Responsive Ad Slot

PKKMB Dikembalikan Kepada Mahasiswa, LPJ Panitia Harus Transparan!

Tidak ada komentar

Jumat, 05 Agustus 2016

Unswagati Cirebon, Setaranews.com - Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang semula akan dilaksanakan oleh pihak kampus, berdasarkan musyawarah mahasiswa akhirnya untuk pelaksanaan dan pengelolaan dikembalikan kepada Mahasiswa, atas dasar kesepakatan antara Mahasiswa dengan pihak kampus.

Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU), Ihsan Amala, pihak Rektorat menyetujui bahwa tidak akan mengintervensi kegiatan PKKMB yang pelaksanaannnya diserahkan kepada mahasiswa.

"Pihak kampus menyepakati dikembalikan kepada mahasiswa. Musyawarah kali ini bicara soal struktural kepanitian PKKMB. Apapun hasilnya pihak kampus harus menyepakati," ujarnya pada saat musyawarah di Aula Unswagati, Jumat (05/08).

Selain itu, Anna Angelia, perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya (USB) menegaskan bahwa siapapun yang menjadi kepanitian pada dasarnya siap mengawal terselenggaranya PKKMB dengan baik dari awal sampai akhir.

"Termasuk mempertanggung jawabkannya secara terbuka. Dengan kata lain LPJ secara terbuka," tukasnya dalam musyawarah.

Dalam musyawarah tersebut disepakati bahwa untuk Ketua Pelaksana PKKMB di pegang oleh Okta, sebagaimana menjabat posisi Wapres di BEMU. Untuk posisi struktural lainnya sampai berita ini diterbitkan masih dalam proses musyawarah.

Rektor Ngotot Tetapkan WR III Ketuplak PKKMB!

Tidak ada komentar

Kamis, 04 Agustus 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Rabu (03/08) diadakan pertemuan antara Rektor, Wakil Rektor III dan empat orang perwakilan dari mahasiswa di Sekretariat Rektor Unswagati terkait tindak lanjut Program Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Universitas.

Mahasiswa kembali mempertanyakan tentang Asas Demokrasi, Kesetaraan serta Keterbukaan pelaksanaan program PKKMB dan Musyawarah Besar (MUBES) yang gagal dilaksanakan.

“Saya minta perombakan struktural kepanitiaan PKKMB Tingkat Universitas, berikut Ketua Pelaksana (Ketuplak) dan stuktural lainnya harus berdasarkan keputusan rapat antara Pimpinan Lembaga dan Mahasiswa yang tergabung dalam MUBES, itu baru adanya proses Demokrasi yang bersih,” ungkap Fikri Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Dudung Hidayat Selaku Wakil Rektor III juga mengungkapkan bahwasannya untuk ketua pelaksana PKKMB itu terserah keputusan Rektor.

“Kalau masalah Ketua Pelaksana PKKMB yah saya sih hanya ditunjuk oleh Rektor berdasarkan keputusan rapat pimpinan, dan kalau memang kalian ngotot ingin merombaknya yah itu sih terserah Rektor saja gimana keputusanya. Saya sih hanya diperintahkan untuk menjadi ketua pelaksana PKKMB tingkat Universitas Tahun ini,” ungkapnya dihadapan Rektor dan Perwakilan Mahasiswa yang berada dalam pertemuan tersebut.

Anehnya, Rochanda Wiradinata Selaku Rektor Unswagati ngotot menolak kalau Ketua Pelaksana PKKMB dipegang Oleh Mahasiswa.

“Kamu boleh merubah struktural PKKMB berdasarkan hasil rapat panitia PKKMB, tapi tidak dengan ketua pelaksananya. Karena Ketua Pelaksana PKKMB sudah diputuskan berdasarkan Rapat Pimpinan Lembaga Universitas yaitu Wakil Rektor III. Apa kamu mau merubah keputusan Rapat pimpinan, tidak bisa begitu kamu,” ungkapnya dengan nada tinggi sambil memukul meja dan menunjuk salah satu mahasiswa.

Mendengar nada tinggi Rektor tersebut, seakan-akan Universitas ingin sekali memegang kendali PKKMB tingkat Universitas tahun ini. Ada apakah dibalik sikap Rektor yang ngotot menetapkan Wakil Rektor III sebagai Ketua Pelaksana PKKMB?

 

 

WR III Bantah Adanya MUBES PKKMB

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com- Musyawarah Besar (MUBES) terkait pembentukan struktural kepanitiaan program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Universitas telah disepakati antara mahasiswa dan Wakil Rektor III akan dilaksanakan pada hari Rabu (03/08) pukul 13:00 WIB.

“Kami perwakilan dari mahasiswa mengajukan surat terkait pelaksanaan MUBES PKKMB itu hari kamis nanti, tetapi WR III meminta untuk dilaksanakan MUBES PKKMB hari Rabu sekarang. Oke kami sepakati penawaran WR III Untuk dilaksanakan MUBES PKKMB hari Rabu Pukul 13:00 WIB,” ungkap Fikri salah satu mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang mengajukan surat pelaksanaan MUBES PKKMB kepada Wakil Rektor III.

Tetapi MUBES PKKMB digagalkan oleh Wakil Rektor III tanpa mengirimkan surat penggagalan MUBES kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA).

“Saya menunggu sampai Pukul 14:00 WIB tapi MUBES tak juga dilaksanakan, sampai akhirnya kami mendengar kabar kalau MUBES gak jadi dilaksanakan, dan saya tidak mendapatkan surat penggagalan MUBES dari WR III. Padahalkan BEM U yang mewakili mahasiswa mengirim surat untuk pelaksanan MUBES, jadi tanpa terkecuali WR III juga harus mengirim surat kepada kami dong apabila ingin menggagalkan MUBES,” ungkap Ihsan Amala Presma Unswagati saat ditemui SetaraNews.com di bawah Gedung Aula Unswagati.

Mendengar hal itu, akhirnya perwakilan dari mahasiswa sebanyak empat orang mengadakan pertemuan langsung bersama Rektor dan Wakil Rektor III di Ruang Sekretariat Rektor.

Anehnya, Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III membantah atas tuduhan bahwasanya dia menyepakati adanya MUBES PKKMB hari ini.

“Saya tidak merasa menyepakati akan diadakan MUBES hari ini, yang saya sepakati itu hari ini adalah batas akhir pengumpulan delegasi panitia PKKMB dari tiap-tiap Fakultas,” tegasnya dalam pertemuan di Ruang Sekretariat Rektor.

 

 

 

1.437 Mahasiswa KKN Resmi Dilepas

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Universitas Swadaya Gunung Jati resmi melepas 1.437 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke 73 desa di kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka pada Rabu (3/8) yang bertempat di lapangan parkir kampus satu. Program studi yang ikut serta dalam KKN tahun ajaran 2015/2016 yaitu Fakultas Teknik (FT), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Pertanian (FP) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). KKN belangsung sejak 3 Agustus hingga 6 September 2016.

Dalam sambutannya Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP, menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu program yang wajib dilakukan baik oleh dosen maupun mahasiswa Unswagati dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip kompetensi akademik, jiwa kewirausahaan dan profesional sehingga dapat menghasilkan program pengabdian masyarakat yang bermutu, relevan dan sinergis dalam pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan KKN Unswagati merupakan suatu wujud nyata sinergitas antara civitas akademika Unswagati dengan masyarakat, juga merupakan salah satu kegiatan yang mendukung visi Unswagati,” ujarnya.

Rektor berharap kepada pihak yang terkait dan berkompeten untuk turut membantu pelaksanaan KKN Unswagati sehingga benar-benar menjadi media pembelajaran praktis kepada para mahasiswa, khususnya kepada Bupati, Camat, Kepala Desa yang wilayahnya menjadi lokasi mahasiswa KKN Unswagati.

"Arahan dan bimbingan dari bapak dan ibu kepada mahasiswa kami teramat sangat kami harapkan, terlebih kepada para dosen pembimbing lapangan tugas yang diemban dalam membimbing, mengarahkan dan memberikan penilaian agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga pada akhir kegiatan KKN dapat memenuhi tujuan utamanya,” tambahnya.

Indonesia Kirim 10 Atlet Bulutangkis ke Olimpiade Rio 2016

Tidak ada komentar

Selasa, 02 Agustus 2016

Jakarta, Setaranews.com – Olimpiade Rio 2016 telah dimulai, artinya tradisi emas olimpiade dari cabang olahraga (cabor) Bulutangkis siap dilanjutkan.

Pada Kamis (28/07), Indonesia telah mengirim 10 atletnya ke Brazil dengan menggunakan maskapai Qatar Airways.

10 atlet tersebut terdiri dari Lindaweni Fanetri (tunggal putri), Tommy Sugiarto (tunggal putra), Greysia Polii/Nitya Krishinda (ganda putri), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), dan Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad serta Debby Susanto/Praveen Jordan (ganda campuran).

Sementara itu, sebelum ke Rio de Janeiro, mereka akan dikarantina di Sao Paulo.

“Semoga kami semua selalu dilindungi oleh Tuhan YME selama di Sao Paulo dan Rio, untuk bisa mencapai hasil terbaik. Tekad, motivasi dan fokus adalah hal-hal yang perlu kami jaga. Saya yakin dan percaya kalau para pemain sudah siap, baik secara teknik maupun mental.” ujar Rexy Mainaky selaku Manajer Tim Bulutangkis Indonesia, dikutip dari Kompas.com, Selasa (08/02).

Paus: Islam Bukanlah Agama Kekerasaan

Tidak ada komentar

Senin, 01 Agustus 2016

Jakarta, Setaranews.com – Belakangan ini Islam selalu dikaitkan dengan kekerasan. Kasus terorisme yang terjadi di berbagai negara selalu dihubungkan dengan keberadaan Islam yang dianggap sebagai agama yang mengajarkan kekerasan. Tapi pendapat ini ditanggapi berbeda oleh Pemimpin Gereja Katolik yang juga merupakan kepala negara dari Negara Kota Vatikan. Menurutnya, stigma yang berkembang dengan mengatakan Islam identik dengan kekerasaan adalah sebuah kesalahan.

"Saya kira pada hampir semua agama selalu ada kelompok kecil fundamentalis. Kami (umat Katolik) juga memilikinya," kata Paus seperti dikutip dalam antaranews.com.

Menurutnya, tidak adil jika mengatakan bahwa Islam adalah sebuah bentuk kekerasan, sebab tidak semua muslim seperti itu. Paus Fransiskus juga menjelaskan bahwa lahirnya terorisme dikarenakan adanya ketidakadilan sosial dan menjadikan uang adalah sesuatu yang patut disembah.

Rangkaian kejadian terorisme dan juga penyerangan di berbagai negara yang memakan banyak korban bukanlah dikarenakan oleh adanya agama tertentu, tetapi merupakan bukti bahwa dunia tengah berperang.

Gulen Siap Dihukum Gantung Jika Terlibat Kudeta

Tidak ada komentar
Setaranews.com – Upaya kudeta yang terjadi pada 15 juli 2016 membuat pemerintah Turki menuduh Fethullah Gulen sebagai dalang dari kejadian tersebut.

Gulen sendiri siap jika harus dihukum, bahkan dihukum gantung sekalipun jika memang terbukti terlibat dalam upaya kudeta.

"Andaikan ada sesuatu yang saya katakan tentang ini secara lisan, jika ada pembicaraan telepon, jika sepersepuluh dari tuduhan ini benar, saya akan membungkukkan leher saya untuk mengatakan, 'Mereka mengatakan kebenaran. Biarkan mereka mengambil saya. Biarkah mereka menggantung saya’," kata Gulen dikutip dari tempo.com (01/08)

Gulen yang berprofesi sebagai pengusaha sekaligus ulama, saat ini sedang mengasingkan diri ke Saylorsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat. Pria 77 tahun ini tetap membantah keterlibatannya dalam upaya kudeta yang menewaskan sekitar 270 orang dan lebih dari 2.000 orang terluka.

Gulen mengatakan jika upaya kudeta lebih mirip pementasan ketimbang kudeta militer. "Mirip seperti skenario pementasan. Ini dipahami dari apa yang terlihat bahwa mereka mempersiapkan tempat untuk mewujudkan apa yang telah mereka rancang," ujar Gulen.

Dampak dari adanya upaya kudeta ini membuat ribuan orang ditangkap dan sejumlah pejabat tinggi militer dan pejabat publik di pecat.

WR III Bantah SMS Penipuan Dana KKN

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Agenda Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon ternyata telah dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menipu peserta KKN melalui SMS. Penipuan ini mengatas namakan Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III Unswagati.

Dalam SMS tersebut menyebutkan bahwa peserta KKN mendapatkan dana bantuan sebesar dua juta rupiah dan disuruh untuk menghubungi bagian keuangan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti). Namun, Wakil Rektor III membantah bahwa SMS tersebut dari dirinya.

“Dua minggu lalu ada peserta KKN yang telepon ke saya menanyakan SMS tersebut. Tapi itu tidak benar, masa Wakil Rektor III mengurus KKN. Semuanya kan di bawah naungan LPMU," ujar Dudung saat ditemui di ruangannya.

Tahun kemarin pun pernah ada kasus serupa yang memakan satu korban, tapi ditujukan kepada dosen Unswagati mengatas namakan Wakil Rektor I. Dosen yang tertipu tersebut telah mengirimkan uang sebesar 5 juta rupiah tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak Wakil Rektor I.

Sementara itu, pihak Universitas sedang menelusuri kasus ini, dan juga melakukan koordinasi dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat Unswagati (LPM-U) untuk senantiasa menghimbau kepada masing-masing Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sejauh ini, kasus tersebut belum dilaporkan ke pihak yang berwajib, karena belum memakan korban.

“Dulu dosen sekarang mahasiswa, kita khawatir kalau kita dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang melihat adanya peluang," Sambungnya.

Adapun momen pelepasan pada Rabu (03/08) nanti akan dimanfaatkan oleh pihak Universitas untuk menghimbau secara langsung kepada mahasiswa peserta KKN. “Saya belum ada momen berkumpul dengan peserta KKN, jadi baru sekedar himbauan melalui LPMU selaku pusat kegiatan KKN. Saya harap juga waktu pelapasan nanti Rektor akan memberikan sambutan mengenai hal ini," tutup Dudung pada Setaranews.com. (Tuti)

PKKMB Harus Transparan dan Akuntabel, Pihak Kampus Mau Tidak?

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, Setaranews.com - Mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi terkait Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) menuntut agar mahasiswa dilibatkan dalam setiap prosesnya. Selain itu, mahasiswa menuntut pula agar pelaksanaan PKKMB harus transparan dan akuntabel serta dapat dipertanggung jawabkan kepada mahasiswa pada umumnya.

Tuntutan tersebut disampaikan oleh negosiator aksi, Jimat Ali Santoso, yang merupakan demisioner ketua umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom), proses PKKMB harus transparan seperti PKKMB tahun-tahun sebelumnya di pegang penuh oleh mahasiswa. Apabila kemudian dialihkan kepada pihak kampus dan tidak transparan atau tidak dipertanggung jawabkan secara terbuka, maka sebuah kemunduran zaman.

"Ketika di pegang mahasiswa proses transparansi dan LPJnya jelas. Tapi ketika dipegang kampus bagaimana? Selama ini kita semua tahu bahwa transparansi masih menjadi PR pihak kampus. Kalo tidak transparan ya berarti mundur. Lebih baik sekalian kembali oleh mahasiswa." jelasnya kepada setaranews, Senin (01/08), di depan gedung Rektorat.

Jimat menegaskan, transparansi merupakan hal yang harus diutamakan. Karena lembaga yang bermutu dan menjungjung tinggi nilai-nilai intelektualitas dan demokrasi wajib melaksanakan itu.

"Apakah mau pihak rektoran melaporkan LPJ PKKMB secara terbuka dihadapan mahasiswa? Kalau tidak mau repot, ya sudah kembali pada sistem tahun sebelumnya dimana PKKMB dipegang mahasiswa yang juga masih melibatkan pihak kampus dalam strukturalnya," tukasnya.

 

PKKMB Tidak Melibatkan Mahasiswa, Pihak Rektorat Mengaku Salah!

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Mahasiswa melakukan aksi Demonstrasi di depan gedung Rektorat Unswagati, terkait program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang tidak melibatkan organisasi kemahasiswaan. Pihak kampus dalam hal ini, Rochanda Wiradinata selaku Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) mengaku salah karena tidak melibatkan mahasiswa sejak awal.

Seperti yang dikatakan oleh Rektor, menjadi kesalahan pihak kampus yang sejak awal tidak melibatkan mahasiswa dalam hal penyusunan kepanitiaan untuk pelaksanaan PKKMB.

"Saya menyadari kalau saya salah, karena tidak melibatkan mahasiswa dari awal untuk menyusun kepanitiaan PKKMB, maka dari itu saya terima tuntutan kalian (Mahasiswa) dan akan dilaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) bersama mahasiswa yang tercatat sebagai panitia PKKMB Universitas." ungkapnya dihadapan peserta aksi.

Dalam tuntutannya, mahasiswa mengatakan dengan tegas bahwa pihak rektorat harus segera melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) bersama mahasiswa yang diwakili oleh tiap-tiap Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

"Kami mahasiswa tidak akan tinggal diam untuk mengklarifikasi masalah ini, proses demokrasi sudah punah di kampus kita, karena lembaga Universitas hanya melibatkan mahasiswa dalam kepanitiaan saja sedangkan mahasiswa tidak dilibatkan dalam pengonsepan PKKMB, maka dari itu kami, mewakili mahasiswa Unswagati menuntut kepada rektor untuk menemui kami disini dan segera dilakukan Musyawarah Besar (Mubes) antara Pimpinan, Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa untuk terwujudnya struktural PKKMB." ungkap Fery salah satu Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) dalam orasinya.

Mendengar tuntutan tersebut, awalnya terjadi negosiasi yang alot untuk direalisasikannya tuntutan mahasiswa, dan akhirnya Rektor menyetujui pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) bersama mahasiswa yang tercatat sebagai panitia PKKMB tingkat Universitas.

Berbagai orasi diluapkan mahasiswa tetapi Rektor enggan menemui mahasiswa, akhirnya terjadi insiden pembakaran ban dihalaman parkir Kampus Utama Unswagati, menandakan bahwasanya mahasiswa sudah merasa kecewa atas perlakuan Rektor yang enggan menemui mahasiswa yang sedang berdemonstrasi.

"Kami menuntut kepada Rektor untuk segera dilaksanakan Mubes antara Pimpinan, Dosen, dan Tenaga kependidikan, dan Mahasiswa untuk mewujudkanstruktural pelaksanaan PKKMB" ungkap Jimat, salah satu Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).

 

 

 

 

 

 

Ketimpangan Kelompok KKN, Sistem yang Mengatur

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (Unswagati) yang akan dilaksanakan pada 3 Agustus sampai dengan 6 September 2016 menuai protes ketidakadilan dari beberapa mahasiswa. Pasalnya, pembagian kelompok KKN tidak merata dan mengalami ketimpangan yang cukup signifikan tidak hanya berdasarkan jumlah anggota namun juga gender.

“Iya nggak adil banget. Ada yang 20 orang ada yang 12 orang terus juga pembagian antara laki-laki dan perempuannya timpang. Di kelompok KKN saya saja perempuannya hanya ada dua orang tapi di kelompok lain malah perempuannya lebih banyak,” Ujar Monika salah satu peserta KKN 2016.

Ketidakseimbangan anggota kelompok KKN ini pun ikut dirasa tidak adil oleh Jimmy Hasoloan selaku ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Unswagati (LPM-U). Namun, menurutnya jumlah mahasiswa semester enam telah dibagi secara proporsional dan merata hingga mencapai ketentuan 20 mahasiswa per kelompok. Ketimpangan yang terjadi dikarenakan masih banyak mahasiswa yang sampai saat ini belum mendaftar.

“Yang memilih daerah itu kan peserta sendiri kalau kuota sudah merata 20 orang per kelompok. Karena hal ini yang mengatur sistem, masih banyak yang belum daftar. Bagian pendaftaran juga yang mengatur bukan kita melainkan IT,” Tutur Jimmy ketika ditemui di ruangannya.

Banyaknya mahasiswa yang belum medaftar KKN dikarenakan banyak alasan. Meski pendaftaran KKN telah ditutup namun pihak LPM-U akan tetap mengusahakan bagi mahasiswa yang ingin mendaftar dengan pertimbangan alasannya. Ketidakseimbangan jumlah anggota tidak akan terjadi apabila mahasiswa peserta KKN sudah mendaftar semua.

“Tadi saja ada yang baru mendaftar, kami bolehkan karena menimbang alasannya. Bapaknya sampai mohon-mohon kesini,” Tutupnya. (Anisa)

 

 

Inilah Hasil Audiensi PKKMB dengan Rektor

Tidak ada komentar

Minggu, 31 Juli 2016

Unswagati, Setaranews.com – Audiensi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2016 yang sempat tertunda pada Kamis lalu kini kembali dilaksanakan pada Sabtu (30/07) pukul 11.00 s/d 12.00 WIB yang dihadiri oleh Rochanda Wiradinata selaku Rektor dan Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III.

Adapun goals yang ingin dicapai dalam audiensi tersebut yakni:

1. Konsep PKKMB tingkat Universitas yang rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari dirasa terlalu lama, maka agar lebih efisien diusulkan hanya selama dua hari, berdasarkan pertimbangan PKKMB yang dilaksanakan oleh BEM seluruh Indonesia
2. Mahasiswa minta untuk dilibatkan dalam kepanitiaan PKKMB
3. Tempat PKKMB, di Lingkungan Kampus
4. Melakukan Kampanye #KitaUnswagati
5. dan terakhir, transparansi kegiatan PKKMB

Goals tersebut disampaikan oleh Ahmad Ihsan Amala selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat Universitas (BEM-U).

Saat audiensi berlangsung terdapat point yang disetujui dan kurang disetujui oleh Rektor.

Terkait pembagian waktu pelaksanaan PKKMB di tingkat Universitas, Rektor memaparkan, PKKMB di tingkat Universitas akan terlaksana selama dua setengah hari saja.

Lalu, Rektor setuju dengan adanya reposisi kepanitiaan yang melibatkan mahasiswa yang sebelumnya akan ditempatkan hanya sebagai Pendamping Gugus, tapi hampir semua sektor dilibatkan, hanya saja, mahasiswa tidak mendapatkan terlalu banyak porsi didalamnya.

“Saya setuju dengan adanya reposisi kepanitiaan, namun bila melihat terlalu banyak porsi yang diberikan pada mahasiswa maka tidak akan tepat sasaran dengan tujuan yang diharapkan oleh Dikti,” ujarnya.

Hari pertama PKKMB sendiri akan dilaksanakan di luar Unswagati, setelahnya rangkaian pelaksanaan PKKMB akan dilaksanakan di lingkungan kampus.

“Setiap kegiatan kita mengharapkan dilaksanakan di Universitas, namun apabila dipaksakan maka tidak akan muat, jadi untuk pembukaan dan beberapa materi yang harus disampaikan secara simultan dilaksanakan di luar kampus.” tambah Rektor.

Pihak Universitas pun tidak merasa keberatan dengan adanya tagline offical #KitaUnswagati yang diusulkan oleh mahasiswa.

Sementara itu, untuk transparansi kegiatan PKKMB, Wakil Rektor III memaparkan hal tersebut memang sudah terdapat dalam program, menurutnya, anggaran PKKMB sudah transparan dengan dipakainya audit.

"Menurut saya masalah transparansi ya silahkan mau dimasukkan, tapi saya tidak jamin Pak Rektor mau tanda tangan berita acara pertemuan ini, dan gak usah dimasukkan lah, karena memang itu mah program, kecuali hal-hal yang prinsip." ungkap Wakil Rektor III.

Namun setelah didesak mahasiswa, akhirnya, point transparansi dimasukkan ke dalam berita acara dan rencananya berita acara sendiri akan ditanda tangani oleh Rektor pada Senin mendatang, karena kondisinya tidak memungkinkan ditanda tangani saat audiensi berlangsung mengingat setelahnya Rektor memiliki agenda ke Bandung. (Devi/Fiqih)
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews