Responsive Ad Slot

Meriah, Acara Shymphony PSM Unswagati

Tidak ada komentar

Sabtu, 02 November 2013

Unswagati, Setaranews.com - Meriah acara symphony, acara yang pertamakalinya diselenggarakan oleh Paduan Suara Musik Universitas Swadaya Gunung Jati yang merupakan salah satu program kerja dari Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya Unswagati pada Jumat malam (1/11) lalu di Aula Grawidyasabha Kampus 1 Unswagati.

Sebagian besar penonton terpukau dengan penampilan paduan suara dan musik yang ditampilkan. Di sela-sela acara, turut dipentaskan teater yang membawa pesan akan pentingnya permainan tradisional bagi anak-anak remaja. Permainan yang turut ikut membantu peningkatan kecerdasan emosional tersebut kini beranjak mulai ditinggalkan dengan permainan ala 'kebarat-baratan'.

Acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Rektor III; Amanan Drs., MSi.,  dan Wakil Rektor IV; H. Supriyadi, Ir., MM., Pembina Teknis bidang kegiatan kemahasiswaan Unit Seni Budaya divisi PSM; Hj. Ayu Dharliana, SE., SH., MM., MH., beserta jajaranya. Dalam sambutannya WR III yang sekaligus mewakili Rektor, meminta maaf bahwa Rektor berhalangan hadir dikarenakan sedang mengadakan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Ikatan Dokter Indonesia mengenai akreditasi dan menyampaikan pesan dari Rektor agar mahasiswa terus mengembangkan gagasan dan ide-idenya dalam berkreatifitas.

Penonton turut disuguhkan dengan tarian topeng khas daerah Cirebon, tarian yang merupakan warisan budaya Cirebon. "Inilah bukti cinta kami terhadap budaya Cirebon, dan kami berusaha untuk tetap melestarikannya." ujar Nia Nurohmiasih, selaku pembawa acara kepada khalayak penonton.

Saat penutupan acara, Tim Paduan Suara Musik Unswagati yang bakal mengikuti grand final di Jatinangor pada 6 November 2013; meminta kepada seluruh kawan-kawan agar turut mendoa'akan tim PSM Unswagati agar menjadi yang terbaik saat grand final yang diadakan oleh Kopertis 4 tingkat Jawa Barat dan Banten nanti.

 

Ahok: Anak Muda Harus Berani Berpolitik, Perbaiki Keadaan!

Tidak ada komentar

Kamis, 31 Oktober 2013

Jakarta, SetaraNews.com – Malam penganugerahan KEM Tempo Institute Menjadi Indonesia telah berlangsung sukses, Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama atau Ahok pun ikut membacakan surat dari dan untuk pemimpin.

SetaraNews berkesempatan meliput acara ini secara langsung. Acara yang dimulai sejak pukul 20.00 Wib di Gedung Galeri Nasional Jakarta (30/10) ini telah selesai. Begitu juga dengan program KEM Tempo Institute periode 2013 yang ganjil dilaksanakan kelima kalinya. Dalam acara itu, turut berbicara juga Rocky Gerung Dosen Filsafat UI tentang kebudayaan akal sehat, dan Titiek Puspa yang menyumbang dua buah lagu yang cukup menyentuh.

Dalam pidatonya, pria yang mengawali karier politiknya sebagai Anggota DPRD Belitung Timur ini mengatakan bahwa saat ini generasi muda harus berani dan mau berpolitik, karena politik lah yang akan membawa kita ke jalan perubahan. “ Kita, harus berani terjun langsung ke arena. Berpolitiklah menggunakan akal sehat” ujarnya.

Dalam pidato singkat selama 10 menit itu, Ia menceritakan tentang perjalanan politiknya. Ia kurang yakin jika menjadi seorang pengkritik bisa merubah keadaan. Ia berpendapat bahwa daripada menjadi pengkritik, lebih baik terjun langsung ke politik sebagai negarawan dan memperbaiki keadaan.

“Kalau kata Bung Sjahrir, kita itu ibarat seperti penonton yang menantang pemain sepak bola” tegas Ahok.

Selain itu, Ahok juga menegaskan bahwa dirinya adalah seorang yang percaya dengan kutipan dari Abraham Lincoln “Kalau mau menguji karakter seseorang, beri dia kekuasaan, nanti disana akan terlihat dia itu jujur atau tidak ”

“Saya memilih berpolitik karena saya ingin supaya semua orang tahu karakter saya, supaya semua orang tahu kalau saya bisa menjadi pemimpin yang berakal sehat, dan ini adalah pilihan.” tukasnya.

Website DPRD Kota Cirebon Sangat Kurang Bermanfaat

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Rabu (30/10) Website resmi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cirebon sangat kurang bermanfaat. Ini ditujukan pada koresponden online yang ditampilkan di laman resmi http://dprd.cirebonkota.go.id/component/poll/1-bermanfaatkan-website-ini-untuk-anda.html.

Di dalam laman tersebut dijelaskan pilihan bagi pembaca situs online mengenai jejak pendapat "Bermanfaatkan website ini untuk anda?" Diantaranya :

  1. Sangat bermanfaat

  2. Bermanfaat

  3. Cukup bermanfaat

  4. Kurang bermanfaat, dan

  5. Sangat kurang bermanfaat


Jejak pendapat tersebut dibuka sejak Sabtu, 20 Oktober 2012 07:28 dan terakhir kami himpun pada Rabu, 30 Oktober 2013 21:45.  Di dalam postingan tersebut dijelaskan bahwa, koresponden menjawab :

  • Sangat Kurang Bermanfaat     36%

  • Sangat Bermaanfaat     28%

  • Bermanfaat     12%

  • Cukup Bermanfaat     12%

  • Kurang Bermanfaat     12%


Dengan total kunjungan rata-rata perhari antara 100 pengunjung hingga 180 pengunjung ke situs DPRD Kota Cirebon tersebut, website www.dprd.cirebonkota.go.id kalah jauh dengan situs www.cirebonkota.go.id. Pengunjung ke situs publikasi Walikota Cirebon tersebut ternyata jauh lebih unggul yakni sekitar 868 pengunjung perharinya.

Inilah Isi dari APBN Indonesia Tahun 2014

Tidak ada komentar

Rabu, 30 Oktober 2013

Jakarta, SetaraNews.com - Pembahasan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 akhirnya disepakati. Keputusan bersama tersebut dicapai oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisyahbana, dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, serta anggota DPR-RI yang telah berhasil merampungkan pembahasan pada Jumat (25/10) lalu yang kami kutip dari laman Setkab.go.id.

DPR RI telah menyetujui dan menetapkan Rancangan Undang Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 menjadi Undang Undang.  Anggaran belanja negara tahun 2014 ditetapkan sebesar Rp 1.842,4 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.249,9 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 592,5 triliun. Angka tersebut naik 6,74 persen atau Rp 116,2 triliun dari APBN-P 2013 yang sebesar Rp 1.726,2 triliun.

Belanja pemerintah pusat 2014 sebesar Rp 1.249,9 triliun ini meningkat 4,4 persen dibanding belanja pemerintah pusat tahun 2013 sebesar Rp1.196,8 triliun. Begitu pula untuk belanja modal meningkat dari 192,6 triliun rupiah pada APBN-P 2013 menjadi Rp 205,8 triliun di APBN-2014. Belanja modal ini tumbuh sebesar 6,8 persen dan menjadi salah satu faktor penting untuk peningkatan ketersediaan dan kualitas infrastruktur di Indonesia.

Sementara itu, pendapatan negara disepakati Rp 1667,1 triliun atau naik Rp 165,1 triliun (10,99 persen) dari APBN P 2013, terdiri dari penerimaan dalam negeri Rp 1.665,7 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp 385,3 triliun. Defisit anggaran disepakati sebesar Rp 175,348 triliun (1,69 persen  dari PDB) atau turun Rp 48,85 triliun (21,7%) dari APBN-P 2013 yang sebesar Rp 224,2 triliun. Pembiayaan defisit anggaran 2014 bersumber dari pembiayaan utang sebesar Rp 185,1 triliun dan pembiayaan non-utang sebesar negatif Rp 9,7 triliun.

Adapun asumsi makro yang telah disepakati Pemerintah dan DPR-RI adalah: perrtumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2014; Inflasi 5.5 persen atau lebih tinggi dari pengajuan pada RUU APBN sebesar 4,5 persen; nilai tukar rupiah Rp 10.500 per dolar Amerika Serikat; tingkat Suku Bunga Perbendaharaan Negara (SPN) untuk 3 bulan ditetapkan sebesar 5,5 persen. Serta harga ICP minyak ditetapkan 105 dolar AS, lifting minyak 870 ribu barel/hari, dan lifting gas 1.240 ribu barel/hari setara minyak.

 

 

 

 

 

'Keluarga Ormawa Unswagati' Gelar Peringatan Sumpah Pemuda

Tidak ada komentar

Selasa, 29 Oktober 2013

Unswagati, SetaraNews.com - Keluarga Besar Organisasi Kemahasiswaan Universitas Swadaya Gunung Jati menggelar acara peringatan sumpah pemuda yang bertajuk 'Pemuda Untuk Indonesia'.  Acara yang diselenggarakan pada 28 Oktober 2013 kemarin malam berlangsung sangat khidmat.

Acara peringatan sumpah pemuda ini dimulai dengan pengumpulan cap tangan mahasiswa dari kampus 1 hingga ke kampus 3, sejak pukul 08:00 pagi hingga pukul 15:00 WIB dan dilanjutkan kembali pada pukul: 16.00 yang dibuka dengan live musik, menggambar karikatur yang berbentuk poster oleh para mahasiswa, musikalisasi puisi, teatrikal dan ditutup dengan renungan malam serta diakhiri dengan pembacaan ikrar sumpah pemuda pada pukul 22.00 WIB.

Antusias mahasiswa Unswagati yang mengikuti acara ini sangat tinggi, terlihat dari jumlah pengunjung yang datang dapat memenuhi space di tempat parkir Kampus 1 Unswagati. Nampak mahasiswa begitu serius saat merenung arti dari 'perjuangan mahasiswa masa penjajahan' saat mahasiswa Unswagati melakukan teatrikal terbuka di depan para penonton diiringi dengan panggung seribu lilin.

Kegiatan peringatan sumpah pemuda ke-58 yang bertema 'Pemuda untuk Indonesia' ini mendapat apresiasi dan dukungan dari Wakil Rektor III. "Dengan adanya acara seperti ini, saya sangat mendukung sekali. Apalagi anak-anak mengapresiasikannya kepada bidang seni. Sangat menghibur. Saya berharap acara seperti ini pun akan terus berlanjut. Dan saran dari saya, jika akan ada acara seperti ini lagi, harusnya semua panitia menyiapkannya dengan baik, jangan spontan seperti ini". Ujar Bapak Amanan, selaku Wakil Rektor III (bidang kemahasiswaan) kepada SetaraNews sesaat setelah mengikuti kegiatan peringatan sumpah pemuda di Kampus 1 Unswagati.

Senada dengan Wakil Rektor III, Ketua Pelaksana kegiatan; Tri Utomo dari Fakultas Pertanian berharap mahasiswa Unswagati dapat bersatu untuk bersama-sama menuangkan gagasan dan ide dalam satu forum, sehingga dalam perjalanannya pemuda tidak lagi terpecah-pecah dan dapat bersatu seperti masa-masa perjuangan. "Saya melihat, acara ini sangat apresiatif dengan bersatunya seluruh ormawa yang mengumpulkan suatu ide, dan menghasilkan konsep yang sangat baik, hingga mampu mengisi acara momentum sumpah pemuda ini. saya acungkan jempol bagi para ormawa di Unswagati. Saya harapkan acara ini menjadi jembatan bagi para ormawa untuk bisa tetap bersatu" ujarnya.

 

Taman Krucuk Kota Cirebon Terbengkalai, Ini Kata Warga

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Taman Kota Cirebon, Taman Krucuk yang sekian lama dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat  kini terbengkalai, tidak jelas; manfaat, kegunaan, dan tata kelolanya.

Pembangunan yang telah menghabiskan biaya lebih dari Rp 1 miliar dan  memiliki luas sekitar 500 m2, kini jadi tempat tidak berpenghuni dan menyisakan banyak coretan di dinding-dinding bangunannya.

Warga kota Cirebon yang sempat kami minta komentarnya mengenai kondisi Taman Kota Cirebon yang sekian lama tidak terpakai dengan baik, banyak memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Cirebon.

Salah satunya adalah Arman dan Vindi, mereka berharap Pemerintah Kota Cirebon dapat segera mengelola Taman Krucuk dengan baik, pada Sabtu (26/10) yang lalu kepada SetaraNews.com. Simak liputannya melalui Setara TV berikut.

Filosofi yang Tertanam di Wayang Padi

Tidak ada komentar

Senin, 28 Oktober 2013

Kuningan, Setaranews.com - Wayang padi merupakan kreasi seni asli dari Kabupaten Kuningan khususnya dari Kecamatan Cigugur, daerah yang dipercaya sebagai asal muasal keberadaan perkembangan Wayang Padi.

Bahan untuk membuat wayang padi ini berasal dari tangkai padi gogo ataupun tangkai singkong, karena tangkai padi gogo berbeda dengan tangkai padi biasa. Tangkai padi gogo lebih kokoh daripada padi-padi biasa yang ditanam di sawah sehingga tangkai padai dapat dibentuk berupa wayang dengan berbagai macam model.

Wayang padi mengandung filosofi yang sangat baik bagi kehidupan manusia karena wayang padi dapat mengibaratkan hubungan antara manusia dengan Tuhannya.

Selain untuk mengingatkan kembali kepada jenis permainan anak kecil pada zaman dahulu wayang padi juga mengandung makna atau filosofi yang perlu kita pahami. Jani Jatnika selaku kepala bidang kreasi seni di Paseban Tri Panca Tunggal mengatakan, “Padi merupakan sumber kehidupan, arti dari wayang itu dalam pewayangan tentunya ada dalang yang menggerakan wayang, kita juga mengartikan bahwa kita hidup itu bukan kehendak kita sendiri melainkan sebagai anugerah dari yang Maha Kuasa diciptakan sebagai manusia”. Ujarnya kepada Setaranews pada Sabtu (26/10) yang lalu.

Selain dipamerkan pada acara upacara adat Seren Taun yang diselenggarakn satu tahun sekali,  wayang padipun biasa dijadikan sebagai souvenir untuk tamu-tamu kehormatan yang datang ke Paseban karena selain unik juga sangat langka.

Pada perayaan budaya adat tersebut bahan wayang sulit ditemukan di Kuningan, sehingga panitia penyelenggara biasanya mendatangkan padi gogo dari daerah Garut. Karena di Kecamatan Cigugur sendiri sudah berkurang jumlah padi gogonya.

 

Editor : Ali Fikri

 

 

 

Paseban Tri Panca Tunggal Kembali Adakan Upacara Adat

Tidak ada komentar

Minggu, 27 Oktober 2013

Kuningan, setaranews.com - Minggu (27/10) Paseban Tri Panca Tunggal kembali mengadakan acara Seren Taun dalam rangka mensyukuri hasil bumi selama satu tahun yang diberikan kepada para petani di Provinsi Jawa Barat khususnya di Kabupaten Kuningan.

Seren Taun merupakan acara adat yang menjunjung tinngi nilai-nilai kemanusiaan seperti bergotong royong, saling mengasihi antar sesama manusia. Kegiatan-kegiatan yang di lakukan pada acara tersebut salah satu contohnya yaitu tumbuk padi menggunakan alat-alat tradisional seperti alu.

Tumbuk padipun mengandung filosofi yang cukup bagus untuk kehidupan manusia.“Kita selaku manusia mempunyai akal budi bahwa manusia sebelum memakan hasil bumi tentunya akan di olah terlebih dahulu, berbeda dengan binatang yang langsung memakan tanpa diolah, selain itu kita selaku makhluk sosial tidak bisa hidup sendirian melainkan memerlukan bantuan dari orang lain”. Ujar Dodo Widodo selaku panitia upacara adat Seren Taun kepada Setaranews.

Dalam acara tersebut sangat ramai karena banyaknya pengunjung dari lokal, nasional dan internasional juga memamerkan berbagai macam hasil bumi seperti bahan pangan, sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian untuk dipajang serta di berikan kepada para pengunjung yang hadir.

Agnia salah satu pengunjung asal Kota Cirebon berkomentar “Acara Seren Taun ini sangat baik dan semoga tahun depan bisa lebih tertata lagi karena dalam acara ini masih banyak pedagang-pedagang yang masuk ke area sehingga menghilangkan sedikit esensi dari acara tersebut” Ujarnya kepada Setaranews.

 

Editor : Ali Fikri

 

 

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews