Responsive Ad Slot

Mantapkan Pilihan, Tips Memilih Perguran Tinggi

Tidak ada komentar

Sabtu, 08 Juli 2017

Tips, Setaranews.com – Tahun ajaran baru akan segera dimulai. Bagi siswa SMA atau sederajat yang telah menyelesaikan masa belajarnya, memilih perguruan tinggi adalah sesuatu yang sangat membingungkan selain banyaknya pilihan dan rekomendasi dari teman, selain itu banyak aspek yang mempengaruhi hati dalam memilih mana perguruan tinggi yang hendak dipilih. Nah, setaranews memiliki beberapa tips memilih perguruan tinggi berikut ulasannya:

  1. Memperoleh informasi yang lengkap mengenai berbagai perguruan tinggi.


Kita harus mencari Informasi yang penting mengenai perguruan tinggi seperti bentuk-bentuk perguruan tinggi, status perguruan tinggi, dan program pendidikan di perguruan tinggi. Selain tiga hal tersebut, juga harus diperoleh informasi mengenai jurusan-jurusan yang ada di perguruan tinggi, apa yang dipelajari, bagaimana karirnya, apa yang dikerjakan secara konkret dalam pekerjaannya, apa yang diperlukan dalam pekerjaan itu dan bagaimana prospek karir ke depan.

  1. Membaca diri


Kalau kita membaca buku maka kita tahu isi buku tersebut, kalau kita membaca diri maka kita tahu isi diri kita. Bagaimana diri kita, apa yang menjadi kecenderungan-kecenderungan kita, apa yang menjadi keunggulan dan kelemahan kita, hal-hal apa yang dapat kita kuasai dengan baik dan masih banyak lagi. Jadi membaca diri artinya melihat dan mengenali diri. Pengenalan diri menjadi penting dalam rangka mencocokan pilihan kita dengan keadaan diri kita. Jangan sampai kita memilih jurusan atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan keadaan diri kita.

  1. Tekad, minat, kemauan, dan keinginan harus sejalan dengan kemampuan.


Keinginan, minat, tekad, kemauan akan sangat menguntungkan kalau sama dengan kemampuan yang ada. Artinya bisa saling mendukung sehingga menghasilkan prestasi yang optimal. Namun dalam kenyataan, keinginan minat tidak selalu sejalan dengan kemampuan. Lalu bagaimana kalau kita menghadapi situasi yang seperti ini. Sangat menginginkan jurusan atau pekerjaan di bidang akuntasi tetapi tidak mampu untuk menjadi orang yang teliti? Dalam situasi yang seperti ini kita harus benar-benar bijak. Keinginan yang sangat kuat pasti memunculkan usaha keras, usaha keras pasti akan membuahkan hasil meskipun dalam jangka waktu yang lama. Jadi orang yang menginginkan jurusan atau karir tertentu tetapi ternya kemampuannya tidak mendukung harus siap dengan kerja keras dan alokasi waktu yang lebih.

  1. Pilihan jangan diarahkan ke perguruan tingginya tetapi ke jurusannya


Kualitas pendidikan tinggi tidak dinilai dari perguruan tingginya tetapi dari jurusannya.  Di dalam perguruan tinggi yang ternama tidak setiap jurusannya baik. Begitu juga sebaliknya, tidak semua jurusan yang ada di perguruan tinggi yang tidak ternama semua jurusannya jelek kualitasnya. Kualitas pendidikan dari jurusan dapat dilihat dalam status akreditasi.

  1. Cari info status akreditasi


Status akreditasi dari suatu jurusan berbentuk nilai A, B, C dst. Status akreditasi ini dapat dilihat langsung dalam media-media promosi perguruan tinggi tersebut. Bagaimana dengan promosi yang tidak mencantumkan status akreditasinya. Kalau status akreditasinya baik pasti dicantumkan untuk promosi. Kalau tidak dicantumkan berarti status akreditasinya kurang memuaskan.

  1. Adakan survei biaya


Survei biaya sangat perlu dalam membuat rancangan pembiayaan kuliah. Rancangan ini penting untuk menghindari berhenti kuliah karena ternyata kesulitan biaya setelah proses kuliah berlangsung.

  1. Berdoa


Berdoa adalah komunikasi kita dengan Tuhan. Semakin banyak berdoa semakin dekat dengan Tuhan.  Semakin kita dekat dengan Tuhan maka Tuhan akan mengabulkan keinginan kita, tetapi dengan catatan bahwa keinginan kita memang baik.

Itulah beberapa tips yang semoga bermanfaat bagi teman-teman yang bingung dalam memilih perguruan tinggi. (Felis)

Terkait Kasus TPA, Komunitas Cirebon Timur Gelar Camping Diskusi Rasa

1 komentar

Jumat, 07 Juli 2017

Losari, Setaranews.com - Tempat Pembuangan Hasil Akhir (TPA) yang terletak di Cirebon bagian timur, tepatnya di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon sedang banyak diperbincangkan oleh kalangan masyarakat terkait keberadaannya yang dapat mencemari Sungai Cisanggarung yang letaknya tepat disamping lokasi TPA Ciledug. Terkait hal tersebut, Komunitas Cirebon Timur mengadakan Camping Diskusi Rasa yang diselenggarakan di Pulau Gara-Gara, Desa Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes-Jawa Tengah.

Acara tersebut berlangsung selama dua hari (05-06 juli 2017) dan dihadiri oleh berbagai komunitas, diantarannya Mahasiswa Pecinta Alam Gunung Jati (Mapala Gunati), komunitas peduli lingkungan, OI, Anak Wayang, Petakala Grage, Wong Losari dan Gempala, Ikamatsaba, Komunitas Backpacker Cirebon dan warga cirebon timurnya sendiri juga turut ikut serta dalam acara tersebut.

Tujuan diadakannya acara tersebut sebagai ajang silaturrahmi antar komunitas dan juga sebagai bentuk pengaplikasian dari suatu komitmen warga cirebon mengenai pengawalan kasus Tempat Pembuangan Akhir (TPA), "Mari kita jalin silaturami dengan kegiatan ini tapi tidak mengurangi dari komitmen kita dalam menanggulangi permasalahan yang ada di lingkungan kita," ungkap Jarot, Koordinator komunitas cirebon timur saat ditanya oleh setaranews.com, Rabu (05/07) di pulau Gara-Gara, Brebes-Jawa Tengah.

Disisi lain, Epri Fahmi, salah satu peserta camping diskusi rasa cirebon timur beranggapan bahwa acara yang diadakan di tempat terpencil (Pulau Gara-Gara. red) merupakan ajang liburan peduli lingkungan, "Ini nih salah satu liburan sembari belajar, rekreasi sembari tetap peduli pada lingkungan, apalagi pulau gara-gara tersebut merupakan pulau yang masih terisolir dan masih sangat alami," ujarnya.

Dalam acara tersebut, para komunitas yang hadir dalam Camping Diskusi Rasa juga melakukan penanaman mangrove bakau dan diskusi lingkungan terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mencemari Sungai Cisanggarung.

Bancakan, Tradisi yang Sarat Makna dari Indramayu

Tidak ada komentar

Minggu, 02 Juli 2017

Indramayu, Setaranews.com – Seorang perempuan muda menggendong baskom besar berisi beberapa bungkus nasi yang kemudian diberikannya kepada tetangga. Bungkusan nasi tersebut tidak dijual, melainkan dibagikan secara cuma-cuma yang biasa dikenal dengan istilah bancakan.

Di beberapa daerah di Indramayu, khususnya di Juntinyuat masih melakukan tradisi syukuran dengan membagikan bancakan. Syukuran sendiri dilaksankan beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Bancakan dibagikan kepada sanak saudara dan tetangga dekat.

Selama bulan Ramadhan, banyak sanak saudara atau tetangga yang memberikan shadaqah dan zakat berupa beras dan bahan makanan lainnya kepada janda-janda yang sudah tua dan orang-orang yang dituakan. Sebagai timbal baliknya, mereka yang mendapatkan shadaqah dan zakat membagikan bancakan atas nikmat syukur yang dikaruniakan Tuhan.

“Ini nasinya dari beras zakat sama lauknya sederhana saja yang penting bagi-bagi. Bancakan karena sudah tradisi dari dulu begini.” Ujar Astirih (55) kepada Setaranews, Sabtu (1/7) saat membagikan bancakan.

Dalam pembuatan bancakan ini, Astirih dibantu oleh tetangga-tetangganya. Beberapa bahan lauk pun bahkan didapat secara cuma-cuma pemberian dari tetangga, seperti daun singkong, kelapa dan biji bendara. Setiap bungkus bancakan yang dibagikan berisi nasi yang diakui berasal dari beras hasil shadaqah dan zakat, serta lauk pauk yang berisi rumbah urab, gecok ayam dan oreg tempe basah.

“Alhamdulillah dapat bancakan. Memang dari kemarin itu saya sudah niat tidak masak karena saya perkirakan hari ini banyak yang membagikan bancakan. Benar saja. Kemarin saja saya dapat tiga bungkus, cukup untuk makan sore bersama keluarga.” Tutur Sartiyem (58), seorang ibu rumah tangga penerima bancakan.

Bulan Ramadhan yang penuh berkah telah berlalu. Namun hikmah yang didapatkan untuk saling memberi dan tolong menolong masih kuat terasa. Tradisi yang mengajarkan untuk saling mengasihi dan melestarikan budaya gotong royong ini adalah salah satu hasilnya.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews