Responsive Ad Slot

Istimewa! Inilah Manfaat Daun Pepaya Untuk Kesehatan

Tidak ada komentar

Rabu, 07 Desember 2016

Setaranews.com – Pernahkah Anda memakan daun pepaya yang identik dengan rasa pahit? Mungkin saja sebagian orang tidak menyukainya karena rasanya tersebut, mungkin juga sebagian orang menyukainya karena terdapat banyak khasiat yang terkandung di dalam daun yang berbentuk seperti jari manusia ini. Nah, bagi Anda yang belum tahu apa saja khasiat daun pepaya, mari simak penjelasannya.

1. Mencegah Kanker

Dilansir Meetdoctor.com, penyakit ini menjadi ancaman serius dan sangat menakutkan saat ini. Penderita kanker terus bertambah di dunia, termasuk di Indonesia. Data WHO menyebutkan setiap tahun penderita kanker bertambah 6,25 juta orang. Selanjutnya diperkirakan 9 juta orang akan meninggal karena kanker dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.

Untuk menghindari bahaya kanker, mulailah menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi sayur-sayuran, terutama daun pepaya. Pasalnya, daun pepaya yang dibuat menjadi minuman teh, terbukti sangat efektif sebagai pencegah dan pengobatan kanker.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Februari 2010 dari Journal of Ethnopharmacology mengatakan bahwa teh daun pepaya dapat mengurangi peradangan dan dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh terhadap sel kanker, mengahambat pertumbuhan sel tumor, serta memodulasi efek anti tumor.

2. Mengobati Demam Berdarah

Untuk Anda yang menderita penyakit demam berdarah, campurkan 5 lembar daun pepaya dengan temulawak, gula merah dan meniran secukupnya. Rebus dan minum air rebusan daun tersebut secara teratur sampai demam berdarah sembuh.

3. Melancarkan Pencernaan

Susah buang air besar atau sembelit? Coba makanlah daun pepaya. Enzim papain yang terdapat dalam daun pepaya dapat membantu melancarkan pencernaan serta mengobati gangguan pencernaan. Tidak hanya itu, teh daun pepaya dapat mengurangi sakit perut yang menimbulkan ketidaknyamanan dan penambah nafsu makan.

4. Sebagai Antioksidan

Radikal bebas, seperti asap yang berasal dari knalpot kendaraan bermotor, debu, dan sebagainya adalah musuh dari kesehatan tubuh dan kecantikan kulit. Tapi tenang, Anda bisa menangkalnya dengan daun pepaya.

Sebuah penelitian menunjukan bahwa daun pepaya dapat mengurangi hydrogen peroksida yang merupakan tanda kerusakan oksidatif. Pada penelitian Asian Pasific Journal of Tropical Biomedicine pada Juni 2012 mengatakan bahwa teh daun pepaya memiliki kandungan asam askorbat yang merupakan salah satu antioksidan. Antioksidan tersebut disinyalir dapat menangkal radikal bebas yang bisa mengakibatkan kerusakan pada tubuh seseorang.

5. Pengontrol Tekanan Darah

Memiliki tekanan darah yang cukup tinggi sagatlah menggangu kesehatan Anda baik dalam hal beraktifitas maupun tidak, berikut cara menggunakan daun pepaya sebagai obat penurun tekanan darah atau hipertensi. Caranya, ambil lima lembar daun pepaya, rebus dengan setengah liter air. Rebus terus hingga tinggal tiga perempatnya. Dinginkan sebelum diminum. Jika perlu, tambahkan gula merah atau madu agar terasa lebih manis.

Selain manfaat diatas, daun pepaya ternyata memiliki efek negatif dalam penggunaannya. Perlu diketahui, tidak semua orang dapat mengonsumsi daun pepaya karena dapat menimbulkan reaksi alergi. Oleh karenanya, hentikan penggunaan apabila muncul gejala-gejala alergi. (Hashbi)

*Tulisan ini diambil dari berbagai sumber

Ketua BEM-U: Wujudkan Unswagati Tanpa Batas

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com - Acara Pelantikan Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) telah dilaksanakan di Aula Kampus Utama Unswagati pada Selasa (6/12). Acara yang dimulai pada pukul 09.00 - 11.30 WIB turut pula dihadiri oleh Rektor Unswagati, Rochanda Wiradinata.

Ketua BEM-U periode 2016-2017, Oktaviandy Zebua menjelaskan tentang program yang ingin digarap ialah menjadikan Unswagati tanpa batas. Program tersebut bermaksud untuk menghilangkan sekat di antara Mahasiswa, dosen, dan civitas akademika yang lain. "Berusaha menghilangkan orang-orang yang hendak memecah belah kita. Juga agar kita semua bisa bahu membahu membangun Unswagati menjadi lebih baik." Ujarnya kepada setaranews.com usai upacara pelantikan.

Rektor mengharapkan agar kinerja BEM-U dan DPM-U bisa lebih semangat agar dapat menjalankan roda kepemimpinan secara solidaritas dan penuh kerjasama antar anggotanya. Juga agar semua jajarannya dapat lebih menguasai bahasa inggris. "Semoga bisa bekerja sama dengan baik dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar." Ujar Rektor Unswagati saat memberikan sambutannya.

Lebih lanjut, Rektor pun menjelaskan bahwa roda organisasi di perguruan tinggi harus didasarkan atas prinsip demokrasi yaitu dari, oleh, dan untuk seluruh Mahasiswa yang ada di perguruan tinggi tersebut.

Potret TPA Kopi Luhur Argasunya Cirebon

Tidak ada komentar

Selasa, 06 Desember 2016





Resensi Buku: Senja di Alexandria

Tidak ada komentar
Judul               :  Senja di Alexandria

Penulis            : Zhaenal Fanani

Cetakan           : II, November 2011 (Cetakan I, September 2011)

Penerbit          : DIVA Press, Jogjakarta

Tebal               : 392 halaman

Resentator      : Wasniah

Novel Senja di Alexandria ini merupakan novel fiksi yang sangat menarikdan. Alur cerita yang disajikan dengan bahasa yang bernilai asteti tinggi. Novel yang bergaya lembut, sendu dan penuh haru biru ini menceritakan seorang gadis bernama Khalida yang sejak kecil sudah ditinggal ayahnya yang bernama Danarto dan sehingga ibunya pergi ke tanah Alexandria untuk menjadi TKW di sana. Setelah Khalida dewasa Ia menyusul Ibunya bersama adiknya yang bernama Dhenira untuk sekolah di sana. Lalu Khalida bertemu dengan seorang pemuda bernama Zhaedy putra seorang duta besar terhormat di Indonesia untuk Mesir. Mereka dipertemukan di Mesir dengan perasan tiba-tiba saling jatuh cinta. Kemudian Khalida mengalami kecelakan tragis yang merenggut nyawanya saat ada kekacauan politik yang melanda Mesir. Zhaedy merasa kehilangan Khalida menjadi kehilangan serta merasa seolah-olah mempunyai dunia lain yaitu dunia yang menganggap bahwa Khalida masih hidup disisinya. Zhaedy yang mempunyai rasa salah menganggap kematian Khalida adalah kesalahany yang  tidak sempat menjemput Khalida. Di sisi lain Dhenira adik dari Khalida yang mempuyai wajah mirip dengan kakaknya jatuh cinta kepada Zhaedy dan berusaha membantu Zhaedy keluar dari dunia imajinasinya, akan tetapi usahanya gagal karena Zhaedy tetap mencintai Khalida hingga Ia menyusul Khalida menghadap Sang Ilahi.

Novel ini terdapat beberapa tokoh yaitu Zhaedy, Khalida, Dhenira,  Hartini,  Danarto, Nyai Juariyah, Nawal, lanjarwati, Pradopo, Marni dan tokoh-tokoh lainnya yang mendukung di alur novel ini.

Novel ini bergaya halus lembut, sendu dan penuh haru yang mengukap rasa tentang kehidupan, cinta, rasa kehilangan serta perpisahan.

Kelebihan Novel Senja di Alexandria, Penulis Zhaenal Fanani, pembaca seolah-olah akan mengetahui keadaan dan sejarah kota Alexandria dengan yang ada di dalam terdapat peristiwa-peristiwa saat ada kekacauan politik di Mesir. Dari segi penulisan, Zhaenal Fanani mampu menghadirkan keindahan tersendiri dari segi cerita dan bahasanya karea kebanyakan menggunakan bahasa sastra yang sangat tinggi. Bagi yang suka sastra novel ini merupakan rokemendasi yang baik untuk dibaca.

Contoh kutipan dari novel Senja di Alexandria:

“Di mana pun kau berada di saat ini, pulanglah ... ! pasir ini, pantai ini, angin ini, senja ini , dan aku selalu menati kehadiranmuh ....  “

“.... Di sinilah, cinta menemukan getaranya, di senja merah Alexandria. Mereka mengikrarkan sebuah cinta yang sederhana, namun agung. Cinta yang tidak meminta, cinta yang tidak dimaknai dengan bahasa, dan cinta tidak belengu warna.”

Kata-kata tersebut sungguh mendalam bila dimaknai dengan rasa penghayatan yang lebih.

Kekuranganya terkadang membuat pembaca  merasa dipusingkan dan bosan karena bahasanya sulit dupahami membuat pembaca harus benar-benar fokus dan membutuhkan konsentrasi tinggi.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews