaku Ketua Pelaksana (Ketuplak) Kompetisi tersebut, dia mengatatakan, "Sengaja kami selenggarakan acara ini di lingkungan kampus 1 Unswagati, karena kami melihat wall area yang ada di Unswagati itu lumayan tinggi  dan ramping, dengan trek tersebut kami dapat menguji adrenalin para peserta, dan dari situlah kami akan tahu bibit-bibit atlet panjat tebing yang berada di Kota Cirebon ini," katanya saat ditemui setaranews.com di sela-sela kompetisi berlangsung, Sabtu (26/08).

Untuk mengetahui bibit atlet Kota Cirebon, kompetisi tersebut diselenggarakan selama dua hari, terhitung mulai tanggal 26-27 Agustus 2017 dan setelah itu akan ditetapkan juara 1,2 dan juara 3 sebagai wakil Kota Cirebon pada kompetisi nasional mendatang, "Untuk juara 1,2 dan 3 nanti Adak ada penilaian tersendiri, karena mereka bertiga nantinya akan ditetapkan sebagi pemenang dalam kompetisi ini dan mereka harus mendapatkan pembinaan khusus untuk mewakili Kota Cirebon dalam kompetisi nasional nantinaya, " tutupnya. (Felisa Dwi Pujianti)

 

Puisi: Orang-Orang Cemas

Tidak ada komentar

Rabu, 23 Agustus 2017

Pada malam-malam singkat sepanjang bulan Agustus
di tempat yang katanya religius
Tapi moral terus tergerus

Tiupan angin tetap terasa dingin
Orang-orang masih menggigil
dan cengkrama menjadi selimut tebal

Tidak ada yang salah dari sebatang rokok atau secangkir kopi, lagi dan lagi
Meski waktu terlanjur terlalu pagi
Biarkan orang-orang bebas berekspresi

Pada siang-siang panjang di bulan Agustus
Terang-terangan penindasan dipaksakan
Langkah para pejabat tidak lebih santun dari rombongan para Anjing

Tiupan angin meradang panas
Tanpa air mata orang-orang mulai menangis
Mungkinkah besok akan makan nasi bekas?

Tidak ada yang salah dari menyerukan keadilan
Meski melempar kursi ke persinggahan
Kurang ajar telah menjadi kepunyaan bandit-bandit serakah

Pada laki-laki yang mencintai manusia
Barangkali hatinya telah penuh oleh kesengsaraan
Bukankah, rakyat seharusnya menjadi Tuan Tanah atas Bumi?

Pada perempuan yang mencintaimu
Barangkali hatinya telah punah oleh ketabahan
Jari-jarinya sudah lama meraba kemanusiaan

Dan, apakah manusia telah menjadi berhala?
Memuja gedung-gedung tinggi berharap menghidupi
Tapi dilain sisi sanggup menjadikan orang-orang mati

Pembentukan Panitia PKKMB-U Menuai Polemik

Tidak ada komentar

Selasa, 22 Agustus 2017

Unswagati, Setaranews.com - Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru tingkat Universitas  (PKKMB-U) yang pada dasarnya merupakan program lembaga dalam hal ini Universitas sebagai pelaksana PKKMB. Namun, pihak Lembaga telah menyerahkan pelaksanaan PKKMB kepada Badan Eksekutf Mahasiswa Universitas (BEM-U) dan Dewan Perwakila Mahasiswa Universitas (DPM-U) sebagai Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tertinggi di Unswagati untuk mengakomodir seluruh Ormawa yang ada di Unswagati.

Permasalahan muncul ketika pihak BEM-U mensosialisasikan (18/07) konsepan PKKMB-U yang telah disiapkan oleh BEM-U.  Beberapa Ormawa yang hadir dalam sosialisasi tersebut menilai bahwa BEM-U tidak melaksanakan azas PKKMB yaitu Keterbukaan, Demokrasi dan Humanis, pasalnya konsepan tersebut tidak ditetapkan dengan cara musyawarah.


Presiden Mahasiswa (Presma), Surya Oktaviandy Zebua saat dikonfirmasi setaranews menjelaskan, konsepan tersebut sudah memenuhi azas PKKMB termasuk asaz demokrasi. "Unswagati  menganut demokrasi keterwakilan bukan demokrasi langsung, demokrasi langsung hanya dipakai untuk pemilihan ketua umum BEM dan DPM. Untuk beberapa bagian kita laksanakan demokrasi secara langsung dan untuk beberapa bagian kita pakai demokrasi keterwakilan, karena ada DPM dan BEM" jelasnya.

Kemudian,  Ormawa Unswagati mengadakan forum musyawarah sendiri untuk menyikapi polemic yang terjadi dalam PKKMB-U pada Sabtu (05/08) silam, di Screen House, dan di hadiri oleh 16 Ormawa Unswagati. Mereka (Ormawa) menilai proses pelaksanaan PKKMB Unswagati 2017 tidak sesuai dengan azas yang telah ditetapkan sesuai keputusan direktur jenderal pendidikan tinggi kementerian pendidikan dan kebudayaan republik indonesia nomor 25/dikti/kep/2014, serta Ormawa meminta agar DPM-U mengadakan forum terkait proses PKKMB.

Setelah DPM-U menerima berita acara hasil forum mahasiswa pada Selasa (8/8) silam, Muhammad Hanif, selaku ketua DPM-U menyepakati permintaan Ormawa untuk diadakannya forum musyawarah PKKMB-U dan Inaugurasi pada hari Jumat (11/8). Dari musyawarah PKKMB dan Inaugurasi tersebut, dihasilkan 4 point yang kemudian diajukan kepada Wakil Rektor III sebagai penanggungjawab PKKMB dari pihak Lembaga pada Senin (14/08).

(Baca: Berikut 4 Point Hasil Musyawarah PKKMB dan Inaugurasi)

Dari 4 Poit tersebut, pihak lembaga, dalam hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor III memutuskan bahwasanya hanya 2 poit yang diterima yaitu DPM-U dan BEM-U sebagai lembaga yang mengakomodir Ormawa agar terlibat dalam pelaksanaan, dan Inaugurasi dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya (USB). Dari hasil keputusan lembaga tersebut, lantas pihak Ormawa tidak menyepakati struktural PKKMB-U yang sudah ditentukan oleh BEM-U, mereka (Ormawa) berasumsi bahwasannya dalam konteks pengakomodiran yang telah dinyatakan oleh Dudung Hidayat, selaku Wakil Rektor III adalah pengumpulan Ormawa guna untuk merumuskan proses pelaksanaan PKKMB termasuk pembentukan panitiannya melalui perumusan bersama ormawa, bukan ditentukan secara satu pihak,

Kemudian, untuk menyikapi hal tersebut, DPM-U mengadakan forum klarifikasi hasil musyawarah PKKMB dan Inaugurasi pada Senin (21/08) di Ruang Aula Unswagati, dalam forum tersebut, Ormawa meminta agar kepanitiaan PKKMB-U dilakukan secara Musyawarah bersama, "kami mau terkait teknis dalam kepanitiaan PKKMB-U dilakukan secara terbuka atau musyawarah bersama karena sudah dijelaskan dalam azas-azas PKKMB, bukan meluluh BEM-U meminta 2/1 orang delegasi ke seluruh Ormawa tetapi beberapa posisi seperti Ketua Pelaksana (Ketuplak) dan Koordinator sudah ditetapkan dan sudah diisi tanpa kita tahu prosesnya seperti apa, lalu del;egasi ormawa yang dikirimkan itu buat apa kalau beberapa posisi sudah ditentukan secar sepihak," tandas Epri Fahmi, salah satu perwakilan forum.

disisi lain, Okta (Presma) Walk Out (WO) dari forum terlebih dahulu dikarenakan menurutnya percuma berada didalam forum "saya tidak mau berdebat dengan orang-orang bodoh disini," kecamnya keluar dari forum sembari menunjuk-nunjuk peserta dalam forum tersebut.

Dalam forum tersebut, Ormawa merasa tidak puas dan langsung ramai-ramai mendatangi Wakil Rektor III, setelah ditemui Dudung Hidayat menyampaikan bahwasannya teknis kepanitian PKKMB harus merata dan ditempatkan dalam proprosinya masing-masing, " Saya tidak ada pengkuotaan, karena saya hanya bilang perwakilan dari Ormawa harus merata. dalam hal ini DPM-U dan BEM-U sebagai Leading Sector nya , silahkan mereka yang mereka yang mengakomodir, tetapi tolong ormawa dilibatkan didalamnya, misalkan 2 atau 3 orang perwakilan dari ormawa untuk masuk kepanitiaan dan merumuskan posisi kepanitian PKKMB-U", ungkapnya saat ditemui Ormawa ramai-ramai di Ruangannya, Senin (21/08).

Setelah Menemui Wakil Rektor III, DPM-U beserta Ormawa yang hadir dalam forum klarifikasi tersebut menghasilkan keputusan diantarannya Ormawa meminta pembentukan kepanitian PKKMB secara musyawarah terbuka dalam penempatan posisi apapun, apabila poin tersebut tidak disetujui beberapa Ormawa tidak akan mengirimkan delegasinya kedalam kepanitiaan PKKMB-U dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kegiatan dipublikasikan kepada mahasiswa. (Trusmiyanto).

Berita Sebelumnya: Terkait Proses Pelaksanaan PKKMB, Ormawa Minta DPM-U Segera Adakan Musyawarah Mufakat

                                     DPM-U Siap Adakan Musyawarah PKKMB dan Inaugurasi dengan Ormawa

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews