Responsive Ad Slot

Petani Sulit Akses Modal, Jabar Akan Didirikan Bank Petani

Tidak ada komentar

Jumat, 31 Mei 2013

SetaraNews.com - Sebentar lagi, Pemerintah Pusat akan mendirikan Bank Petani di Jawa Barat demi mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan terutama dalam hal akses permodalan petani.

Selama ini, Indonesia dengan jumlah petani sekitar 60 persen yang notebene berdomisili di daerah perdesaan sangat membutuhkan kehadiran bank pertanian yang secara khusus melayani keperluan warga perdesaan dan petani.

Seperti dikutip dari kantor berita Antara pada Kamis (30/5), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar saat ini tengah mendorong pemerintah pusat agar mendirikan bank pertanian sebagai bentuk dukungan terhadap sektor tersebut karena selama ini pertanian menjadi salah satu andalan penggerak perekonomian di Jawa Barat. Hal ini diutarakan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan "Bank tersebut dinilai sangat penting demi penguatan sektor yang menjadi andalan masyarakat. Sebagai usulan daerah, kami ingin segera mendirikan bank pertanian," katanya.

Saat ini, pelaku yang bergerak di sektor pertanian sulit mengakses kredit dari perbankan umum karena bunga yang diterapkan relatif tinggi sehingga sulit dijangkau para petani. “Tentu saja penerapan bunga tinggi tersebut tidak sejalan dengan resiko tinggi pelaku usaha pertanian. Sektor ini tergolong usaha paling beresiko dibandingkan sektor lain seperti perdagangan," tambahnya.

Sektor Pertanian Di Anak Tirikan

Perlu diketahui, bahwa tenaga kerja (manpower) pertanian sebagaimana dikonsepsikan oleh BPS, yaitu penduduk berumur 15 tahun atau lebih yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa dalam sektor pertanian. Secara keseluruhan berdasar data Sensus Pertanian 2003, jumlah mereka mencapai 83,6 juta orang. Tidak semua tenaga kerja tersebut bekerja, ada yang menganggur atau sedang mencari pekerjaan. Yang bekerja sebagai petani (bekerja sendiri) berjumlah 34,99 juta orang atau 60,34 % dari total tenaga kerja pertanian yang bekerja, sebagai buruh tani sebanyak 14,367 juta orang atau 24,77 %, dan sebagai buruh non pertanian sebanyak 8, 631 juta orang atau 14,88 % (Lokollo, Erna M dkk dalam Dinamika Sosial Ekonomi Pedesaan : Analisis Perbandingan antar Sensus Pertanian).

Menurut data yang Setara himpun dari Badan Pusat Statistik (BPS), dalam rentang kurun waktu 2003 hingga 2013 mencatat penurunan pekerja yang luar biasa di sektor pertanian. Pada Februari 2013 tercatat pekerja di sektor ini 39,96 juta orang, menurun 1,3 juta orang dibanding satu tahun sebelumnya (2012).

Setiap tahun, jumlah penduduk yang berprofesi di bidang pertanian terus menurun. Hal ini ditengarai oleh beberapa peneliti karena tingginya resiko yang mengintai para petani kita di segala sub sektor. Mulai dari akses permodalan, jaminan penyediaan sarana produksi, perlindungan harga dan distribusi, konversi lahan, anomali iklim, serangan dan deimunitas hama penyakit tanaman, hingga ke regulasi yang belum sepenuhnya mendorong petani ke arah kemandirian.

Pemberdayaan petani selama ini terperangkap secara teori dan praktek karena menggunakan paradigma yang sempit, dimana organisasi formal merupakan satu-satunya strategi. Pandangan ini lahir dari bangun Teori Organisasi (Organization Theory) yang ilmunya diturunkan dengan mempelajari organisasi bisnis modern industrial, dari organisasi-oranisasi petani yang berhasil di negara maju, serta organisasi petani di negara berkembang yang dibatasinya hanya pada yang kondisinya tergolong bagus (success story).

Dengan basis pendekatan ini, maka tak heran pendirian kelompok-kelompok petani yang telah mulai dijalankan semenjak tahun 1970-an sampai sekarang di Indonesia, sangat sedikit yang berjalan sesuai harapan. Demikian pula, analisis yang dilakukan kalangan akademisi tidak mampu menemukan akar permasalahannya, karena membatasi hanya pada kerangka fikir teori organisasi. Atau bahkan cenderung menjadi katalog berdebu di perpustakaan kampus.

Situasi ini,yang telah berlangsung selama berpuluh tahun diprediksi salah satu indikasinya adalah sulitnya para petani dalam mengakses modal usaha. Kesulitan tersebut tidak ditunjang oleh regulasi pemerintah yang memihak kaum agraris, hal ini terlihat dari kebijakan alokasi 20 persen keuangan sektor perbankan untuk pertanian, hanya mampu terserap sebanyak lima persen saja pada tahun 2012. Belum lagi, dua tahun yang akan datang Indonesia dihadapkan pada kompetisi internasional perdagangan global melalui kebijakan AFTA.

Petani Butuh Keseriusan Pemerintah dan Akademisi

Sekjen Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Riyono meminta Kemenkeu bisa berpikir jangka panjang dan memberikan pemihakan kepada petani yang memasok kebutuhan pangan bangsa.

"Seharusnya Kemenkeu berpikir bagaimana agar bank pertanian menjadi solusi bagi petani dalam mengatasi permodalan, bukan sebaliknya hanya berorientasi keuntungan dan mengabaikan kepentingan petani," katanya menanggapi penolakan Sekjen Kementerian Keuangan Kiagus Ahmad Badarudin terhadap gagasan pendirian bank pertanian yang secara khusus melayani kebutuhan petani tersebut.

Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Barat meminta Pemerintah Pusat agar segera mendirikan Bank Petani khususnya di Jawa Barat sebagai pilot projectnya.

"Kami akan membuat kajian ilmiah yang melibatkan pakar pertanian dan ahli perundang-undangan. Di Vietnam kan juga sudah ada bank pertanian, lalu mengapa di kita juga tidak ada bank pertanian," katanya.

Ia menuturkan, keberadaan bank tersebut, juga akan mendorong industri pengolahan hasil pertanian karena lembaga tersebut dapat mencegah lonjakan atau merosotnya harga jual komiditi pertanian.

Perlu diketahui, bahwa sebenarnya konsep Bank Petani sudah digagas oleh seorang petani dari Sumatera, Masril Koto. Ia adalah pendiri Bank Tani atau Bank Petani dalam bentuk Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis (LKMA) Prima Tani di Nagari Koto Tinggi, Baso, Agam, Sumatera Barat. Dia bersama teman petani lainnya merintis lembaga keuangan itu sejak tahun 2002, namun setelah empat tahun kemudian (2006) baru resmi didirikan setelah Masril dan kawan-kawan petaninya mendapatkan pelatihan keuangan dalam bentuk akuntansi sederhana dari Yayasan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (AFTA), Padang. Sistim bank yang didirikannya itu diadopsi oleh pemerintah dan menjadi cikal bakal Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Nasional. Karena pengabdiannya itulah, ikut menghantarkan pria tersebut menjadi salah seorang pemenang Danamon Awards dan berbagai piagam penghargaan lainnya. (lihat profilnya disini).

Maukah Pemerintah dan kalangan akademisi belajar lebih peka dari petani seperti bapak Masril Koto ?.

Terjadi Ledakan, Pengunjung Disneyland California Panik

Tidak ada komentar

Rabu, 29 Mei 2013

Disneyland California, AS, adalah taman rekreasi Disney dimana menjadi tempat untuk bersenang-senang, namun kesenangan tersebut hilang setelah adanya ledakan yang membuat para pengunjung kaget dan panik saat terjadi ledakan di area Mickey's Toontown
Dilansir dari travel.detik.com, Ledakan itu terjadi pada Selasa (28/5) sekitar pukul 17.30 waktu setempat atau pukul 5.30 pagi di Indonesia. Salah seorang pengunjung, Shawna Gonzales langsung men-tweet kejadian tersebut.

"Saya duduk di Toontown di Disneyland, dan sesuatu meledak di dalam tempat sampah. Saya bisa mendengar suaranya. Toontown pun ditutup," tuturnya via Twitter.
Pihak Disneyland menyatakan ledakan tersebut mungkin terjadi karena adanya es kering (dry ice) di dalam atau dekat tong sampah. Sersan Robert Dunn dari Anaheim Police Department juga mengatakan, untungnya tak ada pengunjung yang luka karena ledakan tersebut.
Es kering itu, tambah Robert Dunn, tampaknya berada di dalam botol plastik. Saat kejadian berlangsung, ada pula pemadam kebakaran dan pasukan penjinak bom dari Orange County Sheriff's Department.
Disneyland Resort lewat akun Twitternya pun mengumumkan, pengunjung bisa kembali lagi dalam waktu beberapa jam.

"Penyisiran telah selesai. Mickey's Toontown dipastikan aman. Pengunjung diperbolehkan untuk kembali masuk," begitu tweet mereka.

"Tidak ada pengunjung yang terluka, dan tidak ada kerusakan. Kami sedang bekerja dengan berbagai pihak yang sekarang berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan," lanjut Disneyland Resort dalam tweet berikutnya.

Kuliah Umum: Peran Pajak dalam Pembangunan Bangsa

Tidak ada komentar
Unswagati – SetaraNews.com, Kemarin senin (27/5) Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk Peran Pajak dalam Pembangunan.

Acara tersebut merupakan bentuk kerjasama antara Fakultas Ekonomi Unswagati dengan Direktorat Jenderal Pajak – Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Ketua penyelenggara seminar, Siska Ernawati Fatimah, S.E., M.M., selaku dosen pengajar di Fakultas Ekonomi menuturkan bahwa, “Kuliah umum ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa dalam dunia perpajakan.”

Acara yang dilangsungkan di Kampus satu Unswagati tersebut setidaknya diikuti oleh 150 peserta, baik dari kalangan mahasiswa tingkat satu, dua, dan tiga ataupun dari kalangan dosen. Pemateri sendiri berasal dari staf Hubungan Masyarakat (Humas) Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia, yakni Dwi Astuti S.H, M.Ec.

Sebelumnya, seminar dan kuliah umum mengenai perpajakan juga pernah dilangsungkan pada tahun lalu. “Seminar Bursa Efek dan Perpajakan juga pernah dilangsungkan sejak tahun lalu.” tambah Ketua Penyelenggara.

Pihaknya berharap agar kuliah umum tersebut dapat kembali di gelar pada tahun-tahun yang akan datang, karena turut menambah ilmu dan wawasan mengenai perpajakan kepada mahasiswa.

Cirebon Akhirnya Resmi Memiliki Komunitas Blogger

Tidak ada komentar

Senin, 27 Mei 2013

Cirebon - SetaraNews.com, Senin (27/5) Cirebon akhirnya resmi memiliki Komunitas Blogger Cirebon. Komunitas yang mewadahi penggiat blogger, wordpress, tumblr, dan website lainnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Sebelumnya Komunitas Blogger Cirebon mengadakan acara kopi darat di resto The Summit pada sabtu (25/5) lalu untuk membicarakan pembentukan Komunitas Blogger Cirebon, meliputi sejarah perintisan, susunan pengurus, dan agenda selanjutnya.

Acara tersebut setidaknya diikuti oleh founder CirebonToday.com, LokerCirebon.com, CopasLoker.blogspot.com, dan blogger lainnya. Dalam pembicaraan antar blogger tersebut, akhirnya berhasil membentuk kepengurusan dan mengangkat Joko Moro sebagai ketua, Muhammad Ridwan sebagai Wakil Ketua, Santosa sebagai Sekretaris, dan Dea Hilalia sebagai Bendahara, serta beberapa divisi lainnya.


Joko Moro dalam sambutannya mengatakan, "Kita bisa share tentang Cirebon melalui media blog sehingga Cirebon lebih terkenal dan semoga komunitas ini bisa memberi manfaat."

Dalam visi Komunitas Blogger Cirebon juga disebutkan bahwa menjadikan Blog sebagai Media Alternatif untuk menyampaikan informasi dan berperan aktif untuk memajukan Daerah Cirebon dan sekitarnya ke arah yang lebih baik dari sektor Pariwisata, Perekonomian dan Kebudayaan.

Perintisan Komunitas Blogger Cirebon ini sudah sejak lama, yakni sejak terbitnya domain BloggerCirebon.com. Namun dalam acara kopidarat kemarin sabtu (25/5) founder domain tersebut tidak bisa ikut dalam pertemuan yang digelar oleh Komunitas Blogger Cirebon karena masih di Jakarta. Rencananya, ke depan Komunitas Blogger Cirebon akan mengajukan sebagai pengelola website tersebut.

 

Sumber gambar : Komunitas Blogger Cirebon

 


 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews