Responsive Ad Slot

Sebulan Ada Lotte Mart, PKL Apa Kabar?

Tidak ada komentar

Kamis, 05 Desember 2013

Cirebon, SetaraNews.com - Pusat perbelanjaan Lottemart di kota Cirebon yang sebelumnya banyak menuai kontroversi telah diresmikan hampir satu bulan yang lalu. Itu artinya telah satu bulan juga para pedagang kaki lima (PKL) yang biasanya berjualan di depan kampus tiga direlokasi.

Akan tetapi tidak semua pedagang bernasib untung mendapat fasilitas yang dijanjikan Lotte Mart. Beberapa pedagang yang tidak mendapat tempat harus rela memisahkan diri dengan kawan-kawan sesama PKL lain yang lebih beruntung. Mereka yang tidak mendapat tempat mesti berjualan di dekat lahan parkir Lotte Mart. Salah satunya Pakde. Pedagang ketoprak yang identik dengan kopiahnya ini mengaku daganganya tidak seramai dulu.

“Ya jelas ramai di sana mas, memang tempatnya di sini enak saya juga tidak harus bingung menggeser-geser grobak, tapi tetep enak di sana.” Ujar Pakde pada Setaranews siang tadi.

Pakde menambahkan dirinya kini juga berjualan minuman untuk menambah pemasukanya. “Ya sekarang jualan minuman buat tambah-tambah.” Terangnya.

Hal senada juga diutarakan pedagang bubur yang berjualan berdampingan dengan Pakde. Perempuan yang mengaku sudah berjualan bubur di depan kampus tiga selama lima tahun ini masih menganggap tempat ia berjualan semula lebih mnguntungkan untuknya. Walaupun ia juga menilai jika berjualan dikawasan Lotte Mart membuat jam kerjanya lebih panjang ketimbang di tempa semula.

“Waktu awal buka, sampe jam sebelasan, belum ada yang beli mas, kalo sekarangmah udah mending” tambahnya.

Nur Arwani salah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjelaskan kalau dirinya dan beberapa mahasiswa kampus tiga yang biasanya menghabiskan waktu untuk makan ditempat PKL semula, kini harus berjalan lebih jauh untuk sekedar mengisi perut.

“Agak kecewa soalnya beberapa pedagang yang mendapat tempat di pelataran Lotte Mart malah naikin harga juga ke mahasiswa, jadi saya lebih milih makan di si bu tukang bubur ini, soalnya harganya ga naik.” Kata mahasiswa semester tiga tersebut

Untag, Menggelar Seminar Bertajuk ‘Demokrasi’

Tidak ada komentar

Selasa, 03 Desember 2013



Untag Cirebon, SetaraNews.com – Presedium Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) Tujuh Belas Agustus 1945 (UNTAG’45) mengadakan seminar di Aula Kampus UNTAG’45,  dengan tema “ Peran Mahasiswa Dalam Mengawal Transisi Demokrasi”, Pemateri dalam acara ini di datangkan dari Pusat Penelitian Politik-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Puslit Pol–LIPI).

Seminar ini diadakan dalam rangka menumbuhkan kembali semangat Demokrasi yang semakin hilang terutama di kalangan pemuda khususnya mahasiswa, ditambah lagi kekuasaan dinasti politik ini semakin merajalela  sekaligus menghilangkan nilai–nilai demokrasi.

“Acara ini untuk menumbuhkan kembali semangat demokrasi, khusunya peran mahasiswa dalam mengawal kelangsungan demokrasi di negeri ini, penyalahgunaan wewenang mengatas namakan demokrasi semakin marak di negeri ini, dan politik dinasti pun belakangan menjadi tren” Ujar Rahmat Selaku Ketua pelaksana kepada SetaraNews.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sedang berkembang melakukan Transisi menuju bangsa yang demokrasi, menurut Dr. Indria Samego selaku pemateri ada 3 inti permasalahan dalam proses demorasi di Indonesia, yaitu :

  1. Faktor Sejarah

  2. Faktor Ekonomi

  3. Faktor Hukum


Faktor Sejarah dalam negeri ini yaitu karena pada zaman dulu Indonesia merupakan negara Kerajaan yang pastinya menganut sistem  Otoriter ( sewenag–wenang ) dan Feodalisitik  karena bentuknya kerajaan, dan akhirnya memunculkan Neo–Feodalistik dikalangan elite politik (Penguasa).

Faktor Ekonomi jelas sangat Berpengaruh dikarenakan masyarakat ini belum sepenuhnya sejahtera secara ekonomi, secara teori semakin maju suatu negara, maka akan semakin Demokrasi.

Faktor Hukum juga berpengaruh, hukum yang dijadikan patokan di Indonesia kebanyakan masih buatan Belanda, dan ditambah lagi para penegak hukum serta pembuat peraturannya pun korup, itu semua berpengaruh terhadap proses penegakan hukum di Indonesia.

Maka dari itu, menurut Dr. Indria Samego disinilah peran kaum muda khusunya mahasiswa yang harus terus mangawal proses Demokrasi di Indonesia.

“Sampai detik ini saya masih percaya mahasiswa bisa memberi perubahan, karena sejarah perubahan yang ada di Indonesia tidak lepas dari peran serta kaum muda, khusunya mahasiswa” Ujar Dr. Indria Samego.

Ormawa Unswagati Dianjurkan untuk Kerja Bakti

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati Keluarkan surat nomor 215/UNIV/XI/2013 perihal "Anjuran Kerja Bakti Membersihkan Ruangan". Surat itu diedarkan ke seluruh Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) ditingkat Fakultas maupun Universitas.

Sesuai intruksi Rektor, pada rapat Bidang tiga hari sabtu, 30 November 2013, rektor meng-intruksikan kepada seluruh Ormawa di lingkungan Unswagati agar mengadakan kerja bakti di sekretariat masing - masing. Adapun pelaksanaanya yaitu pada:

Hari/Tanggal       : Selasa, 3 Desember 2013

Waktu                     : Pukul 13.00 WIB

Tempat                  : Sekretariat masing - masing

Untuk itu diharapkan kerjasamanya dari setiap ormawa yang berada di lingkungan Unswagati agar dapat menjalankan anjuran tersebut.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews