Responsive Ad Slot

Peringati Hari Batik, SMKN 1 GJ Gelar 4 Acara

Tidak ada komentar

Jumat, 04 Oktober 2013

Cirebon, SetaraNews.com - Kemarin Rabu (2/10) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Gunung Jati menggelar serangkaian acara untuk peringati hari batik internasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2013. Ada tiga acara dalam menyambut hari batik internasional tersebut diantaranya; seminar dan bincang-bincang batik sebagai aset bangsa, lomba mewarnai lukisan batik antar siswa SD dan SMP se-kecamatan Gunung Jati, lomba tumpeng antar kelas, dan lomba sepak bola antar kelas.

Acara yang diselenggarakan oleh SMKN 1 Gunung Jati tersebut merupakan upaya sekolah dalam menduniakan batik, dan menjadikan batik sebagai identitas bangsa. "Acara hari ini merupakan bentuk wujud nyata kami dalam melestarikan batik dan membudayakan batik di lingkungan anak muda." ujar Kepala Sekolah SMKN 1 Gunung Jati, Wiryo Santoso, M.Pd di sela-sela sambutan dalam acara seminar dan bincang-bincang batik sebagai aset bangsa.

Acara seminar yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata; Assulah turut mengapresiasi kepada pihak sekolah yang ikut mengkampanyekan hari batik nasional pada hari ini. Karena masih belum banyak yang mengetahui bahwa pada setiap tanggal 2 Oktober adalah peringatan hari batik internasional.

"Ada kemajuan yang cukup membanggakan bagi kita, paradigma pemakai batik yang terkesan hanya untuk golongan tua sekarang sudah banyak anak muda yang sudah memakai batik. Bahkan perusahaan produksi batik sudah berinovasi dengan aneka ragam model baju batik yang trendy dan batik telah lama masuk sebagai warisan dunia milik Indonesia." ujar Assulah saat bincang-bincang bersama peserta seminar dari siswa-siswi kejuruan kriya tekstil SMKN 1 Gunung Jati, guru kesenian se-kecamatan Gunung Jati dan turut dihadiri oleh guru praktikan dari Universitas Swadaya Gunung Jati.

Idental Radio Kembali Adakan Diskusi Film

Tidak ada komentar

Kamis, 03 Oktober 2013

Cirebon Unswagati – SetaraNews.com, Kamis (3/10) Idental Radio mengadakan kegiatan diskusi film yang merupakan kegiatan rutin tiga mingguan sekali, acara dimulai pukul 17.00 WIB, bertempat di kantin tepatnya belakang gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Kampus 3 Universitas Swadaya Gunung Jati(Unswagati) serta dibuka untuk semua kalangan mahasiswa Unswagati.

Tema kegiatan itu sendiri yakni nonton bareng film yang berjudul ‘Alangkah Lucunya Negeri Ini' serta di selingi Live Accoustic."Tujuan serta harapan diadakan kegiatan ini untuk memperkaya wawasan, mempertajam sudut pandang melalui media film yang akan kita bedah juga mendiskusikannya” Ujar Sartika selaku ketua Pelaksana kegiatan diskusi Film yang wawancarai oleh SetaraNews.

“Isi dari film Alangkah Lucunya Negeri Ini tuh berupa kritikan kepada pemerintah agar memperhatikan anak-anak jalanan yang kurang terjamah seperti memberikan pendidikan gratis, sekolah gratis, ataupun penyuluhan-penyuluhan agar anak-anak  jalanan dapat diberdayai, karena mereka pun layak untuk mendapatkan hidup yang lebih baik” Tambah Sartika.

“Diskusi film ini bagus, karena kita bisa mecoba belajar untuk berdiskusi bukan hanya dari buku dan di kelas saja tapi lewat apa yang kita lihat dari film" Ujar Winda salah seorang peserta kepada SetaraNews.

"Yang saya tangkap dari film ini kaya judulnya lucu, lucu aja karena serba salah, mau ngasong dengan duit halal tetep dikejar petugas ,mau nyopet duitnya banyak tapi haram. Kayanya yang bisa berkuasa tuh cuma orang-orang yang berduit aja” Tambah Winda.

 

Faperta Unswagati Bakal Buka Magang Di Jepang

Tidak ada komentar

Selasa, 01 Oktober 2013

Unswagati, SetaraNews.com - Selasa (1/10) Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati bakal membuka magang di Jepang pada bidang pertanian organik. Kegiatan magang ini akan berkelanjutan dan merupakan kerjasama dengan Himpunan Usaha Rakyat Indonesia (HURI).

Beberapa dosen dari Fakultas Pertanian (Faperta) akan menjadi fasilitator pelatihan untuk para peserta sebelum seleksi yang akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2013 nanti. Pelatihan yang akan diselenggarakan oleh dosen Faperta ini dalam rangka untuk persiapan seleksi magang tersebut.

Dekan Faperta I Ketut Sukanata Ir. M.P. berharap dari pelatihan ini peserta magang akan lebih siap secara penguasaan materi dan terutama attitude-nya (sikap).

"Pelatihan ini dilakukan untuk calon magang agar nanti memiliki sikap kerja yang baik." Ujarnya.

Selain ada pelatihan di dalam kampus, peserta juga akan mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Bandung setelah selesai magang di Jepang.

“Jadi, nanti peserta akan dilatih di BLK Bandung untuk mampu merencanakan usaha setelah pulang dari magang di Jepang.” ujarnya saat diwawancarai SetaraNews.com di ruangannya (1/10).

BEM Faperta Adakan Test & Propertest untuk Calon Pengurus Baru

Tidak ada komentar

Unswagati – SetaraNews.com, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, hari ini (1/10) mengadakan test dan propertest untuk calon pengurus baru.


Kegiatan ini dilaksanakan di ruang BEM fakultas Pertanian Unswagati kampus 1, test ini di mulai dari pukul 13.00 WIB ini cukup mendapat antusias dari calon pengurus yang akan mengikuti test dan propertest ini. Mahasiswa pertanian yang mengikuti test dan propertest ini didominasi oleh mahasiswa tingkat dua semester tiga. Di sela-sela menunggu untuk mengikuti tahap propertest, ada beberapa mahasiswa yang terlihat tegang, ada juga yang tengah mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan yang akan dilontarkan penguji test.


“Ya saya sih biasa saja, tapi ya untuk ketrima atau engga nya tergantung ali dan penguji di dalam sih.” ujar Fayatawakal FN mahasiswi Agroteknologi semester tiga yang mencalonkan diri di departemen Informasi dan komunikasi.


Mahasiswa yang baru pertama kali mengikuti test ketika masuk organisasi, “Pertanyaan di dalam sih mengenai tujuan dan motivasi, tapi jujur, saya baru kali ini selama mengikuti organisasi internal ada test yang seperti ini." tambahnya.


"Jadi agak kaget juga, apalagi pertanyaannya detail banget, tapi saya tetap menjawab apa adanya.” ujar Hidayat mahasiswa Agribisnis semester tiga yang mencalonkan dirinya di Departemen Kerohanian.


Hingga saat ini BEM Faperta tengah serius menyeleksi calon pengurus agar kualitas dan kuantitas sumber daya manusia dari tahun ke tahun harapannya akan semakin meningkat.

Penerobos Lampu Merah Sering Memicu Kecelakaan Di Perumnas

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Selasa (1/10) Penerobos lampu merah di wilayah Jalan Ciremai Raya mulai mengkhawatirkan keamanan dan ketertiban. Hal ini diperkuat dengan banyaknya masyarakat yang menerobos lampu rambu lalu lintas, ketika lampu tersebut sedang berwarna merah.

“Bukan hanya sekali atau dua kali saya melihat mas, tapi sering sekali saya melihat lampu merah tersebut diterobos begitu saja. Padahal kondisinya lampu sedang berwarna merah pada saat itu. Mungkin masyarakat belum terbiasa dengan adanya lampu merah ini, karena pada awalnya lampu merah ini gak ada mas. Dan setelah banyaknya kecelakaan yang terjadi, baru lampu merah ini di adakan.” ujar Bayu salah satu pedagang kaki lima di Jalan Ciremai Raya (Perumnas Kota Cirebon), saat ditemui SetaraNews Senin (30/9) kemarin.

“Mungkin banyak orang yang melanggar lalu lintas ini merasa nyaman karena di sini tidak ada polisi. Jadi lampu merah pun dihantam saja.” ujar Josep Pramudia yang biasa menjadi ojeg di sekitaran Jalan Ciremai Raya.

“Saya sendiri sering melihat terjadinya kecelakaan di sini. Padahal sudah ada lampu merah, tapi tetap saja terjadi kecelakaan. Pengendara banyak yang belum sadar, apalagi supir angkutan kota, mereka mungkin sedang mengejar setoran. Ya saya sendiri berharap masyarakat harus sadar. Bahwa dengan banyaknya kecelakaan di sini (Jalan Ciremai Raya, Perumnas Kota Cirebon) yang bertanggung jawab itu bukan hanya polisi, tetapi kita sendiri sebagai pengendara harus sadar, agar tidak ada lagi kecelakaan.” pungkas Roni salah satu warga Perumnas Kota Cirebon.

Tingkat pelanggaran yang mungkin sepele, akan tetapi dari hal sepele seperti ini mengakibatkan meningkatnya potensi kecelakaan di jalanan. Butuh kesadaran dari masyarakat, dan peran serta dari aparat kepolisian agar penegakan disiplin di jalan raya demi terciptanya kelancaran dan ketertiban berlalu-lintas.

RGC & Mapala Gunati Sosialisasi Pelestarian Elang Jawa

Tidak ada komentar

Senin, 30 September 2013

Unswagati, SetaraNews.com - Senin (30/09) Relawan Gunung Ciremai(RGC) melakukan sosialisasi ke berbagai masyarakat dalam program konservasi Elang Jawa dan habitatnya yang berada di Gunung Ciremai salah satunya Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang di wakili oleh Mahasiswa Pecinta Alam Gunung Jati (Mapala Gunati).

Sosialisasi tersebut di selenggarakan di gedung Unswagati tepatnya di pendopo kampus satu, sekitar pukul 09.30 WIB. Acara tersebut mendapat respon yang sangat baik oleh para mahasiswa dengan menyuguhkan berbagai foto-foto Elang Jawa juga menyediakan spanduk untuk di tanda tangani sebagai bentuk kepeduliannya.

Maraknya perburuan dan penjualan satwa-satwa langkah, salah satunya Elang Jawa membuat RGC bergerak melindungi juga melestarikan habitatnya yang semakin punah akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan menggelar acara yang bertema“Garuda Saving Program”.

Feri selaku kordinator RGC menyayangkan dengan adanya perburuan yang merusak ekosistem keanekaragaman hayati tersebut,“Di satu pihak ada yang melindungi di satu pihak ada yang melakukan penjualan bebas dan perburuan liar.” Ujarnya.

"Pengenalan dan penangkaran jenis Elang Jawa juga perlu di sosialisaikan ke masyarakat juga mahasiswa supaya tidak keliru." Ujar Warsono selaku panitia Mapala Gunati kepada Setaranews.

"Kegiatan ini cukup bagus, dan mencerminkan etika sosial terhadap makhluk hidup untuk keseimbangan keanekaragaman hayati." Ujar Saeful Fatah selaku salah satu mahasiswa Unswagati.

RGC  juga bekerja sama dengan Rain Raptor Indonesia dan Taman Nasional Gunung Ciremai juga mengunjungi beberapa lokasi untuk mencari dukungan yaitu Balai Kota Cirebon serta Taman Kota Kuningan.

Rencanaya, RGC akan mengadakan pelepasan liar di daerah Setianegara Kabupaten Kuningan Jawa Barat pada tanggal 19 Oktober 2013, kemudian di lanjut dengan peninjauan ulang terhadap Elang Jawa sampai benar-benar bisa hidup di alam bebas.

 

DKM Nurul Ilmi Ajak Civitas Akademia Unswagati Berkurban

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Senin (30/9) Dewan Kemakmuran Masjid Nurul Ilmi yang berada di Kampus 1 Unswagati melalui surat No. 006/Pan.Idul Adha/DKM Ni-IMMNI/IX/2013 kepada Civitas Akademika Universitas Swadaya Gunung Jati untuk berkurban.

Surat yang berisi himbauan tersebut, intinya DKMNI bersama IMMNI memfasilitasi untuk penerimaan, penyembelihan, dan pendistribusian daging hewan qurban. Adapun bagi yang berminat untuk menyalurkan hewan kurban, dapat menghubungi Doni 087723931016 atau ibu Siti Khumayah, SE., SH., M.Si., 08122062843.

Menurut koordinator penyembelihan hewan kurban Doni kepada SetaraNews melalui pesan singkatnya (30/9), rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 15 Oktober 2013 nanti.

Penyembelihan hewan kurban bagi umat islam adalah merupakan bagian ibadah tahunan. Tentunya perintah ibadah tersebut diberikan kepada mereka yang telah dianggap sudah saatnya berkewajiban untuk melaksanakannya.

 

Ternyata Lambang Negara RI adalah Elang Jawa

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com -  Pagi tadi relawan - relawan dari Taman Nasional Gunung Ciremai menyelenggarakan kegiatan pameran foto Elang Jawa skaligus  mensosialisasikan  Elang Jawa kepada masyarakat, di sekitaran area card Free Day kota Cirebon.

Acara yang bertemakan 'Saving Garuda Program' yang di selenggarakan oleh  relawan - relawan dari Taman Nasional Gunung Ciremai ini bekerja sama dengan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Swadaya Gunung Jati (MAPALA Gunati) sebagai kordinator wilayah Cirebon.

Dalam acara ini relawan-relawan tersebut  mencoba mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai Lambang Negara Republik Indonesia (RI)  yaitu Burung Garuda.  Garuda yang dimaksud disini adalah Elang Jawa, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Elang Jawa sudah ditetapkan menjadi Simbol Negara oleh pemerintah. Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, Pemerintah RI mengukuhkan Elang Jawa sebagai wakil satwa langka dirgantara.

“Kami mencoba mensosialisasikan tentang lambang Negara kita, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa elang jawa sudah ditetapkan sebagai lambang Negara oleh pemerintah dikarenakan banyak kemiripan dengan burung Garuda, terutama dari jambulnya” Ujar Veri selaku Kordinator acara ketika diwawancarai oleh SetaraNews .(29/9)

Elang Jawa termasuk jenis elang yang sangat tergantung dengan kondisi alam yang masih bagus. Selain itu, elang jawa juga merupakan satwa endemik Pulau Jawa karena hanya terdapat di Pulau Jawa, sekaligus merupakan  simbol atau satwa nasional karena kemiripannya dengan burung Garuda lambang Negara Indonesia, maka pada tanggal 10 Januari 1993 Elang Jawa ditetapkan sebagai Garuda oleh Presiden Soeharto. Namun demikian, meskipun Elang Jawa sudah dilindungi banyak Peraturan Pemerintah dan Undang – Undang yang berlaku tidak serta merta aman dari perburuan.

Rencananya, relawan-relawan ini akan menyelenggarakan program habituasi, habituasi yaitu proses pengenalan dan adaptasi terhadap lingkungan yang sebenarnya. Program ini diselenggarakan karena terdapat kasus dimana ditemukan masyarakat yang memelihara Elang Jawa di rumahnya.

“Kami juga ada program habituasi, dimana terdapat kasus Elang Jawa di pelihara oleh masyarakat. Kami akan melakukan investigasi apabila terdapat masyarakat yang memelihara Elang jawa akan kami laporkan kepada pihak yang berwajib” Lanjut Very kepada SetaraNews.

"Pameran foto sekaligus sosialisisasi mengenai Elang Jawa pun  akan dilanjutkan di depan kampus satu Unswagati pada hari Senin nanti". Tutup Veri (29/9)

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews