Responsive Ad Slot

Loh Gak Pernah Masuk Kok Boleh Ikut UAS?

Tidak ada komentar

Sabtu, 26 Maret 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Terkait dengan keluhan mahasiswa yang merasa tidak adil dengan sistem perkuliahan yang ada.

Seperti belum lama ini dua mahasiswa yang berada satu kelas dengan narsumber, akan tetapi keduanya tidak pernah mengikuti proses perkuliahan tiba-tiba menjelang UTS dan UAS hadir. Tugas yang dosen berikan pun tak mereka kerjakan.

“Ini kenapa dua orang yang enggak pernah masuk di bolehin Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), jangan mentang uang udah masuk jadi sok aja ikutan” ujar mahasiswi tingkat III jurusan ilmu komunikasi, yang namanya enggan disebutkan (22/03)

Padahal dosen dari awal telah mengatakan, jika kehadiran berpengaruh dengan nilai yang akan didapat oleh mahasiswa dan keikut sertaan dalam UTS dan UAS.

“Enggak adil, saya sering masuk nilai dapat A. Di samain sama yang jarang masuk. Dua orang ini enggak pernah ngerjain tugas dari dosen” tambahnya

Semenjak semester IV hingga semester V dua mahasiswa ini sudah tidak pernah mengikuti perkuliahan akan tetapi pada saat UTS dan UAS mereka berdua hadir.

“dari semester III udah mulai jarang masuk, lebih parahnya di semester IV dan V mereka enggak pernah masuk, nama mereka enggak ada di absen” tambahnya kepada setaranews.com

Isi Petisi Online, Mahasiswa Minta Petinggi Unswagati Segera Sadar

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com – Tempo hari di Unswagati sedang ramai tentang pesan yang disebar melalui Balckberry Messenger (BBM) perihal petisi. Dalam pesan tersebut mahasiswa Unswagati dapat menyuarakan aspirasinya terhadap segala permasalahan – permasalahan didalam lingkungan kampus serta dapat meminta haknya sebagai mahasiswa.

Dalam pesan yang disebar melalui BBM mengenai petisi, Imam Agus Faizal mahasiswa FISIP menyatakan pendapatnya bahwa petisi yang dibuat sangat positif karena mahasiswa dapat menyuarakan keluhannya terhadap Unswagati.

“Dengan petisi tersebut mahasiswa dapat memberikan keluhannya kepada kampus, seperti dosen sering tidak hadir. Adanya petisi ini saya harap dapat membuat sadar petinggi – petinggi kampus bahwa terdapat banyak masalah yang harus segera diselesaikan” ujarnya kepada setaranews.com Selasa (22/03).

Selain Imam, mahasiswa Fakultas Hukum Irfan Satya menjelaskan bahwa isu – isu yang diangkat dalam petisi merupakan keadaan yang sebenarnya di Unswagati.

“Soal isu – isu dalam petisi, ini bukan merupakan isu – isu lagi melainkan sudah menjadi fakta yang terjadi di Unswagati saat ini” ungkapnya.

Lain hal dengan mahasiswa FH lainnya Indra Taufiq Hidayat. Ia mengungkapkan keluhannya terhadap masalah – masalah di Unswagati seperti kurangnya fasilitas yang disediakan oleh kampus.

“Unswagati yang sekarang sama dengan pertama kali saya masuk, tidak ada perkembangan mengenai sarana prasarana yang diperbaharui atau dibangun terutama buat di kampus tiga” tuturnya kepada setaranews.com.

Serupa dengan Indra, Mahasiswi FISIP bernama Farah Diba menyindir tentang kurangnya fasilitas yang disediakan oleh pihak kampus.

“Unswagati semakin lama terlalu mencekik mahasiswanya dengan biaya SKS dan DPP yang semakin mahal namun tidak sesuai dengan fasilitas yang diberikan untuk mahasiswanya” ucapnya.

Lebih lanjut, Farah mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja dosen yang seenaknya sendiri saat mengajar.

“Jangan Menzalimi mahasiswa yang sedang semnagat – semangatnya untuk menuntut ilmu” pungkasnya.

petisi online memang tengan marak di Unswagati. mahasiswa dapat mengkritik kampusnya disitus www.petisionline.net/pendapatmutentangUnswagati

 

 

Reporter : Hashbi Isma Rabbani

ISO Harus Ubah Kualitas Manajemen Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews,com-Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) mendapatkan sertifikat ISO. Hal tersebut membawa dampak positif untuk kemajuan Unswagati, Hal itu juga diutarakan oleh Ihsan Amala selaku Presiden Mahasiswa Unswagati.

"ISO positif untuk kemajuan lembaga kita, kalau kampus sudah punya ISO secara standar operasi mempunyai izin yang jelas".

Namun dilihat dari sisi sistem kualitas manajemen, kenyataannya berbanding terbalik. Sistem kualitas manajemen Unswagati harus banyak yang diperbaiki. Ihsan menyebutkan, pihak kampus akan memperbaiki jam operasional organisasi kemahasiswaan akan diterapkan hingga pukul 22.00.

Apabila ISO tidak bisa berjalan, karena masalah aturan kampus yang masih belum ditegakkan dengan pasti dan tidak sesuai dengan standarisasi ISO, maka sewaktu-waktu ISO bisa saja dicabut.

Secara keseluruhan, Ihsan berharap dengan adanya ISO akan mengubah kualitas manajemen secara keseluruhan. Dari BEM Universitaspun sudah mengajukan perbaikan diberbagai bidang. (25/03/2016).

Mari Pedulikan Penyandang Down Syndrome

Tidak ada komentar
Cirebon,Setaranews.com- Down syndom adalah sebuah kelainan genetik yang berdampak pada keterbelakangan fisik dan mental. Peringatan hari down syndrom sedunia yang jatuh pada tanggal 21 maret kemarin, tanggal ini dipilih karena melambangkan Trisomi -21, yakni kelainan pada kromosom 21 yang di miliki anak-anak dengan Down Syndrom.

Down syndrom saat ini masih dirasa kurang mendapatkan kepedulian dari masyarakat umum, ini yang kemudian masih menjadi tugas besar bagi semua lapisan masyarakat agar lebih bisa menghargai dan lebih saling peduli. Salah satu kurang kepedulian juga beberapa datang dari dokter yang kadang kurang memberi semangat.

Seperti di lansir detik.com beberapa waktu lalu. Yani salah satu orang tua dari penyandang down syndrom menuturkan masih ada saja dokter yang terkadang membuat orang tua penyandang down syndrome tak bersemangat

"Masih ada dokter yang mengatakan ' yasudah , di terima saja.' itu bikin down sebagai orang yang mempunyai pengetahuan dokter  seharusnya bisa menyemangati bahkan kalau di dampingi anak-anak ini juga bisa mempunyai masa depan " tutur yani.

Namun tidak semua nya tidak peduli ada perkempulan orang tua dari penderita down syndrom yang peduli. Seperti di hotel Shangri-La Surabaya yang minggu lalu mengadakan perkumpulan. Ada banyak kegiatan positif yang di kerjakan oleh anak anak down syndrom itu sendiri.

Kembali dengan Edukasi, Teater Dugal Gelar Pementasan ke 23

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com-  Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya (USB) akan mempersembahkan produksinya yang ke XXIII (23). Pementasan yang berjudul “Lima Pintu” karya Budi Yasin Misbach  ini akan dilaksanakan pada tanggal 26-27 maret 2016, bertempat di Aula Universitas Swadaya Gunung Jati.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Umum USB Ana Angelia, Pementasan sudah menjadi proker (Program Kerja) UKM Seni dan Budaya setiap tahunnya.

“Proker tiap tahun pasti ada pementasan, dan sebelum saya menjabat sebagai ketua umum, grup teater nih udah ngerencanain terlebih dahulu. Soalnya gak gampang, latihan enam bulan Cuma buat bedah naskah. Itu sih yang harus dihargai sama temen-temen disini soalnya prosesnya panjang” ujarnya kepada setaranews, Jumat (25/03).

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, persiapan untuk pementasan sudah hampir rampung secara keseluruhan. Disinggung soal minat mahasiswa untuk menontor teater, Kata dia, antusias dari mahasiswa dai tahun ke tahun sama saja. Tapi, teater kami (baca: Tetater Dugal) sudah memiliki pelanggan setia yang sudah menunggu.

“Persiapan buat pementasan udah 90% soalnya kan udah H-1 nih. Tadi malem yang kurang artistik. Antusias dari mahasiswa biasa ya kan tiap tahun gini, Dugal tuh udah punya pelanggan setia yang udah nunggu-nunggu. Alhamdulilah ya. Kalo mahasiswa sini sih lumayan menyambut baik," ucapnya.

Lanjut Ana, apabila dibandingkan dengan film - film biasa teater jelas berbeda. Tater leebih banyak manfaatnya, mengandung nilai edukasi dan pembuatannya pun tidak sembarang, butuh waktu yang cukup panjang.

"Harusnya mahasiswa kita  bisa mengapresiasi karya-karya mahasiswa sendiri, apalagi ini kan emang garap sendiri walaupun naskah juga karya Budi Yasin Misbach tetap aja diedit lagi dari wal sampai akhir engga sama” lanjutnya.

“Kalo tiket kita udah cetak 900, sekarang sisa 200. Kalo yang udah fix sih kita belum tau. Mungkin nanti ada evaluasi”. Tutupnya.

Jurnalis: Gita

Editor: Epri Fahmi Aziz

Bulan Depan BEM-U Bakal Adakan Audiensi Dengan Ormawa

Tidak ada komentar
Unswagati,setaranews.com - Terkait audiensi yang difasilitasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) mengenai Biaya Herregistrasi Semester 2 bersama Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II beberapa waktu silam, BEM Universitas memberikan keterangan.

Ditemui di Sekretariat BEM-U yang baru pada Rabu (23/03), Ahmad Ihsan Amala selaku Presiden Mahasiswa (Presma) memaparkan bahwa, apabila tidak ada kendala, bulan depan dirinya bersama Kementrian Kordinasi Internal sudah mengagendakan akan mengumpulkan organisasi kemahasiswaan untuk membahas isu-isu yang ada di Kampus.

“Kalo kita lihat secara total ada tiga puluh lebih ormawa yang ada di Unswagati, dan kita akan coba kumpulkan mereka di bulan depan, tapi sebelum pengumpulan itu, telah kita lakukan yang namanya BEM-U Goes to BEM-F, mungkin kendala dalam pelaksanaannya waktu itu ada ormawa yang sedang dalam masa kegiatan jadi mereka belum bisa ketemu dengan kita.” Kata Ihsan.

Ia melanjutkan, untuk isu secara keseluruhan, kita tidak boleh menutup mata, apalagi di Kampus sedang marak posterial dengan hashtag #SaveMahasiswaUnswagati

“Secara konten saya sepakat sekali dengan hal itu, cuma untuk masalah penempelan entah, saya ingin tahu lebih lanjut dengan pembuatnya, supaya saya bisa ngobrol, dia punya data apa, kita bisa kaji bareng-bareng kemudian kita bisa ajukan ini ke tingkat Universitas, karena itulah fungsi BEM Universitas, masalah advokasi.” Katanya

KSR Unswagati Adakan Donor Darah

Tidak ada komentar
Unswagati-Setaranews.com, Korps Suka Rela Universitas Swadaya Gunung Jati (KSR Unswagati) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) bekerjasama mengadakan donor darah di kampus Unswagati Cirebon kamis (24/03). Donor darah di mulai pada taggal 22 hingga 24 Maret 2016. Acara donor darah diadakan bergilir mulai dari kampus I,II dan terakhir di kampus III Unswagati

Syarat yang harus di penuhi agar bisa mendonorkan darahnya yaitu Usia 17-60 Tahun (sehat), berat badan minimum 46 kg, tekanan darah (tensi) sistolik 110-160 mmhg, HB ( Hemoglobin) minimal 12,5% sd 17,0 gr %.kisaran waktu yang di lakukan setiap pendonor yaitu 75 hari atau kisaran 3 bulan untuk kembali mendonorkan darahnya, satu kantong darah yang di hasilkan dari setiap orang berjumlah 350 cc.

Setiap orang yang akan mendonorkan darahnya wajib mengisi formulir dan mengadakan cek kesehatan terlebih dahulu. Darah yanag dihasilkan dari hari pertama 39 kantong darah, hari kedua 33 kantong darah dan hari terrakhir 40 lebih kantong darah yang di hasilkan Pihak PMI.

Linda salah seorang anggota KSR menuturkan bahwa donor darah memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh

“Manfaat yang bisa dirasakan oleh tubuh setelah darah diambil yaitu sangat baik untuk jantung di tubuh kita mendaur ulang darah dan sisa daur ulang darah berupa zat besi,serta kelebihan zat besi dapat menghambat aliran darah yang bisa menyebabkan struk” .Ujar Arlinda anggota KSR

Selain itu Linda menambahkan jika darah yang dihasillkan nantinya langsung di bawa dan di olah di Unit Transfusi Darah (UTD).

“Setelah itu darah di simpan sesuai golongan darah masing-masing, bila ada Rumah sakit yang membutuhkan darah,maka pihak rumah sakitlah yang langsung datang ke PMI ataupun Unit Transfusi Darah untuk mengecek darah apa saja yang di butuhkan untuk Pasien yang membutuhkan” tandas Linda

Berikan Pendapatmu untuk Kampus Tercinta Unswagati

Tidak ada komentar

Jumat, 25 Maret 2016

Unswagati, SetaraNews.com – Beberapa hari terahir di lingkungan Unswagati gencar dengan adanya penempelan famplet, atau pun di Black Berrry Masanger (BBM) mengenai hastag “Membunuh Mahasiswa” dan “Save Mahasiswa Unswagati. Dalam selebaran atau Broad Cast (BC) mahasiswa diminta untuk memberikan pandangan, kritik, dan saran mengenai Unswagati ke alamat http://www.petisionline.net/pendapatmutentangunswagati.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu mahasiswa FKIP, Abdurahman, Ia mengaku mendapat informasi tersebut dari BC salah seorang temannya. Ketika ditanya mengenai prihal, Ia menjelaskan semua itu untuk menampung aspirasi mahasiswa.

“Saya juga baru tau, jadi kita diminta memberikan pandangfan, pendapat, atau kritik, saran, mengenai Unswagati. Bebas, bisa apa aja keluhan yang dirasakan oleh mahasiswa. Saya juga udah mengisi,” Ujarnya kepada setaranews.com, Kamis, (24/03).

Selain Abudurahman, beberapa mahasiswa dari fakultas lain pun menganggapi dengan positif adanya selebaran dan bc yang meminta mahasiswa memberikan penilaiannya tentang kampus Unswagati. Seperti yang diungkapkan oleh Nadila, mahasiswi dari Fakultas Hukum (FH) ini menganggap hal semacam itu perlu untuk merangsang mahasiswa.

“Barangkali ada mahasiswa yang gak berani ngomong langsung, atau malu, dengan adanya survey seperti itu mahasiswa jadi tidak sungkan untuk memberikan penilainnya, Karena kita cinta kampus, maka kita harus perhatian, ” ucapnya kepada setaranews.

Adapun isi dari pamphlet ataupun BC tersebut mengarah pada berbagai kebijakan yang dikeluarkan dianggap oleh mahasiswa tidak adil, bahkan bisa ‘membunuh mahasiswa’. Beberpa contoh persoalan yang diperbincangkan diantaranya:
1. Penarikan Herregistrasi untuk mahasiswa tingkat satu
2. Sertifikat TOEFL yang Tidak Kunjung Diberikan
3. DPP dan SKS yang dinilai Terlalu Mahal
4. Fasilitas Kampus (Parkiran, RTH, Sarana Olahraga, Parkir, dll)
5. Fasilitas belajar mengajar
6. Pembangunan gedung baru yang dinilai gagal struktur
7. Beberapa fakultas terancam dinonaktifkan
8. Pencabutan DISPENSASI (Keringanan Biaya Kuliah)
9. Info Beasiswa tidak tersebar
10. Ruang Kelas yang minim
11. Transparansi Anggaran
12. Penegrian yang batal

WR II : Heregistrasi Bukanlah Biaya Baru

Tidak ada komentar

Rabu, 23 Maret 2016

Cirebon, SetaraNews.com - Setelah dua tahun tiada, akhirnya pada tahun 2015 biaya heregistrasi muncul kembali. Kemunculan biaya ini menuai protes dari para mahasiswa khususnya mahasiswa tingkat satu, yang dibebani dengan adanya biaya heregistrasi ini. Pada siang tadi (21/03) bertempat di ruangan rektor, sejumlah perwakilan mahasiswa melakukan audensi dengan wakil rekor 1, 2 & 3 terkait dengan adanya biaya heregistrasi sebesar Rp. 150.000.
keputusan heregistrasi ini sudah disosialisasikan, sedangkan biaya heregistrasi sendiri bukan biaya baru, sebelumnya telah ada .
“heregistrasi itu bukan biaya baru, keputusan heregistrasi ini tahun 2014. Kita sudah mensosialisasikan lewat brosur. Uangnya masuk kemana? masuk ke Universitas, setiap triwulan kami laporkan ke yayasan” Ujar Acep Komara selaku wakil rektor 2 (bidang keuangan) saat audensi (21/03)
Acep pun menambahkan “pembiayaan ada sosialisasi, ownernya yayasan. Kualitas itu ada harganya. Inflasi tidak ada yang turun, jadi beban Universitas dari tahun ke tahun naik. Dari sebelumnya sudah Rp. 100.000, saya pikir wajar jika naik, tidak ada penyelewengan” tambahnya
Audensi ini dimulai pukul 11:00 sampai dengan pukul 13:00 WIB, jalan audensi sendiri lancar meski sebagaian perwakilan ada yang berdiri dikarenakan keterbatasan tempat duduk.

Audiensi dengan Mahasiswa, Universitas dinilai Gagal Beri Penjelasan

Tidak ada komentar

Selasa, 22 Maret 2016

Unswagati, setaranews.com – Perihal penarikan dana heregistrasi untuk tingkat satu menuai banyak polemik. Ketika dipertanyakan oleh sejumlah mahasiswa terkait dasar penetapan biaya herregistrasi sebesar Rp 150.000, dirasa memberatkan dan tidak adil, pihak Universitas tidak bisa menjelaskan dengan rinci dan detail, bahkan dinilai berbelit–belit tidak pada pokok permasalahan.

Audiensi yang dilakukan oleh mahasiswa dengan pihak universitas, yang difasilitasi Badan Eksekutif Mahasiswa pada Senin (21/03) berlangsung lancar meskipun diwarnai perdebatan. Pokok pembahasan dalam audiensi adalah dasar penetapan biaya herregistrasi, dan hanya dibebankan untuk mahasiswa semester dua (tingkat satu). Dari pihak universitas yang menghadiri audiensi ini adalah Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III dan bidang keuangan.

Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Mahasiswa (Presma) Ihsan, hasil audiensi dirasa mengambang tanpa kejelasan karena pihak universitas terlalu berbelit-belit dalam melakukan penjelasannya. Hingga akhir audiensi yang didurasikan satu setengah jam dimulai dari pukul 11.00 sampai dengan 12.30 WIB masih ada beberapa mahasiswa peserta audiensi yang belum jelas mengenai alur alokasi heregistrasi dan dasar penetapan biaya heregistrasi.

“Dari awal itu membahas heregistrasi semester dua namun mereka (re: pihak universitas) terlalu berbelit-belit sehingga diinterupsi berkali-kali oleh mahasiswa tapi tetap saja belum menemukan kejelasan sehingga kami membacakan tuntutan sikap dari mahasiswa.” Ujar Ihsan Amala selaku ketua BEM Unswagati.

Lebih lanjut Ia menuturkan, terkait dengan ketidakjelasan hasil audiensi tersebut pihak mahasiswa akan menunggu hasil rapat pimpinan seminggu kedepan, jika pihak universitas masih belum melakukan tindak lanjut sesuai dengan tuntutan mahasiswa maka akan ada audiensi dengan skala lebih besar lagi dan membuat petisi.

 

Universitas Swadaya Gunung Jati Kembali Adakan Seleksi Mahasiswa Berprestasi

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com-Seleksi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) yang berlangsung selama dua hari ini terhitung dari tanggal 21-22 Maret. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi mahasiswa dan mahasiswi yang memiliki prestasi di bidang Akademik maupun Non Akademik untuk nantinya diikutsertakan dalam ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi di tingkat Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh enam mahasiswa dan mahasiswi se-Unswagati yang terdiri dari perwakilan setiap fakultas, diantaranya adalah Hilmi Adam (Fisip/Administrasi Negara), Yuli Mulyani (Fisip/Administrasi Negara), M Ikbal Anand (Kedokteran), Laras Ratih Maulida (FKIP/Bhs. Inggris), Lia Dahlia (FKIP/Bhs. Inggris) dan Isna (FKIP/Matematika). Pada seleksi Mawapres kali ini salah satu aspek yang diunggulkan adalah peserta mampu dan cakap dalam berbahasa Inggris.

“Peserta yang ikut seleksi ini nantinya akan dipilih tiga besar dan akan diseleksi lagi menjadi satu orang yang akan mewakili universitas di ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi di tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) sewilayah Jawabarat dan Banten.” Ujar Khomarudin selaku Biro Kemahasiswaan.

Namun sayang, ajang bergengsi yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini tidak diikuti oleh seluruh perwakilan dari Fakultas.

“Hanya tiga fakultas yang mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti seleksi program ini, yaitu FISIP, FKIP dan Kedokteran sisanya tidak bisa ikut serta dikarenakan dengan alasan sulit memenuhi syarat berbahasa inggris.” lanjut Khomarudin. Kedepannya diharapkan setiap fakultas bisa mempersiapkannya jauh-jauh hari untuk mengirimkan perwakilan mahasiswanya pada seleksi Mawapres dan meningkatkan kualitas kemampuan dalam berbahasa Inggris.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews