Responsive Ad Slot

FISIP Lepas Lulusan Sarjana 2016/2017

Tidak ada komentar

Sabtu, 05 Agustus 2017

Unswagati, Setaranews.com – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unswagati lepas 108 lulusan sarjana dalam acara pelepasan lulusan sarjana Tahun 2016/2017 di Ballroom Hotel Prima, Jumat (4/8). Acara ini dihadiri oleh jajaran Fakultas, Rektor Unswagati dan jajarannya, Pembina Yayasan Pendidkan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Ketua dan Wakil YPSGJ.

FISIP memiliki dua program studi, yakni Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi. Jumlah lulusan Program Studi Ilmu Administrasi Negara adalah 73 sarjana, sedangkan untuk Program Studi Ilmu Komunikasi berjumlah 35 sarjana. Lulusan terbaik dengan kelulusan predikat "Dengan Pujian" berjumlah 16 Sarjana, yakni 12 Sarjana lulusan terbaik dari Ilmu Komunikasi, dan 4 Sarjana dari Ilmu Administrasi Negara.

Harapan untuk para lulusan sarjana keluar dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Dekan FISIP, Mukarto Siswoyo. Dalam sambutannya, Mukarto berharap agar para lulusan mampu menjaga sikap dan nama almamater. “jaga selalu nama almamater. Oleh karena itu, berikhtiar terus, tingkatkan terus wawasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Marilah kita bekerjasama, bersinergi, saling menghormati yang dapat memperkokoh pondisi yang kita bangun, untuk memajukan FISIP, memajukan Unswagati, memajukan Yayasan” ujarnya.

Para lulusan tersebut akan mengikuti wisuda yang dilaksanakan pada 12-13 Agustus 2017 di Auditorium Kampus Utama Unswagati.

Unswagati Lepas I600 Mahasiswa KKN

Tidak ada komentar

Rabu, 02 Agustus 2017

Unswagati, Setaranews.com - Universitas Swadaya Gunung Jati lepas 1600 mahasiswa untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata Penerapan Keterampilan Mahasiswa (KKN-PKM). Acara pelepasan bertempat di lapangan parkir Unswagati, yang dihadiri oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Sunjaya Purwadi Sastra, M.M., M.Si. beserta Camat dan Kepala Desa daerah tempat KKN, Selasa (01/08).

KKN-PKM tahun 2016/2017 mengusung tema " Penguatan Sumber Daya Masyarakat Pedesaan dan OVOP (One Product One Village) Dalam Upaya Meningkatkan IPM Kabupaten" pemilihan tema tersebut diharapkan agar mahasiswa mampu meningkatkan produk berkearifan lokal.

"Alasan pemilihan tema tersebut diharapkan mahasiswa mampu lebih dekat dengan masyarakat, kitakan menyimak dari Menteri Perdesaan Pembangunan bahwa wajb berkearifan lokal, mahasiswa kita mau coba-coba mengidentifikasi kira-kira desa ini butuhnya apa, sehingga dengan mudah dapat mengembangkan produk-produk lokal yang bisa mendunia" ujar Jimmy Hasoloan selaku ketua Lembaga Pengabdiaan Masyarakat Unswagati (LPM-U), Selasa (01/08).

KKN kali ini dibagi menjadi dua gelombang, yakni pada Agustus dan Februari mendatang, gelombang satu terdiri dari Fakultas Teknik (FT), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Sedangkan gelombang dua terdiri dari Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Unswagati bekerjasama dengan tujuh Kecamatan yakni Susukan, Gegesik, Panguragan, Greged, Susukan Lebak, Gebang dan Ciledug. Serta 81 desa di Kabupaten Cirebon sebagai tempat pengabdian mahasiswa, KKN ini akan berlangsung selama 40 hari terhitung dari sekarang. (Felis)

Kritik Menristekdikti, Dua Mahasiswa Unnes Terjerat Pasal Karet

Tidak ada komentar
Nasional, Setaranews.com - Dua mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) dipolisikan oleh pihak kampus atas dugaan pencemaran nama baik Menteri Riset Teknologi  dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Kedua mahasiswa tersebut bernama Julio Belnanda Harianja dari Fakultas Hukum dan Harist Achmad Mizaki dari Fakultas Teknik.

Keduanya dilaporkan setelah sengaja mengunggah  foto piagam penghargaan bernada sindiran untuk Mohamad  Nasir atas pencapaian mencederai asas ketunggalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Perguruan Tinggi ke media sosial pada 7 Mei 2017 sehari setelah Mohamad Nasir menghadiri acara di Unnes. Unggahan foto tersebut dimaksudkan sebagai kritik terhadap Menristekdikti.

"Dalam kajian kami, UKT sudah tidak tunggal lagi. Di Unnes masih ada pungutan lain di luar UKT, buktinya ada Pembayaran KKN, SPI dan beberapa pembayaran lainnya. Jadi kami menyindir kepada Pak Menteri yang mencanangkan program UKT di Perguruan Tinggi," ujar Julio, dikutip melalui cnnindonesia.com.

Hal senada juga dinyatakan oleh Samuel Rajagukguk, Kuasa Hukum kedua mahasiswa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Dia menyatakan bahwa pihak Unnes telah melakukan pembungkaman dan kriminalitas terhadap mahasiswanya sendiri. Terlebih, penyidik menggunakan Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan 310 KUHP yang selama ini dianggap pasal karet.

"Seharusnya kritik atau aspirasi yang disampaikan mahasiswa semestinya dapat direspons sebagai bentuk masukan terhadap perbaikan kualitas pendidikan ke depan. Bukan malah dilaporkan kepada pihak berwajib. Pasal ini kami anggap selama ini yang mengkriminalisasi gerakan-gerakan rakyat," kata Samuel di Semarang, Jawa Tengah pada Minggu, 30 Juli 2017 seperti yang dimuat dalam viva.co.id.

Sementara itu, Rektor Unnes, Fathur Rokhman membantah bahwa tindakan pelaporan tersebut ingin melakukan pembungkaman terhadap mahasiswa.

"Kami sampaikan bahwa pelaporan tersebut memang ada dan bukan karena pembungkaman atau larangan menyampaikan pendapat atau kritik, melainkan karena dugaan pelanggaran hukum yang telah mengunggah sebuah dokumen tidak patut diberikan pada Menristekdikti saat acara di Unnes," kata Fathur Rokhman, Minggu, (30/07) dikutip melalui viva.co.id. (Trusmiyanto).

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews