Responsive Ad Slot

Mahasiswa Menuntut Turunkan Biaya SKS dan DPP

Tidak ada komentar

Sabtu, 17 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Mahasiswa yang tergabung dalam “Mahasiswa Peduli Kampus” gelar aksi didepan Gedung Rektorat Unswagati terkait tingginya biaya SKS dan DPP. Unswagati dinilai sangat tidak relevan dalam memutuskan kenaikan biaya SKS dan DPP tahun ini dibandingkan tahun-tahun kemarin.

“Mahalnya biaya SKS dan DPP menurut kami sangat memberatkan apalagi dengan naiknya biaya perkuliahan tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas untuk mahasiswa salah satunya lahan parkir,” ujar Oman Koordinator Aksi saat ditemui oleh SetaraNews.com, Jumat (16/9).

Aksi yang diwarnai dengan memanjat bangunan gardu ini berlangsung dengan damai, namun masa aksi sangat menyayangkan tidak adanya pihak Rektorat yang menemui mereka. Masa aksi akan menggelar aksi berikutnya dengan tuntutan yang sama yakni menuntut agar biaya pendidikan di Unswagati menurun dan menuntut Rektorat untuk merealisasikan penurunan biaya kuliah yang setiap tahun mengalami kenaikan.

“Minggu depan kami akan melakukan aksi kembali dengan membawa masa aksi lebih banyak lagi,” sambung Oman. (Syahru)

Mahasiswa Desak Rektorat Negerikan Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unswagati Negeri (AMPUN) melakukan aksi terkait penegerian Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon di depan Gedung Rektorat pada Jumat (16/9).

Diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari masing-masing fakultas, aksi tersebut menuntut permasalahan penegerian Unswagati yang berlarut-larut untuk segera diselesaikan.

"Sejauh ini kita tekankan tuntutannya ke penegerian Unswagati, sebab ini memang sudah terlalu berlarut-larut permasalahannya. Setidaknya kita butuh pendapat, bagaimana kejelasannya," ujar salah satu mahasiswa yang mengikuti aksi, S. Pilly Faturrohman, pada SetaraNews.com setelah aksi usai di depan Gedung Rektorat, Jumat (16/9).

AMPUN meminta perwakilan dari pihak Rektorat untuk datang menemui masa di luar guna memberikan pemaparan yang sejelas-jelasnya tentang penegerian Unswagati. Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III pun memenuhi permintaan tersebut, dan menjelaskan beberapa hal termasuk akan diadakannya audiensi untuk membahas penegerian Unswagati.

"Sejauh ini bisa dikatakan mereka masih tertutup dengan kita, belum ada transparansi yang jelas, makanya nanti akan diadakan audiensi. Misalkan nanti audiensi masih tetep kaya gini aja, tidak ada keterbukaan, yaudah kita akan bawa masa lebih banyak, kita gak sendiri," tambah Pilly.

Tanggapan pun datang dari pihak Universitas melalui Wakil Rektor III Dudung Hidayat, yang langsung menemui para mahasiswa yang melakukan aksi di depan Gedung Rektorat. Ia menjelaskan bahwa proses penegrian Unswagati sendiri untuk saat ini mandeg dikarenakan Dikti mengeluarkan Moratorium hingga tahun 2019.

"Pemerintah Provinsi melalui pak Sekda, tetep menyampaikan tidak usah patah semangat untuk melakukan penegrian. Pemerintah Provinsi tetep mendukung walaupun akan diganti pemerintahan. Apabila Unswagati masih konsisten dan komitmen untuk melakukan penegrian, provinsi tetep mendukung. Tinggal bagaimana membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah yang ada di Cirebon," terang Dudung kepada para mahasiswa. (Hashbi/Fiqih)

Ini Tahapan Menjadi Anggota Mapala Gunati

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Swadaya Gunung Jati atau Mapala Gunati akan mengadakan open recruitment (oprec) anggota baru. Pendaftaran dibuka mulai 19-29 September untuk mahasiswa tingkat I dan II di stand Mapala Gunati dekat sekretariatnya di Kampus I Unswagati.

Berikut tahapan yang harus diikuti jika ingin menjadi anggota Mapala Gunati:

  1. Datang ke stand pendaftaran dan akan mendapatkan 1bucket berisi blngko mengenai mapala gunati serta form pendaftaran yang harus di isi serta surat izin orangtua.

  2. Mengikuti rangkaian tes:



  • Tes fisik (lebih mengarah ke olahraga dan ketahanan diri serta kebugaran jasmani)

  • Tes tulis (mengenai pengalaman dalam berorganisasi dan tes IQ)

  • Tes wawancara



  1. Selanjutrnya masuk ke dalam tahap pematerian dimana pengurus Mapala Gunati akan memberikan materi mengenai buana-buana yang ada di dalam organisasinya.

  2. Pra-pendidikan dasar

  3. Pendidikan dasar merupakan tahapan akhir dari rangkaian open recruitment


 

Proses pendidikan dasar sendiri mengarah bagaimana para calon anggota dapat menerapkan materi-materi yang telah disampaikan saat mereka terjun langsung di lapangan nanti.

“Proses open recruitment ini merupakan suatu rangkaian yang memang harus diikuti oleh calon anggota, dan wajib diikuti dari mulai tahap pengisian formulir hingga pendidikan dasar. Kami mencari orang-orang yang memiliki tekad yang kuat serta kemauan. Kami pun tidak mepermasalahkan jika nantinya ada calon anggota yang memang baru masuk ke dalam kegiatan pecinta alam,” ujar Ibeat selaku Ketua Umum Mapala Gunati pada SetaraNews.com, Rabu (14/9).

Setelah selesai pendidikan dasar maka di angkatlah calon anggota tersebut menjadi anggota muda, setelah satu tahun masa pengabdian barulah melakukan pengembaraan untuk menjadi anggota penuh Mapala Gunati atau pengurus. Setelah satu tahun menjadi pengurus, lalu menjadi senior, yang masa kepengurusannya telah usai, tapi masih membantu jalannya organisasi dan terakhir jika sudah lulus disebut dengan anggota luar biasa yaitu nama keanggotaan pengurus Mapala Gunati yang sudah menjadi alumni.

“Kalo di Mapala Gunati keanggotaan kami berjenjang dan masa keanggotaan kami seumur hidup, tidak hanya saat menjabat menjadi anggota dan pengurus saat kuliah saja,” tutup Ibeat.

Bagi yang berminat menjadi bagian dari Mapala Gunati dan ingin tahu informasi lebih lanjut dapat menghubungi Koordinator Open Recruitment Mapala Gunati 089695763869 (Laceng).

 

Editor: Fiqih Dwi H.

 

LPM Setara Dirikan Stand Oprec di Tiap-Tiap Kampus

Tidak ada komentar

Kamis, 15 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (LPM Setara) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adakan open recruitment (oprec) anggota baru untuk mahasiswa tingkat I dan II per tanggal 9-22 September 2016.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini LPM Setara mendirikan stand oprec di Kampus I (Jumat-Sabtu), Kampus II (Rabu-Kamis) dan Kampus III Unswagati (Senin-Selasa).

“Yang berbeda, tahun ini kita adakan stand di tiap-tiap kampus,” ujar Dinda Ayu Lestari selaku Pimpinan Umum LPM Setara ketika dimintai keterangan lewat Blackberry Messenger (BBM), Kamis (15/9).

Menurut Dinda, tidak ada kriteria khusus untuk bergabung bersama LPM Setara.

“Kalau kriteria khusus enggak ada, hanya saja bagi mahasiswa yang ingin mendaftar di LPM Setara, maksimal harus tingkat dua,” tambahnya.

Dengan dibukanya oprec tersebut, dirinya berharap akan hadir generasi untuk kedepannya.

“Agar LPM Setara ini memiliki generasi untuk kedepannya,” tutup Dinda.

LPM Setara sendiri merupakan UKM yang konsen di bidang Jurnalistik. Bagi teman-teman yang berminat dan ingin mendaftar, silahkan kunjungi situs berita LPM Setara www.setaranews.com untuk mengisi formulir pendaftaran secara online atau silahkan datang ke Sekretariat LPM Setara di Lantai Dasar Gedung Manajemen, Kampus I Unswagati untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya.

Kuningan Gelar Ajang “Tour de Linggarjati”

Tidak ada komentar

Rabu, 14 September 2016

Jakarta, Setaranews.com – Ajang balap sepeda “Tour de Linggarjati” dipersiapkan sebagai agenda rutin tahunan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam sambutannya di acara launching “Tour de Linggarjati 2016” di Gedung Sapta Pesona, Kementrian Pariwisata, Jakarta.

“Siap-siap mulai sekarang, Tour de Linggarjati kita akan jadikan sebagai annual international event. Tahun depan,” papar Arief, seperti dikutip dari kompas.com, Selasa (13/92016).

Tanggapan positif pun datang dari Bupati Kuningan Acep Purnama. Ia menyatakan siap untuk menyelenggarakan ajang balap sepeda “Tour de Linggarjati” sebagai agenda rutin tahunan.

“Prinsipnya kami siap,” kata Acep.

Ajang Tour de Linggarjati pada tahun ini memasuki gelaran untuk kedua kalinya, dan untuk ahun ini akan diselenggarakan pada 28-30 Oktober 2016 mendatang, di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Rute Tour de Linggarjati 2016 dimulai dari Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berakhir di Waduk Darma, di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kuningan.

 

 

Sumber: Kompas.com

Indonesia Hanya Punya 10 Dokter Ortopedi Anak

Tidak ada komentar
Kesehatan, SetaraNews.com - Setiap anak pasti memiliki cita-cita yang berbeda, ada yang ingin menjadi guru, polisi atau dokter. Tapi, setelah beranjak dewasa cita-cita tersebut menjadi banyak macamnya seperti Guru Bahasa Indonesia, Guru Matematika, Dokter THT, Dokter Mata, atau yang jarang terdengar Dokter Bedah Ortopedi dan Traumatologi Anak. Langkanya profesi tersebut membuat Indonesia hanya memiliki 10 Dokter Bedah Ortopedi.

"Saya itu dibilang langka, bahkan perlu masuk museum kata teman saya. Karena hanya ada 10 dokter bedah tulang anak di Indonesia," canda DR.dr.Aryadi Kurniawan, Sp.OT (K), Dokter Bedah Ortopedi dan Traumatologi Anak dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, dikutip dari viva.co id. (10/09)

"Zaman dahulu ortopedi itu dokter patah tulang, jadi dahulu belum ada kebutuhan. Begitu masyarakat itu tumbuh, kita kan developingworld ya, sebagian 10 persen dari kita itu developing world, 10 persen masyarakat Indonesia itu tidak kalah dengan Singapura, Australia. Tapi 10 persen dari 255 juta itu banyak lho. Sehingga dirasa perlu orang untuk belajar ortopedi anak. Maka dikirimlah orang-orang sekolah di luar, di sini belum ada sekolahnya." sambungnya

Ternyata sedikitnya jumlah Dokter Bedah Ortopedi dan Traumatologi Anak bukan hanya di Indonesia

"Jadi memang selalu negara-negara itu merasa butuh ortopedi anak setelah dia lepas makan, kebutuhan primer sudah lepas, baru dia berpikir 'apa ya biar kualitas hidupnya meningkat.' Jumlah ortopedi anak memang tidak banyak."

Menurut dokter yang praktik di Rumah Sakit Premier Jatinegara ini, kesempatan berkarier dibidang ini sangat besar, karena jumlah kasus CTEV cukup besar. CTEV atau Congenitaltalipesequino-varus atau clubfoot adalah kelainan bawaan kaki pada anak yang paling sering ditemui.

"Kita punya 4,8 juta bayi sehat setahun, dengan angka itu kasus CTEV yang kaki bengkok ada 4000 kasus, kasus DDH (Development Dysplasia of the Hip, kelainan bawaan yang biasanya akibat dibedong yang bisa menyebabkan tulang geser dan tak tumbuh)."

Ia juga menjelaskan ada 4.000 sampai 8.000 kasus, CP (Cerebral Palsy atau lumpuh otak) dari 8.000 sampai 12 ribu kasus, banyak sekali sebenarnya, yang tidak terdeteksi. Dokter Aryadi pun mengatakan, profesi yang dijalani dengan bidang yang digelutinya kemungkinan ini kurang diminati, karena sekolahnya sendiri belum ada di Indonesia. (Hikmah)

Puisi: Ibu (Merindu)

Tidak ada komentar
Ibu...
Raga ini hancur di tanah udang
Aku memanas rindu
Bersama kerikil yang berbagi

Ibu...
Apa yang harus kau tanyakan?
Kesedihanpun tak kan pernah dibagi
Haruskah menghadirkan senja
Biar ia bercerita, tentang jarak tak melabu

Penulis: Wawas Wasniah (Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews