Responsive Ad Slot

Terhambat LPJ, Ormawa FISIP Tak Kunjung Terbentuk

Tidak ada komentar

Jumat, 16 Desember 2016

Unswagati, Setaranews.com - Perkembangan mengenai pembentukan kembali Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) memasuki tahapan penyelesaian, dimana kepengurusan periode sebelumnya sedang menyelesaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ).

Seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sedang dalam tahap penyelesaian LPJ, Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara sudah menyerahkan LPJ, begitupun dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi. Berbeda dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang tidak sanggup mengemban amanahnya sehingga tidak sanggup menyelesaikan LPJ.

Kaidah dalam pembentukan kepengurusan baru sebuah organisasi, dilaksanakan setelah diselesaikannya LPJ dari kepengurusan sebelumnya. Hal tersebut menjadi kendala pembentukan Ormawa FISIP yang sempat molor karena dibekukan beberapa bulan lalu.

“Memang kemarin itu Ormawa FISIP sempat beku tapi tidak sampai bertahun-tahun hanya beberapa bulan saja. Ya dinamika dalam organisasi selalu ada, beda pendapat itu pasti ada, belum terbentuknya kepengurusan yang baru pun karena belum adanya kesepahaman mengenai formula pemilihan,“ jelas Khaerudin Wakil Dekan III yang membidangi Kemahasiswaan, Selasa (13/12).

FISIP juga akan mengadaptasi formula mengenai aturan-aturan tata cara pemilihan ormawa di tingkat universitas agar bisa menjadi bahan referensi.

Upaya-upaya untuk membentuk kembali Ormawa FISIP sudah dilakukan oleh bidang kemahasiswaan dengan memberikan pendekatan-pendekatan serta memberikan deadline LPJ. Namun, hal tersebut terbentur dengan kegiatan akademik kampus.

“Kami juga sudah memberikan deadline penyelesaian LPJ , bulan ini ditargetkan hal-hal tersebut terselesaikan sebelum reakreditasi FISIP, sehingga secepatnya dapat terbentuk kembali ormawa di FISIP. Hal tersebut sebenarnya bukan hambatan karena dapat disiasati. Tetapi, selama jalur normatif masih dapat dilakukan ya kami laksanakan. Kami hanya sebagai pemberi arahan karena namanya juga organisasi mahasiswa maka yang berperan ya mahasiswanya,“ tutup Khaerudin.

LBU Sediakan Pelatihan Untuk Bekal Ikuti TEP

2 komentar
Unswagati, Setaranews.com - Lembaga Bahasa Unswagati (LBU) telah membuka pelatihan TOEIC (Test of English for International Communication) yang sampai saat ini sudah mencapai 11 rombel atau kelas, dengan tiap kelas maksimal 21 orang. Pelatihan dilakukan selama tiga bulan, dengan didampingi tutor dari Dosen Bahasa Inggris Unswagati, Dosen UNMA, dan Dosen STIBA.

Pelatihan ini bisa dijadikan pilihan alternatif bagi mahasiswa tingkat akhir sebelum mengikuti TEP (Test of English Profeciency) atau setara dengan tes TOEFL, dimana tes tersebut menjadi syarat wajib bagi mahasiswa yang akan mengikuti ujian akhir skripsi sesuai dengan SK (Surat Keputusan) Rektor tahun 2015.

“Sebelum ikut tes, kita sediakan pelatihan agar mahasiswa ada persiapan. Tes ini adalah bentukan Unswagati sendiri. Pelatihan ini juga bisa diikuti oleh mahasiswa semester berapapun yang ingin, tidak hanya mahasiswa tingkat akhir,” ujar Iin selaku staf LBU saat ditemui Setaranews.com di ruangannya, Selasa (13/12).

Pendaftaran dikenakan biaya 25.000 rupiah dan untuk pelatihannya dikenakan biaya sebesar 500.000 rupiah yang bisa dicicil selama jangka mengikuti pelatihan, yaitu tiga bulan. Sedangkan, untuk pendaftaran TEP dikenakan biaya 75.000 rupiah.

Ketentuan mahasiswa yang akan menyusun skripsi harus ikut TEP akan diberlakukan mulai 2017 mendatang. Syarat minimum nilai skor TEP untuk mahasiswa jurusan bahasa inggris adalah 450 sedangkan untuk mahasiswa umum 400. “Yang ikut TEP akan mendapatkan sertifikat yang berlaku selama satu tahun, bisa dipakai untuk melamar pekerjaan juga.” tambahnya.

HMS Bangun Kesadaran Masyarakat Jemaras Lewat P2M

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) akan mengadakan program Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) pada 21-28 Desember 2016 di Desa Jemaras, Klangenan. Program tersebut merupakan program kerja (Proker) tahunan yang rutin dilaksanakan oleh HMS.

Candra Apriyanto, Ketua Pelaksana acara tersebut mengatakan bahwasanya program P2M tersebut sebagai sosialisasi penyadaran masyarakat dan pembangunan.

"Tujuan dari kegiatan ini sebenarnya lebih kepada sosialisasi penyadaran masyarakat desa sekitar, dan juga pembangunan bak sampah, yang mana masyarakat desa setempat masih membuang sampah di sembarang tempat seperti, membuang sampah di sungai dan halaman-halaman rumah, maka dari itu kami adakan penyuluhan P2M di desa Jemaras, Klangenan." ujarnya saat ditemui setaranews.com, Kamis (15/12).

Lebih lanjut, Candra juga menambahkan pemaparannya terkait isi dalam program P2M tersebut berupa penyampaina materi-materi. "Dalam program P2M nanti, kami suguhkan juga materi-materi untuk menunjang tercapainya penyadaran terhadap masyarakat desa setempat." tambahnya.

 

Ternyata Menangis Punya Banyak Manfaat, Lho!

Tidak ada komentar

Kamis, 15 Desember 2016

Kesehatan, Setaranews.com – Menangis adalah sebuah reaksi yang wajar saat seseorang merasa sedih, ataupun bahagia. Air mata berasal dari kelenjar lakrimal yang ternyata dapat memberikan manfaat untuk kesehatan manusia. Berikut sejumlah manfaatnya dikutip dari Kompas.com dan Boldsky.com:

1. Meredakan Stres
Biasanya kondisi stres dapat membuat seseorang menangis, dan sebaiknya diluapkan saja, sebab hal tersebut selain dapat melegakan perasaan, sekaligus dapat melepaskan emosi negatif yang selama ini dirasakan.

2. Membuang Racun Tubuh
Tahukah Anda? Ternyata, saat stres, tubuh akan menghasilkan zat yang bersifat racun yang dapat meningkatkan hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang secara alami diproduksi di kelenjar adrenal. Nah, saat menangis, racun-racun di dalam tubuh ikut keluar lewat tetesan air mata.

3. Membunuh Bakteri
Sebenarnya, di dalam air mata terdapat kandungan apa sih? Ternyata, di dalam air mata mengandung enzim lisozim yang mana diketahui dapat membunuh bakteri secara alami.

4. Mencegah Mata Kering
Air mata berfungsi melumasi bola mata agar tetap lembab, artinya menangis dapat mencegah berbagai penyakit mata seperti mata kering, kemerahan, sampai iritasi. Tapi yang perlu diingat, bukan berarti harus menangis setiap hari.

5. Meningkatkan Suasana Hati
Sebagaimana yang Anda tahu, bahwa menangis dapat melegakan perasaan, bukan? Setelah menangis suasana hati menjadi lebih baik, sebab hormon endorfin meningkat. Artinya setelah menangis, Anda telah melepaskan emosi negatif dan mendapatkan emosi positif.

Jadi, jika Anda memang ingin menangis, tidak usah ditahan-tahan, bukan? Tapi yang perlu diingat, bukan berarti harus menangis setiap hari ya.

Sering Marah? Lakukan Hal ini Untuk Meredamnya

Tidak ada komentar
Tips, Setaranews.com –  Suasana yang membuat kita kesal kadangkala dapat menimbulkan dampak emosional, yaitu amarah. Kondisi seperti ini, dapat kita jumpai di kehidupan sehari-hari, misalnya di kantor, kampus, rumah bahkan tempat nongkrong yang biasa  untuk berkumpul dengan teman-teman.

Kondisi emosional ini, memang merupakan sifat alami dari manusia akibat reaksi terhadap sesuatu yang tidak disenangi. Namun, tahukah anda apabila kita sering marah dapat menimbulkan efek buruk pada kesehatan kita, seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi hingga stroke.

Bagi Anda yang sering marah, ada beberapa cara yang  dapat dicoba untuk meredam kemarahan. Berikut ini kami sajikan tips untuk meredakannya:

  1. Diam


Jika sedang marah, tanpa kita sadari dapat menyakiti perasaan orang lain hingga menularkan rasa marah kepada orang lain di sekitar kita. Oleh karenanya, apabila kita memilih diam pada saat marah maka dapat menurunkan tingkat emosi, bahkan kemarahan itu akan hilang dengan sendirinya.

“Ketika marah, hitunglah sampai sepuluh sebelum anda berbicara. Jika anda sangat marah, hitunglah sampai seratus. ”  – Thomas Jefferson –

  1. Tenangkan Hati Di Tempat Yang Nyaman


Jika sedang marah, alihkan perhatian pada sesuatu yang anda sukai dan lupakan segala yang terjadi. Tempat yang sunyi dan asri seperti taman, pantai, kebun, ruang santai, atau tempat favorit anda bisa menjadi pilihan untuk menurunkan tingkat emosi. Jika emosi sudah memuncak mungkin rekreasi untuk penyegaran diri sangat dibutuhkan.

  1. Intropeksi Diri


Intropeksi adalah sesuatu yang sering orang lakukan karena paling gampang, namun tinjaulah dari berbagai sudut permasalahan. Dengan cara mengintropeksi diri sendiri tidak akan terlalu sulit daripada mengkoreksi kesalahan orang lain yang hanya akan membuat anda lebih emosi. Luangkan 10 – 30 menit untuk mengaca dan mulailah intropeksi.

  1. Tarik Napas Dalam-dalam


Tindakan yang bisa dibilang sepele ini, dapat membantu kita untuk meredam amarah. Jika Anda marah, cobalah luangkan waktu untuk mengambil napas dalam-dalam agar udara yang dihirup dapat memperlancar peredaran darah lebih maksimal.

  1. Bermeditasi


Dengan bermeditasi, anda dapat mengendalikan hasrat negatif dari dalam diri anda. Berlatih meditasi secara teratur untuk membawa kedamaian batin anda kedepan.

  1. Curhat


Ketika Anda marah, cobalah untuk curhat dengan orang yang menurut Anda dapat dipercaya. Hal ini dapat membantu kita untuk mencari solusi atas permasalahan yang membuat Anda marah.

  1. Tersenyum


Tersenyumlah ketika dalam keadaan apapun, baik sedang bahagia maupun marah. Hal ini dapat membantu kita meredakan situasi tegang dan cara kita agar tetap dalam kondisi yang positif.

*Tulisan ini diambil dari beberapa sumber

Ini Penjelasan Soal Adanya Lift Kampus

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com  Pengadaan lift di Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengundang tanggapan dari beberapa mahasiswa sebab penggunaannya yang hampir tidak terlihat.

Seperti yang diungkapkan oleh Hanifatul Mala, salah satu mahasiswi Fakultas Ekonomi yang mengatakan jika keberadaan lift saat ini masih belum diperlukan baik untuk mahasiswa maupun dosen. Selain itu, dia pun menganggap jika keberadaan lift sebagai bentuk pemborosan anggaran.

“Ketika lift tersebut tidak digunakan setiap hari, tapi pasti lift tersebut membutuhkan perawatan. Secara otomatis kampus pun sudah menganggarkan dana khusus untuk perawatan lift, itu merupakan pemborosan anggaran,” ujarnya melalui BlackBerry Massenger, Selasa (13/12).

Mahasiswa lain pun yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan jika anggaran untuk pembuatan lift seharusnya untuk membangun fasilitas lain yang lebih penting, seperti penambahan ruang kelas.

“Adanya lift bisa dilihat dari keadaan kampus, jika lantainya banyak minimal lima lantai, boleh pakai lift. Tapi kampus kita hanya tiga lantai, jelas itu pemborosan. Harusnya bisa dimanfaatkan untuk penambahan ruang kelas atau fasilitas lain yang lebih penting,” ungkapnya saat ditemui oleh Setaranews.com, Selasa (13/12).

Lalu, penjelasan datang dari Acep Komara selaku Wakil Rektor II yang membawahi Bidang Keuangan dan Sarana Prasarana mengatakan jika adanya lift tersebut sudah dirancang oleh Pihak Konsultan. “Hal-hal yang bersangkutan dengan rencana pembuatan atau design dibuat oleh konsultan. Kalau pihak Universitas hanya bertugas untuk mengadakan pemeliharaan. Pengadaan lift pun dikhususkan untuk memfasilitasi orang-orang yang tidak sanggup menggunakan tangga seperti yang berusia lanjut atau yang berkebutuhan khusus,” ujarnya saat ditemui Setaranews.com di ruangannya, Sabtu (10/12).

Di lain kesempatan, Kepala Bagian Peralatan Uyat Suhayat mengatakan keberadaan lift digunakan untuk kegiatan fasilitas di Kampus, tetapi sampai sejauh ini pengoperasiannya baru dipakai ketika ada wisuda, tidak digunakan untuk kegiatan sehari-hari. “Bisa dipakai untuk siapa saja, tapi jika tidak sedang dipakai maka semua orang tidak bisa makai,” tuturnya, Senin (5/12).

Kemudian, lanjut Uyat, perawatan lift belum dilakukan secara berkala, dan untuk melakukan perawatannya harus mendatangkan pendor dari Jakarta. “Untuk perawatan masih pakai pendor, belum ada kerjasama. Pendor dari Jakarta, sebab di Cirebon tidak ada. Untuk perawatan hanya sekedar upah untuk transportasi saja,” tambahnya.

Serba-Serbi Muludan di Cirebon

Tidak ada komentar

Rabu, 14 Desember 2016

[caption id="" align="alignnone" width="640"] Aneka wahana permainan yang biasa dijumpai di acara Muludan[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="640"] Empal gentong dan Docang merupakan salah satu makanan khas cirebon turut mewarnai deretan kuliner di acara Muludan[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="640"] Harum manis, adalah salah satu makanan yang selalu dijumpai di acara Muludan[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="640"] Aneka makanan khas cirebon turut mewarnai deretan kuliner di acara Muludan[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="640"] Berbagai jenis pakaian dijual dengan harga murah meriah[/caption]

[caption id="" align="alignnone" width="640"] Seorang Kakek Tua yang sedang mengharapkan belas kasih dari para pengunjung Muludan[/caption]

Sudah Setahun Beku, Ormawa FH Tak Kunjung Diaktifkan

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Fakultas Hukum (FH) Unswagati Cirebon sudah setahun alami kebekuan. Hal tersebut sesuai dengan SK (Surat Keputusan) Dekan FH Unswagati Nomor: SKEP/41/FH/VII/2015.

Dibekukannya Ormawa di lingkungan Fakultas Hukum oleh Ibnu Artadi selaku Dekan terjadi karena saat Pemilihan Umum BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) FH tahun 2015-2016 telah terjadi keributan. Namun, menurut Agus Dimyati selaku Wakil Dekan III menganggap jika keributan tersebut merupakan sebuah dinamika kampus yang dianggap masih dalam tahap wajar.

"Keributannya biasalah dinamika kampus, masih dalam tahap wajar. Hanya ketika hal tersebut dianggap deadlock, tidak bisa diambil jalan tengah dari para yang akan mencalonkan diri, maka Ormawa dibekukan sementara," ujarnya pada Setaranews.com di Ruang Dosen FH Kampus III Unswagati, Selasa (13/12).

Lebih lanjut, Agus mengatakan jika pembekuan sementara tersebut terjadi hanya sampai persoalan antara berbagai pihak yang bersangkutan terselesaikan atau secara administratif yakni tiga bulan. Tapi nyatanya, hingga persoalan keributan tersebut telah terselesaikan dan masa jabatan Dekan usai, kebekuan Ormawa tidak kunjung dibuka kembali dengan alasan takut keributan serupa akan terulang.

"Saya sendiri selama SK Dekan tidak dicabut, tidak bisa berbuat banyak. Sementara, masa jabatan Dekan FH sudah habis," tandasnya.

Kemudian, untuk mencabut SK tersebut diperlukan Dekan definitif, atau meminta Pelaksana Tugas (PLT) Dekan untuk mencabutnya. Mengingat FH Unswagati saat ini sedang mengalami pemilihan pergantian Dekan untuk periode mendatang.

Asah Bakat di Organisasi, Hingga Raih Prestasi Tingkat Nasional

Tidak ada komentar

Selasa, 13 Desember 2016

Setaranews.com - Menulis dianggap oleh sebagian orang menjadi kegiatan yang tidak mudah dilakukan. Namun menulis jika dikerjakan secara serius dapat membuahkan prestasi yang membanggakan bahkan sebagai bonusnya dapat menjadi sumber pendapatan. Seperti yang dialami Epri Fahmi Aziz, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Berkat kepiawaiannya dalam menghimpun ide dan gagasan pada sebuah tulisan, Ia pernah menyabet prestasi baik dari tingkat daerah maupun nasional.

Prestasi yang pernah diraih Epri yaitu, Juara 1 Lomba menulis essay yang diadakan oleh BEM Fakultas Hukum Unswagati, Juara 1 lomba menulis opini dan menulis essay se-wilayah III yang diadakan oleh P&K, dan juara 1 Kontes menulis blog yang diadakan oleh Komunitas Blogger Cirebon.

Selain prestasi diatas, baru-baru ini Ia mengikuti ajang menulis yang telah mengantarkannya menembus 20 besar tingkat nasional dalam SKK Migas Student Writing Competition bersama para mahasiswa lainnya dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Trisakti dan Universitas Pertamina.

Berawal dari keisengannya membuka twitter, Epri, sapaan akrab mahasiswa yang lahir pada 17 April 1993 ini mendapatkan informasi adanya event Writing Competition yang digelar oleh Humas SKK Migas dengan tema ’Membesarkan Bangsa Bersama Industri Hulu Migas’. Informasi tersebut ia peroleh kurang dari tiga hari sebelum penutupan lomba. Dengan durasi waktu yang singkat, Epri merampungkan essay yang akan diikutsertakan dalam lomba hanya dengan jangka waktu tiga sampai empat jam.

Bidang ilmu yang dikuasai Epri sendiri jauh dari sektor pertambangan, minyak dan gas, sehingga Epri lebih mengarahkan tulisannya dari segi perekonomian. Meski akhirnya belum berhasil menyabet tiga besar, namun prestasi yang ditorehkan Epri patut diacungi jempol.

Selain menulis opini dan essay, Epri pun kerap menulis cerpen yang pernah diikutsertakan dalam lomba dan diterbitkan menjadi antologi sastra. Tulisan-tulisannya tak jarang terbit di beberapa media lokal.

“Saya pertama kali coba-coba kirim opini ke Radar Cirebon, dan ternyata dimuat. Sehingga saya makin termotivasi untuk menulis,” ujar Mahasiswa yang juga menjadi anggota di UKM LPM Setara.

Hobi menulisnya ini diakui Epri berawal dari keikutsertaannya dalam organisasi Internal Kampus, UKM Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (LPM Setara) yang berkecimpung di dunia jurnalistik. Organisasi yang mengharuskan anggotanya untuk melakukan budaya literasi; baca, tulis dan disksusi, berhasil membentuk Epri dalam mengembangkan kemampuan menulisnya.

“Saya ditekankan untuk baca, tulis dan diskusi dalam organisasi. Semenjak masuk LPM setara saya mulai berkembang,” lanjutnya.

Bagi Epri, menulis adalah caranya untuk mempertahankan eksistensi. Ia selalu berusaha untuk konsisten dalam menulis dengan mencari perlombaan atau media yang bisa menjadi tempatnya menyalurkan tulisan.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews