Responsive Ad Slot

Tanggung Jawab Pada Publik, Kabalitbang Kemdikbud Mundur

Tidak ada komentar

Sabtu, 11 Mei 2013

Jakarta - SetaraNews.com, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Khairil Anwar Notodiputro, secara resmi telah mengutarakan pengunduran dirinya.

Khairil mengakui bahwa dirinya memang memilih untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kekacauan penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2013.

"Ini merupakan bentuk tanggung jawab kepada publik. Untuk itu, saya memilih mundur," kata Khairil di Jakarta, seperti yang kami kutip dari laman Kompas.com, sabtu (11/5/2013).

Khairil yang merupakan guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga turut meminta maaf terkait dengan kacau balaunya Ujian Nasional (UN) 2013 yang mengakibatkan penundaan di 11 provinsi, dirinya merasa hal tersebut tidak cukup sehingga pengunduran dirinya merupakan langkah yang akhirnya dipilih sebagai bentuk tanggung jawab.

"Saya juga sudah mengawal UN yang selanjutnya. Baik SMP maupun SD dan semuanya lancar," ujar Khairil.

Pengajuan untuk mundur dari jabatannya ini sebenarnya sudah muncul sejak PT Ghalia Indonesia Printing terbukti gagal dalam melakukan tugasnya mendistribusikan soal UN sehingga kemudian UN di 11 provinsi harus ditunda. Namun, akhirnya pengunduran diri secara tertulisnya baru direalisasikan pada tanggal 3 Mei kemarin.

"Saya sudah terpikir untuk mundur. Saya nyatakan dulu lisan pada Pak Menteri. Baru saya berikan surat tertulis," ungkap Khairil.

 

Kemenkeu : Hati-Hati Ada Modus Penipuan Pembangunan Infrastruktur

Tidak ada komentar
Jakarta - SetaraNews.com, Jumat (10/5) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap upaya penipuan yang dilakukan oknum yang mengatasnamakan instansi tertentu sehubungan dengan penawaran program-program pembangunan infrastruktur daerah.

Karena baru-baru ini Kemenkeu menemukan sebuah lembaga/organisasi yang mengatasnamakan instasinya Direktorat Jenderal (Ditjen) Perimbangan Keuangan di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Hal ini seperti yang diutarakan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Yudi Pramadi di Jakarta hari ini.

"Aktivitas yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut adalah dengan menawarkan kepada pemerintah daerah setempat program-program pembangunan infrastruktur daerah yang tidak dibiayai melalui mekanisme APBN atau non-APBN," sebut Yudi Pramadi.

Ia menyebutkan Ditjen Perimbangan Keuangan merupakan unit eselon I di lingkungan Kemenkeu yang tidak memiliki instansi vertikal (satuan kerja) di daerah dan hanya mengelola dana APBN yaitu dana transfer ke daerah.

"Karena itu penggunaan nama Kemenkeu dan Ditjen Perimbangan Keuangan pada satker di Kotamobagu dimaksud tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Yudi.

Ia mengimbau jika masyarakat memperoleh informasi adanya indikasi penipuan terkait penawaran serupa untuk menghubungi Kemenkeu untuk melakukan konfirmasi atau dapat melaporkan perbuatan penipuan tersebut kepada penegak hukum.

 

Foto Ilustrasi : Antara

Sumber : Aktual.co

Unswagati Jadi PTN Tahun Ini, Biaya Kuliah Kembali Turun

Tidak ada komentar

Rabu, 08 Mei 2013

SetaraNews.com . Cirebon, Rabu (9/5) – Biaya kuliah di Unswagati kembali diturunkan, dipastikan peralihan status Unswagati menjadi PTN akan dilakukan tahun ini.

Hal ini diutarakan oleh Rektor Unswagati di ruang kerjanya pada Rabu (8/5). “insya Allah tahun ini kita sudah Negeri. Pemprop Jabar sudah mengalokasikan sebanyak 15 Milyar untuk peralihan status Unswagati. Tinggal menunggu keseriusan Pemkot Cirebon saja, ini pun demi kemajuan masyarakat Cirebon.” ujarnya.

Kemarin (­*red.hari selasa), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan bahwa pembebasan lahan Unswagati yang tinggal 10 hektar lagi agar dipercepat oleh Pemkot Cirebon karena sudah molor tiga tahun. (lihat beritanya disini dan disini)

“Selama ini, memang kendala penegerian Unswagati terkendala di persoalan lahan. Pihak kampus tidak memiliki wewenang apapun untuk melakukan itu (pembebasan tanah). Ini semua Pemerintah yang mengerjakan.namun sebenarnya tidak hanya wewenang Pemkot saja, namun hal ini juga berada pada kewenangan Kemendiknas.”  Tambah Rektor kepada SetaraNews.com

Biaya Kuliah Turun Lagi

Selain kabar tentang penegerian, kabar menggembirakan lainnya yaitu turunnya biaya kuliah. Hal ini ditandaskan oleh Rektor di hari yang sama.

“Hanya Unswagati yang berani menurunkan biaya kuliah. Ini sejalan dengan prinsip kami yang mengedepankan pelayanan terhadap mahasiswa.” Ujarnya. Rektor pun menyatakan bahwa apabila nanti Unswagati sudah resmi menjadi Negeri, semua uang Unswagati yang berasal dari mahasiswa akan menjadi milik Negara, kas Negara.

Perlu diketahui, dalam satu tahun (periode 2012 - 2013) anggaran biaya operasional dan kebutuhan total Unswagati mencapai 70 Milyar. Mulai dari gaji dosen dan karyawan, biaya operasional, perawatan dan pembelian sarana prasarana hingga ke anggaran kegiatan mahasiswa. Apabila terealisasi, rencana penurunan biaya kuliah ini adalah kedua kalinya setelah sebelumnya pada tahun 2012 biaya kuliah diturunkan sebanyak 10 persen.

“Ini bentuk implementasi kita terhadap Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat. Bentuk kontribusi Unswagati ini dalam hal cost revenue yang kita kembalikan ke masyarakat dalam bentuk penurunan biaya kuliah. Sehingga orang tua mahasiswa bisa sedikit diringankan dalam hal keuangan anak-anaknya” ujar Rektor.

Rektor Unswagati Soal Pencalonan Bupati : “Saya Belum Mendaftar dan Belum Memutuskan”

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com – Rabu (8/5/2013), Rektor Unswagati Cirebon, Dr. Djakaria Machmud SE, SH, MSi menyatakan kepada SetaraNews.com bahwa dirinya belum bisa memastikan untuk mendaftarkan diri dan belum bisa memutuskan soal pencalonan dirinya dalam bursa pemilihan Bupati Cirebon periode 2013 – 2018.

“Jangan dikembangkan dulu, saya belum bisa memberikan statement resmi. Harus ada yang saya bicarakan lebih lanjut khususnya dengan dengan yayasan dan ketua pembina.” Ujar Rektor yang ditemui di ruang kerjanya.

Ketika ditemui, Rektor Unswagati langsung mengumpulkan seluruh jajaran Wakil Rektornya. Ditanya soal kabar pencalonan dirinya, Rektor membantahnya. Ia mengatakan bahwa sampai hari ini dirinya belum mendaftarkan diri, “Masih dalam pengertian mencari dudukan yang kuat mas” katanya.

“Namun, apabila saya memang dibutuhkan saya siap. Karena sampai hari ini pun, saya belum pernah menyatakan secara resmi tentang pencalonan diri sebagai Bupati. Ini kan baru wacana yang berkembang diluar saja. Apa ada satupun baligho atau spanduk yang menampilkan keterangan foto dan nama saya sebagai bakal calon Bupati ? kan tidak ada. Dan saya ketika diminta untuk melayani masyarakat, ya saya harus patuhi itu. Untuk membangun Kabupaten Cirebon itu terutama mengedepankan aspek profesionalitas dan kejujuran.” tambahnya.

Lihat berita lainnya disini

Merawat Fungsi Otak

Tidak ada komentar
Cirebon, Rabu (8/4/2013) - Otak merupakan salah satu organ manusia yang paling vital oleh karena itu harus di jaga dan di rawat. Tapi walaupun sudah di rawat tapi bisa saja kemerosotan fungsi otak masih bisa terjadi, salah satu penyebab yang kerap terjadi adalah usia lanjut. Namun, kemerosotan fungsi otak bisa saja terjadi pada generasi muda seperti anda, demikian temuan yang disiarkan di dalam jurnal Neurobiology of Aging.

Seperti dikutip dari jurnal di website neurobiologyofaging.org, Kebanyakan ingatan manusia berfungsi pada tingkat tinggi, bahkan dalam hidup mereka selanjutnya, kata peneliti Timothy A Salthouse, profesor psikologi di University of Virginia di Charlottesville “Pola ini menunjukkan beberapa jenis keluwesan mental menurun relatif dini pada usia dewasa, tapi seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang, dan keefektifan untuk menyatukannya dengan kemampuan seseorang, mungkin meningkat sepanjang usia dewasa, jika tak ada penyakit kejiwaan yang menyerang,” kata Salthouse.

Studi tersebut mencakup orang dewasa yang sehat dan terdidik yang mengikuti pemeriksaan ingatan standar, pemahaman dan persepsi awal, dan pada tahap tertentu selama tujuh tahun berikutnya.

Tes tersebut dirancang guna mendeteksi perubahan halus pada fungsi mental, dan melibatkan penyelesaian teka-teki, mengingat kata dan perincian dari cerita, dan pengenalan pola pada tumpukan huruf dan lambang.

Pemerosotan Fungsi Otak

Secara umum, Salthouse dan rekannya mendapati bahwa aspek tertentu daya kognitif biasanya mulai merosot saat orang memasuki akhir usia 20-an sampai 30-an.

“Temuan tersebut memberi pengertian mengenai perubahan normal yang berhubungan dengan usia pada fungsi mental, yang dapat membantu dalam memahami proses hilang ingatan” tulis jurnal itu.

Tips

Mengingat dampak yang luar biasa timbul atas kelainan otak, maka setaranews.com mengulas beberapa tips yag didapatkan dari jurnal lainnya. Ini adalah 6 langkah yang bisa Anda lakukan disampaikan Dr Paul Shaw dari Washington University School of Medicine untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak agar tetap berfungsi optimal.

Konsumsi Suplemen dan Antioksidan

Gary Small dari iBrain menyebutkan, “Apa yang baik bagi jantung Anda, tentu akan baik untuk otak Anda”. Dia menyarankan agar Anda mengisi diet dengan makanan yang kaya antioksidan seperti buah-buahan berwarna cerah dan sayuran, ditambah asam lemak Omega-3 dari ikan dan minyak zaitun.

Pikirkan dan Visualisasikan

Berlatih dengan isyarat. Jika Anda perlu mengingat beberapa hal baik benda maupun angka cobalah untuk membuat catatan sebagai hafalan untuk memori dalam otak Anda. Catatlah hal-hal detail yang sekiranya sulit untuk Anda ingat.

Rileks dan Bermain

Bermain video game tidak akan membuat fungsi otak Anda terganggu, permainan yang penuh teka-teki dapat membantu untuk memperkuat dan melatih otak Anda serta meningkatkan konsentrasi. Anda juga membutuhkan waktu bersantai dan memanjakan diri untuk mengurangi stres sekaligus meningkatkan kemampuan otak Anda.

Jauhi Ketergantungan Pada Gadget

Pada tahun 2017 nanti, diprediksi teknologi internet akan dapat menjangkau seluruh penduduk dunia (teknopreneur.com). Hampir seluruh penduduk dunia saat ini mengandalkan teknologi seperti smartphone, komputer tablet, PC dan lainnya untuk membantu mengingat hari-hari penting . Tetapi jangan lupa untuk sesekali mengingat hal-hal detail yang terkait langsung dengan diri Anda dan keluarga dengan otak Anda. Penggunaan teknologi berlebihan dapat mengakibatkan ketergantungan dan membuat otak menjadi malas berpikir.

Berolahraga

Kebugaran fisik dapat meningkatkan ukuran hippocampus (bagian otak yang terhubung dengan ingatan jangka panjang). Lakukan olahraga apa pun agar darah Anda mengalir dengan baik sehingga pasokan oksigen dapat tetap terjaga secara normal.

Pola Tidur

Tidur dapat membantu mengaktifkan kembali seluruh sel-sel otak, sehingga otak dapat menyerap dan mempelajari sesuatu lebih dalam dan lebih banyak.

160 Miliar Siap Dikucurkan Untuk Cagar Budaya Cirebon

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Selasa (07/05) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menganggarkan sekitar Rp 160 Miliar untuk merevitalisasi tiga tempat peninggalan sejarah dan kawasan pariwisata di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon.

Kawasan tersebut diantaranya 4 lokasi Keraton dan Gua Sunyaragi di Kota Cirebon, serta situs dan pariwisata makam Sunan Gunung Jati di Kabupaten Cirebon.

Hal mengenai revitalisasi tersebut dibahas dalam Pertemuan antara Walikota Cirebon - Ano Sutrisno, Gubernur Jawa Barat - Ahmad Hermawan, Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat - Agung Laksono ; pada acara rapat koordinasi yang bertempat di Hotel Santika Cirebon, pada Senin kemarin (06/05) . Dalam keterangannya, Agung Laksono menandaskan bahwa setelah disusun secara komprehensif, revitalisasi tiga klaster (kawasan) cagar budaya itu yang kami rangkum dalam suatu master plan. Biaya yang dialokasikan diproyeksi menghabiskan Rp 159,4 miliar atau sekitar Rp 160 miliar.

Anggaran sebanyak Rp 160 miliar tersebut dikeluarkan dari Kemendikbud dan beberapa tambahan dari Pemprop Jabar serta Pemda setempat. Tidak hanya pembangunan fisik yang akan direalisasikan, namun aspek pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) juga. "Meskipun revitalisasi ini besar-besaran, namun aspek kebudayaan dan sejarah seperti kekeramatan, nilai-nilai bersejarah dan keaslian peninggalan yang ada akan tetap kami pertimbangkan." tambah Menkokesra.

Pembangunan tersebut bukan hanya akan dilakukan oleh Kemendikbud saja, namun juga akan dibantu oleh beberapa instansi lain diantaranya; Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Perumahan Rakyat dan sebagainya. Ditargetkan proyek tersebut akan selesai pada tahun 2015 yang akan datang.

Gubernur jabar, Ahmad Heryawan menjelaskan bahwa revitalisasi ini tidak hanya mendongkrak sektor pariwisata di Jawa Barat, khususnya di Cirebon. Namun juga membantu mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan membantu menyejahterakan masyarakat. "Dampaknya tidak hanya segi pariwisata saja, tapi dari berbagai aspek, seperti sosial dan ekonomi akan lebih baik." ujarnya.

Aher menegaskan bahwa Pemprop Jabar mendukung Cirebon Raya untuk dijadikan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN), salah satunya dalam bentuk pelestarian, operasional tahunan dan bangunan cagar budaya. Pemprop sudah menganggarkan dana sebesar satu miliar untuk Keraton Kasepuhan, dan Rp 600 juta untuk tiga keraton lainnya, rencananya dana tersebut akan digulirkan setiap tahun. "Ini merupakan sebagai bukti bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak melupakan peninggalan situs-situs bersejarah di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon." tambahnya.

 

Sumber : Harian Radar Cirebon

Editor : Santosa

 

Tersiar, Rektor Mendaftarkan Diri Dalam Pilbup Cirebon

Tidak ada komentar
CIREBON, Selasa (7/5/2013) SetaraNews.com.  – Salah satu media cetak di Cirebon hari ini (7/5) menayangkan pemberitaan soal rencana pendaftaran Rektor Unswagati dalam bursa pendaftaran calon Bupati Cirebon periode 2013 – 2018.

Salah satu koran yang memberitakan hal itu adalah Radar Cirebon. Dalam berita yang berketerangan waktu hari Selasa (7/4/2013),  dalam salah satu kolom khusus tentang proses pemilukada Kabupaten Cirebon, tertulis judul besar : Heviyana-Djakaria Daftar ke PDIP*(Red.-Parpol).

Seperti yang diketahui, dalam trackrecord-nya Dr. H Djakaria Macmud SE, SH, MSi sebelum menjabat Rektor Unswagati merupakan mantan kepala daerah di salah satu kota yang sekarang menjadi bagian dari Propinsi Banten. Tahun 2008, lima tahun yang lalu tercatat Rektor pernah mencalonkan diri dalam Pemilihan Bupati Cirebon berpasangan dengan Sultan Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat SE. Hasilnya, ketika itu hasil Pemilukada dimenangkan oleh Drs. Dedi Supardi (incumbent).

Ketika dimintai informasi soal kabar pendaftaran bakal calon Bupati Cirebon melalui pesan singkat (SMS) sore tadi, Setaranews.com belum mendapatkan jawaban pasti. “Nanti kita obrolkan di kampus.” balas bapak Rektor singkat pada selasa sore (7/5).

Perlu diketahui bersama, bahwa di tahun 2013 ini masa periode Jabatan Rektor Unswagati telah genap dua periode. Hingga berita ini disampaikan, belum ada gambaran sosok siapa yang berkompeten untuk menggantikan Rektor pasca beliau “pensiun”.

Kalangan sivitas Unswagati masih simpang siur apabila ditanyakan soal calon Rektor yang baru. Terlebih, program peralihan status Unswagati dari PTS ke PTN yang sejak tahun 2009 lalu digarap, tak kunjung mendapat titik terang hingga kini. Terakhir, justru dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berstatemen keras ke pihak Pemkot Cirebon soal lambannya proses pembebasan lahan yang akan digunakan untuk PTN Unswagati (lihat beritanya disini).

Setiap orang dijamin oleh undang-undang dan berhak untuk menggunakan hak politiknya. Namun, kedudukan seseorang sebagai policy maker (pembuat keputusan) yang memiliki keleluasaan mengatur hajat hidup orang banyak,  dapat dijadikan ‘alat’ untuk mendesain dan mengatur tata kehidupan rakyat di wilayahnya dalam mencapai kesejahteraan. Sejahtera dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan madani dalam peradaban. Bukan untuk meneguhkan politik kekuasaan pribadi dan kelompoknya. Apalagi politik dinasti yang akhir-akhir ini menjadi ‘trending’ demagogis di beberapa daerah di Indonesia.

Patut menjadi pertimbangan pelaku struktur kekuasaan, bahwa ketika Pilgub Jabar 24 Februari 2013 lalu dari 32 juta jumlah DPT di Jabar, warga yang menggunakan hak pilihnya hanya mencapai 20 juta-an. Bahkan, jumlah perolehan suara pemenang Pilgub, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar  hanya mampu mencapai angka sekitar enam jutaan (jumlah ini setengah dari jumlah pemilih Golput yang mencapai 12 juta-an). Hal seperti ini, mau tak mau menjadi indikator hipotesa dan membuat publik terhenyak mempertanyakan kembali proses demokrasi prosedural yang selama ini dilakukan, ternyata masih menyisakan lebih banyak ketidak-percayaan atau bahkan kekecewaan. Menjadi pertanda atau fenomena, apakah benar pedagogis masih jauh menggantung diatas ‘langit’ ?

Fit and Propertest Calon BPK RI, Masyarakat Dapat Ikut Menseleksi

Tidak ada komentar

Selasa, 07 Mei 2013

Cirebon, SetaraNews.com - Selasa (7/5/13). DPD RI yang akan melakukan Fit and Propertest terhadap para calon anggota BPK RI mempersilahkan masyarakat umum untuk memberikan pertimbangan langsung  hingga tanggal 10 Mei 2013.

Hal ini diumumkan oleh Drs. H. Zulbahri M., M.Pd, ketua Komite IV DPD RI. Seperti diketahui, bahwa saat ini para calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI)  sedang menjalani proses fit and proper test oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Hal ini berdasarkan pada Pasal 23F ayat (1) UUD 1945; Pasal 170, Pasal 171 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 27 Thn 2009 tentang MPR, DPR, dan DPR RI; Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 15 thn 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan; dan Surat Ketua DPR RI NOMOR: PW/04741/DPR RI/IV/2013 tanggal 29 April 2013 perihal Pertimbangan DPD RI atas calon Anggota BPK penggantian antar waktu, dengan pemberitahuan tersebut DPD RI akan menyampaikan kepada DPR RI tentang pemilihan calon Anggota BPK RI.

Dalam penyusunan pertimbangan tersebut, DPD RI akan melakukan fit and proper test kepada calon anggota BPK RI pada 13-14 Mei 2013, dan untuk mendapatkan calon anggota BPK RI yang memiliki kompetensi dan integritas baik,  DPD RI juga mengharapkan masukan dari masyarakat terhadap calon anggota BPK RI kepada DPD RI paling lambat tanggal 10 Mei 2013 melalui Sekretariat Komite IV DPD RI, Gedung B DPD RI, Jl Jend Gatot Subroto No. 6, Jakarta Pusat, faximile (021)57897337, email: komite4@dpd.go.id.

Pengumuman ini di tandatangi oleh Drs. H. Zulbahri M., M.Pd. (ketua), Litha Brent, S.E. Dan G.K.R. Ayu Koes Indriyah (wakil ketua) DPD RI PIMPINAN KOMITE IV pada tanggal Senin, 6 Mei 2013 kemarin.

Adapun nama-nama para calon Anggota BPK RI tersebut yakni :
1. Drs. Baharuddin Aritonang, M.Hum
2. Drs. Eddy Rasyidin, M.H.
3. Drs. Sutrisno, SE, MM, Akt
4. Ir. Parwito, M.Si
5. Drs. Dharma Bhakti, M.A.
6. Rini Purwandari, Ak., MM, CPA, CRMP
7. H. Mukhamad Misbakhun, SE
8. H. Dodi Hidayat, SH., MM
9. Dr. Soemardjijo, Drs; SE; Ak; MM; B.Ac
10. Ir. Muchayat
11. Jhon Reinhard Sihombing, S.H.
12. Agus Joko Pramono, SST., Ak., MAcc.
13. Gunawan Sidauruk, S.H., MM.
14. Ir. Alwis, MM., MBA
15. DR. Hekinus Manao Ak., MAcc., CGFM.
16. Jinarman Girsang. SE.
17. H. Habsul Nurhadi, SE.
18. Drs. Zindar Kar Marbun, M.Si
19. Endang Sukendar, S.Kom., S.T.
20. H. Drs. Rustam Effendy
21. DR. KRHT. Jupri Bandang, SE., Ak., MM.
22. Ir. Sumurung Halomoan Nami Naibaho.

"Dengan di berikannya kesempatan pertimbangan dari masyarakat,  diharapkan anggota BPK RI yang terpilih nantinya mampu menjalankan tugas demi tercapainya Indonesia yang transparan dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan negara ini" ujar Zulbahri M seperti dikutip dari pengumuman yang dapat  anda simak di berbagai media cetak nasional mulai hari ini.

SMS Menyebabkan Kematian

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com (7/4/2013) - Tahukah anda, menurut hasil survei sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menemukan bahwa melakukan SMS saat mengemudi lebih berbahaya daripada mengemudi dalam kondisi mabuk.

Hampir setiap hari kita tidak bisa lepas dari alat komunikasi seperti ponsel. hampir setiap menit kita harus membalas pesan yang ada di ponsel kita, bahkan tidak jarang pada saat berkendaraanpun kita tidak terhindarkan oleh aktivitas komunikasi tersebut. Rupanya, hal ini berbahaya karena seringkali menjadi penyebab utama kecelakaan kendaraan.

Menurut hasil survei sebuah penelitian yang dilakukan Pediatric Academic Societies (PAS) seperti yang dilansir EurekaAlert, pada Sabtu (4/5/2013), menunjukkan bahwa hampir 43 persen remaja lebih sering menulis atau membalas pesan (texting) di ponselnya ketika sedang berkendara, dari hasil analisis 7833 orang yang terdata pada tahun 2011 lalu. Dengan menggunakan ponsel pada saat mengemudi kendaraan secara signifikan akan meningkatkan risiko kecelakaan. Risiko kecelakaan ini meningkat hingga 23 persen, sehingga peneliti menyimpulkan SMS saat mengemudi lebih berbahaya daripada mengemudi dalam kondisi mabuk.

Survei tersebut menunjukkan bahwa laki-laki lebih mungkin melakukan aktivitas ponsel saat mengemudi dibandingkan perempuan. Selain itu, frekuensi seseorang untuk menggunakan ponselnya meningkat selagi berkendara meningkat saat usianya lebih dari 18 tahun.

Di Indonesia, meningkatnya kecelakaan karena penggunaan ponsel pernah meningkat tajam pada tahun 2009, “Angka kecelakaan akibat menggunakan ponsel naik hingga 1.200 % dari 2009 ke 2010. Angka ini berdasar data Polda Metro Jaya,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika dikutip dari inilah.com. Dan angka kecelakaan akibat penggunaan ponsel saat berkendara terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, jumlah ini lebih tinggi dari kematian akibat penyakit.

Sebenarnya, banyak alternatif yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan berkendara karena menggunakan ponsel atau perangkat komunikasi lainnya. Salah satunya dengan memanfaatkan headset hingga mematikan perangkat tersebut untuk sementara. Sehingga, konsentrasi pengemudi terhadap perjalanannnya tidak terlalu terganggu yang dapat berpotensi kecelakaan. Bagaimana, apakah anda mau ambil resiko untuk celaka di perjalanan menuju kampus atau kantor? Tak ada orang yang mau, maka dari itu lebih baik siapkan dan disiplinkan diri anda dari sekarang.

e-KTP Tak Boleh Di Fotocopy, Pemerintah Siapkan Card Reader

Tidak ada komentar
Cirebon,  SetaraNews.com - Selasa (7/5/2013), Inilah isi surat Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 471.13/1826/SJ tentang larangan memfoto copy e-KTP:

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri

Perihal : Pemanfaatan e-KTP dengan Menggunakan Card Reader.

Ditujukan kepada:

1. Para Menteri/Kepala LPNK/Kepala Lembaga lainnya;
2. Kepala Kepolisian RI;
3. Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank;
4. Para Gubernur;
5. Para Bupati/Walikota.

di- SELURUH INDONESIA
SURAT EDARAN

Sesuai dengan amanat Pasal 63 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional (e-KTP), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2010, Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2012, dengan hormat disampaikan hal-hal sebagai berikut:

1.    Kelebihan yang mendasar dari e-KTP adalah bahwa didalam e-KTP tersebut dilengkapi dengan chip yang memuat biodata, pas photo, tanda tangan dan sidik jari penduduk, sehingga e-KTP dimaksud tidak dimungkinkan lagi dipalsukan/digandakan;

2.    Chip yang tersimpan didalam e-KTP hanya bisa dibaca dengan card reader (alat pembaca chip);

3.    Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah, Lembaga Perbankan dan Swasta wajib menyiapkan kelengkapan teknis yang diperlukan berkaitan dengan penerapan e-KTP termasuk card reader sebagaimana diamanatkan Pasal IOC ayat (1) dan (2) Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2011.

Berdasarkan hal tersebut di atas dan agar e-KTP yang sudah dimiliki oleh Renduduk (masyarakat), dapat dimanfaatkan secara efektif, dengan hormat kami ingatkan kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota untuk :

1. Memfasilitasi semua unit kerja/badan usaha atau nama lain di jajaran masing-masing yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, dapat menyediakan card reader dalam waktu yang singkat, dengan penjelasan sebagai berikut:

a.    Penyediaan anggaran dan proses pengadaannya merupakan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing Kementerian/Lembaga/Badan Usaha atau Nama Lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

b.    Semua unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, sudah memiliki card reader paling lambat akhir tahun 2013, dengan alasan KTP non elektronik terhitung sejak 1 Januari 2014 tidak berlaku lagi;

c.    Agar card reader tersebut dapat digunakan untuk membaca chip e-KTP secara efektif, maka dalam persiapan pengadaannya, khususnya yang berkaitan dengan aspek teknis dikoordinasikan dengan Tim Teknis Pemanfaatan e-KTP, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri.

2.    Supaya tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahwa e-KTP tidak diperkenankan di foto copy, distapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, sebagai penggantinya dicatat "Nomor Induk Kependudukan (NIK)" dan "Nama Lengkap"

3.    Apabila masih terdapat unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, masih memfoto copy, menstapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena sangat merugikan masyarakat, khususnya pemilik e-KTP.

Demikian atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan
Tembusan Yth:

1.    Bapak Presiden Republik Indonesia (sebagai laporan);
2.    Bapak Wakil Presiden Republlk:Indonesia;
3.    Menteri Koordinator Bidang Polhukam;
4.    Menteri Koordinator Bidang perekonomian;
5.    Menteri Koordinator Bidang Kesra;
6.    Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi;
7.    Kepala Lembaga Sandi Negara;
8.    Rektor Institut Teknologi Bandung.

terima kasih.

Menteri Dalam Negeri
GAMAWAN FAUZI

Sumber : Kemendagri.go.id

Pemprov Jabar Minta Lahan Unswagati Segera Dibebaskan

Tidak ada komentar
Cirebon - Senin (6/5/2013) Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta Pemerintah Kota Cirebon serius menuntaskan sisa pembebasan lahan yang dialokasikan untuk peningkatan status Unswagati menjadi Perguruan Tinggi Negri (PTN).

Pasalnya dari alokasi lahan sebanyak 30 hektare yang dibutuhkan untuk sarana fisik Kampus Unswagati, baru 20 hektare yang telah dibebaskan, sedangkan sisanya masih terkendala proses administratif karena menyangkut aset milik Pemkot Cirebon.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan dana pembebasan lahan untuk sisa lahan [10 hektare] yang dibutuhkan telah kami sediakan, akan tetapi 3 tahun berjalan dana tersebut tidak terserap juga.

“Kalau masalahnya menyangkut aset Pemkot Cirebon hendaknya ini segera diselesaikan agar keinginan Kota Cirebon memiliki kampus negeri segera terealisasi,” katanya di Cirebon, hari ini.

Aher mengungkapkan lamanya pembebasan lahan membuat Pemprov Jabar mengambil inisiatif agar surat keputusan untuk status PTN Unswagati bisa keluar tahun ini.

“Kami [Pemprov Jabar] telah berupaya semaksimal mungkin, kini tinggal keseriusan Pemkot Cirebon dalam pembebasan lahan,” ujarnya.

Sumber : k3/yri - bisnis-jabar.com

Editor : Santosa

Pertunjukan Legenda Padusi Percintaan, Kesetiaan Dan Harga Diri Perempuan Di Tanah Minang

Tidak ada komentar

Senin, 06 Mei 2013

Jakarta, Senin (06/05/2013) – Minimnya pertunjukkan seni sastra panggung di Indonesia, seakan mendapat angin segar dari rencana pementasan yang akan dilakukan oleh Daya Lima bersama Yayasan Bunda didukung oleh Djarum Apresiasi Budaya yang akan menggelar sebuah pertunjukan drama tari karya Tom Ibnur, maestro tari dan juga guru besar dari ISI Padang Panjang, yang berjudul “Padusi” pada tanggal 11-12 Mei 2013 mendatang di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jakarta.

“Sudah banyak seni pertunjukan yang telah kami dukung, namun sebagian besar mengangkat tema yang berakar dari kebudayaan di Pulau Jawa. Kali ini melalui pertunjukan “Padusi”, sebuah legenda dari ranah Minang. Sebuah kisah yang mengandung ajaran luhur yang dapat menjadi inspirasi hidup masyarakat luas. Karya ini membuktikan bahwa spirit tradisi tetap aktual dan dapat diangkat secara kekinian,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation seperti dikutip dari web indonesiakaya.com.

Melibatkan 50 penari dan musisi, Tom Ibnur akan menampilkan tiga legenda perempuan dari Ranah Minang yang menginspirasi perempuan nasional. Percintaan, kesetiaan dan juga harga diri adalah topik dan tema cerita yang akan ditampilkan secara seni drama dan tari.

“Perempuan mempunyai banyak arti dan cerita di Indonesia dan juga dunia. Padusi yang berartikan perempuan di ranah Minang juga mempunyai satu sejarah dan makna tersendiri terlebih lagi bagi masyarakat Minang sendiri. Karena ini pertunjukan yang istimewa, saya harus membawa para penari asli dari Bukit Tinggi ke Jakarta khusus untuk Padusi ini,” ujar Tom Ibnur.

Untuk pertunjukannya nanti, Tom Ibnur menyebutnya dengan istilah “Legendra” yang merupakan kependekan dari Legenda Drama Tari. “Disebut ‘legendra’ karena ini merupakan drama tari yang mengangkat cerita legenda ranah Minang,” tambahnya.

Dalam pertunjukan Padusi tersebut, Tom Ibnur menggandeng dua nama yang dikenal selalu menghasilkan karya yang berkualitas, yakni Rama Soeprapto sebagai sutradara dan Nia Dinata sebagai penulis naskah. Ini merupakan kolaborasi pertama mereka berdua dalam membuat satu pagelaran teater seni drama dan tari.

Nia Dinata yang memang banyak mengangkat cerita tentang perempuan, menyatakan bahwa ia memiliki “keterikatan” tersendiri dengan Padusi. Selain karena memang berdarah Minang, Nia merasa memiliki gairah khusus untuk mengeksplorasi drama tari ini.

Sedangkan Rama Soeprapto sebagai sutradara akan menyuguhan sentuhan artistik yang minimalis dengan teknik visual prima dalam penggabungan seni drama dan tari menjadi satu presentasi yang unik. Ditanya apa kesulitan menyutradarai pertunjukan Padusi tersebut, ia menjawab, “Ini merupakan tantangan tersendiri bagaimana mengarahkan maestro, penari dan para pemain teater senior dalam 3 cerita dalam satu panggung sekaligus.”

Tidak hanya itu, pertunjukan yang akan dipentaskan selama dua hari ini akan didukung oleh serangkaian nama-nama besar di dunia seni peran Indonesia, diantaranya Sha Ine Febriyanti, Jajang C. Noer, Niniek L. Karim, Arswendy Nasution, Marissa Anita dan dua pemain teater dari ISI Padang Panjang.

“Sejak pertama kali saya ditawari untuk bermain dalam Padusi ini, saya langsung tertarik. Berhubung saya tidak ada turunan Minang sama sekali, saya jadi banyak cari referensi mengenai salah satu legenda yang memang dikenal oleh masyarakat Minang ini. Berperan untuk tiga cerita sekaligus dalam satu pertunjukan merupakan tantangan tersendiri bagi saya. Hasilnya lihat saja nanti,” ujar Ine Febriyanti sambil tersenyum.

Pertunjukan Padusi akan dipentaskan pada tanggal 11-12 Mei 2013 pukul 14.00 dan 19.30 WIB di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Tiket dapat dibeli melalui website http://padusi.acara-event.com/ dengan pembagian kelas kategori penonton yang mulai harga 250 ribu sampai satu juta rupiah. Bagaimana, anda tertarik ?

Resensi Buku: Terapi Berpikir Positif

Tidak ada komentar

Minggu, 05 Mei 2013

Judul Buku              : Terapi Berpikir Positif
Pengarang              : Dr. Ibrahim Elfiky
Penerjemah           : Khalifurrahman Fath S & M. Taufik Damas
Penerbit                  : Zaman Jakarta
Tahun Terbit           : 2009
Resentator              : Mohammad Wildan, Mahasiswa FISIP Unswagati, Reporter Magang                                                 Lembaga Pers Mahasiswa Setara

Setaranews.com - Terapi berpikir positif ialah buku yang ditulis oleh seorang maestro motivator islam dunia dr. Ibrahim Elfiky. Buku yang menjadi internasional best seller ini berisi tentang bagaimana menjadikan berpikir positif sebagai modal dalam mengatasi atau mengahalau berbagai pikiran negatif  yang dapat sangat merugikan seseorang dalam kehidupan.

Buku ini dapat berinteraksi dengan baik dengan pembacanya dengan menggunakan kata-kata yang mudah dicerna ditambah beberapa contoh yang ditambahkan setelah kalimat yang dijelaskan semakin membuat buku setebal 347 halaman ini ringan untuk dipahami.

Berpikir adalah bagian terpenting dari manusia yang membedakannya dari hewan maupun tumbuhan. Setiap harinya manusia berpikir kurang-lebih 60.000 kali. Penelitian dari Fakultas Kedokteran di San Fransisco (1986), menemukan bahwa 80% dari pikiran manusia cenderung menyuruh pada keburukan atau hal-hal negatif. Pikiran-pikiran itulah yang akan mengarahkan sikap dan perilaku kita. Jika kita tidak mengarahkan dan pikiran-pikiran penyaring pikiran kita. Maka akan dapat timbul perilaku yang negatif. Sangat penting bagi kita untuk mengisi pikiran-pikiran kita dengan hal atau informasi yang positif.

Dunia luar adalah pantulan dari dunia dalam dirinya, hidup adalah pantulan dari pikiran dan keyakinan kita, untuk merubahnya hal pertama yang kita ubah adalah pikiran dan keyakinan kita. Berpikir melahirkan pengetahuan, pemahaman, nilai, keyakinan, dan prinsip. Pikiran bisa menjadi penyakit kejiwaan dan fisik. Pikiran takut membuat kita takut, pikiran sedih membuat kita sedih dan pikiran senang membuat kita senang. Socrate berkata; "Dengan pikiran seseorang bisa menjadikan dunianya berbunga-bunga atau berduri-duri."

Menurut Ibrahim, berpikir itu sederhana dan hanya butuh waktu sekejap untuk melakukannya, namun pikiran adalah awal dari segala sesuatu. Akal yang merupakan pangkal dari sebuah pikiran dinilai harus bekerja sesuai arahan. Jika kita melihat tentang pikiran negatif mencari dan memikirkan hal-hal negatif yang terjadi di masa lalu kemudian menimbulkan rasa cemas dan menumbuhkan rasa takut menghadapi masa depan.

Berpikir positif adalah sumber kekuatan dan sumber kebebasan. Disebut sumber kekuatan karena ia membantu kita menemukan posisi sampai mendekatinya. Dengan begitu seseorang dapat akan bertambah mahir, percaya dan kuat, sedangkan sumber kebebasan karena dengannya kita akan terbebas dari penderitaan dan kungkungan pikiran negatif serta pengaruhnya pada fisik. Sebenarnya dalam kondisi normal seseorang sangat mungkin berpikir positif namun kekuatan berpikir positif saat menghadapi masalah itulah yang diperlukan.

Ada beberapa tips yang ditawarkan oleh penulis buku tersebut, diantaranya ;

  1. Keinginan yang menggebu untuk mewujudkan impian

  2. Keputusan yang kuat dan menghilangkan keragu-raguan

  3. Presepsi yang sadar

  4. Dukungan dari dalam dengan mengahargai kenyataan dengan mengenali diri kita sendiri


Buku ini cukup menarik dibaca untuk kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja, dan penggiat akademisi.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews