Responsive Ad Slot

Tak Lolos Verifikasi, Partai Mahasiswa Meminta Ganti Rugi Uang ke PPUM Unswagati

Tidak ada komentar

Sabtu, 12 Januari 2013

Merasa merugi, Partai Mahasiswa (PM) mengajukan ganti rugi uang kepada pihak PPUM karena partainya tidak lolos dalam proses verivikasi.

Sabtu (12/1) siang PPUM dan BPPUM menggelar sidang verifikasi terkait pemilihan umum mahasiwa Unswagati di ruang 35 fakultas ekonomi jurusan manajemen. Salah satu partai, yakni Garuda Ekonomi belum hadir sehingga turut dipertanyakan di dalam majelis oleh peserta forum. Namun setelah beberapa menit pihak dari partai Garuda Ekonomi datang.

Hujan interupsi turut mewarnai dalam sidang proses verifikasi hari ini. Salah satu perwakilan Partai Mahasiswa (PM) yakni M.Taufik mempertanyakan perihal penutupan pendaftaran, karena PPUM dinilai telah melanggar aturan. Namun disisi lain ada peserta forum menilai bahwa PPUM telah menjalankan tugasnya sesuai prosedur. Hal tersebut dilihat dari bukti-bukti yang seperti, adanya surat berita acara, dan ada keputusan tentang proses verifikasi tersebut, dan akhirnya PPUM tidak meloloskan partai Mahasiswa (PM). Terkait tidak lolosnya Partai Mahasiswa (PM), Taufik mengajukan ganti rugi kepada PPUM karena pihaknya telah melakukan mengeluarkan biaya untuk melengkapi persyaratan.

Dari pengamatan SetaraNews proses verifikasi dilanjutkan dengan menghadirkan saksi dari peserta forum. Setelah usai melakukan proses verifikasi, PPUM memutuskan dalam berita acara hari ini bahwa ada dua partai yang lolos dalam proses verifikasi yakni Partai Garuda Ekonomi (PGE) dan Partai Mawar (PM). Kedua perwakilan partai menyetujui ditandai dengan penandatangan di surat berita acara. Agenda selanjutnya adalah sosialisasi ke seluruh kampus di Unswagati terkait kedua partai yang lolos dalam tahap verifikasi tersebut, rencananya PPUM akan melakukan proses verivikasi pada hari Senin (14/01).

Di akhir penutupan sidang verifikasi PPUM, ketua PPUM, Oki Julianto yang masih berstatus sebagai mahasiswa tingkat satu Fakultas Pertanian menuturkan bahwa, “Bagi partai yang tidak lolos, sebaiknya kita utamakan musyawarah dalam menyikapi berbagai persoalan terkait dalam sidang hari ini.”

Sidang yang turut dihadiri oleh ketua BPPUM (Bawaslu) Moga Yuda Prawira ini juga menuturkan bahwa, “Kita sepatutnya kembali kepada niat dari masing-masing partainya-lah.”

Reporter : Santosa

Juru Kamera : Hari Sapta Rengga

Redaktur : Kurniawan T Arief

Kementerian ESDM Prioritaskan Energi Terbarukan

Tidak ada komentar


Bandung  - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan, energi baru dan terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan prioritas utama yang harus dikembangkan mengingat potensi Indonesia sangat besar.

"Mengembangkan energi baru dan terbarukan merupakan prioritas utama, BBM yang digunakan untuk membangkitkan listrik semakin langka dan mahal," kata Jero Wacik saat memberikan sambutan peresmian PLTP di PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Kabupaten Bandung, Sabtu.

Jero mengatakan, energi panas bumi di Indonesia masih belum seluruhnya dikerjakan, sementara potensi energi bersumber dari panas bumi mencapai 29.000 megawatt atau 40 persen dari total potensi panas bumi di dunia.

"Sebelumnya masih empat persen saja yang sudah dikembangkan, dari potensi 40 persen yang ada, namun sekarang sudah mulai meningkat menjadi enam persen, dan saya harap bisa terus ditingkatkan," ujar Jero.

Dengan potensi yang sangat besar tersebut, lanjut Jero, pihaknya menginginkan adanya optimalisasi dari energi baru dan terbarukan seperti energi panas bumi.

"Saya harapkan Pertamina segera mengembangkan pembangunan unit-unit yang lain baik di Kamojang maupun lokasi lain di Indonesia dan tidak perlu untuk menunggu waktu yang lama," tambah Jero.

Jero menegaskan, saat ini kebutuhan listrik terus naik, oleh karena itu tidak ada cara lain dengan mengembangkan potensi sumber energi baru dan terbarukan.

"Kalau dahulu ada hambatan terkait masalah hutan dan tarif, namun sekarang sudah terselesaikan dan diharapkan bisa terus dikembangkan," ujar Jero.

Pembangkit PLTP Kamojang Unit V yang merupakan pengembangan dari empat unit PLTP sebelumnya, akan mulai beroperasi pada tahun 2014 mendatang.

Kapasitas yang terpasang di Kamojang adalah 200MW, dan pengembangan PLTP Kamojang Unit V dan Lahendong merupakan bagian dari proyek 10.000MW tahap dua.(Editor: Desy Saputra)

Sumber : antara

Perpustakaan Unswagati Membutuhkan Koleksi Buku Baru

Tidak ada komentar
CIREBON. SetaraNews.com - Perpustakaan yang merupakan gerbang utama dalam membuka gudang ilmu memang sangatlah perlu, terutama di satuan lembaga pendidikan. Di Unswagati misalnya, berdasarkan data yang SetaraNews.com kumpulkan sejak hari kamis (5/1) hingga rabu (10/1) terdapat sekitar lebih dari 15000an. Jumlah koleksi buku tersebut dari berbagai fakultas, diantaranya dari fakultas pertanian, ekonomi, hukum, keguruan dan ilmu pendidikan, kedokteran dan sosial politik, dan teknik sipil serta fakultas diktratasia.
Dilihat dari jumlah peningkatan mahasiswa baru tahun 2012 Unswagati yang mancapai 2.579 lebih, tentu kebutuhan akan bahan penunjang seperti buku di dalam proses perkuliahan sangat diperlukan.  Dilihat dari intensitas kunjungan mahasiswa yang ke perpustakan untuk mencari buku sebagai bahan rujukan dalam menjalani perkuliahan masih cukup tinggi.  Data statistik menunjukan bahwa di perpustakaan universitas, angka transaksi peminjaman buku di tahun 2010 hingga tahun 2012 telah mencapai lebih dari 1.750-an.
Sementara itu staf Perpustakaan Unswagati, Kubeni, SIP menuturkan bahwa; “Untuk lebih meningkatkan pelayanan koleksi buku untuk mahasiswa, dosen, dan karyawan, serta penggiat akademik lainnya. Unswagati berupaya untuk memberikan koleksi buku baru di perpustakaan di setiap tahunnya.” Dalam hal ini, beliau masih melakukan sosialisasi kepada mahasiswa, dan khalayak akademis pada umumnya, agar perpustakaan dapat dijadikan rujukan informasi.
Salah satu mahasiswa Unswagati yang biasa mengunjungi perpustakaan Unswagati Robert , mengatakan bahwa, “Koleksi buku-buku di perpustakaan di pusat (Unswagati) masih cukup, namun buku-buku tersebut kurang up to date. Karena banyak buku-buku yang telah mengalami revisi. Hal tersebut dikarenakan perubahan kurikulum baru. Saya harap ada koleksi buku-buku baru yang lebih relevan lagi agar saya tidak perlu repot-repot untuk membeli buku baru di toko buku.”

Reporter: Santosa

Mahasiswa Mengaku Dimintai Rokok Ketika Mengambil Uang Beasiswa

Tidak ada komentar

Kamis, 10 Januari 2013

Cirebon,  Setaranews.com – Beberapa waktu lalu di akhir Desember 2012, kampus satu Unswagati cukup dibuat geger dengan adanya berita beberapa mahasiswa penerima Beasiswa periode tahun 2012-2013 yang mengaku dimintai rokok oleh Salah seorang bidang Rektor III Unswagati sebanyak dua Bungkus ketika mereka hendak mengambil uang beasiswanya di ruangan Wakil Rektor III Unswagati.


Hal itu, berawal dari keterangan salah satu mahasiswa penerima Beasiswa yang tidak mau disebutkan namanya yang mengaku kepada Setara yang ditemui pada hari Rabu (02 Januari 2013), menyatakan ketika dia hendak mengambil beasiswa itu merasa tidak enak dan bingung dengan kejadian ini, karena pada akhir Desember lalu, dia hanya ingin mengambil beasiswa di ruangan Wakil Rektor III. Namun  ternyata dimintai dua bungkus rokok. Sampai-sampai dia harus meminjam uang terlebih dulu ke teman sekelas, karena belum memiliki uang untuk membeli rokok tersebut. Disamping dia malu, karena dia tidak terbiasa membeli rokok mengingat statusnya sebagai perempuan. “Padahal sewaktu saya menyetorkan rokok itu (di ruangan Wakil Rektor III Unswagati), di situ sedang ramai. Ada beberapa karyawan dan dosen. Ya mereka semua diam saja, seolah sudah menjadi kebiasaan.” Ujarnya.

Namun, hal itu kemudian dibantah oleh staf Wakil Rektor III Unswagati, Sangaji.

“Rokok yang kemarin dari mahasiswa itu, saya hanya meminta tolong buat ambilkan dulu di KOPMA (Koperasi Mahasiswa), tapi ternyata malah sudah dibayar. Jadi ini hanya salah paham saja. Karena saya juga baru kali ini mengurus beasiswa dan tidak pernah meminta rokok.” Ujarnya saat  dikonfirmasi oleh Setara di Ruangan Wakil Rektor III Unswagati.
Selain mahasiswi tadi, ada lagi mahasiswa penerima Beasiswa warga dari  salah satu Fakultas di Kampus III yang juga enggan untuk menyebutkan namanya mengaku kepada Setara pernah dimintai rokok oleh salah seorang bidang Wakil Rektor III Unswagati saat mengambil beasiswa dengan dalih sebagai ongkos terima kasih.


Salah seorang mahasiswi Fakultas Pertanian yang juga penerima beasiswa, Yanesa P menyatakan bahwa dia tidak memberikan Rokok ketika mengambil uang beasiswa itu. ”Waktu itu sih mereka nyindir-nyindir gitu bahasanya, gak ngomong terang-terangan. Tapi ya saya cuekin saja. Pura-pura gak dengar. Akhirnya saya sih gak ngasih apa-apa (*rokok), malesin banget ngasih rokok segala. Tapi ternyata, belakangan saya baru tahu kalau  beberapa temen saya (penerima beasiswa) malah kena.” Ujarnya kepada Setara.


Sudah setengah abad lebih lembaga pendidikan ini berdiri. Usia yang sudah lebih dari matang seharusnya diimbangi dengan kematangan sumber daya manusianya. Tidak hanya itu, dari segi kualitas, fasilitas, dan pelayanan pun sudah selayaknya menjunjung semangat Tri Darma Perguruan Tinggi. Sudah seringkali Civitas Unswagati mendengar tentang konsep Rektor Unswagati perihal Nawa Karya, yang salah satunya adalah mengedepankan pelayanan yang terbaik terhadap Mahasiswa.


Namun, adanya beberapa pengakuan Mahasiswa Penerima Beasiswa yang kemudian dibantah oleh Staf Bidang Wakil Rektor III Unswagati tentang praktik pungli dalam bentuk rokok  sangat menciderai nilai profesionalisme dan kejujuran dalam falsafah Nawa Karya.



Nia dan Faldi

Editor      : Santosa
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews