Responsive Ad Slot

Cara Sederhana Agar Liburan Lama dengan Membawa Satu Tas

Tidak ada komentar

Sabtu, 19 November 2016

Tips, Setaranews.com - Bepergian untuk berlibur memang menyenangkan apalagi jika melakukannya dengan waktu yang lama. Akan tetapi, tidak sedikit dari kita yang merasa kebingungan saat akan berkemas untuk berlibur. Bawa tas banyak tapi repot diperjalanan, atau bawa tas satu tapi pakaian tidak muat. Mulai sekarang jangan bingung lagi, setaranews.com mencoba untuk memberikan tips sederhana. Di bawah ini ada cara bagaimana berkemas untuk liburan dengan waktu lama dengan hanya membawa satu tas saja, seperti yang dikutip dari hipwee.com:

  1. Pilihlah tas berbahan duffel atau carrier.


Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih tas yang tepat, seperti tas berbahan duffel atau carrier. Carilah tas yang tak mempunyai sekat didalamnya, agar bisa menata barang-barang dengan lebih mudah

  1. Bawalah pakaian yang senada


Saat melakukan persiapan untuk berlibur pasti pernah merasa dilema dengan pakaian mana saja yang akan dibawa, apalagi jika kamu termasuk orang yang begitu memperhatikan penampilan. Pilihlah pakaian yang senada yang dapat dipadupadankan sesuai kebutuhan. Selain memilih pakaian yang senada pilih juga pakaian yang bisa digunakan untuk acara resmi ataupun kasual. Misalnya dress selutut,  bisa dipakai saat jalan-jalan akan tetapi bisa juga dipakai untuk acara resmi.

  1. Bawa pakaian yang tak perlu di setrika


Perkembangan teknologi dalam dunia tekstil memang membawa kemudahan, misalnya menghasilkan kain-kain yang tak mudah kusut dan ringan. Jika anda memiliki dana lebih maka perlu untuk membeli baju-baju dengan bahan seperti itu agar dapat mempermudah saat bepergian.

  1. Bawalah masing-masing jenis pakaian yang berjumlah tiga


Agar bisa meringankan bawaan alangkah baiknya jika anda mencuci pakaian saat berlibur. Kenapa tiga? Karena anda dapat memakai satu stel pakaian, satu di cuci dan satu lagi di jemur, dengan kata lain tak ada baju yang menganggur dan kamu juga tak kekurangan pakaian saat berlibur.

  1. Pilih satu sepatu yang cocok dengan segala keperluan


Saat anda memutuskan untuk liburan maka tak perlu untuk  membawa semua koleksi sepatu yang dimiliki, cukup dengan membawa satu sepatu yang cocok di segala kesempatan untuk memudahkan anda dalam membawa barang-barang.

  1. Lipat dan gulung pakaian


Anda bisa mendapatkan ekstra di dalam tas jika bisa menata pakaian dengan baik. Menata pakaian bisa dilakukan dengan cara menggulung pakaian. Cara ini dapat membuat dimensi pakaianmu lebih kecil dan lebih mudah ditata dalam tas.

  1. Bawalah benda yang multifungsi


Saat akan berlibur di daerah yang minim fasilitasnya maka barang-barang multifungsi perlu dibawa. Barang-barang multifungsi seperti sarung  misalnya, dapat memberikan manfaat untuk menjadi handuk, tempat ganti baju, bantal, selimut dan lain sebagainya.

  1. Kenakan pakaian berat jika diperjalanan


Jaket dan jeans memiliki bobot yang begitu berat jika ditaruh dalamk tas, alangkah baiknya jika anda  memakai saat berangkat. Tak lupa juga untuk memanfaatkan kantong-kantong yang ada pada pakaian, untuk menyimpan kacamata, buku catatan dan lain-lainnya.

Perpanjangan SK DPM-U Masih Diperdebatkan

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Perpanjangan Surat Keputusan (SK) Dewan Perwakilan Mahasiswa Unswagati (DPM-U) yang sudah diajukan hingga 6 Desember mendatang, masih menjadi bahan perdebatan untuk sebagian mahasiswa. Seperti yang dilakukan oleh Serikat Mahasiswa Unswagati (SMU) pada Rabu (16/11) yang meminta audiensi dengan pihak rektorat perihal perpanjangan SK.

Audiensi tersebut menuntut Rektor Unswagati agar mencabut perpanjangan SK DPM-U. "Audiensi ini berisi tuntutan untuk mencabut perpanjangan SK DPM-U, ini belum menghasilkan keputusan yang jelas karena belum adanya berita acara dan keputusan rektor," tutur Pili Faturahman selaku Koordinator SMU saat ditemui oleh setaranews.com, Rabu( 16/11).

Menurut Hanif selaku Sekretaris Koordinator SMU mengatakan jika perpanjangan SK tidak memiliki aturan yang jelas. Pada SK tersebut terdapat banyak kesalahan dalam redaksinya. Selain itu DPM-U dinilai tidak jelas dalam menjalankan kinerjanya. Hal tersebut dapat dilihat dari pembuatan UUD Mahasiswa dan UU Pemilu masih ditemukan beberapa pasal yang multi tafsir. “Seharusnya dalam pembuatan aturan harus ada sosialisasi dan lain-lain. siapa tau itu aturan tidak sesuai dengan keinginan mahasiswa. DPM U itu dibuat untuk memenuhi kepentingn mahasiswa bukan buat kerja semrawut tidak jelas,” tuturnya melalui pesan singkat Blackberry Messenger.

Sedangkan Ketua DPM-U, Ferry Ramadhan merasa bahwa tindakan yang dilakukan oleh SMU wajar karena perpanjangan SK belum pernah terjadi sebelumnya. “Saya pribadi sebagai ketua merasa wajar, mengingat hal ini belum pernah terjadi. Sebenarnya masih kurangnya sosialisasi dari kami kepada seluruh mahasiswa. Sejauh ini kami hanya baru menyentuh ormawanya saja," ujarnya melalui pesan singkat Blackberry Messenger.

Lebih lanjut, Ferry menerangkan hasil dari audiensi kemarin yang juga dihadiri oleh seluruh Wakil Dekan III tiap Fakultas, bahwa tuntutan mahasiswa untuk mencabut perpanjangan SK DPM-U ditolak. Hasil tersebut dilihat dari segala pertimbangan yang ada.

Resensi Buku: ‘Hidup Bukan Hanya Urusan Perut’ Edan Tapi Membangun!

Tidak ada komentar
Judul Buku            : Hidup Bukan Hanya Urusan Perut: Kolom-Kolom Edan Prie GS

Penulis                    : Prie GS

Tanggal Terbit       : Desember, 2007

Penerbit                  : TransMedia Pustaka

Tebal Buku             : 166 halaman

Setaranews.com - Sebenarnya ‘Hidup Bukan Hanya Urusan Perut’ adalah sebuah istilah yang sudah sering kita dengar, dan dirasa pas untuk manusia modern yang terjebak kedalam peradaban hidup yang dibangunnya sendiri. Di era-globalisasi, kehidupan manusia telah dimudahkan, termasuk informasi yang mudah diakses kapanpun dan dimanapun. Tapi ternyata semakin banyak informasi yang masuk, semakin banyak pengetahuan yang didapat, membuat semuanya tidak terkendali. Seharusnya membawa manusia pada pemikiran-pemikiran yang sangat luas, malah tanpa sadar membawa manusia pada pemikiran-pemikiran yang sangat sempit.

Mungkin, seorang Prie GS menyadari hal tersebut lalu merasa gelisah melihat kehidupan modern yang membawa sebagian besar manusia terdampar dalam kehampaan. Dengan kata lain, kehidupan modern lebih banyak berdampak negatif daripada positif. Sah-sah saja sebenarnya untuk menjadi manusia yang modern, apalagi mengingat ketatnya persaingan di era yang semakin maju ini, asalkan tidak lupa menjadi manusia modern yang peka, berperasaan dan tidak anti sosial.

Maka lewat bukunya ini Prie GS mengajak semua orang untuk memaknai hidup lebih mendalam serta nyata, memakai hati dan logika, dari hal-hal paling sederhana yang kadang tidak terpikirkan oleh kita, karena baginya apapun, tidak terkecuali dalam hidup ini dapat memberikan pelajaran. Seperti saat Prie GS pada salah satu halamannya, memaknai orang gila dari sisi yang berbeda, katanya:

“…jika orang gila saja—dengan tawa—bisa menularkan kegembiraan, kenapa banyak orang waras—jangankan menularkan kegembiraan pada sesama—bahkan mereka sendiri sering lupa untuk tertawa. Modal kewarasan yang kita punya, malah sering menggiring kita ke jurusan yang keliru. Jurusan yang hanya memacu membengkaknya produksi asam lambung, radang usus, dan bermacam-macam tekanan mental. Jangankan menebarkan kegembiraan kepada orang lain, menggembirakan diri sendiri pun, kita—yang mengaku waras ini—sering kekurangan waktu.”

Lucu, bukan? Bahwasannya orang tidak waras saja alias orang gila dapat memberikan makna mendalam bagi orang yang waras itu sendiri. Tapi sebenarnya yang terpenting, Prie GS mencoba menyadarkan pembaca untuk lebih santai menjalani dan menikmati hidup. Terkhusus untuk yang terlalu sibuk dengan rutinitas pekerjaan. Memperhatikan dan mengasihani diri sendiri saja jarang, apalagi menengok lingkungan di sekitarnya.

Atau seperti saat Prie GS memaknai kebaikan sederhana melalui kendi—dengan tulisan ‘air matang’ diatasnya—didepan sebuah rumah dekat jalan raya di kotanya. Bisa ditebak kendi tersebut berisi air minum yang bebas diakses oleh siapa saja, bahkan oleh pejalan kaki yang membeli air putih pun kesulitan. Katanya:

“Kemiskinan itu ada, cuma tidak terasa. Kita mengerti tidak enaknya, tetapi telah lupa rasanya. Maka kepada kemiskinan disekitar, kita cenderung lupa, bahkan sekedar menaruh kendi didepan rumah sebagai suatu bentuk derma.”

Dari situ, kita dapat belajar untuk berbuat kebaikan, setidaknya dari hal yang paling sederhana terlebih dahulu, tapi memiliki tindakan nyata, karena kebanyakan dari kita hanya membayangkan berbuat kebaikan tanpa benar-benar mengerjakannya. Dan masih banyak lagi yang diulas oleh Prie GS di dalam bukunya, ini hanya sebagian kecil saja.

Dikemas dengan gaya tulisan yang ringan dan menggelitik, bahkan bisa dikatakan edan, membuat buku ini sangat mudah diterima dan dipahami oleh pembaca. Prie GS telah menyuguhkan guyonan segar yang berisi dan bermanfaat. Buku ini pun tidak ubahnya sebuah motivasi untuk membangun kepekaan kita terhadap lingkungan disekitar, beserta orang-orang didalamnya.

 

Resentator: Fiqih Dwi Hidayah, Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unswagati

Bentuk Kader Militan, IMMNI Adakan LDK Ke-2

Tidak ada komentar

Jumat, 18 November 2016

Cirebon, SetaraNews.com – IMMNI (Ikatan Mahasiswa Masjid Nurul Ilmi) menyelanggarakan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) ke-2 untuk anggota baru yang sebelumnya telah mengikuti LDK Pertama pada September lalu. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 18 November  sampai Minggu, 20  November 2016 di Kampus Utama Unswagati dan di hari berikutnya di Pondok Pesantren Madinatunnajah Cilimus Kuningan.


Baca juga: IMMNI Adakan LDK Untuk Anggota Baru


Sebagai tindak lanjut dari Latihan Dasar Kepemimpinan yang pertama, kali ini prosesnya lebih ditekankan pada pembentukan kader-kader militant yang memahami nilai-nilai kepemimpinan. Sesuai temanya “Membentuk Kader Militan Menuju Kampus Madani” dimana peserta akan di berikan pemahan untuk bisa melakukan dakwah di lingkungan kampus dan masyarakat luas.


“Peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 17 orang dan diharapkan bisa memiliki motivasi diri dan bisa memberikan motivasi hidup kepada orang lain dan juga bisa memberikan sesutu yang lebih kepada kampus, untuk mencapai itu kami juga mengundang beberapa ustadz dan alumni yang dirasa mempunyai pengalaman dan ilmu lebih, untuk memberikan materi dalam kegiatan ini,” tukas Sandi H. Fauzi selaku Ketua Pelaksana kegiatan, kepada setaranews.com (18/11).

Stasiun Kejaksan di Malam Hari

Tidak ada komentar
 

[caption id="" align="alignnone" width="640"] Foto: Kaum Kusam/LPM SETARA[/caption]

FCB Gelar Aksi Solidaritas Penolakan BIJB Desa Sukamulya

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com - Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Front Cirebon Bersatu (FCB) menggelar aksi solidaritas terkait penggusuran tanah untuk rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (17/11). Aksi berlangsung di Jl Siliwangi Kota Cirebon sekitar pukul 19.00 WIB.

Aksi tersebut ditujukan kepada pemerintah provinsi jawa barat untuk membatalkan rencana pembangunan bandar udara tersebut, karena lahan bercocok tanam mereka akan digusur pemerintah, dan hal itu akan mengancam sumber kehidupan masyarakat setempat yang mayoritas matapencaharianya sebagai petani, seperti yang dikatakan oleh Ucok, Koordinator Aksi.

“Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov - Jabar) untuk membangun Bandara Internasional akan dipaksakan dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mempercepat penggusuran Desa Sukamulya. Pernyataan akhir mereka hanya akan memberikan kompensasi tanpa adanya relokasi,” ujarnya, seperti yang dikutip dari radarcirebon.com.

Tak berhenti disitu, Ucok menambahkan pemaparanya bahwasanya rakyat desa sukamulya telah memperjuangkan hak nya selama 12 tahun "Rakyat Sukamulta selama 12 tahun memperjuangkan haknya atas tanah dan penghidupanya. Sekarang malah dijawab dengan rencana pengusuran yang dikawal aparat militer yang siap siaga untuk mengintimidasi, bahkan mengkriminalisasi rakyat Sukamulya," pungkasnya.

Massa Aksi mendesak Pemprov Jabar agar menghentikan rencana pengukuran tanah oleh Pansus BIJB, membatalkan proyek pembangunan Bandara Internasional, menarik mundur aparat yang melibatkan TNI dan Polri dari Desa Sukamulya dalam rencana pengukuran tanah Desa Sukamulya, Serta menuntut agar empat petani Desa Sukamulya yang ditangkap untuk segera dibebaskan.

Menwa Gelar Napak Tilas dan Bakti Sosial Ke-18

Tidak ada komentar

Kamis, 17 November 2016

Unswagati, Setaranews.com – Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Swadaya Gunnug Jati (Unswagati) akan adakan napak tilas dan bakti sosial yang ke-18. Kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 1998 dan tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 18-20 November 2016.  kegiatan rutin ini diikuti oleh pelajar se-wilayah III Cirebon serta Menwa se-Indonesia. Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari pahlawan sebagai bentuk balas jasa.

“Untuk yang mengikuti kegiatan ini pelajar sewilayah III Cirebon dan Menwa seluruh  indonesia, yang sudah konfirmasi ada dari luar  jawa yaitu Bengkulu, Lampung terus dari Ternate. Nanti berkumpul disini” Ujar Meidy selaku Ketua Pelaksana saat ditemui setaranews.com pada Sabtu (12/11)

Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan ini dibuka sampai tanggal 17 November, “Untuk Jumlah peserta sendiri kita belum bisa menetapkan soalnya kita masih open, tapi estimasikan seluruh 135 orang”  tambahnya lagi.

Kegiatan yang bertemakan “Jadikan Hari Pahlawan sebagai Peringatan bahwa Masa Depan Suatu Negara Berada Ditangan Pemudanya”, diharapkan mampu menumbuhkan rasa terimakasih pemuda terhadap para pejuang yang sudah merebut kemerdekaan Indonesia.

“Harapannya sih tidak jauh dari tema, jadi untuk pemudanya sendiri itu mengerti bahwasanya perjuangan saat dulu kala itu susah sekali mendapatkan kemerdekaan. Jadi jangan sampai mereka terlena akan kemerdekaan ini dan dia tidak menghormati Negara, jadi mereka lebih menghargailah” tutupnya. (Wawas)

Opini: Urgensi Moralitas Mahasiswa Terhadap Kaum Perempuan

3 komentar
Opini, Setaranews.com - Menjadi seorang perempuan itu tidak mudah. Dunia menjadi tempat yang tidak aman untuk perempuan. Akan selalu ada ancaman di manapun, kapanpun dan oleh siapapun untuk perempuan menjadi korban kekerasan seksual. Jangankan di tempat umum macam terminal atau stasiun yang memang dikunjungi oleh setiap kalangan, bahkan kampus yang notabenenya tempat kaum intelektual bersarang pun kini menjadi tempat ngeri untuk didatangi perempuan sendirian. Miris memang.

Ada beberapa titik di kampus tempat penulis menimba ilmu yang membuat banyak mahasiswi enggan untuk melewatinya, berdasarkan pengalaman dan pengakuan dari teman-teman penulis. Alasan mereka cukup membuat penulis ngeri yaitu karena acap kali dibuat tidak nyaman ketika melewati titik tersebut. Titik tersebut berisi sekumpulan mahasiswa yang dengan sembrononya kerap bersiul dan menggoda mahasiswi yang lewat, tidak jarang ungkapan berisi seksualitas pun mengiringi. Pantas saja membuat para mahasiswi tersebut merasa tidak nyaman.

Penulis sendiri pernah memiliki pengalaman tidak baik ketika melewati titik tersebut. Hampir saja ada tangan seorang laki-laki yang pura-pura tidak sengaja menyentuh dada penulis, nyaris menempel namun beruntungnya tidak sempat karena penulis dengan cepat menghindar dan berteriak. Celakanya, pelaku bukannya minta maaf namun malah mengelak dan menuduh penulis yang kegeeran padahal sudah jelas-jelas terlihat bahwa dia sudah sengaja menggerakkan tangannya ketika dia melihat penulis bergerak mendekat akan lewat. Pengalaman lainnya sama seperti yang dialami teman-teman, digodai.

Hal itu menjadi beban traumatis sendiri untuk penulis. Di satu sisi, penulis geram dengan tingkah mereka, di sisi lain penulis bingung harus bersikap seperti apa. Bisakah hal-hal seperti menggoda, bersiul dan bentuk pelecehan verbal lainnya tersebut diadukan pada pihak kepolisian? Penulis sendiri belum pernah mendengar ada kasus seperti itu yang sampai pada pelaporan. Namun jika dibiarkan, hal tersebut akan menjadi kebiasaan dan lumrah. Atau jangan-jangan hal tersebut sudah menjadi biasa dan mendapat pemakluman? Mengerikan!

Meski terkesan sepele, nyatanya pelecehan seksual seperti bersiul, menggoda dan pelecehan lain baik verbal maupun non verbal dapat dikategorikan sebagai bentuk kekerasan seksual menurut Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Kasus kekerasan seksual di Indonesia memiliki total angka yang fantastis seperti yang terlihat pada Catatan Tahunan (Catahu) 2016 luncuran Komnas Perempuan. Catahu yang yang dikeluarkan bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, 8 Maret tersebut mencatat berbagai kasus kekerasan yang menimpa perempuan sepanjang 2015. Jumlah kasus yang berhasil didokumentasikan menembus angka 16.217 kasus yang didapat dari 232 lembaga mitra Komnas Perempuan di 34 provinsi di Indonesia. Angka tersebut belum termasuk kasus-kasus yang tidak terendus dan terdokumentasikan. Masih banyak kasus serupa yang tidak dilaporkan, entah karena takut atau malu terhadap anggapan masyarakat.

Kampus merupakan isi dari sekumpulan orang yang memiliki akal dan moral, semestinya. Tidak bisakah kampus menjadi tempat aman untuk perempuan ketika di setiap sudut kota banyak ancaman bagi mereka untuk berjalan bebas tanpa gangguan? Mungkin penulis salah, ketika penulis berharap dengan adanya predikat ‘Mahasiswa’ menempel pada status sosial seseorang membuat orang tersebut pun memiliki moral yang maha pula. Ah! Jangankan mahasiswa, bahkan seorang dosen saja bisa sebegitu bejatnya melakukan tindakan tidak pantas bagi mahasiswinya. Masih ingat dengan kasus pemerkosaan oleh seorang dosen berinisial SS terhadap mahasiswinya? Kasus tersebut datang dari Universitas negeri favorit di Indonesia. Ini membuktikan, betapa ilmu tinggi tidak berpengaruh pada moral yang dimilikinya.

Kalau ada yang menganggap hal-hal pelecehan seksual di kampus penulis hanyalah hal sepele dan sudah dianggap hal biasa, bahaya! Inilah sumber masalahnya. Kejahatan yang jelas-jelas tertangkap mata tidak sampai masuk ke hati. Perempuan-perempuan yang merasakan ketidaknyamanan mereka terlalu takut untuk bersuara sedangkan pelaku makin asyik semena-mena bertindak. Padahal, dampak dari apa yang mereka perbuat sangat gamblang dirasakan. Mental seorang perempuan seperti dibombardir, mereka mengalami trauma yang disebabkan ketika bahaya mengancam otoritas tubuh maka kemampuan melarikan diri adalah suatu naluri yang tidak dapat dikendalikan. Ini tercermin dengan apa yang dilakukan teman-teman penulis, menghindari tempat di mana ada sekumpulan mahasiswa di dalamnya. Mereka pikir, lebih baik ambil jalan memutar meski akan menjadi lebih jauh jaraknya dibanding melewati mereka. Padahal belum tentu sekumpulan mahasiswa tersebut akan melakukan tindakan-tindakan tidak baik terhadap mereka. Ini menimbulkan sebuah antipati yang tinggi dari mahasiswi.

Menanamkan sikap saling menghargai ialah kuncinya. Mulailah untuk tidak memandang perempuan sebagai objek seksual melainkan sebagai manusia. Sebagai mahasiswa, yang sudah mencecap belasan tahun pendidikan, tidak bisakah untuk tidak berpikir hanya meliputi seks dan selangkangan saja?

Penulis: Anisa

Mahasiswa Fakultas Ekonomi

Tahukah Anda, Vape Berbahaya bagi Kesehatan?

Tidak ada komentar

Rabu, 16 November 2016

Cirebon, SetaraNews.com -. Akhir-akhir ini rokok elektrik atau yang biasa kita kenal dengan Vape sudah mulai menjadi ramai diperbincangkan oleh masyarakat khususnya dikalangan remaja. Ada sebagian kalangan yang menyebutkan bahwa menggunakan vape lebih baik daripada menghisap rokok dalam bentuk filter atau kretek. Namun tahukah anda bahwa ternyata itu adalah pernyataan yang salah.

Menggunakan Vape memang tidak menghasilkan asap seperti hasil pembakaran pada rokok tembakau, melainkan uap. Namun yang perlu digaris bawahi, tetap saja uap yang dihembuskan oleh vape (vaping) mengandung emisi pertikel-partikel halus Nikotin dan zat-zat berbahaya lainnya di udara. Hal ini disebabkan karena cairan didalam vaping mengandung nikotin serta Propylene glycol.

Nikotin merupakan salah satu bahan yang terdapat pada rokok tembakau, sedangkan Propylene glycol yaitu zat yang dapat menyebabkan iritasi jika terhirup oleh manusia. Propylene glycol adalah zat yang biasa digunakan untuk pembuatan Shampoo dan bahan campuran pengawat makanan serta pelarut obat-obatan.

Berikut bahaya Vape yang kami lansir dari duniainformasikesehatan.com :

1. Adiksi

Vaping merupakan cara baru memasukkan nikotin dalam tubuh. Nikotin mengakibatkan efek buruk terhadap tubuh yaitu adrenalin meningkat, tekanan darah meningkat dan juga mengakibatkan ketagihan.

2. Bahaya terhadap sistem pernapasan

Ada peringatan dari pabrik rokok elektrik yang menyatakan :Bagi konsumen yang memiliki penyakit paru (misalnya asma, PPOK, bronkitis, pneumonia) uap yang dihasilkan rokok elektronik dapat menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk. Jangan gunakan produk ini jika mengalami keadaan di atas. Hal ini menunjukkan bahwa produk ini benar-benar berbahaya , terutama untuk sistem pernapasan.

Keuntungan Berolahraga di Malam Hari

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com – Olahraga merupakan kegiatan yang dapat membuat tubuh kita menjadi sehat dan bugar. Kebanyakan orang menganggap olahraga di pagi hari lah yang sangat cocok dilakukan untuk mendapatkan manfaatnya untuk tubuh kita.

Namun, bagi Anda yang memiliki tingkat kesibukan yang tinggi, pastinya tidak punya cukup waktu untuk olahraga rutin karena terlalu lelah saat hari-hari kerja. Akhir pekan pun menjadi waktu Anda untuk beristirahat.

Anda tak perlu khawatir, berikut terdapat 4 keuntungan olahraga yang dapat dilakukan malam hari, apabila tidak punya cukup waktu mengerjakannya di pagi hari.

  1. Tekanan darah lebih rendah


Sebuah penelitian yang dicatat dalam Journal of Strength Conditioning Research menemukan bahwa, orang-orang yang berolahraga di malam hari memiliki tekanan darah lebih rendah 15 persen dibanding saat pagi hari.

  1. Tidur malam menjadi optimal


Penelitian yang dilakukan National Sleep Foundation pada relawan yang melakukan angkat beban di malam hari membuktikan, kualitas tidur mereka menjadi lebih baik dan menjadi terasa segar ketika memulai aktivitas pagi hari.

  1. Olahraga akan lebih maksimal


Selain membantu tidur lebih baik, beberapa studi juga telah menemukan bahwa berolahraga di malam hari dapat membuat otot tubuh lebih kuat.

  1. Tubuh akan lebih prima


Bukan hanya karena Anda akan mendapatkan pemulihan tubuh yang lebih baik pada saat tidur, namun pembakaran kalori juga lebih banyak. Menurut sebuah riset, level kortisol lebih tinggi di pagi hari dan dapat menghambat pertumbuhan otot.

 

Sumber: dari beberapa sumber

Pertahankan Eksistensi, Visi Klise Setahun Kedepan

Tidak ada komentar

Selasa, 15 November 2016

Unswagati, setaranews.com – Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) fotografi Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati), KLISE telah memilih Rusdina Adhani sebagai ketua umum untuk periode 2016-2017. Pemilihan ini dilakukan dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang dilakukan pada Sabtu (12/11) di Ruang FISIP Kampus III Unswagati.

Kepengurusan baru ini membawa Visi yaitu berusaha mempertahankan eksistensi Klise di tingkat nasional. Agar terwujudnya Visi tersebut maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan mengadakan acara di tingkat nasional, serta memperkenalkan Klise ke berbagai kalangan agar semakin mengudara.

“Dari tahun ke tahun KLISE mengalami perubahan yang signifikan. Di tahun 2016 KLISE sudah berhasil membuat acara akbar se-Indonesia. Untuk mencapai itu bukanlah hal yang mudah. Harapan saya agar KLISE bisa mempertahankan itu semua, bagaimana caranya agar tetap eksis di tingkat nasioanal,” ujar Rusdina Adhani melalui pesan singkat blackberry messenger pada Selasa (15/11).

Lebih lanjut, dina menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini Klise sedang mempersiapkan dua agenda kegiatan yang pada rencananya akan dilaksanakan pada Januari mendatang. Pendidikan lanjut untuk angkatan ke-8 dan pendidikan dasar untuk angkatan ke-9, yang dalam hal ini merupakan anggota baru. Kedua agenda ini merupakan program kerja wajib yang dilakukan tiap tahun.

“Setelah diberi materi pendidikan dasar. Lalu ke pameran pendidikan dasar. Selanjutanya ada pemberian materi pendidikan lanjut. Untuk materinya sendiri itu lebih luas, seperti jurnalis, human interest, lighting, strobist, stilife, dan lain-lain,” tambahnya kepada setaranews.com.

Refleksi Hari Pahlawan: Dahulu Berjuang, Sekarang Bagaimana?

Tidak ada komentar

Senin, 14 November 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Panitia Bersama Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Univeritas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adakan kegiatan Refleksi Hari Pahlawan dengan tema "Dahulu Berjuang, Sekarang Bagaimana?" di Halaman Parkir Kampus Utama Unswagati, pada Sabtu (12/11).

Panitia Bersama dalam kegiatan tersebut berasal dari Ormawa Unswagati baik dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Mereka yang tergabung ialah LPM Setara, HMJ Manajemen, BEM Pertanian, DPM Pertanian, HIPMAGRO, HIPMAGRI, BEM FKIP, MAPALA GUNATI, MENWA, HMS, TKU, IMMNI, UKM Seni dan Budaya, dan KSR.

Tujuan terselenggaranya acara tersebut untuk mengingat dan memperingati sejarah pengorbanan pahlawan serta sebagai ajang untuk silaturahmi antar Ormawa.

“Acara ini untuk mengingat kembali sejarah hari pahlawan dan bercermin dari lingkungan kita sendiri. Kita bertetangga antar Ormawa namun jarang bersilaturahmi, jadi bisa dibilang ini ajang silaturahmi juga antar Ormawa karena kan selama ini kebersamaannya kurang." Jelas Mumu Sobar Mukhlis selaku Ketua Pelaksana Refleksi Hari Pahlawan saat ditemui SetaraNews.com disela-sela acara (12/10).

Acara tersebut diisi dengan diskusi bersama Veteran, musikalisasi puisi, musik perjuangan, diskusi film dan sharing antar Ormawa.

Perwakilan dari berbagai Ormawa pun berharap setelah acara ini akan ada agenda serupa, yaitu perkumpulan antar Oramawa dimana nantinya ada diskusi-diskusi mengenai hal-hal yang menyangkut ruang lingkup kampus atau luar kampus. (Silvia)
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews