Responsive Ad Slot

Puisi: Semoga Saja Kamu

Tidak ada komentar

Sabtu, 20 Agustus 2016

Sebelum terlelap
Kerlingan mata
Baru saja ditemukan bunga
Yang terawat dihamparan tanah tandus

Kalau hujan mengikis malam nanti
Setengah mawarku terjaga oleh waktu...
Oleh awan dan debu...

Semoga saja
Kerlingan mata itu
Merampas luka yang lama bertamu

Seperti hanya menunggu
Tewasnya jiwa
Di antara kerdip lilin yang berarti

Semoga saja itu kamu…

Penulis: Wawas Wasniah (Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)

Puisi: Bisu

Tidak ada komentar

Jumat, 19 Agustus 2016

Di duri membisu
Sakitpun tak mau di tatap
Seperti pahitnya kopi tak diseduh
Pahit...
Sungguh terlalu pahit

Ditelan tak enak
Dimuntahkan terlalu sayang
Di malam menjelma
Ia melahirkan sesosok rindu amat pedih

Dan aku bingung pada suara luka
Kerap buat jiwa menangis
Di setiap malam bisu yang membungkam mulutnya sendiri

Ini seperti pengemis yang mengais sepucuk surat
yang terhempas dari ribuan debu
Dan mengharuskan mataku tertutup diheningnya rindu

Penulis: Wawas Wasniah (Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)

Komunitas Pecinta Motor Klasik Hadir di Cirebon

Tidak ada komentar

Kamis, 18 Agustus 2016

Cirebon, setaranews.com – Komunitas di Kota Cirebon semakin menjamur dimana-mana. Salah satunya adalah komunitas Pecinta Motor Klasik, yang baru diresmikan Rabu (17/08) kemarin malam di homebase-nya di Jalan Sutawinangun No 16 A Cirebon.

Komunitas yang baru diresmikan ini, bertujuan untuk menyatukan para pecinta motor klasik agar menyatu satu sama lain dan menjadi wadah bagi para peminat pecinta motor klasik itu sendiri di Cirebon.

“Kalau pecinta motor klasik Cirebon itu sendiri di sini baru, tapi sebelumnya udah banyak club motor klasik. Ini menjadi wadah buat anak-anak Cirebon yang minat dengan motor klasik ayo kita gabung bareng-bareng,” ujar Dimas Permadisiwi selaku pendiri komunitas Pecinta Motor Klasik kepada setaranews.com, Rabu (17/08).

Selain dihadiri oleh beberapa komunitas motor yang ada di Cirebon, dalam peresmiannya dihadiri juga oleh pengamat sosial politik dan penulis buku Bunga Rampai Seorang Ideolog, Sutan Aji Nugraha.

“Bagi saya secara pribadi atau secara perspektif masyarakat, ini sungguh hal yang bagus. Karena sudah banyak yang melupakan sejarah motor-motor zaman dulu. Oleh karenanya komunitas ini bisa dijadikan sarana, wahana bagi anak muda untuk berkreasi dan berinovasi,” ungkap Sutan.

Baik Dimas maupun Sutan, memiliki harapan yang sama yaitu membentuk solidaritas yang kuat antar anggotanya.

Sekjen PAN : Dirikan “Rumah Kreatif” Untuk Komunitas Cirebon

Tidak ada komentar

Rabu, 17 Agustus 2016

Cirebon, Setaranews.com – Eddy Soeparno mengadakan silaturahmi komunitas nusantara di beberapa kota di Indonesia, Cirebon merupakan kunjungan kota kedua dari acara silaturahmi ini, berlangsung pada selasa, 16 Agustus 2016 di bangi Kopitiam, Cirebon.

Acara ini mengundang beberapa komunitas di Cirebon seperti komunitas blogger cirebon, komunitas rumah kertas, komunitas terang sore, komunitas e tuli, komunias panca darma, dan jurnalis. Namun hanya perwakilan di tiap komunitas saja karena peserta terbatas.

Dengan tema “Mendorong Kreatifitas, Menjunjung Kebhinekaan, dan Memperkokoh Demokrasi” diwujudkan dalam bentuk suatu pemberiaan pribadi atau swadaya dari Eddy, yang juga menjabat sebagai sekretaris jendral Partai Amanat Nasional (PAN), berupa suatu bangunan fisik “rumah kreatif” dengan tujuan untuk menampung aspirasi anak muda khususnya bagi komunitas-komunitas di Cirebon.

“Sudah dirancang gambar rumahnya, lokasinya di jalan kalibaru utara, Cirebon. Akan ada fasilitas yang disediakan seperti wifi gratis dengan internet tercepat, makanan ringan dan minuman, meja dan kursi, rencananya akan dua lantai.” Ucap Eddy Soeparno disela-sela diskusi berlangsung.

Cirebon menjadi kota pilihan karena selama lima tahun kebelakang, pertumbuhan di kota ini cukup pesat dibandingkan kota-kota lain di Jawa. Menurutnya setelah mengikuti program safari, Cirebon jauh lebih maju, lebih progresif, kreatifitas pemuda Cirebon tidak kalah dari kota lain, mungkin fasilitasnya masih kurang.

Ketertarikan pada rumah kreatif juga dirasakan Nisa Rengganis dari komunitas terang sore, meskipun sudah lama ia bergelut dikomunitas yang mandiri dimana pelaksanaan program dan pembiayaan berasal dari swadaya masing-masing anggota.

“Acara ini bagus, karena bisa mengumpulkan komunitas-komunitas untuk sharing. Meskipun tidak diikuti semua komunitas. Harapannya rumah kreatif bisa menjadi perkumpulan komunitas-komunitas dan menjadi rumah bersama.” Ujarnya.

Acara silaturahmi komunitas nasional berlangsung di kota-kota lain diantaranya Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, dan Makasar.

Rapat Koordinasi PKKMB Alami Ketidakjelasan!

Tidak ada komentar

Selasa, 16 Agustus 2016

Unswagati, Setaranews.com - Terkait surat edaran Rapat Koordinasi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) bersama seluruh perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang dilaksanakan pada Selasa (16/08) pukul 14.00 WIB di Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) mengalami ketidakjelasan.

Rupanya hal tersebut dipicu karena tidak adanya komunikasi yang sejalan antara pihak BEM-U dan jajaran kepanitiaan PKKMB.

“Kata saya, kepengurusan BEM-U sangat kacau, dari pihak BEM-U nya mungkin tidak mengingatkan, hanya sekedar menyebar undangan, dan sementara sebagian Ormawa pun tampaknya menyepelekan,” ungkap salah satu perwakilan UKM yang ingin menghadiri rapat saat ditemui Setaranews.com di halaman Sekretariat BEM-U.

Hal ini tampak jelas tidak adanya komunikasi yang sejalan, karena saat dikonfirmasi ke Anggi Dea Anggraeni selaku Menteri Dalam Negeri (Mendagri) BEM-U, mengungkapkan bahwa dirinya tidak tahu tentang adanya Rapat Koordinasi PKKMB.

"Saya sama sekali tidak mengetahui bahwasanya hari ini akan ada Rapat Koordinasi PKKMB, dan kalau terkait surat undangan Rapat Koordinasi hari ini, yah itu sih urusannya Divisi Acara PKKMB." ungkapnya saat dihubungi oleh Setaranews.com melalui Blackberry Messenger pada Selasa (16/08).

Sementara, Surya Oktaviandi Zebua selaku Ketua Pelaksana (Ketuplak) PKKMB Universitas, memaparkan bahwa wewenang dirinya sebagai Ketuplak telah disebar ke tiap-tiap divisi, sehingga Okta hanya menerima laporan dari yang bersangkutan.

"Wewenang saya sebagai Ketua Pelaksana sudah saya sebar di tiap-tiap divisi, yang memimpin acara Rapat Koordinasi kan Divisi Acara, saya hanya menerima laporan, mengingat waktu pelaksanaan yang mepet.” paparnya saat dihubungi oleh Setaranews.com melalui BlackBerry Messenger pada Selasa (16/08).

Rapat Koordinasi PKKMB pun tidak ada kejelasan dan batal dilaksanakan oleh Panitia Pelaksanaan PKKMB, sementara surat undangan sudah tersebar ke seluruh Ormawa dan UKM yang ada di Unswagati.

Himatansi Raup Keuntungan di Acara Wisuda

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com -  Acara Sidang Terbuka Senat Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang digelar selama dua hari pada Senin dan Selasa, 15-16 Agustus 2016. Acara tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang musiman termasuk dari anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (Himatansi) Unswagati.

Dengan berbekal buket bunga yang merupakan barang titipan, anggota Himatansi menjajakannya di sekitar kampus. Kegiatan berjualan bunga ini rutin dilakukan setiap Unswagati mengadakan acara Sidang Terbuka Senat Unswagati.

"Setiap acara wisudaan emang selalu jualan. Wisudaan kemarin kita jualan di hotel karena tempatnya di sana, tapi sekarang di kampus jadi kita jualan di sini juga," ungkap Lala,  anggota Himatansi ketika ditemui tim Setaranews.com di halaman parkir kampus.

Laba kotor yang didapat dari hasil penjualan bunga sedikitnya mencapai Rp 2.000.000, dengan keuntungannya akan masuk sebagai kas Himatansi. Tidak hanya anggota Himatansi yang mengambil kesempatan meraup keuntungan dalam acara ini, tapi juga dari beberapa pedagang dari luar. Yang dijual pun tidak hanya boneka atau bunga saja namun juga berbagai makanan dan mainan anak-anak. Hal ini dikarenakan acara dipadati oleh keluarga wisudawan yang membawa anak-anaknya.

"Soalnya banyak yang bawa anak juga jadi pasti ada yang beli," ujar salah satu pedagang.

 

 

Keluarga Wisudawan Berharap Tempat Wisuda Lebih Baik

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com - Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati)  yang mengadakan acara Sidang Terbuka Senat ke-45 selama dua hari pada Senin dan Selasa 15-16 Agustus 2016 menimbulkan pro dan kontra oleh orang tua wisudawan terkait tempat pelaksanaan. Banyak yang menyayangkan pemilihan tempat yang disediakan pihak kampus untuk keluarga wisudawan karena dirasa kurang nyaman, namun tak sedikit juga yang sudah merasa cukup puas dengan fasilitas tempat yang diberikan.

Sejauh pantauan dari tim Setaranews.com, ada beberapa titik yang dijadikan tempat tunggu bagi keluarga wisudawan di antaranya ruang kelas Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik sekitar Auditorium yang dijadikan tempat pelaksanaan wisuda, dan halaman masjid Nurul Ilmi yang disulap menjadi ruang tunggu dengan didirikannya tenda dan layar infokus besar.

Lia, salah satu orang tua wisudawan merasa maklum dan cukup nyaman dengan tempat yang tersedia. Lia sendiri menunggu di depan ruang kelas Fakultas Ekonomi demi melihat anaknya yang sedang diwisuda.

"Ya segini sih udah nyaman lah. Saya maklum." Ujarnya.

Berbeda dengan Syamsudin, orang tua wisudawan asal Indramayu yang menganggap tempat pelaksanaan kurang nyaman. Ia berharap agar  tempat untuk acara wisuda yang akan datang dipilih lebih baik lagi dari sekarang.

"Saya merasa kurang nyaman. Anak saya sebelumnya dari Unswagati juga dulu wisuda di Hotel, nah anak saya yang sekarang wisuda di sini. Harapannya sih semoga tempat buat wisuda nanti lebih baik lah dari sekarang." Tutupnya.

Kemacetan Terjadi Saat Wisuda Unswagati ke-45

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengadakan sesi pertama Wisuda Sarjana dan Magister ke-45 pada 15 Agustus 2016 di Aula Kampus Utama Unswagati yang dihadiri oleh 350 lulusan.

Acara wisuda tersebut telah menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan depan Kampus Utama Unswagati.

Kemacetan disebabkan oleh beberapa kendaraan yang parkir secara sembarangan di sepanjang bahu jalan dan lalu lalang orang-orang yang menghadiri acara wisuda. Padahal untuk parkiran, telah disediakan lahan parkir oleh pihak Unswagati di belakang Komandan Distrik Militer (Kodim) Kota Cirebon.

Keluhan pun datang dari salah seorang pengguna jalan, Saefudin yang memaparkan bahwa dirinya sedikit merasa terganggu dengan kemacetan yang terjadi.

"Nyaman gak nyaman ya, memang keadaannya sedang seperti ini, dimaklumi saja." paparnya saat ditemui oleh Setaranews.com di depan jalan Kampus Utama Unswagati pada Senin (15/08).

4 Bahan Alami Ini Bikin Rambut Berkilau!

Tidak ada komentar

Setaranews.com- Rambut bukan hanya mahkota bagi perempuan namun juga bagi laki-laki, untuk mendapatkan rambut yang sehat,hitam, dan berkilau terkadang kita harus mengeluarkan budget yang tidak sedikit. Namun bahan-bahan berikut dapat menolong permasalahan tersebut karena dapat ditemui  dengan
mudah. Yuk intip apa saja bahan-bahannya.




  1. Gunakan telur, mungkin sedikit aneh didengar. Namun kuning telur dapat memelihara rambut agar tidak terlihat kusam. Putih telur membersihkan rambut dengan membantu menghilangkan penumpukan kotoran pada rambut. Hasilnya adalah rambut yang terlihat sangat mengilap setelah hanya sekali pemakaian. Caranya dengan mengoleskan telur ke rambut yang sebelumnya telah dibasahi, kemudian tunggu 10-15 menit. Setelah itu bilas dengan air bersih.



  1. Strawberry, buah yang satu ini bisa memberikan bantuan yang luar biasa. Buatlah masker stroberi dengan sedikit campuran mayones. Masker ini akan membuat rambut berkilau dengan indah dan menghilangkan rambut yang kering dan kusam pada setiap helai rambutnya. Selain itu juga dapat memberi asupan nutrisi dan vitamin yang cukup pada rambut.


 

401169_10150472340001750_1437248613_n




  1. Kayu Manis, Kayu manis memiliki manfaat luar biasa selain menambah cita rasa pada masakan, salah satunya adalah membuat rambut berkilau. Caranya cukup campurkan bubuk kayu manis dengan kondisioner biarkan selama satu malam, lalu bilas hingga bersih keesokan harinya. Perawatan ini bisa dilakukan secara rutin untuk hasil yang maksimal.



  1. Minyak Kelapa, minyak kelapa bisa dimanfaatkan sebagai conditioner yang akan membuat rambut berkilau. Caranya yaitu sebelum keramas gunakanlah minyak kelapa secara merata pada rambut. Untuk hasil terbaik, tutuplah menggunakan penutup rambut dan diamkan selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu bukalah dan keramas hingga bersih.


Selamat mencoba.


(Silvia)


 

 

 

 

SEJARAH! Orang Amerika Duduki Posisi Menteri

Tidak ada komentar

Senin, 15 Agustus 2016

Setaranews.com - Kabar hangat ini gencar diperbincangkan diberbagai media. Presiden Joko Widodo akhirnya memberhentikan dengan hormat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Archandra Tahar, Senin (15/8) malam.

Hal tersebut terjadi karena Menteri ESDM, Archandra Tahar memiliki paspor AS, menurut Pasal 23 Undang-Undang Kewarganegaraan Nomor 12 Tahun 2006, dia praktis kehilangan statusnya sebagai Warga Negara Indonesia.

Hal itu diamini Menkumham Yasonna Laoly. Namun, menurutnya, seseorang yang kehilangan status sebagai Warga Negara Indonesia harus melalui formalitas.

“Kehilangan kewarganegaraan itu harus diformalkan melalui keputusan menteri. Saya setiap bulan pasti menandatangani SK (surat keputusan) penghilangan kewarganegaraan Indonesia atau menerima kewarganegaraan orang asing menjadi warga Indonesia. Jadi, secara legal formal belum ada proses pencabutan kewarganegaraan melalui SK menteri hukum dan HAM kepada pak Archandra Tahar, belum ada,” kata Yasonna.

Lantaran belum ada surat keputusan pencabutan kewarganegaraan Indonesia, Yasonna mengatakan Archandra masih warga Indonesia.

“Karena paspor beliau juga masih hidup, pencabutan formal belum dilakukan melalui SK Menteri Hukum dan HAM, maka dengan melalui sumpah pengembalian kewarganegaraan pejabat yang bersangkutan, utuhlah kembali kewarganegaraan (Indonesia) beliau,” kata Yasonna.

Pernyataan Yasonna berbenturan dengan Undang-Undang Kewarganegaraan Nomor 12 tahun 2006.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 9 undang-undang tersebut, seseorang yang telah kehilangan status WNI lantaran mengucapkan janji setia kepada negara asing, tidak bisa begitu saja memperoleh kembali status WNI dengan membuang status kewarganegaraannya yang lama.

Orang itu harus mengajukan permohonan kembali sebagai WNI pada saat sudah bertempat tinggal di Indonesia selama lima tahun tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut.

Usut punya usut saat dilantik pada Rabu (27/7/2016), Archandra sudah memegang paspor AS setelah melalui proses naturalisasi pada Maret 2012 dengan mengucapkan sumpah setia kepada AS. Karena Indonesia belum mengakui dwi kewarganegaraan, secara hukum, Archandra dinilai sudah kehilangan status WNI nya.

(Dikutip dari www.bbc.com dan nasional.kompas.com dengan beberapa perubahan). (Silvia)

15 Agustus Indonesia Merdeka di Cirebon

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com - Hari ini, tepatnya 15 Agustus adalah hari paling bersejarah bagi Kota Cirebon . Pasalnya, 71 tahun yang lalu Cirebon adalah kota yang lebih dulu memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia. Proklamasi ini bertempat di Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon.

Menurut Mustaqim sejarawan asal Cirebon, yang setaranews temui dikediamannya di Desa Pasindangan Kabupaten Cirebon, menceritakan bahwa berita mengenai Jepang yang kalah oleh sekutu sudah terdengar di radio luar negeri.

“Kekalahan Jepang dari sekutu waktu itu terdengar oleh Syahrir lewat radio luar negeri, langsung memanfaatkan kesempatan ini untuk segera memproklamasikan kemerdekaan kepada pusat di Jakarta. Tapi karena karena di Jakarta situasinya alot maka proklamasipun di ulur lagi ntuk menunggu. Syahrir yang juga merupakan tokoh Sosisalis waktu itu tak ingin menunggu lebih lama dan tak mau kemerdekaan di anggap sebagai pemberian langsung menghubungi kadernya di Cirebon dan  juga sebagai basisnya Sosialis waktu itu. Salah satunya Dr. Soedarsono untuk segera memproklamasikan Kemerdekaan sesegara mungkin,” ujar Mustaqim kepada setaranews.com Sabtu (13/08).

Lebih lanjut, Mustaqim juga menjelaskan bahwasanya tugu yang berada di Jalan Siliwangi, tepatnya di depan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon, merupakan titik dimana proklamasi pertamakalinya dikumandangkan di Cirebon pada tanggal 15 Agustus 1945.

“Tugu Proklamasi yang ada di alun-alun kejaksan adalah simbol dari merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Tugu itu di bangun sekitar tahun 1946,” lanjutnya.

Mengenai naskah proklamasinya dari kutipan yang kami kutip dari Demosmagz.com yang di ungkapkan oleh Wawan , sebagai arsiparis di Bapuspida Cirebon

“Kami tidak memiliki arsip bersejarah itu, hanya ada tulisan dari media massa. Maka dari itu kami membuat tim, untuk penelusuran tentang naskah 15 Agustus 15 Agustus tersebut,” terang Wawan.

Kemana Perginya Moral dan Integritas Pemimpin Sekarang?

Tidak ada komentar
Opini, Setaranews.com - Di era yang serba kekinian, era dimana teknologi semakin merajalela di seluruh penjuru dunia, banyak kita saksikan kelakuan pemimpin-pemimpin dan aparat birokrasi negara sangat teramat tidak terpuji yang dipertontonkan kepada kita semua sebagai rakyat. Perilaku kesewenang-wenangan, pemimpin doyan korupsi, pemimpin gila jabatan, dan perilaku negatif lainnya yang mereka perbuat.

Cerminan Rusaknya Moral Pemimpin

Sebagai cerminan terkait rusaknya moralitas seorang pemimpin. Mari kita cermati dengan teliti bagaimana sikap kejam mantan presiden Amerika Serikat (AS), George Walker Bush yang merupakan sosok pemimpin yang kejam dan suka perang. Dapat kita lihat negara Irak hancur lebur karena abisinya yang kejam dalam ranah politik.

Bukan hanya itu sebagai contoh yang dapat kita jadikan pandangan, coba kita putar balik fikiran kita kebelakang (masa lalu). Kita perhatikan bagaimana Stalin, si raja dari Rusia yang bisa dibilang tega. Cara apapun dihalalkannya, hingga mencapai jutaan nyawa melayang diseluruh dunia, hanya karena ambisinya yang sangat tinggi untuk menegakkan panji-panji berideologi komunisme.

Lihat pula bagaimana Hitler dengan menjunjung tinggi Nazi nya di Jerman, yang dalam kiprahnya menghancur leburkan umat Yahudi di Jerman.

Sungguh dapat dibilang kejam Stalin, dan betapa biadapnya Hitler.

Lantas bagaimana perilaku pemimpin kita di tanah air yang raya ini? Sebenarnya persamaannya antara negara kita dan negara lain perbedaannya tidak jauh, karena tak dipungkiri sering sekali kita di suguhi kabar, serta berita-berita yang sangat miris sekali untuk kita dengarkan. Bayangkan, tidak sedikit pemimpin kita, mulai dari bupati, gubernur, mantan menteri, politisi dan aparat lainnya yang tergabung dalam birokrasi negara, terjeblos ke dalam jeruji besi (Penjara). Karena perilaku mereka yang tak terpuji, seperti korupsi yang mereka lakukan, hingga merugikan miliaran rupiah bagi negara, dan sampai saat ini pun bila kita perhatikan korupsi masih merajalela di tanah air kita Indonesia Raya. Sungguh biadap pemimpin-pemimpin itu. Mata mereka hanya terbuka tetapi gelap untuk memandang, dan hati nurani merekapun tertutup rapat. Sungguh tidak humanis kelakuan mereka.

Penyebab Hancurnya Pemimpin

Menurut penulis, terdapat bebrapa hal yang menyebabkan pemimpin-pemimpin tersebut terperosok kedalam lubang kenistaan, dan melakukan perbuatan yang sungguh tidak bermoral bagi seorang pemimpin.

Pertama, mereka tidak memahami bahwasanya kepemimpinan itu merupakan amanah dari tuhan. Lantas, kepemimpinan dalam bentuk apapun harus semerta-merta berdasarkan norma-norma yang telah digariskan olehnya.

Kedua, dalam pandanga mereka, kepemimpinan itu sebagai cara terbaik dan tercepat untuk mencapai kekuasaan tertinggi. Padahal, sebagai pemimpin seharusnya memahami tugasnya untuk melayani rakyat dan mensejahterakannya, bukan semata-mata mencapai kekuasaan dan menggunakan kekuasaannya untuk melakukan hal-hal yang tidak bermoral.

Ketiga, mereka menjadikan jabatan sebagai ajang yang merengguk keuntungan yang sebesar-besarnya. Hal ini terlihat dari banyaknya pemimpin yang di jebloskan kedalam jeruji besi (penjara) karena tindakan korupsi yang mereka lakukan.

Perilaku Mulia Seorang Pemimpin

Lantas muncul lah satu pertanyaan, bagaimanakah seharusnya seorang pemimpin bersikap dan berperilaku? Di sinilah pentingnya akhlakul karimah (perilaku yang mulia). Perilaku yang mulia harus dijadikan sebagai landasan yang utama khususnya bagi seorang pemimpin yang benar-benar ingin meraih kesuksesan yang mutlak dalam kepemimpinannya, tidak saja didunia, tetapi juga sebagai bekal di akhirat kelak.

Pemimpin yang berperilaku mulia selalu mrnyelaraskan antara perbuatan yang dilakukan dan perkataan yang diucapkannya. Perilaku mulia inilah yang menjadi misi utama utusan tuhan yaitu Muhammad SAW untuk menyempurnakan sikap dan perbuatan di dunia.

Dengan sikap dan perbuatan yang baik serta mulia, derajat seorang pemimpin dapat melambung tinggi dan akan sangat di hargai serta perintah-perintahnya akan di taati oleh rakyatnya. Pemimpin yang berperilaku mulia akan melahirkan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera seperti yang dituangkan dalam pancasila negara Indonesia.

Penulis: Haerul Anwar

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unswagati.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews