Responsive Ad Slot

Mulai Sekarang, Area Parkir Motor Pindah

Tidak ada komentar

Sabtu, 14 September 2013

Unswagati Cirebon - SetaraNews.com, Terkait rencana pembangunan gedung baru di Kampus 1 Unswagati, untuk sementara waktu area parkir di dalam kampus (depan gedung Manajemen) akan dialihkan ke depan (parkiran mobil). Hal tersebut dikarenakan adanya pembangunan gedung di area tersebut.

"Selama gedung dibangun empat bulan ke depan area parkiran akan dipindahkan ke parkiran mobil. Untuk mobil akan parkir di luar sebagian, sementara untuk mobil pejabat-pejabat kampus seperti wakil-wakil rektor akan parkir di depan kopma." ujar M. Thohir salah satu security Kampus Satu yang diwawancarai oleh SetaraNews malam ini pukul 21.30 WIB (13/9).

Mulai besok area parkir di depan Gedung Manajemen tidak dapat digunakan lagi oleh mahasiswa.

Foto : Rektor bersama jajaran sedang melakukan peninjauan dan koordinasi mengenai rencana pembangunan gedung.

Sumber foto : @FE_Unswagati

Inilah Denah Gedung Baru Yang Sedang Dibangun

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Pasca dikeluarkannya kebijakan baru tentang pembangunan kelas baru di kampus satu Unswagati, malam ini (13/9) langsung dilakukan pematokan dan pengukuran di lahan parkir depan Gedung Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Unswagati.

Gedung kelas baru ini akan diperuntukkan bagi ruang kelas mahasiswa baru yang kemarin sempat tidak tertampung. Alhasil, beberapa hari yang lalu sempat terjadi kisruh pendapat diantara mahasiswa terkait penolakannya terhadap rencana pihak Fakultasnya yang akan mengalihkan sementara kegiatan perkuliahan di SMA Kartika.

Mendapat protes yang demikian kuat, sampai beredar rumor seluruh mahasiswa FE akan memboykot perkuliahan apabila tetap dipaksa untuk belajar di SMA Kartika. Untungnya, rumor ini tidak menjadi kenyataan karena pihak Universitas melalui Rektor langsung mengambil keputusan untuk membangun gedung baru.

Nantinya, gedung ini akan dibangun sebanyak dua lantai dan akan dipakai oleh tiga Fakultas secara bergantian. Berikut tampilan denah gedung yang pembangunannya akan dimulai besok (14/9).

Kegiatan Kuliah di SMA, Mahasiswa FE Menolak

Tidak ada komentar

Jumat, 13 September 2013

Unswagati - SetaraNews.com, Kamis (12/9) mahasiswa Fakultas Ekonomi bersikeras menolak adanya pemindahan tempat perkuliahan ke SMA Kartika dalam acara audiensi yang difasilitasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi(BEM-FE) di Aula Grahawidyasabha pada pukul 09.00 WIB.


“Kami tetap menuntut kuliah di gedung Unswagati bukan di gedung orang lain, apalagi gedung milik SMA, itu sangat tidak setara .Titik permasalahannya terletak pada pihak Universitas. Pihak Universitas sangat tidak profesional. Harusnya penerimaan mahasiswa baru dilihat dari sisi objektif tiap Fakultas. Ini sudah terjadi over kuota, ini ada main dipihak Universitas." ujar Wahyu Airlangga, mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen yang diwawancarai oleh SetaraNews setelah audiensi.


Ares dari mahasiswa Ekonomi juga ikut berkomentar, “Ini semua sangat rancu, seharusnya ketika penerimaan mahasiswa baru harus dibatasi. Ini juga kebohongan publik, katanya Unswagati itu nyaman, tapi kok nyatanya seperti ini."


Perwakilan mahasiswa dan Ormawa yang menghadiri audiensi menyatakan sikapnya untuk menolak perkuliahan, jika kegiatan belajar dan mengajar tetap diadakan di SMA Kartika.

Audiensi Menyoal Alih Kelas FE Berlangsung Alot

Tidak ada komentar

Unswagati - SetaraNews.com, Audiensi antara perwakilan mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) dengan pihak Fakultas berlangsung alot.


Pada dasarnya mahasiswa Fakultas Ekonomi menolak perkuliahan, jika dilaksanakan di SMA Kartika.  Menanggapi hal tersebut, pihak fakultas mengadakan audiensi yang difasilitasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (BEM-FE).


Audiensi ini dilaksanakan di Aula Grahawidyasabha yang di mulai pada pukul 09.00 WIB (12/9), untuk mencari  jalan keluar mengenai perihal tersebut.


"Diskusi atau audiensi ini dilakukan secara dua arah untuk membahas sarana dan prasarana perkuliahan”. Ujar Agung selaku Gubernur BEM-FE Unswagati.


Audiensi ini dilakukan guna mencari titik temu, mengenai masalah pengalihan tempat perkuliahan di gedung SMA Kartika. Proses audiensi ini berlangsung secara alot  sampai akhirnya  Dekanat  mengundang pihak Rektorat agar hadir ditengah-tengah forum.


Perdebatan-perdebatan terus berlangsung hingga akhirnya pihak fakultas memberikan dua pilihan kepada audiens yang hadir.


”Pilihan pertama, perkuliahan dilaksanakan di SMA Kartika dengan fasilitas yang sama di Kampus. Pilihan kedua perkuliahan tetap dilaksanakan di Kampus 1 Unswagati dengan syarat, perkuliahan ada yang dimulai pukul tujuh pagi atau ada juga yang kuliah jam 6 sore”. Ujar Dr. Hj. Ida Rosnidah, SE., MM., Ak. selaku Dekan Fakultas Ekonomi (FE).


Hingga saat ini audiensi ini masih belum menemukan hasil, rencananya akan dilaksakan audiensi berikutnya untuk membicarakan hal tersebut.

Overload, Fakultas Ekonomi Menyewa 5 Kelas untuk Perkuliahan

Tidak ada komentar

Unswagati - SetaraNews.com, Kamis (12/9) Sebanyak lima kelas, Fakultas Ekonomi menyewa ruangan untuk kegiatan belajar dan mengajar mahasiswa Fakultas Ekonomi di Sekolah Menengah Atas Kartika. Pengalihan kelas ini dikarenakan Overload Quota.


Hal ini menuai banyak keluhan dari mahasiswa Fakultas Ekonomi, yang merasa dirugikan dengan kebijakan Universitas yang menampung mahasiswa lebih dari kuota yang telah ditetapkan oleh pihak Fakultas.


”Saya pribadi merasa kecewa, kenapa hal ini bisa terjadi, kalau emang dibatasi tidak akan terjadi yang namanya over quota sehingga mengakibatkan over kapasitas. Tidak mawas diri, tidak menyesuaikan dengan keadaan yang ada”. Ujar salah satu Mahasiswa Ekonomi yang tidak mau disebutkan namanya pada saat diwawancarai oleh SetaraNews di SMA Kartika sesudah mengikuti perkuliahan.


Pihak Universitas pun menanggapinya, ”Ia kita memang kekurangan kelas, maka untuk antisipasinya kita menyewa di luar, di Kartika. akan tetapi akan dipoles sedemikian rupa agar sarana & prasarana sesuai dengan di kampus. Tadinya kita mau minjam ke FKIP, akan tetapi di sana juga penuh."  Ujar ibu Aoliyah Firasati selaku Wakil Rektor II saat ditemui oleh SetaraNews di ruangannya (12/9).


Pada Tahun ini  jumlah pendaftar mahasiswa baru Unswagati membludak dari tahun sebelumnya. Terbukti Dengan  jumlah yang   mencapai angka 4600  calon mahasiswa, akan tetapi hanya  2600 mahasiswa yang diterima.


Membludaknya jumlah pendaftar ini turut dipengaruhi oleh santernya kabar yang beredar bahwa pada tahun ini Unswagati akan beralih status dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menuju Perguruan Tinggi Negri (PTN).


Menanggapi hal tersebut pihak Fakultas rencananya akan segera melakukan audiensi dengan perwakilan-perwakilan mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Biaya Kuliah Unswagati Turun, Ini Harapan Mahasiswa

Tidak ada komentar

Kamis, 12 September 2013

Unswagati - SetaraNews.com, Kamis (12/9) Biaya kuliah pada semester ganjil tahun 2013 di Universitas Swadaya Gunung Jati kembali turun. Penurunan biaya kuliah ini merupakann bentuk kepedulian Unswagati dalam membantu meringankan masyarakat, demi tercapainya proses pendidikan yang mencerdaskan dan merata sesuai dengan amanat UUD 1945.

Penurunan biaya kuliah ini untuk tahun akademik 2013-2014 sebesar 10%. Pada tahun akademik sekarang ini, merupakan yang ketiga kalinya. Penurunan biaya kuliah sekitar 10% berlaku bagi semua program studi maupun angkatan.

"Kebijakan ini akan diterapkan bertepatan dengan masa penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014. Penurunan biaya kuliah sudah dilakukan Unswagati selama tiga tahun akademik, rata-rata setiap tahunnnya turun 10%, sehingga total penurunan biaya kuliah sudah sekitar 30%," kata Rektor Unswagati Dr. Djakaria Machmud beberapa waktu yang lalu (7/7) di Hotel Jamrud.

Terkait penurunan biaya kuliah ini. Mahasiswa Unswagati menyampaikan harapannya kepada  pihak Universitas melalui SetaraNews beberapa hari yang lalu, agar sejalan dengan penurunan biaya kuliah. Tetapi fasilitas, dan penunjang dalam proses pembelajaran juga musti ditingkatkan.

Navisa mahasiswa dari Kampus 3 Unswagati mengatakan melalui pesan singkatnya kepada SetaraNews, "Alhamdulillah semoga sarana dan prasarana kampusnyanggakikut turun juga."

Senada dengan Navisa, Hari Bowo Prakoso merasa senang dengan penurunan biaya kuliah ini. Namun khawatir fasilitas akan dikurangi jika biaya kuliah dikurangi. "Seneng, tapi tetep fasilitas (masih) kurang memadai, jadi ya fasilitas (harus) ditingkatkan."

 

 

 

Munir, Si Wirausahawan dari Fakultas Ekonomi

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Misbakhul Munir (20) merupakan mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati dari Fakultas Ekonomi yang berhasil membudidayakan ikan. Mulai dari ikan yang dijadikan sebagai bahan konsumsi hingga ikan hias.

Ia menekuni usaha peternakan ikan hampir empat tahun. Ketika SetaraNews.com mendatangi tempat usahanya di kawasan desa Kecomberan, kecamatan Talun, kabupaten Cirebon pada hari Jumat lalu (6/9). Munir mengaku, usaha ini bermula dari hobby  melihara ikan sejak Sekolah Menengah Atas (SMA), yang akhirnya ia memilih terjun langsung dalam budidaya ikan tersebut.

Budidaya perikanan cukup mudah,”Saya beli bibit lele umur dua bulan di pedagang ikan bibitan, lalu mengurusnya sendiri seperti; makan 2 kali sehari, Hi-Provit (vitamin), dan pemeriksaan rutin sampai panennya.” ujarnya.

Berwirausaha pasti akan mengahadapi resiko, seperti yang dialami oleh Munir dalam usaha perikanannya, “Kendala dari ternak ikan itu sendiri adalah proses pertumbuhannya karena ada beberapa parasit seperti bakteri, virus dan juga ikan bantet (kerdil).” ujar Misbakhul Munir.

Bukan hanya ketelatenan dalam merawat kolam ikan, manajemen waktu juga sangat dibutuhkan. Apalagi wirausahawan yang masih berstatus sebagai mahasiswa, “Ternak ikan itu susah mas, saya sempat tidak fokus sama kuliah tapi saya sadar bahwa pendidikan itu penting.” tambahnya.

Berwirausaha memang sulit, yang penting harus punya niat tulus, kesuksesan itu bukan di lihat dari hasil akhir tetapi prosesnya. “Saya rasa pemikiran anak muda sekarang sulit untuk berkembang dan kreatif apalagi berwirausaha, mereka hanya bersenang-senang dengan kenikmatan sesaat seperti uang dari orang tua, tanpa menyadari betapa susahnya mencari uang itu.”

Saat ini ia sudah berhasil menjual hasil ternak ikan lelenya hingga ke daerah Lengkong - Kedawung (tempat pengepul). Hingga kini kegiatan usahanya mulai dikembangkan, ada budidaya ikan baru seperti ikan mujair, koki, balon, bawal, dan cupang.

 

Baru Masuk Kuliah, Lahan Parkir Jadi Masalah Pertama

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Rabu (11/9) Mahasiswa di Kampus satu kesulitan mencari tempat parkir. Hal ini diakibatkan membludaknya mahasiswa baru yang mulai efektif perkuliahan. Belum lagi ditambah mahasiswa tingkat atas yang kembali mengadakan kegiatan proses perkuliahan seperti biasa.

"Ruwet ya, kalau mau parkir saja penuhnya minta ampun, kalau mau keluar yang paling depan pasti susah keluarnya." Ujar Isna Saadah, salah satu mahasiswi tingkat satu Fakultas Ekonomi kepada SetaraNews senin lalu (9/9).

Gin Gin Fauzy yang juga ikut merasakan sesaknya lahan parkir di Kampus 1 ini juga ikut memberikan sarannya, "Ya kalau bisa sih parkirannya tertata rapi. Agar nyaman untuk dilihat."

Jalan yang sempit dan hanya tersedia satu pintu akses keluar-masuknya, apalagi jika sudah siang hari. Dimana tingkat kesibukan mahasiswa dalam aktivitas kuliahnya berada pada puncaknya.

Masalah mengenai lahan parkir ini bukan hanya dialami oleh mahasiswa penghuni Kampus 1, tetapi juga ikut dirasakan oleh mahasiswa penghuni Kampus 2 terutama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang selalu memarkirkan kendaraannya di lorong perbatasan Gedung Graha Pena Radar Cirebon dan SMK Kosgoro dan bahkan hingga menjorok ke badan jalan lantaran sempitnya lahan untuk tempat parkir.

Lahan yang mulai sesak ini belum lagi akan ditambah dengan mahasiswa tingkat akhir yang saat ini masih menjalani masa Kuliah Kerja Nyata dan yang sedang melakukan Praktik Pengenalan Lapangan atau magang selama beberapa bulan. Diperlukan pengaturan yang lebih praktis lagi untuk mengelola tata ruang di Kampus 1 dan 2 agar pengelolaan menjadi lebih baik lagi.

Tips Fotografi: Teknik 'Dreamy Photos'

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon - SetaraNews.com, Pada artikel ini akan membahas mengenai trik yang sangat efektif tentang bagaimana kita dapat memperoleh efek menerawang dan kabur pada foto pemotretan menggunakan plastik transparan tempat roti/sandwich dan beberapa spidol berwarna.

Bagi yang suka menikmati fotografi halus dan juga penggemar fotografi gaya vintage, ada teknik baru untuk digunakan Bahkan jika cara tercepat saat ini untuk mendapatkan efek vintage adalah untuk mengambil pemotretan dengan kamera digital dan menambahkan beberapa efek mengagumkan setelah menggunakan photoshop.

Fotografer David McGrady memiliki trik super sederhana untuk menambahkan efek kabur dan halus untuk foto anda, yang pertama; membungkus sekitar lensa kamera dengan plastik tempat roti/sandwich, mungkin ini konyol, tetapi hasilnya sebenarnya cukup bagus! Ini adalah idea cerdas dan sederhana, dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk perangkat lunak yang mahal atau peralatan fotografi.

Pertama-tama, robek plastik menggunakan tangan dibuat lubang dan diusahakan tidak menggunakan gunting, supaya tampilan tetap natural dan tepi menjadi kasar, tidak rata, dan sedikit acak. Selanjutnya tempelkan pada lensa tetapi jangan sampai menghalangi lensa untuk membidiknya kita akan membutuhkan bagian yang jernih untuk melihat subjek Pastikan dapat dilihat dalam jendela bidik. Dan voila dengan sendirinya akan ada efek yang kabur, retro, cahaya siluet tampilan instan untuk foto.

Tips lain yang penting, jika Anda ingin menyesuaikan tampilan yang Anda dapatkan pada foto Anda, Anda dapat mengambil spidol berwarna dan menarik lalu menambah warna ke bagian tertentu dari plastik tersebut.

Semoga tips sederhana tadi bermanfaat bagi yang suka fotografi dan yang sedang ingin berkreasi dengan kamera anda tentu dengan cara dan alat yang sederhana, tapi hasil istimewa .

Selamat mencoba

Inilah Penampakan Surat Undangan Pelatihan di Jamrud

Tidak ada komentar

Selasa, 10 September 2013

Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Inilah penampakan surat undangan kegiatan pelatihan saksi salah satu calon Bupati Cirebon tersebut pada Selasa (10/9).

Dalam surat yang mengatasnamakan Brigade Jamrud tersebut ditandatangani langsung oleh Amanan, Drs, MSi., sebagai ketua pelaksananya. Menurut salah satu sumber SetaraNews yang merupakan mahasiswa Unswagati, ia mendapatkan uang Rp 100 ribu dari acara yang dihadiri oleh banyak Mahasiswa Unswagati tersebut.

“Banyak sekali Mahasiswa Unswagati disana. Saya enggak bisa menghitung dengan persis mas. Pegawai Unswagati dan pegawai Pemda juga banyak.” ujarnya ke SetaraNews pada Selasa siang (10/9).

Kegiatan ini bukan hanya dikuti oleh Mahasiswa, melainkan dikuti oleh masyarakat umum.

Berikut penampakan surat tersebut:

Kegiatan di Hotel Jamrud Ternyata Pelatihan Saksi Salah Satu Calon Bupati Cirebon

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com – Ternyata, kegiatan yang berlangsung di Hotel Jamrud pada Selasa siang (10/9) adalah pelatihan saksi salah satu calon Bupati Cirebon.

“Saya dapat Rp 100 ribu mas. Selain saya, banyak sekali Mahasiswa yang dikutsertakan. Tapi kayaknya enggak semua Fakultas diikutsertakan.” ujar salah seorang sumber SetaraNews yang mengikuti kegiatan tersebut yang ditemui di Kampus satu Unswagati beberapa saat setelah ia mengikuti kegiatan tersebut.

“Banyak petugas yang berpakaian hitam-hitam, pegawai Pemda juga banyak. Terlihat juga disitu ada mobil berplat E 1 yang parkir. Polisi juga banyak mas. Pesertanya lebih dari 100 orang lah kira-kira.” Tambahnya.

Seturut penelusuran yang dilakukan oleh SetaraNews, kegiatan yang diselenggarakan di Aula Hotel Jamrud tersebut merupakan Acara pelatihan saksi untuk salah satu calon Bupati Cirebon.

Dalam acara tersebut terlihat banyak pegawai Unswagati yang terlibat, bahkan dalam surat undangan yang berkop nama surat : Brigade Jamrud dan bertanggal tujuh September 2013 tersebut tertera nama Dr. H Djakaria Machmud SE, SH, MSi sebagai tembusannya.

Acara ini diketuai oleh Amanan Drs., MSi., yang notebene berstatus sebagai Wakil Rektor III Unswagati, dengan catatan bahwa pelaksanaan kegiatan yang mengatasnamakan Brigade Jamrud tersebut dilakukan ketika jam kerja kampus. Tentu saja, banyak pihak dari kalangan internal Unswagati terutama Mahasiswa yang dirugikan.

Ada Workshop Misterius di Jamrud

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Siang ini (10/9), di Hotel Jamrud sedang diadakan workshop yang kabarnya sebagian panitianya merupakan pegawai Unswagati.

Menurut pengakuan salah satu sumber SetaraNews yang tidak mau disebutkan namanya, workshop ini ada kaitannya dengan salah satu tim suksesi pemenangan calon Bupati Cirebon.

“Saya sendiri heran, saya diminta kesana (Hotel Jamrud) untuk dapat mengikuti workshop. Sepengetahuan saya sih, acara ini ketua pelaksananya pak Amanan. Ada kaitan juga sama Hebat.”

Enggak apa-apa mas, saya sih enggak munafik. Syukur-syukur kalau ada duitnya.” ujarnya kepada SetaraNews yang ditemui pada Selasa pagi (10/9) di Kampus satu Unswagati beberapa saat menjelang keberangkatannya.

Ketika dikonfirmasi melalui telefon mengenai informasi ini, Kabiro Kemahasiswaan Unswagati, pak Komarudin mengiyakan bahwa dirinya sedang berada di Hotel Jamrud. Namun, ketika ditanyakan mengenai kegiatan Workshop tersebut ia belum dapat menjelaskan dengan banyak.

“Iya benar sedang ada kegiatan di Jamrud. Saya sendiri hanya sebagai pembaca doa mas, untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan saja langsung ke pak Amanan. Beliau yang lebih paham, saya enggak bisa menjelaskan dengan gamblang. Kalau untuk pesertanya ya masyarakat dan lain-lain. ”ujarnya ketika dihubungi via telepon.

Sampai berita ini diturunkan Wakil Rektor III Unswagati belum membalas pertanyaan yang diajukan oleh SetaraNews melalui pesan singkat perihal acara tersebut.

Berita Mendag RI Katakan Invasi AS Untungkan Indonesia, Mendadak Dihapus

Tidak ada komentar

Minggu, 08 September 2013

Cirebon, SetaraNews.com – Pemberitaan yang mengutip pernyataan Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan yang mengatakan bahwa invasi AS ke Suriah (Syria) akan memberikan manfaat bagi Indonesia, telah dihapus.

Seperti dikutip dari InvestorDaily pada Kamis (5/9), Gita Wirjawan mengatakan hal itu pada acara briefing menjelang pertemuan puncak G-20 yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di St Petersburg, Rusia.

“Kita tidak menghendaki perang. Tapi, kalau AS akhirnya menyerang Suriah dan pihak mana pun, termasuk Indonesia, tidak bisa mencegah, kita justru mendapatkan manfaat,” kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, ditulis dalam berita Investor Daily yang kini sudah tidak ada lagi (dihapus).

Selain di InvestorDaily, berita tentang peryataan Gita Wiryawan tersebut dimuat juga di BeritaSatu, Suara Pembaruan, Suarapembaruan.com, dan Investor.co.id. Namun, di BeritaSatu(dot)com berita tersebut sudah menghilang. Justru berganti dan memuat berita ralat dan permintaan maaf dari Primus Dorimulu, pemimpin redaksi Investor Daily.

Berikut kutipan berita yang kami kutip dari Investor Daily  sebelum dihapus:

Gita Wirjawan : Serangan AS ke Suriah Bagus untuk Ekonomi RI

ST PETERSBURG – Serangan Amerika Serikat (AS) ke Suriah akan menurunkan yield treasury bills AS yang saat ini sekitar 3%. Kondisi ini akan mendorong dana investasi portofolio kembali ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Kita tidak menghendaki perang. Tapi, kalau AS akhirnya menyerang Suriah dan pihak mana pun, termasuk Indonesia, tidak bisa mencegah, kita justru mendapatkan manfaat,” kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pada acara briefing menjelang pertemuan puncak G-20 yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di St Petersburg, Rusia, Kamis (5/9).

Gita memperkirakan, AS akan tetap menjalankan kebijakan yang sudah dipertimbangkannya. The Federal Reserve (The Fed) akan mengurangi (tapering) quantitative easing (QE) karena dua alasan. Pertama, ekonomi AS sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Laju pertumbuhan ekonomi di atas 2%. Kedua, penggelontoran dana oleh The Fed dikhawatirkan menimbulkan asset bubbles. Jika dana terus dipompakan, harga aset akan jatuh. Keputusan The Fed menghentikan QE menjadi topik pembahasan para menteri ekonomi pada sidang G-20 di St Petersburg.

Para menteri keuangan dari negara berkembang khawatir, penghentian QE mendorong dana investasi portofolio mengalir ke AS, mengejar yield yang terus membubung. “Yield surat utang di AS akan naik terus,” kata Gita. Namun, jika ada serangan AS ke Suriah, harga minyak akan melejit. Begitu pula harga komoditas pertambangan dan perkebunan.

“Tapi, pada saat yang sama, yield surat utang di AS akan turun, termasuk yield (imbal hasil) treasury bills,” ungkap Gita. (*)

***

Ini gambar tulisan dalam berita ralat tersebut setelah dihapus :



 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews