Badan Sehat dengan Rutin Mengkonsumsi Teh

Tidak ada komentar

Sabtu, 29 Oktober 2016

Kesehatan, Setaranews.com - Sejak jaman dahulu kala teh sudah dipercaya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan dan kehidupan manusia. Hingga saat inipun penelitan tentang teh tidak pernah berhenti dilakukan. Teh juga merupakan salah satu minuman populer di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indonesia sangat familiar dengan teh dan lebih dari 75% masyarakat Indonesia adalah pengkonsumsi teh. Teh sendiri dipisahkan menjadi 3 kelompok utama, yaitu teh hitam, teh oolong, dan teh hijau. Seiring perkembangan jaman, varian teh menjadi semakin banyak sebagai hasil dari berbagai persilangan jenis teh yang telah ada.


Berikut ini adalah beberapa manfaat teh untuk kesehatan:




  1. Memperkuat gigi dan mencegah karies gigi. Kandungan Flouride yang cukup tinggi pada teh bisa membantu mencegah tumbuhnya karies pada gigi serta bisa memperkuat gigi.

  2. Membantu mengurangi resiko keracunan makanan. Unsur Catechin yang terdapat di dalam teh mampu menghentikan pertumbuhan beberapa jenis bakteri penyebab keracunan makanan.

  3. Memperkuat daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C dan E di dalam teh dipercaya dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh.

  4. Menyegarkan tubuh. Teh mengandung kafein yang berbeda dengan kafein yang terdapat di dalam kopi. Kandungan kafein pada teh dapat merangsang sistem syaraf tubuh sehingga sirkulasi oksigen di dalam tubuh menjadi lancar.

  5. Mencegah tekanan darah tinggi. Varian Catechin yang berupa Epigallocatechin dan Epicatechin yang terdapat di dalam teh memiliki kemampuan untuk mengurangi kolesterol dalam darah dan menangkal radikal bebas sehingga bisa mengurangi resiko penyakit cardiovascular.

  6. Menangkal kolesterol. Hasil penelitian membuktikan bahwa Catechin dalam teh mampu mengurangi penimbunan kolesterol dalam darah serta mempercepat pembuangan kolesterol melalui tinja.

  7. Mengoptimalkan metabolisme gula. Kandungan Mangan (Mn) dalam teh bisa membantu mengurai gula menjadi energi sehingga bisa membantu menjaga kadar gula dalam darah.

  8. Mencegah pertumbuhan sel kanker. Ini merupakan salah satu kemampuan Catechin yang lain, yaitu menghambat terjadinya mutasi pada sel - sel tubuh serta menetralisir radikal bebas.


3 Tips Sederhana Atasi Gejala Flu

Tidak ada komentar
Kesehatan, Setaranews.com - Mengahadapi cuaca dingin atau musim hujan tentunya kita seringkali terjangkit penyakit yang tidak asing lagi yaitu flu. Namun flu juga tidak hanya disebabkan oleh cuaca dingin tapi bisa juga karena penyebaran virus orang yang sudah terjangkit flu sebelumnya di sekitar anda, dan berikut adalah cara sederhana yang patut dicoba untuk mengatasi flu

1. Madu.

Para pakar kesehatan merekomendasikan satu sendok teh untuk mengatasi pilek. Namun ingat, hal ini tidak berlaku bagi bayi.

Image result for ilustrasi madu

2. Konsumsi Makanan Hangat

Mengkonsumsi makanan hangat dapat meredakan kerongkongan anda dan mengurangi efek bersin dari flu yang diderita, cobalah dengan memakan sup ayam atau sayur berkuah lainnya dengan dimakan dalam keadaan masih hangat.

Image result for kesehatan makanan hangat

3. Bawang Putih

Bawang putih mentah bisa membantu dalam menangkal common cold dan flu. Kandungan dalam bawang putih bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Image result for kesehatan bawang putih


Ingat, bahwa penyakit flu yang datang pun bisa jadi karena gaya hidup anada kurang sehat ,seperti kurang memperhatikan kebersihan lingkungan yang menimbulkan virus dan bakteri. Mulailah melakukan pola hidup sehat, apabila penyakit flu masih tetap berkepanjangan cobalah mengkonsumsi obat parasetamol atau anjuran resep Dokter. Hal terpenting lainnya adalah jangan abaikan penyakit sekecil apapun, sebab upaya mencegah adalah langkah yang lebih baik.

Waspadai 7 penyebab alergi paling umum

Tidak ada komentar
Kesehatan, Setaranews.com - Gejala alergi bukan hanya berupa sesak nafas dan gatal, tetapi  ada beberapa alergi yang bersifat ringan dan fatal bahkan dapat menyebabkan penderita meninggal dunia. Maka dari itu, kita perlu mewaspadai penyebab terjadinya alergi entah itu dari makanan, cuaca udara atau kontak kulit. Berikut ini beberapa penyebab alergi paling umum seperti dilansir Healthline, Jumat (28/10):

1. Alergi suhu udara /cuaca. Seperti halnya saat udara dingin atau musim penghujan untuk sebagian orang bisa terkena alergi seperti sesak nafas atau kulit gatal, hal ini disebabkan karena antibodi tidak bisa menahan suhu ekstrim tersebut.
2. Alergi binatang atau serangga. Hewan juga bisa menyebabkan alergi seperti halnya kucing dan anjing, untuk sebagian orang yang alergi terhadap bulu kucing cenderung akan bersin dan sesak nafas.

3. Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam gatal kemerahan, yang muncul akibat kontak dengan zat tertentu. Ruam yang muncul akibat peradangan ini tidak menular atau berbahaya, tapi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderitanya.

4. Alergi pada makanan. Merupakan alergi yang sangat umum, misal dengan alergi udang yang menyebabkan  ruam atau pembengkakan pada  sekitar bibir dan sakit pada perut. Dalam kasus terparah, alergi makanan bisa mengancam jiwa karena menyebabkan lidah dan tenggorokan membengkak.

5. Alergi pada obat, biasanya terjadi ruam pada kulit muka dan gatal.


6. Penyebab eksim, atau dermatitis atopik, tidak begitu dipahami. Tapi yang jelas, orang eksim cenderung memiliki alergi terhadap sesuatu.
7. Anafilaksis, adalah jenis alergi yang sangat  parah. Anafilaksis atau syok anafilaksis bisa berkembang cepat dan mengancam nyawa. Tidak seperti reaksi alergi lain, gejala-gejala anafilaksis antara lain:

- sesak di tenggorokan dan dada
- pembengkakan wajah, bibir, dan tenggorokan
- gatal-gatal atau ruam merah di seluruh area tubuh
- kesulitan bernapas atau mengi
- pucat ekstrem atau kemerahan di area  wajah

 

 

Opini: Pelajaran Dari Hari Kemarin, Kongres Sumpah Pemuda Ketiga Kapan?

Tidak ada komentar
Opini, SetaraNews.com - Hari itu, pada tempo dulu para pemuda melebur egonya menjadi satu, mengorbankan kepentingannya demi tujuan yang satu, dari berbagai golongan dan latar belakang organasasi kala itu, dalam rangka persatuan pemuda Indonesia. Berkumpul dan menindak persoalan yang di anggap kepentingan rakyat Indonesia. Dimana sekarang kita menyebutnya Hari Sumpah Pemuda, tepatnya pada 28 Oktober 1928, hari dimana oleh para pemuda, mahasiswa, golongan, dan kalangan pelajar selalu dilakukan ritual peringatan dengan berbagai cara.  Di kondisi yang serba minim, tapi tidak menyurutkan usaha-usaha pemuda kala itu untuk melakukan sesuatu untuk bangkit dari keterpurukan. Keren bukan?

Lalu, bagaimana dengan sikap pemuda saat ini? Jika diam bukan berarti tentram, jika teriak bukan berarti benar, jika bersatu bukan berarti nyatu, namun lebih dari itu. Seringkali banyak perdebatan antara pihak dan golongan pemuda dalam menyikapi persoalan di masyarakat, ahh, itu biasa, tapi apa yang di perdebatkan kadang tidak subtansial dan terkesan kurang bijak. Padahal persoalan yang dihadapi tidak lain dan tidak beda adalah masalah yang sama.

Pemuda dalam golongannya membangun karakternya dengan caranya masing-masing, kadang menjadi inspirasi, kadang banyak juga yang membuat miris, dimana banyak persoalan di depan mata namun tidak disikapi dengan cermat dan cerdas. Katanya pemuda adalah tulang punggung bangsa, katanya pemuda adalah jiwa penerus bangsa, katanya pemuda bisa mengguncang dunia.

Sekarang perlu di renungkan kembali, apakah kita besar karena sejarah? Dimana kaum muda tempo dulu melakukan pergerakan-pergerakan yang revolusioner, sehingga citaranya terhembuskan kepada generasi sekarang secara turun temurun. Atau, lain cerita ada pemuda yang memang meneruskan perjuangan tempo dulu untuk mencapai perbaikan-perbaikan dijamannya. Menorehkan jejak rekam yang menjadi sejarah yang layak di kenang.

Pelajaran dari hari kemarin, jika sumpah pemuda adalah hasil dari kesepakatan dalam kongres pemuda kedua itu, dan berlatar belakang bersatunya pemuda dari berbagai organisasi dan golongan untuk menyelesaikan persoalan saat itu. Apa bedanya dengan kondisi sekarang? Kenapa masih saja meributkan bendera mana, dan dari mana, kenapa selalu ego sektoral yang menjadi orientasi untuk bergerak, bukankah eksistensi gagasan lebih penting dari itu.

Melihat kondisi saat ini, coba tengok dan introspeksi sendri, pertanyaannya kapan kongres pemuda ketiga? Untuk kembali menjadi putra putri yang satu, bangsa yang satu dan bahasa yang satu!

KBRI Vietnam Gelar Pameran Vietnam Expo 2016

Tidak ada komentar
Hociminh City-Vietnam, Setaranews.Com - Indonesia merupakan salah satu negara terkaya di dunia. Terdapat berbagai aneka ragam kekayaan yang ditemukan di Indonesia. Diantaranya terdapat banyaknya wisata alam yang sangat menarik untuk diramaikan oleh pengunjung, karena keindahannya dapat memanjakan mata para traveler. Tak sampai disitu, keramahan warga negaranya juga menjadi ciri khas bagi Indonesia.

Di tinjau dari faktor tersebut, Vietnam salah satu negara yang tergabung dalam Association of Southheast Asian Nations (ASEAN) akan mempromosikan wisata alam Indonesia melalui pameran dagang berskala besar Vietnam Expo yang akan digelar 30 November 2016 di Hociminh City. Dalam hal ini, Komisi Berita Republik Indonesia (KBRI) di Vietnam sebagai penyelenggara kegiatan tersebut.

Ibnu Hadi, Dubes untuk Vietnam mengungkapkan tujuan dari kegiatan tersebut untuk mempromosikan perkembangan pariwisata Wonderful Indonesia, menarik Investor Asing masuk ke Indonesia dan memperluas kerjasama bilateral. Vietnam Expo diselenggarakan setahun 2 kali, di Hanoi dan di Ho Chi Minh City

“Ini akan berguna dalam mempromosikan perkembangan pariwisata Wonderful Indonesia, menarik investor asing masuk ke Indonesia, memperluas kerja sama bilateral, serta memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional khususnya Vietnam secara lebih luas," Ungkapnya seperti dikutip dari http://www.detik.com, Sabtu (29/10)

Pameran tersebut akan diikuti oleh lebih dari 20 negara dengan 465 jumlah booth dan Indonesia akan mengisi 60 stand sekaligus menjadikan Indonesia sebagai Honor Country dengan pengisi stand terbanyak. "Indonesia akan mengisi 60 stand yang menjadikan Indonesia sebagai Honor Country dengan jumlah stan terbanyak," Ujar Ibnu. (Riska)

sumber berita dari http://news.detik.com/berita/3332221/kbri-di-vietnam-promosikan-wisata-indonesia-lewat-pameran-dagang-skala-besar

Kemenpora: Jika Penuhi Syarat, Sepak Bola Berkesempatan Ikuti SEA Games 2017

Tidak ada komentar
Jakarta, SetaraNews.com - Cabang Olahraga (Cabor) Sepak Bola mendapat kesempatan untuk dapat berpartisipasi dalam Pesta Olahraga Asian Tenggara atau Southeast Asian Games (SEA Games) yang akan dilaksanakan di Malaysia pada 2017 mendatang. Namun syarat yang diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait hal tersebut yaitu Sepak Bola harus meraih setidaknya posisi runner-up dalam Piala AFF 2016.

"Semestinya, Sepak Bola tidak ikut dalam SEA Games 2015 di Singapura. Tapi, itu adalah olahraga populer sehingga harus ikut. Kami tidak menutup pintu bagi Sepak Bola jika dia mendapatkan posisi kedua dalam Piala AFF," kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, dikutip dari Antaranews.com, Sabtu (29/10).

Cabor Sepak Bola tidak akan disertakan dalam SEA Games 2017 jika kalah dalam penyisihan Piala AFF 2016 yang akan berlangsung pada 19 November-17 Desember. Hal ini berdasarkan ketentuan dari Satlak Prima, cabang-cabang olahraga harus dipastikan meraih medali, minimal perak. Dalam SEA Games nanti, Kemenpora yang diwakilkan oleh Gatot mengungkapkan tidak akan mengirim lagi cabang-cabang olahraga yang hanya berpartisipasi sebagai penggembira.

Diesnatalis DPM-U ke-45, Tahun ini baru di Rayakan

Tidak ada komentar

Jumat, 28 Oktober 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM-U) mengadakan rangakaian acara dalam memperingati Diesnatalis ke- 45 tahun.Dimulai dengan aksi Donor darah pukul 07.00 – 12.00 WIB, dilanjut dengan kuliah umum dalam memperingati sumpah pemuda, dimulai pukul 14.00 – 16.30 WIB di auditorium di kampus 1 unswagati. Kemudian ditutup dengan acara hiburan pada jum'at malam (28/10) di halaman parkir kampus.

Perayaan diesnatalis tahun ini merupakan kali pertama, meskipun demikian, acara ini sudah masuk ke dalam program kerja DPM-U, karena pihaknya merasa membutuhkan eksistensi agar keberadaannya diketahui dan dikenal oleh mahasiswa.

“Kalau ini murni program kerja DPM karena sejak awal sudah direncaknakan bahwa tgl 28 ini harus diadakan diesnatalis mungkin ini yang pertama, sebelum-sebelumnya ini kan enggak ada. karena butuh juga identitas, harus kita perkenalkan apalagi eksistensi kita, dalam artian eksistensi DPM-U ini dikalangan mahasiswa kan kurang” Ujar Ferry Ramadhan Selaku Ketua DPM-U sekaligus penyenglenggara acara saat ditemui setaranews.com (28/10)

Ferry berharap jika peran legislatif harus lebih dominan terhadap mahasiswa dan organisasi. “Peran legislatif  semakin dominan dalam mengembangkan mahasiswa dan organisasi pada khususnya” Tuturnya.

Acara diesnatalis ini dipersiapakan oleh DPM-U dengan waktu yang singkat yaitu satu minggu. Meskipun demiakian rangkaian acara tersebut berlangsung dengan lancar.

Walikota Tidak Hadir, Peserta Kuliah Umum Merasa Kecewa

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengadakan Kuliah Umum yang bertempat di Ruang Aula Kampus Utama Unswagati Cirebon, Kuliah Umum yang mengangkat tema “Pemuda Cirebon Kudu Gerak” tersebut tak lain sebagai persembahan untuk memperingati hari sumpah pemuda.

(Baca juga http://www.setaranews.com/knpi-adakan-kuliah-umum-dalam-memperingati-hari-sumpah-pemuda.html)

Namun sayangnya, dalam Kuliah Umum tersebut tidak tampak sosok wajah Nasrudin Aziz, selaku Walikota Cirebon, padahal Aziz salah satu dari ketiga pemateri yang ditampilkan dalam kuliah umum peringatan hari sumpah pemuda tersebut.

Ferry Ramadhan, Ketua DPM Unswagati menyampaikan alasan ketidakhadiran Walikota Cirebon kepada setaranews.com "Menurut informasi yang kami dapat, walikota tidak bisa hadir dikarenakan beliau sedang sakit, begitupun dengan stafnya yang sebagai pengganti dari beliaupun sama sedang sakit juga” Ujarnya, Kamis (28/10)

Bukan hanya hal tersebut, Peserta juga banyak yang merasa kecewa atas mekanisme yang dilaksanakan dalam kuliah umum tersebut, karena ditinjau dari satu per-satu peserta meninggalkan ruangan dan ada salah satu peserta yang memotong pembicaraan pemateri, karena dinilai pemaparan materinya sudah keluar dari koridor dan tema Kuliah Umum hari sumpah pemuda.

"Intrupsi, maaf saya potong pembicaraan bapak pemateri, pembicaraan bapak ini sudah keluar dari koridor momentum hari sumpah pemuda, karena kita hadir disini itu tak lain hanya untuk membakar semangat kami sebagai pemuda melalui momentum ini, bukan mendengarkan materi yang menurut saya sudah keluar dari koridor atau tema hari ini. terbukti tak sedikit peserta yang meninggalkan ruangan, ngobrol sendiri, main handphone sendiri, dan harusnya juga ketika suasana seperti ini moderator harus bisa meluruskanya bukan malah diam saja" Pungkasya sambil memotong pembicaraan pemateri.

Kuliah umum dimulai Pukul 14.00 WIB dan dihadiri oleh puluhan peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. (Syahru/Awank)

 

KNPI adakan Kuliah Umum dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda

1 komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum mengenang kembali semangat para pemuda Indonesia di era pra kemerdekaan bangsa Indonesia, masyarakat tak sedikit yang memanfaatkan momentum ini dengan melakukan berbagai acara untuk memperingati momentum hari sumpah pemuda.

Terbukti, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengadakan Kuliah Umum yang bertempat di Ruang Aula Kampus Utama Unswagati Cirebon, Kuliah Umum yang mengangkat tema "Pemuda Cirebon Kudu Gerak" tersebut tak lain sebagai persembahan untuk memperingati hari sumpah pemuda, dan pemateri yang dihadirkan langsung dari Walikota Cirebon (Nasrudin Aziz), Ratu Keraton Kanoman (Arimbi Nurtina), dan Agung Suryamay, selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat (Kadin-Jabar).

Arimbi, salah satu pemateri kuliah umum mengungkapkan bahwasanya faktor moral dan himpitan ekonomi menjadi sebab musabab terjadinya kasus tindak kriminalisasi di kota cirebon, dimana kota yang tengah menuju kota metropolitan. “Degradasi moral dan himpitan ekonomi sangat dirasakan oleh masyarakat kita khususnya pemuda bahkan pelajar, anak-anak sudah jarang sekali belajar tentang tatakrama yang seharusnya itu sebagai landasan perilaku mereka. Makadari itu kita harus persiapkan mereka sedini mungkin dengan pendidikan sebagai garda untuk membentengi mereka dari tindakan kriminalitas” Ungkapnya saat ditemui setaranews.com, Jumat (28/10).

Kuliaah Umum tersebut dimulai pukul 14.00-16.30 WIB dan dihadiri oleh kisaran puluhan peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. (Syahru/Awank)

 

 

 

Mahasiswa Faperta Nilai Biaya Pratikum Tidak Rasional

Tidak ada komentar

Kamis, 27 Oktober 2016

Unswagati, Setaranews.com - Rencana kebijakan pemungutan biaya praktikum yang akan diberlakukan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) dinilai sangat membebankan sebagian besar mahasiswa. Sejumlah mahasiswa pertanian menyampaikan pesannya dengan melakukan aksi demonstrasi kepada Dekan Faperta terkait penuntutan adanya pemungutan biaya tambahan praktikum.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai kebijakan pemungutan biaya praktikum yang direncanakan oleh Fakultas Pertanian membebani para mahasiswa.

"Kami mahasiswa pertanian merasa terbebani jika nanti diberlakukannya biaya tambahan praktikum, karena biaya kuliah yang sudah ada praktikumnya sudah dianggarkan dalam biaya SKS yang kami tempuh, dan menurut kami praktikum dalam SKS tersebut belum dilaksanaan dengan baik oleh dosen-dosen Faperta, karena memang praktikumnya tidak kami rasakan karena lagi-lagi terkendala dengan fasilitas kampus, lalu duit pembayaran SKS yang kami bayar itu kemana," pungkas Arif mahasiswa Fakultas Pertanian saat ditemui Setaranews.com disela-sela aksi (27/10).

Aksi demonstrasi dimulai di depan gedung Rektoriat Kampus Utama Unswagati Cirebon dengan berbagai orasi yang diungkapkan oleh mahasiswa pertanian, kemudian masa aksi pun menerobos masuk kedalam kampus tepatnya di depan Ruang Kelas Fakultas Pertanian dimana keberadaan Dekan Faperta sedang melakukan rapat bersama jajaran Dekanat.

Awalnya, terjadi negosiasi yang alot untuk dapat bertatap muka dengan Dekan Faperta yang sedang rapat diruang kelas tersebut. Akhirnya, Fakih selaku Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) keluar menemui dan memaparkan kepada massa aksi terkait rencana biaya praktikum.

"Ini baru wacana, belum diberlakukan buat mahasiswa, kami juga masih harus meminta operasional Surat Keputusan (SK) Rektor atas biaya praktikum tersebut, kesimpulanya kami rapat disini tidak membicarakan soal itu, nanti kami akan memberitahu kepada mahasiswa bagaimana hasil dan prosesnya, dan kami siap melakukan rapat ini bersama teman-teman mahasiswa, nanti kami agendakan. Jadi, lebih baik kalian kembali karena disini sedang ada rapat," jelasnya menutup sesi jumpa bersama masa aksi.

Aksi Demonstrasi pun berakhir dan mahasiswa meninggalkan Dekan yang sedang melakukan rapat di Ruang Kelas Fakultas Pertanian.

 

LPJ BEM Universitas Dilaksanakan Secara Tertutup

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com – Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon telah dilaksanakan Selasa (25/10) di Ruang Aula Kampus I Unswagati Cirebon.

Tapi, LPJ BEM-U tahun ini dilaksanakan secara tertutup, hanya disaksikan oleh jajaran BEM-U dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM-U) sebagai fasilitator pelaksanaan Sidang LPJ BEM-U. Fery Ramadhan Selaku Ketua DPM-U mengungkapkan terkait pelaksanaan Sidang LPJ BEM-U yang tertutup dikarenakan DPM-U menganut asas trias politika pengawasan terdapat pada badan legislatif.

“LPJ BEM-U tahun ini memang pelaksanaanya tertutup, bukan karena terdapatnya peraturan baru terkait pelaksanaan LPJ harus tertutup, tetapi memang kita, DPM-U menganut asas trias politika, dimana pengawasan ada pada badan legislatif. Selain itu, kami juga sengaja tidak menghadirkn mahasiswa pada umumnya, tak lain hanya untuk menjaga kondusifitas pelaksanaan sidang LPJ BEM-U. Jadi, saya rasa cukup pihak DPM-U saja yang menyaksikan LPJ tersebut dan setelah selesai pembahasan, DPM-U sendiri akan sampaikan dan sebarkan hasilnya berupa berita acara ke publik yaitu mahasiswa Unswagati.” Ungkapnya saat diwawancarai oleh SetaraNews.com, Rabu (26/10).

Sidang LPJ BEM-U yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 22.00 WIB akhirnya menorehkan hasil, yaitu diterimanya LPJ BEM-U dengan syarat-syarat yang tertulis dalm berita acara.

“Terdapat dua indikator terkait diterimanya LPJ BEM-U yaitu, kinerja dan anggaran, karena kinerjanya selama satu periode kepengurusan sudah cukup baik, dalam artian memang perencanaan dengan pelaksanaan itu seimbang, mungkin terdapat beberapa program kerja yang tidak terlaksana, tapi lebih dominan semua terlaksana dalam jangka waktu satu periode tersebut, dan selanjutnya penganggaran, disitu tidak ada namanya bahasa penggelapan atau manipulasi dari laporan anggaran yang mereka laporkan,” Tutup Fery Ramadhan di sesi akhir wawancara. (Dinda/Awank).

Bangun Rasa Percaya Diri Kaum Wanita, HMJ-M Selenggarakan Seminar Kecantikan

Tidak ada komentar

Rabu, 26 Oktober 2016

Cirebon, SetaraNews.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJ-M) Universitas Swadaya Gunung Jati  (Unswagati) menyelenggarakan seminar  Kecantikan bertempat di Ruang Aula Kampus satu Unswagati Cirebon, Rabu (26/10). Seminar yang mengusung tema, “Beauty Class Be Confident, Because The Beauty Is You” menghadirkan narasumber dari Wardah dan Shopie Paris Indonesia yang membidangi Skin Care yaitu dr. Novia.

Silvi De Ratnasari, ketua pelaksana seminar kecantikan mengungkapkan bahwasanya tujuan dilaksanakannya seminar tersebut  untuk membangun rasa percaya diri bagi kaum wanita.

“Tujuan utamanya sih lebih tertuju pada kaum wanita untuk mengekpresikan wajah dia itu seperti apa dan bisa percaya diri membangun rasa eksistensi khas sebagai  layaknya seorang wanita gitu, cantik, indah, dan pastinya menarik,” ungkapnya saat ditemui setaranews.com disela-sela seminar berlangsung.

Silvi juga mengharapkan kepada para wanita untuk tampil maksimal layaknya menjadi seorang wanita seutuhnya, dan menjadi acara rutin tahunan buat HMJ-M.

"Saya sih berharap acara seminar kecantikan ini menjadi acara tahunan, khususnya bagi HMJ-M, dan tak lupa juga mengharap kepada kaum wanita yang mengikuti seminar ini ubtuk bisa memakai Make Up dan berpakaian sesuai dengan umur, serta mengetahui cara merawat wajah dengan baik dan benar menurut para ahlinya, yah intinya sih wanita yah harus menampilkan dirinya layaknya wanita pada umumnya gitu," harapnya.

Seminar Kecantikan tersebut dilaksanakan untuk umum dan dihadiri oleh 100 Peserta. (nda/do)

 

HMJ Diksatrasia Unswagati Peringati Sumpah Pemuda dengan Bulan Bahasa

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Diksatrasia) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon akan mengadakan acara tahunan yaitu Bulan Bahasa pada 7-12 November 2016 di Kampus II Unswagati dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Dalam Bulan Bahasa sendiri melingkupi berbagai macam perlombaan untuk tingkat SD, SMP, SMA/sederajat dan seminar untuk tingkat Universitas se-wilayah III Cirebon. Setiap perlombaan pertingkat tentu berbeda, misalnya perlombaan Mendongeng untuk SD (7-8 November), Pidato untuk SMP (8-9 November), Drama dan Membaca Puisi untuk SMA/sederajat (10-11 November) dan puncaknya untuk mahasiswa terdapat Seminar Kurikulum Membedah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), Kurikulum 2013 yang lama maupun yang telah direvisi (12 November).

Kemudian, tema dari berbagai macam perlombaan tersebut mengenai perjuangan, terkait masih memperingati Hari Sumpah Pemuda.

“Kita sebagai anak Bahasa Indonesia, jadi kita harus turut berapresiasi dalam lahirnya sumpah pemuda, jadi kita mengadakan Bulan Bahasa yang diadakan setahun sekali, dan ini sudah yang ke-11 kalinya,” ujar Syahroni selaku Ketua Umum HMJ Diksatrasia saat ditemui SetaraNews.com di Kampus II Unswagati, Selasa (25/10).

Dengan diadakannya Bulan Bahasa, sambung Syahroni, diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia.

“Ingin lebih menumbuhkan rasa kecintaan terhadap bahasa, maksudnya siswa ataupun mahasiswa biar tahu juga lahirnya sumpah pemuda, atau biar semangat juangnya tinggi, rasa nasionalisme nya ada,” lanjutnya.

Persiapan Bulan Bahasa pun sudah memasuki tahap akhir, tinggal pelaksanaan technical meeting dan menunggu hingga hari pelaksanaan acara.

“Persiapannya sudah lumayan, dari mulai peserta itu kita sudah lumayan banyak, ada dari Majalengka, Kuningan, dan Cirebon. Persiapan sudah siap semua, penyebaran surat ke sekolah-sekolah se-wilayah III Cirebon juga sudah, tinggal technical meeting, dan bagaimana menunggu berjalannya acara,” tutur Miftah Amarudin selaku Ketua Pelaksana Bulan Bahasa.

Baik Syahroni dan Miftah, keduanya berharap acara tersebut dapat berjalan dengan lancar, tidak ada kendala yang berarti, dan Bulan Bahasa dapat diikuti oleh lebih banyak pelajar dan mahasiswa se-wilayah III Cirebon.

Pendaftaran perlombaan Bulan Bahasa sendiri dibuka dari Senin-Sabtu pukul 08.00 WIB-15.00 WIB di Public Area Kampus II Unswagati hingga 2 November 2016.

Malam Puncak Perayaan Diesnatalis HMS ke-34

Tidak ada komentar

Senin, 24 Oktober 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon merayakan malam puncak Diesnatalis ke-34 di halaman parkir Unswagati pada Sabtu (22/10).

Dalam acara tersebut, HMS Unswagati menampilkan beberapa persembahan, seperti Engineering Percussion dan tarian tradisional yang ditampilkan oleh para mahasiswa dari Teknik Sipil Unswagati.

“Yang pertama tadi ada tarian tradisional juga, yang kedua ada engineering percussion, selanjutnya ada band, terus ada panturaan sebagai hiburan. Tujuan adanya tari tradisional disini tidak hanya menampilkan modern tapi disini juga kita menampilkan kembali budaya-budaya yang dulu biar mahasiswa sekarang tahu akan budaya,” ungkap Asep Kurniawan, Penanggung Jawab acara malam puncak Diesnatalis HMS, Sabtu (22/10).

Selain menampilkan beberapa hiburan, dalam acara malam puncak perayaan Diesnatalis HMS ke-34 tersebut, mengumumkan juara dari perlombaan yang telah diselenggarakan oleh HMS sebagai rangkaian kegiatan Diesnatalis.

Denny Aprianto selaku Ketua HMS, memberikan harapannya untuk HMS yang telah merayakan Diesnatalis ke-34. Ia berharap HMS kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi dari tahun ini.

“Yang saya harapkan, ini kita HMS yang ke 34 tahun semakin membaik. Terus apa yang kami agendakan sekarang semoga tahun depan pergantian pengurus kembali lebih baik dan semoga tambah sukses,” ujarnya kepada SetaraNews.com disela-sela acara.

Butuh Pemimpin Berjiwa Solidaritas, Hipmagro Adakan TOPMA

Tidak ada komentar

Minggu, 23 Oktober 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Hipmagro) Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengadakan Training Organisasi Profesi Mahasiswa (TOPMA), dengan tema "Membentuk Karakter Mahasiswa yang Memiliki Kredibilitas dan Dedikasi terhadap Pertanian" untuk mahasiswa Fakultas Pertanian prodi Agroteknologi.

Putri Nurjanah selaku Ketua Umum Hipmagro mengungkapkan bahwasanya tujuan dari kegiatan tersebut sebagai proses pembentukan kepribadian mahasiswa.

"Tujuannya adalah sebagai proses pembentukuan pribadi untuk bisa menjadi seorang pemimpin, khususnya bagi mahasiswa tingkat satu Agroteknologi yang berkecimpung dalam Hipmagro. Karena dalam kegiatan TOPMA sendiri terdapat penyampaian materi-materi dan terdapat juga diskusi didalamnya, seperti public speaking, kepemimpinan dan manajemen organisasi keprofesian dan saya rasa itu semua semata-mata sebagai pondasi dasar mereka," ungkapnya saat ditemui oleh SetaraNews.com, Minggu (23/10).

Kemudian, Putri menambahkan, acara tersebut selain berisi materi, ada pula praktik didalamnya.

"Bukan sekedar materi saja, tapi kita juga melakukan Praktikum Keprofesian berupa Pembuatan Mikro Organisasi Lokal (MOL). Karena jurusan kami Agroteknologi, maka dari itu, tentunya kami membutuhkan praktik tersebut dan di Hipmagro ini dibidangi oleh Penalaran dan Keilmuan," tambahnya.

Dengan diadakannya TOPMA diharapkan dapat menciptakan jiwa-jiwa pemimpin yang solidaritas, seperti yang diharapkan oleh Putri diakhir sesi wawancara.

"Saya mengharapkan, semoga dari kegiatan TOPMA ini khususnya untuk mahasiswa tingkat satu jurusan Agroteknologi akan tercipta pemuda-pemudi yang memiliki jiwa kepemimpinan yaitu pemimpin yang solidaritas terhadap organisasinya," tutupnya.

Kegiatan tersebut pun berlangsung selama dua hari yakni Sabtu, 22 Oktober-Minggu, 23 Oktober 2016 di Lahan GT Kampus 4 Unswagati Cirebon. (Awank)

PSM Gelar Awakening Concert

Tidak ada komentar
 Unswagati, Setaranews.com – Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UKM Seni dan Budaya Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, menggelar pertunjukan konser yang bertajuk Awakening Concert “Comeback and Celebrate” yang diadakan di Auditorium kampus I Unswagati pada Jumat (21/10).

Konser ini digelar untuk memperkenalkan PSM UKM Seni dan Budaya Unswagati kepada masyarakat dan juga untuk merayakan kembali PSM yang sempat berhenti.

“Tujuan dari kita bikin konser ini adalah memperkenalkan PSM UKM Seni dan Budaya kepada masyarakat. Jadi awalnya ini adalah konser perdana kami, dimana lewat konser ini kami bangkit membangun jati diri kembali mulai dari awal meraih prestasi,” jelas Mayniko selaku Ketua Pelaksana kepada setaranews.com, Jumat (21/10).

Konser yang digelar ini menampilkan beberapa lagu-lagu tradisional Indonesia yang dibawakan oleh PSM UKM Seni dan Budaya, seperti lagu asal Jawa Barat dan Sik Sik Batumanikam asal Sumatera Utara. Selain lagu tradisional, konser tersebut menampilkan lagu Indonesia seperti Cinta Indonesia karya Guruh Soekarno Putra dan Bunda karya Melly Goeslaw.

JFMI ke-9 Digelar di Kota Cirebon

Tidak ada komentar

Rabu, 19 Oktober 2016

Cirebon, Setaranews.com – KLISE Photography Unswagati gelar event fotografi nasional yang bertajuk Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) yang ke-9 dengan mengusung tema “Isun, Sira, Seduluran”. Event ini berlangsung dari tanggal 18 Oktober hingga 20 Oktober 2016.

Pembukaan JFMI diisi oleh acara workshop fotografi yang bertema “Kolase Budaya Cirebon” dengan pemateri Ray Bachtiar Drajat dan Setiadi Dharmawan. Acara JFMI ke-9 ini, diisi dengan acara hunting foto di Keraton Kasepuhan dan pabrik genteng Edi Jaya Majalengka. Selain itu, ada juga pentas seni di Gua Sunyaragi dengan menampilkan Seni Tari khas Cirebon.

Peserta yang menghadiri acara JFMI ke-9 ini berasal dari klub fotografi mahasiswa di tiap-tiap Universitas dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Lampung, Bangka Belitung dan Medan.

"Yang hadir baru 370 orang dan itu baru sementara, ada beberapa orang lagi 100 orang ada itu dari Jakarta sama Makasar. Iya di Univeristas yang ada UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) fotografi," ujar M. Khasbie selaku Ketua Pelaksana kepada setaranews.com, Selasa (18/10).

Adanya acara JFMI ini, lanjut Khasbie, diharapkan dapat saling memperat antara fotografer mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dan juga saling bertukar ilmu antara fotografer.

“Tambah deketlah persaudaraannya, tujuan dari jambore kan ya itu untuk meningkatkan silaturahmi lebih mempererat, saling berbagai ilmu setiap pesertanya,” tutup Khasbie.

TV Kampus Unswagati Sudah Bisa On Air

Tidak ada komentar

Senin, 17 Oktober 2016

Unswagati, Setaranews.com - TV Kampus Universitas Swadaya Gunung Jati ( Unswagati )  yang rencananya akan launching pada bulan Oktober tahun ini kini masih trail sifatnya, Tv Kampus yang akan menjadi laboratorium mahasiswa Ilmu Komunikasi ini pada dasarnya sudah bisa on air, tetapi untuk on air belum bisa  full.

(baca: http://www.setaranews.com/fisip-unswagati-adakan-program-tv-kampus.html)

Masih perlu persyaratan agar TV Kampus dapat tayang dengan maksimal, diantaranya yaitu SDM, persyaratan yang satu ini memang yang harus benar-benar di pikirikan karena nantinya yang mengelola tidak hanya dari pihak fakultas saja, tetapi mahasiswa juga pastinya harus dilibatkan, selain SDM persyaratan Administrasi pun masih dalam proses, Selain itupun program-program yang akan ditayangkan juga masih harus direncanakan, setting studio masih menjadi PR, ruang produksi pun masih harus di pikirkan.

"Sejauh ini perkembangan tv kampus masih dalam proses trail , namun pada prinsipnya sudah bisa on air namun belum full karena ada persyaratan-persyaratan yang belum terpenuhi terutama SDM, " ungkap Khaerudin Wakil Dekan III FISIP saat ditemui setaranews.com,  Jumat (14/10).

TV Kampus sendiri peruntukannya memang untuk seluruh mahasiswa Unswagati namun pengelolaannya atau dalam hal penyiaraan nantinya akan lebih di utamakan untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi karena Pertelevisian dan Penyiaran merupakan ranah dari mahasiswa Ilmu Komunikasi,namun tidak menutup kesempatan bagi mahasiswa Prodi lain untuk berpartisipasi dalam program TV kampus ini jika memang berkompeten dan memiliki minat dalam bidang tersebut.

Nantinya akan ada pelatihan atau semacam diklat mengenai pertelivisian untuk mahasiswa yang berminat bergabung dengan TV Kampus, nantinya mereka akan di ajarkan bagaimana menyusun program-program tayangan, bagaimana memproduksi, bagaimana cara live dan lain sebagainya. Konten yang akan di hadirkan dalam Tv Kampus nantinya akan seputar kampus dan sebagai media akademik.

"Konten yang disajikan dalam TV kampus seputar kampus, segala sesuatu yang berhubungan dengan kampus karena kampus ini sebagai mediator antara dosen, mahasiswa, civitas akademika juga dengan masyarakat,  hiburan tetap ada namun sifatnya akan lebih mendidik, ya mudah-mudahan nanti kita juga bisa sharing dengan mahasiswa, untuk mulai stay tune full akan terlaksana secepatnya, " jelas Khaerudin.

Untuk menikmati TV Kampus sama halnya dengan menonton televisi biasa cukup dengan mencari chanel 53 dan frekuensi 727,25 program-programnya belum dimatangkan sehingga belum dapat stay tune dan belum bisa full dinikmati.

Pascasarjana Unswagati Dalam Tahap Membuka Program Magister Baru

Tidak ada komentar

Sabtu, 15 Oktober 2016

Unswagati, Setaranews.com – Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) sedang melakukan proses untuk membuka program  Strata 2 (S2) yang baru yaitu Magister Manajemen dengan Bidang Kajian Umum (BKU) Sumber Daya Manusia. Proses tersebut sedang dalam tahapan persetujuan izin operasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

“Insa Allah Desember izin operasional tinggal nunggu keputusan dari Dirjen Diktinya. Dari kopertis sudah turun rekomendasinya, nah kita tinggal nunggu Desember nanti. Kalau izin sudah keluar kita buka tahun depan,” ujar Endang Sutrisno Direktur Pascasarjana Unswagati kepada setaranews.com, Jumat (14/10).

Lebih lanjut, Endang memaparkan bahwa rencana membuka Program Magister Manajemen ini sudah dilakukan sejak bulan Februari 2016. Kata dia, rencana membuka program Magister Manajemen ini atas dasar Unswagati belum menyediakan program Magister untuk Fakultas Ekonomi.

“Persoalannya begini, kita paham Unswagati khususnya Fakultas Ekonomi S1 setiap kali wisuda itu jumlahnya luar biasa. Yang jadi pertanyaannya kemana mereka akan melanjutkan S2, sementara yang mencetak S1 nya adalah Unswagati Fakultas Ekonomi,” lanjut Endang.

Direktur Pascasarjana Unswagati ini, berharap lulusan Strata 1 (S1) khususnya program studi Manajemen dapat melanjutkan program S2 Magister Manajemen di Unswagati.

Beri Gambaran Prospek Kerja, HMJM Adakan Seminar Kompetensi Kelulusan

Tidak ada komentar

Kamis, 13 Oktober 2016

Unswagati, Setaranews.com - Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJ-M) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) mengadakan Seminar Kompetensi Kelulusan bertempat di Aula Kampus 1 Unswagati, Kamis (13/10). Seminar yang mengusung tema, "Your Choice Determine Your Future" ini dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 12.00. Pemateri yang ditampilkan berasal dari dosen Fakultas Ekonomi Unswagati yaitu Bachrudin, Siska Ernawati dan Mayaliza.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi, khususnya jurusan Manajemen sangat antusias untuk mengikuti seminar ini, terbukti dengan membludaknya peserta hingga mencapai 353 peserta. Seminar sendiri sebenarnya ditujukan kepada mahasiswa tingkat akhir, namun tidak membatasi mahasiswa tingkat dua dan tiga untuk ikut berpartisipasi.

Data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik pada bulan Februari 2015 menunjukkan sekitar 400.000 pemuda bergelar sarjana di Indonesia menganggur. Hal tersebut yang menjadi salah satu alasan untuk mengadakan Seminar Kompetensi Kelulusan sehingga  melalui seminar ini dapat memberikan gambaran ke depan mengenai prospek kerja bagi lulusan mahasiswa jurusan Manajemen.

"Tujuan seminar ini sendiri untuk memberi bekal mengenai prospek kerja seperti apa bagi mahasiswa manajemen tingkat empat," ujar Septyane Dheantika, selaku ketua pelaksana ketika ditemui SetaraNews.Com di Aula, Kamis (13/10).

Adanya seminar pun diharapkan dapat memberikan gambaran yang gamblang mengenai konsentrasi yang akan diambil sehingga mahasiswa memahami setiap konsentrasi yang ada agar tidak hanya sekadar ikut-ikutan. Seperti yang dikatakan oleh Iyan Firmanda, salah satu peserta seminar dari jurusan Manajemen semester tujuh.

"Harapannya, untuk mahasiswa tingkat bawah agar lebih memahami setiap konsentrasi yang ada karena akan berpengaruh pada penyusunan tugas akhir nanti, sementara untuk mahasiswa tingkat akhir diharapkan mulai menata rencana terkait konsentrasi yang diambil dan rencana setelah kelulusan," ungkapnya.

Namun sayangnya, seminar yang memberikan manfaat cukup baik bagi mahasiswa ini mendapat keluhan dari peserta seminar. Seperti yang dipaparkan oleh salah satu mahasiswa yang mengaku tidak dapat menangkap secara jelas pemaparan pemateri seminar.

"Lumayan dapat manfaatnya bisa lebih hati-hati untuk milih konsentrasi jurusan meskipun kurang jelas suara pematerinya," ucap Anindita Nugraha, peserta seminar dari jurusan Manajemen semester lima. (Anisa/Awank)

 

Diesnatalies ,HMS Adakan Kompetisi Basket Antar Sekolah Se-wilayah III Cirebon

Tidak ada komentar

Rabu, 12 Oktober 2016

Cirebon, Setaranews.com – Sukses adakan Lomba Desain Bangunan, Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Unswagati kembali menggelar Enggineering Basket Competition untuk SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas)/Sederajat se-wilayah III Cirebon. Kompetisi berlangsung pada 12-14 Oktober 2016 di Gedung Olahraga (GOR) Bima Cirebon. Pada kompetisi kali ini HMS mengusung tema"Show Your Skill For Your Schooll".


Kompetisi diikuti oleh 16 tim dari berbagai daerah, seperti Kuningan, Majalengka dan Cirebon. Andri Suhendri Ketua Pelaksana menyampaikan "Acara ini menjadi agenda rutin tiap tahun, dalam rangka peringati Diesnatalis HMS Unswagati. Diharapkan setiap institusi yang berpartisipasi bisa lebih maju lagi kedepannya.


"Alhamdulillah, walaupun ada kendala di bagian keuangan karena banyaknya pengeluaran tidak terduga, namun akhirnya acara ini bisa terselenggara. kami berharap, semoga kompetisi ini bisa meningkatkan daya saing antar sekolah, khususnya dalam cabang olahraga basket". lanjutnya (12/10).


Terselenggaranya acara ini tidak lepas dari berbagai pihak yang membantu, hal ini ditegaskan oleh koordinator kegiatan Muhamad Faizal kepada Seteranews.com " Acara ini berlangsung dengan baik, hal itu bisa tercapai berkat kerjasama dari berbagai pihak, seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Unswagati,  Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Cirebon, Korps Sukarela (KSR) Unswagati, pihak Universitas, Fakultas teknik, dan tentunya semua panitia yang solid".


Dari pertandingan hari ini telah lolos delapan tim, yaitu dari SMAN 7 Cirebon, SMAN 4 Cirebon. SMAN 2 Cirebon, SMAK Santa Maria Cirebon, SMAN 1 Cirebon, SMAK Terang Bangsa, SMAN 1 Palimanan dan SMAN 2 Majalengka. Mereka akan kembali bertanding esok hari di GOR Bima dimulai pukul 08.00 WIB.

 

DPM-U: Sidang POK Acuan Dalam Berorganisasi

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (DPM-U) adakan sidang Undang-Undang Organisasi Kemahasiswaan (UUD Ormawa) di Aula Denpom pada Rabu (12/10).

Sidang tersebut mengalami perubahan waktu yang semula dimulai pukul 09.00 WIB menjadi pukul 13.00 WIB. Kemudian sidang terpaksa dibatalkan karena perwakilan yang hadir tidak memenuhi kuota forum.

Pada sidang UUD Ormawa, DPM-U akan membahas tentang regulasi atau aturan-aturan Ormawa yang baru dimana regulasi tersebut akan dijadikan pedoman bagi semua Ormawa yang ada dilingkungan Unswagati.

“DPM-U mencoba membentuk sesuatu yang baru, mencoba memakai rumusan yang baru karena Peraturan Organisasi Kemahasiswaan (POK) yang dulu itu sudah tidak sesuai dengan perkembangan Organisasi Kemahasiswaan yang sekarang, peran regulasi itu penting sebagai acuan dalam berorganisasi juga sebagai pedoman dalam berorganisasi dilingkungan unswagati,” ungkap Ferry Ramadhan selaku Ketua Umum DPM-U saat ditemui SetaraNews.com, Rabu (12/10).

Kedepannya DPM-U akan mengadakan rapat internal tentang agenda yang serupa, mereka pun akan mengkaji kembali mengenai pola-pola pendekatan baru yang nantinya dapat dihadiri oleh seluruh perwakilan Ormawa, karena pembahasan mengenai POK ini sangat penting sebagai acuan dalam berorganisasi di lingkungan Unswagati. (Silvia)

Peringati Dies-natalis Ke-34, HMS Adakan Lomba Desain Bangunan

Tidak ada komentar

Sabtu, 08 Oktober 2016

Unswagati, Setaranews.com - Dalam memperingati Diesnatalis Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Swadaya Gung Jati (Unswagati)  Cirebon yang ke-34, HMS tak henti-hentinya menggelar berbagai acara, kali ini HMS kembali mengadakan acara Lomba Desain Bangunan tingkat SMK/Sederajat se-wilayah tiga Cirebon pada Sabtu (8/10) di Ruang Aula Kampus Utama Unswagati.

Acara tersebut mengusung tema "Let's Play Your Cad!! And Prove Your Skill" yang bertujuan sebagai wadah bagi siswa dan siswi untuk mengembangkan diri sesuai bidangnya, dan dapat dijadikan tolak ukur mereka untuk mengikuti lomba-lomba dengan sekala taraf yang lebih tinggi lagi.

seperti yang di harapkan oleh Rama Bhakti W. selaku ketua pelaksana lomba, yaitu mengharapkan agar siswa-siswi peserta lomba dapat berkembang dalam mendesain bangunan.

"Dengan diselenggarakannya lomba desain bangunan ini, diharapkan siswa-siswi wilayah tiga Cirebon khususnya, dapat terpacu untuk mengembangkan kemampuannya dalam hal mendesain bangunan, sehingga menumbuhkan daya saing positif. dan juga sebagai momentum  kami  untuk memperkenalkan Fakultas Teknik Sipil Unswagati Cirebon kepada siswa-siswa sewilayah tiga Cirebon ini". Harapnya saat ditemui setaranews.com

Adapun juri yang mengawas yaitu dari mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik , dengan tuntutan penilaian dari segi keindahan bangunan, Kelengkapan, detail bangunan, tingkat kerumitan desain, serta kecepatan watktu pengerjaan.

hasil penilaian dan pengumuman pemenangnya akan di publikasikan pada Sabtu, 22 Oktober 2016, tepatnya pukul 19:00 WIB, di www.setaranews.com

Puisi: Ayah Dan Ibu

Tidak ada komentar
Ayah, cukup dengan melihatmu
aku bisa belajar untuk menjadi kuat dan tegar
Ayah, cukup dengan senyummu
aku bisa tau bagaimana sayangnya dirimu

Ayah, marahmu adalah kepedulian
dari situ, aku belajar bagaimana bertanggung jawab
Ayah, ku tau apa sisi terlemahmu
yaitu aku
Kau begitu takut kalau aku sampai tak bahagia
apalagi kalau aku kelaparan

Kau lah pahlawanku, selamanya doaku untukmu,
semoga sampai disana, di bagian dalam bumi yang paling jauh

Dan ibu, aku diam-diam melihatmu menangis saat berdoa
di setiap malam, di setiap nafasmu
maka, aku amat tau seberapa sayangmu padaku
bahkan kau kesampingkan segala yang kamu mau demi aku

Ibu, ku mohon tetaplah bertahan dulu
aku masih belum mau merasakan rindu
rasanya masih ingin disuapi
Aku tak mengerti darimana asal sayang itu, untukku
Padahal aku sering membangkang
malah mengecewakan
sering membuatmu menunggu
membuatmu resah dan bingung

Apakah inilah cinta
ya aku tau, aku pernah jatuh cinta pada lelaki seumuranku
yang membuat resah, bingung, menunggu, dan rasa takut melukai
Inikah cinta ayah, cinta ibu. sampai akhir

HMS Gelar Seminar Umum Cirebon Metropolitan

Tidak ada komentar

Jumat, 07 Oktober 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) adakan Seminar Umum dalam rangka memeringati  Diesnatalis HMS yang ke-34 guna menyikapi perkembangan Kota Cirebon menuju kota metropolitan.

Acara yang mengusung tema “Kesiapan Cirebon Menuju Kota Raya Sebagai Pusat Kegiatan Nasional” ini berlangsung sangat ramai, kurang lebih sekitar 200 mahasiswa dan civitas akademika Unswagati memadati Aula Kampus Utama Unswagati. Acara Seminar Umum ini diisi oleh narasumber-narasumber yang berkompeten dibidangya antara lain dari Sekretaris BAPPEDA, Kepala Bidang Lalulintas Darat DISHUBINKOM Kota Ciebon, Kepala Dinas PU-PESDM dan Kepala Kantor BPN Kota Cirebon.

Tujuan diadakannya seminar ini adalah agar para mahasiswa bisa menyikapi perkembangan Kota Cirebon menuju kota metropolitan, pasalnya mahasiswa menilai Kota Cirebon perlu berbenah sebelum mewujudkan Kota Cirebon menjadi kota metropolitan.

“Kota Cirebon belum siap menjadi metropolitan melihat masih banyak sekali polemik yang terjadi di Kota Cirebon terutama masalah pendidikan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH), karena Cirebon baru memiliki luas RTH sekitar 9% yang seharusnya idealnya pada setiap wilayah harus terpenuhinya RTH sekitar 30% dari luas wilayahnya,” tutur Iqbal selaku Koordinator Pelaksana seminar.

Menurut Sekretaris BAPPEDA, M. Arief Kurniawan, ST disela pemaparan materinya, beliau mengatakan bahwa Pemprov Jabar sebenarnya sudah menyiapkan Master Plan Pembangunan Cirebon Metropolitan sejak lama dan ditahun 2016 ini sudah mencapai pembangunan sektoral sehingga ditergetkan pembangunan fisik rampung pada tahun 2021.

Namun demikian disampaikan lebih lanjut bahwa dalam mewujudkan Cirebon menjadi Kota Metropolitan memiliki beban yang cukup berat dikarenakan keterbatasan ruang atau wilayah sehingga perlu adanya penyebaran pusat-pusat kegiatan pemerintah diluar wilayah Kota Cirebon. (Syahru)

Puisi: Kampus Biru Tempatku Menimba Ilmu

Tidak ada komentar

Kamis, 06 Oktober 2016

Gerbang Kampus biru adalah pintu awal untuk mengenal kampus ku
Runag kelas Kampus biru adalah tempat dimana aku banyak belajar ilmu baru
Dosen Kampus biru adalah para pendidik yg mengajarkan ilmu kepada ku
Kampus biru adalah tempat dimana aku mendapat teman dan pengalaman baru

Kampus biru adalah tempat dimana aku di didik oleh dosen-dosen ku
Kampus biru adalah tempat dimana aku di gembleng akan kepribadian ku
Kampus biru adalah tempat dimana aku mencari sebuah jati diri tentang hidup ku
Kampus biru adalah tempat dimana aku banyak belajar tentang arti sebuah kehidupan disekeliling ku

Banyak hal yang ku dapat dari Kampus biru
Banyak pengalaman yang ku dapatkan di Kampus biru
Banyak pelajaran yang ku dapat dari Kampus biru
Banyak kisah yang ku rasakan di kampus biru

Kampus biru adalah tempat ku menimba ilmu
Kampus biru adalah tempat ku menggapai sebuah harapan ku
Kampus biru adalah tempat ku mengejar mimpi dan cita-cita ku
Kampus biru adalah tempat ku meraih sebuah gelar sarjana ku

 

Penulis: M. Ali Sodikin SP

RTH Baru 9 Persen, Masih Jauh Untuk Dijadikan Metropolitan Cirebon Raya

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com – Berdasarkan kebijakan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Nasional dan Provinsi Jawa Barat, Kota Cirebon menjadi kota raya sebagai pusat Kegiatan Nasional. Namun permasalahan mengenai pembebasan lahan RTH (Ruang Terbuka Hijau) masih belum mencapai 30 persen.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau, setiap pemerintah daerah harus menyediakan jumlah minimal RTH sebesar 30 persen. RTH itu terdiri dari 20 persen RTH publik dan sepuluh persen RTH privat.

Dikutip dari salah satu media, RTH publik Kota Cirebon baru mencapai sekitar 9 persen. Berdasarkan aturan yang masuk kriteria sebagai RTH adalah ruang terbuka yang status lahannya milik pemerintah. Menurut Ir. Budi Rahardjo., MBA selaku Kepala Dinas PU-PESDM, terkait permasalahan RTH yang belum tuntas, ia mengatakan bahwa akan cepat teratasi ketika diserahkan ke pemerintah kota..

“RTH pengembang perumahan serta fasos dan fasum segera diserahkan ke pemerintah kota untuk disertifikatkan sehingga akan menambah RTH publik. Dengan demikian menuju 20 % RTH publik lebih cepat tercapainya.” Ujar Budi saat diwawancarai SetaraNews.com seusai mengisi materi seminar di Unswagati Cirebon.

Beberapa rencana pembangunan dan peningkatan infrastruktur strategis wilayah di kawasan Cirebon Raya meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur transportasi jalan dan infrastruktur perhubungan serta pembangunan dan peningkatan insfrastruktur pemukiman.

Agenda terdekat dari program PU ialah pembangunan dan perbaikan jalan di Cirebon selatan, dengan alokasi khusus 90 M.

“Besok kami dari PU akan melakukan monitoring. Pembangunan tersebut meliputi perbaikan jalan, drainase, trotoar, dan jembatan.” Katanya.

Kemudian untuk tahun depan, akan dibangun underpass, dengan harapan agar mengurangi kemacetan di beberapa titik yang rawan akan macet.

“Insya Allah tahun depan dibangun underpass. Misalnya di jalan kartini agar nggak macet.” Ujarnya.

Rencana yang telah ditetapkan untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur antara lain meliputi Jalan Tol CIKAPALI, jalan lintas cepat selatan kota Cirebon, jalan lintas cepat Kadipaten di Kabupaten Majalengka, jalan lintas cepat di Kabupaten Kuningan dan pembangunan jalan strategis lainnya.

Kemudian pada pembangunan dan peningkatan infrastruktur perhubungan meliputi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Kertajati Aerocity, Pelabuhan Cirebon, Jalur Kereta Api Bandung-Tanjungsari-Sumedang-Kertajati-Kadipaten-Cirebon, kemudian pembangunan infrastruktur perhubungan lainnya.

Sedangkan pembangunan dan peningkatan infrastruktur pemukiman meliputi TPPAS Regional Metropolitan Cirebon Raya, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional, Instalasi pengolahan/penampungan air limbah komunal, sistem drainase metropolitan, hunian vertical, dan pembangunan insfrastruktur pemukiman lainnya atas dasar kesepakatan Pemerintah Daerah.

Kepala Dinas PU Kota Cirebon Isi Seminar Tentang Metropolitan Cirebon Raya

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cirebon menjadi salah satu pemateri dalam acara Seminar Umum yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMS) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon pada 6 Oktober 2016 di Aula Kampus Utama Unswagati.

Seminar yang mengusung tema “Kesiapan Cirebon Menjadi Kota Raya Sebagai Pusat Kegiatan Nasional” dengan pembahasan yang dibawakan oleh Ir. Budi Rahardjo., MBA selaku Kepala Dinas PU-PESDM diantaranya mengenai Kota Cirebon menjadi kota raya sebagai pusat Kegiatan Nasional. Turut pula diisi oleh M. Arief Kurniawan. ST selaku Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Syahroni., ATD., MT selaku Kepala Bidang Lalu Lintas Darat Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinkom), dan Ujang Afdal., S.IP selaku Kepala Kantor BPN Kota Cirebon.

Penetapan Metropolitan Cirebon Raya diantaranya berdasarkan Peraturan Daerah provinsi Jawa Barat No. 12 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Metropolitan dan Pusat Pertumbuhan di Jawa Barat. Kemudian dalam konteks Jawa Barat, perkembangan Metropolitan ditandai oleh aglomerasi ekonomi, aglomerasi penduduk serta peningkatan intensitas lahan terbangun dan aktivitas sosial masyarakat pada tiga lokasi.

Pesatnya pertumbuhan yang berlangsung di wilayah metropolitan berpotensi membuka berbagai peluang dan kesempatan peningkatan kondisi ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah metropolitan. Wilayah metropolitan sendiri terdiri dari 31 kecamatan di Kabupaten Cirebon, 1 Kecamatan di kabupaten Indramayu, 5 kecamatan di Kota Cirebon, 5 kecamatan di Kabupaten Kuningan, dan 3 kecamatan di Kabupaten Majalengka.

Kebijakan penetapan Cirebon sebagai pusat Kegiatan Nasional tersebut diarahkan dalam mendorong kemudahan aksesibilitas terhadap kegiatan skala nasional dan mengembangkan sektor perdagangan dan jasa yang siap melayani Kegiatan Nasional. Berdasarkan penetapan RTRW Provinsi Jawa Barat ialah sebagai penetapan kawasan strategis provinsi pesisir Pantura dan koridor Bandung-Cirebon. Hal ini juga dapat dijadikan sebagai simpul pergerakan kota sehingga mampu meningkatkan fungsi kawasan Kota Cirebon sebagai pusat pendidikan, pusat kesehatan, simpul perdagangan, pusat rekreasi budaya, dan kota transit.

Budi berharap bahwa dengan adanya seminar-seminar yang diikuti oleh mahasiswa atau masyarakat, atau dalam kegiatan-kegiatan lainnya dapat menjadi pemicu untuk dapat mengambil peluang dari adanya kebijakan tersebut.

“Dari seminar-seminar, diskusi, loka karya, itu banyak hal yang bisa di petik dan diterapkan.” Ucapnya seusai mengisi seminar.

Suksesnya Cirebon menjadi kota raya sebagai pusat Kegiatan Nasional melibatkan dukungan dari masyarakat khususnya generasi muda.

“Pemuda harus terpacu ikut mensukseskan itu semua. Semua masyarakat itu terlibat, nggak bisa pemerintah sendiri.” Lanjutnya.

Rayakan Diesnatalis ke-34, HMS Gelar Berbagai Acara

Tidak ada komentar

Rabu, 05 Oktober 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) adakan Serangkaian kegiatan untuk memperingati Diesnatalis HMS yang ke-34. Acara yang bertemakan “ One Spirit And Power For HMS Unswagati” sedikit berbeda dengan Diesnatalis sebelumnya, pasalnya ditahun ini HMS adakan kegiatan Seminar Umum pada  6 Oktober 2016 sebagai acara pembuka Diesnatalis HMS dengan bertemakan “Kesiapan Cirebon Menjadi Kota Raya Sebagai Pusat Kegiatan Nasional”.

“Diesnatalis tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya soalnya ditahun ini kami mengadakan kegiatan Seminar Umum dengan menghadirkan Lembaga Pemerintahan diantaranya adalah dari BAPPEDA, PU-PESDM, DISHUBINKOM, dan BPN Kota Cirebon,” tutur Andri selaku Ketua Pelaksana, Rabu (5/10).

Selain itu HMS juga mengadakan kegiatan perlombaan diantaranya adalah Lomba Autocad tingkat SMK Se-wilayah 3 Cirebon pada 10 Oktober 2016, Futsal antar Fakultas 12-13 Oktober 2016, Basket Ball dengan ketegori Putra SMA/SMK/MA Se-wilayah 3 Cirebon 14-15 Oktober 2016, Lomba Fotografi 6-23 Oktober 2016, dan akan ditutup dengan Malam Puncak sebagai puncak acara dari rangkaian acara Diesnatalis HMS Unswagati yang ke-34 pada 23 Oktober 2016.

“Untuk acara puncaknya sendiri kami menampilkan hiburan-hiburan diantaranya Tari tradisional, Musik, Band, penampilan dari perwakilan setiap Fakultas dan tentunya Guest Star yaitu Engineering Percussion,” lanjut Andri.

Lebih lanjut, Andri menuturkan harapan dan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat diantaranya pihak Universitas dan Fakultas Teknik Sipil yang sudah membantu untuk merealisasikan acara Diesnatalis HMS yang ke-34 ini.

“Di ulang tahun HMS yang ke-34 ini saya selaku Ketua Pelaksana Diesnatalis berharap HMS semakin maju, semakin kompak dan semangat dalam berorganisasi. Satu semangat, satu kemajuan untuk HMS” tutup andri.

Rangkaian acara ini akan berlangsung selama 6 (enam) hari bertempat di Auditorium Unswagati dan GOR Bima Kota Cirebon. (Syahru)

Puisi: Warisan Kesenian dan Kebudayaan

Tidak ada komentar

Senin, 03 Oktober 2016

Ada lantunan musik yang di mainkan
Begitu indah lantunan nada-nadanya
Ada pula suara yang di nyanyikan
Begitu merdu nada-nadan iramanya

Ada tarian dengan gaya yang berbudaya
Gerakan tariannya yang begitu bermakna
Ada pesan yang disampaikan lewat karakter tariannya
Pesan yang bermanfaat untuk kita semua

Ada adegan drama dari cerita lama
Kisah yang berisikan pesan bermakna
Iringan musik yang menghiasi jalannya cerita
Menjadikan cerita lebih hidup dengan adegan dramanya

Ada puisi - puisi yang dibacakan
Ada alat musik yang dimainkan
Ada seni tari yang digerakkan
Ada adegan drama yang dipentaskan

Ada suara yang dinyanyikan
Ada seni  lukis yang di gambarkan
Ada banyak warisan nenek moyang tentang kesenian dan kebudayaan
Ada generasi muda yang mesti menjaga dan melestarikan

Oleh: Ali “Tuntet", Anggota UKM Seni dan Budaya Angkatan 12

KKM-FE Bentuk Pribadi Mahasiswa Yang Berkarakter

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Kemah Krida Mahasiswa (KKM) merupakan acara rutin tahunan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang di laksanakan oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang berada di dalam naungan FE Unswagati. Tahun ini KKM-FE mengusung tema kegiatan "Membentuk pribadi mahasiswa yang berkarakter dengan menerapkan nila-nilai tri darma perguruan tinggi".

Seperti yang diungkapkan oleh Salafudin Al Ayubi selaku Ketua Pelaksana (Ketuplak) KKM-FE terkait tujuan dari acara tersebut sebagai pembentukan pribadi mahasiswa yang berkarakter.

"Tujuan dari acara KKM-FE tahun ini yaitu untuk membentuk karakter dan mental mahasiswa agar dapat menerapkan nilai-nilai tri darma perguruan tinggi dalam dirinya, khususnya bagi mahasiswa tingkat satu," Ungkapnya kepada SetaraNews.com saat ditanya melalui Blackberry Messenger pada Sabtu (1/10).

Lebih lanjut Salafudin memaparkan, bahwasanya terdapat program Bakti Sosial (Baksos) di dalamnya, guna sebagai pengajaran bagi mahasiswa agar peka terhadap lingkungan masyarakat.

"Kami juga mengadakan Baksos, seperti kegiatan mengajar di sekolah-sekolah, penanaman pohon, dan membagikan sembako kepada warga sekitar tempat kami melakukan kegiatan, yah intinya sih kita disini sebagai pelaksana kegiatan yah mengajarkan kepada mahasiswa tingkat satu khususnya untuk menanamkan nilai tri darma perguruan tinggi yang ke-3 dalam dirinya, yaitu nilai pengabdian kepada masyarakat," Imbuh mahasiswa semester 5 prodi manajemen tersebut.

KKM-FE berlangsung selama tiga hari (30 September - 2 Oktober) bertempat di Desa Trijaya Kecamatan Mandirancan Kuningan yang dihadiri dengan jumlah peserta mencapai 651 peserta tingkat satu, yang terdiri dari 377 peserta dari Prodi Manajemen, dan 274 peserta dari Prodi Akuntansi.

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews