Responsive Ad Slot

Belum jelas, Pemkot Enggan Konfirmasi Soal Penegrian Unswagati

Tidak ada komentar

Sabtu, 23 Januari 2016

Cirebon, Setara News.com- Konfirmasi langsung dari pihak Pemkot Cirebon terkait gelontoran dana dari Pemprov untuk pengadaan tanah penegiran Unswagati masih belum jelas.Tiem dari setaranews sempat mendatangi Pemkot namun masih belum ada keterangan yang pasti dari pihak Pemkot.

Dikatakan oleh salah seorang Staf Humas Pemkot yang enggan disebutkan namanya, bahwa walikota sedang sibuk dan banyak urusan kepemerintahan. Jadi, terkait anggaran dari provinsi untuk pengadaan lahan penegrian unswagati, beliau belum bisa menanggapinya.

“Ada kegiatan, beliau sedang sibuk, jadi gak bisa memberikan konfirmasi. Saya sih pernah dengar emang pernah ada dana bantuan dari Pemprov untuk pengadaan tanah,” ucapnya kepada setaranews, selasa,(19/01).

Tim Pers Setara unswagati pada 14/1 mengunjungi ke Balai kota Cirebon ingin bertemu dengan Kepala Bagian Humas pemkot tapi sayang tim pers setaranews.com tidak bisa menemui  beliau karena pada saat yang sama Presiden Republik Indonesia sedang mengunjungi kota Cirebon dan selurih kepala dinas yang berada di pemkot mengikutin pertemuan dengan presiden.

Lebih lanjut, ketika ingin mengkonfirmasi kepada Kabag Humas pun sama, nihil hasilnya. Ketika ingin mempertanyakan terkait kabar burung yang beredar bahwa Pemprov pernah memberikan sumbangan untuk pengadaan tanah penegrian Unswagati.

“Pak humas sedang ke luar kota,” ucapnya singkat.

 

Reporter: Wido, Silvia, Ananda

Editor: Epri Fahmi Aziz

Jangan Lupa Bahagia

Tidak ada komentar
 

Laksana  tetes embun dipagi hari

Merangkak tinggi melenyapkan diri disambut matahari

(L)Awan pekat hitam menyambut setiap kali

Meneteskan  air kembali, seraya tak boleh untuk menghampiri

 

Masa melewati masa menusuk asa

Untaian kata - kata lewat begitu saja

Tanpa rasa ataupun hembusan angin surga

Hanya ada tumpukan luka dan air mata

 

Bila ada cahaya tiba untuk menjupa

Setidaknya hanya untuk menyapa

Bawalah secercah harapan tiba

Sayang, Aku bukan manusia sempurna

 

Bagaikan bulan terlihat sempurna

Tak ubahnya dengan sebuah fatamorgana

Begitupun cinta manusia mudah dipercaya

Tak jarang  berubah menjadi pelipur lara

 

Bukan keindahan rupa kurasa

Bukan keagungan harta pula

Bukan jua kenikmatan sensasional pesona

Bukan, itu bukan arti sebuah makna

 

Sayang, Cinta  tak pernah salah

Hanya saja kita sering mempermasalahkannya

Seperti itulah. Bak Pohon kaktus digurun sahara

Hamparan padang pasir pun bisa bersahajah dengannya

 

Sayang, cinta memang tak harus memiliki

Tapi Aku ingin memilikimu cinta.

Sayangnya hinga kini ataupun nanti

Tetap saja Aku masih lupa.

 

Lupa. Bagaimana rasanya mencinta.

Lupa. Bagaimana caranya merasa.

Lupa. Bagiamana kerasnya diterpa asa

Lupa. Bagaimana angkuhnya kata-kata

 

Kalau ada rindu atau sesal lupakan saja

Satuhal yang ingin Aku utarakan

Sayang, jangan lupa bahagia

Karna untuk Itu kita diciptakan

 

Epri Fahmi Aziz

Sebuah coretan dipagi hari (Cirebon, 23 Februari 2016)

 

 

HMS Gelar Makrab untuk Mengompakan Solidaritas Anggotanya

Tidak ada komentar

Kamis, 21 Januari 2016

Unswagati Cirebon, setaranews.com -  Himpunan Mahasiswa  Teknik Sipil (HMS) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon  mengadakan malam keakraban atau biasa disebut Makrab yang diikuti oleh anggota HMS. Anggota yang mengikuti kegiatan ini pun terdiri dari pengurus dan anggota baru yang bergabung kedalam HMS. Acara makrab ini dilaksanakan selama dua hari yaitu tepatnya  pada tanggal 16-17 Januari 2016 di kampus satu Unswagati.

Dikatakan oleh M. Faisal selaku Ketua Pelaksana, makrab tersebut merupakan kegiatan perkenalan sekaligus pengakraban sesama anggota dan pengurus di lingkungan HMS. Kata dia, dalam acara puncak tersebut pihaknya menggelar malam keakraban yang dihadiri juga oleh alumni - alumni dari HMS itu sendiri.

"Ini merupakan kegiatan untuk perkenalan dan pengakraban kepada anggota baru khususnya dan pengurus pada umunya. Acara ini kami selanggarakan selama dua hari," ujarnya ketika di pintai keterangan oleh setaranews, Sabtu (16./01).

Lebih lanjut Faisal menuturkan, dalam kegiatan makrab kali ini pun digelar pula reseprsi penyematan syal kepada anggota baru sebagai tanda bahwa mereka telah lolos seleksi dan diterima sebagai anggota keluarga dari HMS.

“Ya dengan adanya acara ini kami berharap semoga HMS bisa lebih meningkatkan perannya, kemudian bisa lebih baik kedepannya, tentunya yang paling utama yaitu anggotanya agar lebih kompak.” Tuturnya kepada setaranews.

 

Reporter: Anisa Arwila dan Dinda Ayu Lestari

Editor: Epri Fahmi Aziz

Biarkan Aku

Tidak ada komentar

Rabu, 20 Januari 2016

Bagai magnet dalam pusaran angin
Seberapapun kuatnya rintangan
Harus tetap ku gapai
Seperti senja di sore hari
Sesingkat apapun waktunya
Tapi biarlah.. karena aku kan tetap memukau
Sebebas burung di udara
Ku kepakkan sayap, terbang menembus cakrawala
Menembus batas mimpi, tanpa kekanganmu

Jangan lagi paksa aku mengikutimu
Aku bukan bagian darimu
Biarkan aku meraihnya
Bebaskan aku untuk bermimpi
Karena aku bukanlah kamu
Ya! Kamu yang meringkuk di bawah selimut
Lalu terhempas pada untaian kabut
Karena kamu tak ubahnya seorang pengecut.

 

Oleh: Anisa Arwila

Fakultas Ekonomi Unswagati

SD Sampai Mahasiswa Ikuti Olimpiade Matematika Unswagati

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himaptika) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengadakan Gebyar Matematika pada 17 – 26 Januari 2015.

Acara ini terdiri dari olimpiade matematika dan lomba cerdas tangkas matematika yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa se-wilayah III Cirebon. “ Acara ini diikuti oleh pelajar timgkat SD, SMP, SMA, SMK dan mahasiswa se-wilayah III Cirebon.” Ujar Andi Sugianto, ketua pelaksana.

Olimpiade matematika  dilaksanakan di tiga tempat dimulai 17 januari kemarin, yakni di Majalengka, Indramayu dan Kuningan, “seleksi di tiga tempat ini merupakan tahap satu, kemudian tahap dua penyisihan dan final di kampus 2.” Ucapnya. Lomba tersebut diikuti oleh 330 peserta. Berbeda dengan olimpiade, lomba cerdas tangkas matematika, diikuti oleh 94 peserta dengan tiga orang per-timnya. “lomba cerdas tangkas matematika dilaksanakan mulai hari ini (19/01) di kampus 2.” Ujarnya.

Acara yang bertema “rangkai baris potensi raih deret prestasi tanpa batas dalam padanan kompetensi” merupakan salah satu program kerja Himaptika departemen pendidikan. “ ini salah satu proker Himaptika, harapannya agar lebih mengenal Unswagati dan menjalin silaturahmi  serta bisa memberikan pembelajaran kepada siswa-siswa di wilayah III Cirebon.” Ujarnya.

Disela-sela menunggu pengumuman sekolah mana yang lolos menuju tahap selanjutnya, setaranews.com mewawancarai salah satu peserta yang berasal dari SMP PTQ Al-Hikmah, menurutnya saat pelaksanaan dirasa biasa saja dan soal bervariasi, “rasanya biasa aja, ada yang bisa dikerjain ada yang nggak bisa. Tapi semoga bisa lolos ke tahap selanjutnya.” Ucap Sayyiramadhan.

Ngarot, Tradisi Indramayu yang Terus Lestari

Tidak ada komentar

Senin, 18 Januari 2016

Cirebon,setaranews.com- Keanekaragaman adat yang di miliki warga Indramayu Jabar,sangat beaneka ragam . salah satunya Ngarot. Nah, Acara adat Ngarot sebagai warisan leluhur secara turun temurun kembali di gelar Sabtu (16/1). Tradisi yang sudah ada sejak jaman nenek moyang ini begitu sangat kental melekat pada diri warga indramayu khususnya di daerah Lelea.Ngarot menjadi tradisi tahunan bagi warga Kecamatan Lelea. Acara ini di laksanakan setiap satu tahun sekali, biasanya ngarot diadakan pada masa awal menanam padi. Ini menjadi simbol warga indramayu yang notaben masyarakatnya menjadi seorang petani.

Acara di mulai dari jam 08.30-15.00.Dalam pelaksanaan Tradisi ngarot,terdapat sepasang pengantin yang masih perawan dan perjaka,serta kasinoman yaitu gadis dan perjaka sebagai peserta yang di pilih langsung oleh kepala desa.Rangkaian kegiatan yang di lakukan dalam acara ngarot ini menampilkan berbagai tradisi tari topeng, seserahan bibit padi, cangkul, serta air yang menjadi simbol kemakmuran dan kesuburan bagi warganya.

Menurut kepala desa setempat. Masadi, di adakanya ngarot bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan,ungkapan syukur dari para petani atas hasil panen padi,serta melestarikan budaya supaya tetap hidup dan memperkenalkan kepada generasi muda untuk mencintai budaya/tradisi nenek moyang supaya tidak punah dengan perkembangan zaman.
Pesta rakyat ini ternyata juga memberikan dampak yang baik untuk masyarakat. Selama aacara berlangsung pengunjung nampak antusias mengikuti acara yang di helat satu tahun sekali ini

”Memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak,respon masyarakat dan pengunjungnya baik,saling memberikan dan mendapatkan sesuai harapan” ujar Imam penjual boneka yang tim setara temui.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews