Responsive Ad Slot

Opini: Bahaya Oportunisme

Tidak ada komentar

Sabtu, 24 September 2016

Oportunis itu bukan sikap, melainkan penyakit. Hal ini perlu kita sepakati terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembahasan yang lainnya.

Oportunisme dalam definisi merriam-webster adalah sebuah praktek mengambil keuntungan dengan mengesampingkan prinsip. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan oportunisme sebagai paham yang semata-mata hendak mengambil keuntungan untuk diri sendiri, dari kesempatan yang ada, tanpa berpegang pada prinsip tertentu.

Dari definisi di atas, baik merriam-webster ataupun KBBI, keduanya merujuk pada satu kesimpulan, oportunisme adalah tindakan yang dilakukan tanpa prinsip. Belum selesai sampai disitu, tindakan tanpa prinsip a la oportunisme tersebut memiliki tujuan memupuk keuntungan pribadi.

SKEPTISISME dan OPORTUNISME

Oportunisme berbeda dengan skeptisisme. Skeptisisme tidak berada di wilayah manapun karena dasar ketidakadaanya pilihan yang cocok. Skeptisisme tidak berpihak karena mereka merasa bahwa segala hal itu tidak menjadi kepeduliannya lagi. Yang paling mencolok, skeptisisme adalah tindakan yang diambil karena prinsip, tanpa keraguan, dan tidak berorientasi pada keuntungan pribadi.

OPORTUNISME dan PERKEMBANGAN ZAMAN

Sebagai sebuah paham, oportunisme tentu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

Di masa lalu sikap oportunisme itu dipergunakan agar terbebas dari ancaman hukuman penguasa. Penganut oportunisme selalu berbicara di depan rakyat sebagai pihak yang membenci penguasa. Pada keadaan yang lain, di depan penguasa, oportunis mengolok-olok tindakan rakyat yang tidak mau patuh pada penguasa.

Ambilah contoh tentang kisah Abdullah bin Saba’ yang berpura-pura masuk Islam di era khalifah Utsman bin Affan. Abdullah bin Saba’, dengan pengetahuannya akan kelemahan Utsman, kemudian melakukan pemberontakan terhadap Utsman. Perang besar pun tidak dapat terelakan, dan menurut riwayat itulah awal berdirinya Syiah.

Zaman kemudian bertumbuh. Manusia tidak lagi menjadikan kuasa sebagai simbol yang perlu diperhitungkan.

Semenjak munculnya era kapitalisme global dengan hiper-semiotikanya (dimana simbol dan definisi tidak lagi bisa dibedakan), manusia memiliki simbol kejayaan yang baru. Simbol kejayaan itu adalah apa yang disebutkan oleh Marx dengan nilai tukar.

Manusia oportunis kemudian memulai pola menyesuaikan tujuan yang berbeda dengan apa yang terjadi di masa lalu. Manusia oportunis melakukan segala cara agar memperoleh uang dari berbagai tempat meskipun hal tersebut berlawanan dengan prinsipnya.

OPORTUNISME MODERN

Manusia oportunis modern terbagi menjadi dua. Pertama kutu loncat. Kedua penunggang konflik.

Pertama, manusia oportunis modern cenderung berpindah-pindah tempat (kutu loncat). Hari ini dia bernaung untuk A karena A sedang memiliki posisi tawar yang tinggi. Hari selanjutnya, manusia oportunis modern, menghantam A karena A dinilai tidak lagi memberikannya keuntungan kapital atau jabatan. Tidak hanya itu, manusia oportunis modern bahkan rela memuji B yang dulu menjadi musuhnya ketika dia bersama A.

Kedua, manusia oportunis modern rajin membaca situasi. Manusia oportunis memanfaatkan konflik untuk melejitkan posisinya diantara pihak yang sedang bertikai. Manusia oportunis modern ini membaca kemungkinan diantara A dan B mana yang lebih menguntungkannya. Ketika analisa itu sudah dilakukan, manusia oportunis modern kemudian memilih salah satunya meskipun sebenarnya tidak sesuai dengan prinsip hidupnya. Manusia oportunis hanya memikirkan kesempatan dimana dia bisa memperoleh tenar atau pun juga keberlanjutan perutnya.

Contoh manusia oportunis modern dapat kita lihat dalam dinamika politik. Politisi partai A yang berpindah ke partai B. Atau pun juga, dalam kehidupan sehari-hari dimana ada individu yang berkata pada kelompok A “B itu begini begitu” namun diwaktu yang lain bertutur pada kelompka B “A ini bagaimana sih tidak ini tidak itu”.

Disesuaikan dengan analisa Stone dan Turkle menyoal Multiple Personality Disorder (MPD) yang melanggar ‘norma moral hukum standar’ –yang disebut pula oleh Zizek “tidak ada satu orang menjamin kesatuan subjek”– jadi  bisalah kita kategorikan oportunisme ini semacam penyakit kepribadian ganda. Hal itu dikarenekan dalam oportunisme tidak ada subjek tunggal, tidak ada prinsip, yang ada hanya dia dan dirinya yang lain ditubuhnya, yang bergerak untuk kepentingan pribadinya.

PENUTUP

 Sikap oportunisme ini perlu dibaca dengan cermat oleh kalangan profesional. Tidak ada gunanya memilihara seorang oportunis. Oportunis hanya akan melontarkan kita pada titik tertinggi di waktu yang mereka kehendaki, dan kemudian menjungkalkan kita ketika tidak mampu lagi diharapkan olehnya. Tidak ada loyalitas terhadap pemikiran atau ideologi dalam oprtunisme. Oportunisme loyal hanya pada keuntungan pribadinya.

 

Oleh Bakhrul Amal, Penulis adalah Peneliti pada Satjipto Rahardjo Institute

LBU Sediakan Pelatihan Sebelum TEP

Tidak ada komentar

Jumat, 23 September 2016

Unswagati, Setaranews.com – Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor tahun 2015 yang menghimbau kepada mahasiswa tingkat akhir Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) untuk mengikuti TEP (Test of English Proficiency) yang dijadikan sebagai syarat wajib mengikuti skripsi. Ketentuan ini diberlakukan pada 2017 mendatang.

(Baca juga: TEP Menjadi Syarat Wajib Mahasiswa Ikuti Skripsi)

Lembaga Bahasa Unswagati (LBU) sebagai penyelenggara tes ini juga menyediakan pelatihan bahasa inggris bagi mahasiswa yang berminat. Pelatihan ini dikenakan biaya sebesar 500 ribu rupiah untuk tiga bulan masa belajar, dan bisa dicicil sebanyak tiga kali.

“Saat pelatihan maka mahasiswa dapat modul dan CD,” ujar Iin selaku staf Lembaga Bahasa Unswagati saat ditemui di ruangannya oleh SetaraNews.com, Jumat (23/9).

Pelatihan ini melibatkan tiga staf pengajar, diantaranya Dosen Unswagati dan satu pengajar dari luar. Penentuan jadwal untuk pelatihan bisa disesuaikan dengan jadwal mahasiswa, dengan ketentuan yaitu dalam satu rombel atau kelas minimal 10 orang.

“Minimal 10 orang bisa dari berbagai fakultas disatukan atau bisa juga teman satu kelas semua,” tambahnya.

Dalam satu minggu ada dua kali pertemuan, dengan waktu belajar 120 menit untuk sekali pertemuannya.

“Sejauh ini  sudah ada 2 rombel, ada 1 rombel yang off dulu karena ada mahasiswa yang PPL,” ujar Iin yang juga merupakan dosen Universitas lain.

Pihak universitas yang bekerjasama dengan pihak dekanat juga terus melakukan sosialisasi mengenai kebijakan ini agar mahasiswa tidak kaget seperti yang dikatakan Alfandi selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik Unswagati.

TEP Menjadi Syarat Wajib Mahasiswa Ikuti Skripsi

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com – Test of English Proficiency  (TEP) atau setara dengan tes TOEFL merupakan salah satu syarat wajib bagi mahasiswa yang ingin mengikuti ujian skripsi yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa Unswagati (LBU).

Ketentuan ini mulai diberlakukan tahun 2017 mendatang, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Rektor tahun 2015 yang menghimbau kepada seluruh mahasiswa baik reguler, karyawan, dan yang menempuh jalur S2 untuk wajib mengikuti TEP.

Untuk mahasiswa S1 dikenakan biaya sebesar 75 ribu rupiah, sedangkan untuk yang menempuh S2  sebesar 100 ribu rupiah untuk sekali tes. Skor minimal untuk TEP yaitu 400 bagi mahasiswa S1 dan 450 bagi mahasiswa S2 .

“Jika tidak mencapai skor maka diharuskan untuk mengulang lagi tesnya. Jika mencapai skor maka akan diberikan sertifikat. Sertifikat bisa dipakai selama satu tahun,” ujar Alfandi selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik Unswagati saat ditemui di ruangannya oleh SetaraNews.com, Kamis (22/9).

Alasan yang melatarbelakangi adanya TEP untuk tahun 2017 mendatang ini dikarenakan adanya himbauan dari pihak Dikti dan Kopertis. Alfandi juga menambahkan jika  pada dunia kerja kemampuan bahasa inggris itu penting untuk bersaing dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asia).

“Agar lulusan kita ini bukan menjadi mahasiswa abal-abal tetapi sebagai mahasiswa yang tidak hanya pandai dalam kompetensi pengetahuan saja tetapi juga pandai berbahasa apalagi sekarang sudah masuk era MEA," tambahnya.

BEM FE Adakan Kegiatan Bersih-Bersih

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengadakan agenda kegiatan dengan tema "One Step Of Change" yang berlangsung dari pukul 07.00 WIB-10.00 WIB.

Kegiatan tersebut diawali dengan senam pagi yang diikuti oleh staf-staf Universitas, siswa-siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang memang sedang PKL (Praktek Kerja Lapangan) di Unswagati, dan beberapa mahasiswa. Kemudian, acara dilanjut dengan bersih-bersih  di lingkungan Kampus Fakultas Ekonomi.

"Biar lingkungan ekonomi jadi bersih, jadi sehat dan rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan sebulan dua kali," tutur Adam Hermawan selaku Divisi Pelayanan Mahasiswa (Pelma) saat ditemui oleh SetaraNews.com, Jumat (23/9).

Selain itu, kegiatan ini sempat ada di tahun sebelumnya, dan kembali diaktifkan di tahun ini. BEM FE sendiri mengajak semua mahasiswa, dosen, maupun Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yang berada di Fakultas Ekonomi untuk mengikuti kegiatan tersebut agar lingkungan Kampus Fakultas Ekonomi menjadi bersih dan sehat. (Hikmah)

Bentrok Karena Ada Hary Tanoe, LPJ PKKMB-U Kembali di Pending

Tidak ada komentar

Kamis, 22 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com- Pelaksanaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) panitia program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tingkat Universitas (PKKMB-U) di laksanakan pada Kamis (22/9) di Ruang Aula Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon pukul 11.00 WIB. LPJ tersebut diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM-U).

Sebelumnya, LPJ PKKMB-U sempat diundur dikarenakan panitia belum menyelesaikan LPJ nya, kemudian LPJ hari ini diundur lagi karena bentrok dengan Kuliah Umum Kewirausahaan yang dibawakan Oleh Hary Tanoesoedibjo. Alasannya,  sama-sama bertempat di Ruang Aula Kampus Utama Unswagati Cirebon. Akhirnya Sidang LPJ Panitia PKKMB Tingkat Universitas baru setengah jalan kembali di pending selama beberapa jam kedepan.

Kejadian tersebut membuat mahasiswa yang hadir dalam sidang LPJ Panitia PKKMB Tingkat Universitas merasa kecewa terhadap hal tersebut.

"Dari awal LPJ di pending saya sudah merasa kecewa terhadap kepanitiaan PKKMB Universitas tahun ini, eh sekarang di pending lagi gara-gara ada Kuliah Umum seperti ini, padahal sudah disepakati berita acara oleh ke tiga pihak waktu itu, tapi kok bisa berbenturan seperti ini," Keluh Reja Fauzi, salah satu mahasiswa yang hadir saat ditemui SetaraNews.com.

Kekecewaan juga muncul dari Ahmad Jalaludin salah satu anggota DPM-U Terkait dipendingya LPJ Panitia PKKMB Tingkat Universitas.

"Kalau ditanya kecewa, yah saya kecawa terhadap kejadian ini, soalnya sudah ke dua kalinya LPJ di pending, saya sebagai salah satu elemen dari pelaksanaan LPJ Merasa heran bisa bisanya acara Kuliah Umum Kewirausahaan di lakukan hari ini juga, saya juga dari pihak DPM-U merasa lalai karena terlambat mengirimkan surat peminjaman Ruang Aula, kami hanya menyampaikan secara lisan terkait peminjaman Aula." Ucap Jalal.

Sidang LPJ Panitia PKKMB Tingkat Universitas akan dilanjutkan sekitar pukul 15.00 WIB, di ruang serbaguna Fakultas Ekonomi (FE).

Unswagati Ditunjuk Ikuti Program Pertukaran Mahasiswa Nusantara

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon ditetapkan sebagai salah satu Universitas Swasta Sewilayah Kopertis IV Jawa Barat dan Banten  yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Nusantara (Permata). Selain Unswagati masih ada tiga universitas lain, yakni Universitas Pakuan, Universitas Pasundan dan Universitas Islam Bandung (Unisba). Pelaksanaan program Permata dilakukan selama satu semester pada semester ganjil tahun ini.

Penunjukan Unswagati untuk mengikuti Program Permata merupakan salah satu prestasi yang membanggakan karena telah terpilih dari ribuan perguruan tinggi dan ratusan universitas sewilayah Kopertis IV Jabar dan Banten. Bukan tanpa alasan menunjuk Unswagati melainkan sudah ada kepercayaan dari pihak koordinator penyelenggara bahwa Unswagati merupakan universitas yang berkualitas.

"Kopertis saja percaya dengan kita (Unswagati), itu menandakan kalau Unswagati dinilai sebagai universitas yang memiliki kualitas tinggi," ujar Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III.

Peserta program Permata berjumlah lima mahasiswa masing-masing dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Hukum. Mahasiswa akan disebar ke wilayah barat sebanyak tiga mahasiswa dan wilayah timur sejumlah dua mahasiswa. Universitas akan menanggung biaya transportasi bagi mahasiswa sedangkan dari Dikti akan memberikan biaya hidup sebanyak Rp 600.000 per bulan.

"Transportasi pulang-pergi itu akan ditanggung universitas sedangkan Dikti hanya ngasih biaya hidup Rp 600.000 per bulan. Untuk mahasiswa yang berminat mengikuti harus ada izin dan koordinasi dulu dengan orang tuanya karena menyangkut biaya hidup yang diberikan kan jumlahnya terbatas," lanjutnya.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada laporan pembaruan mengenai mahasiswa yang diikutsertakan dalam program Permata. Bagi mahasiswa semester lima yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 dapat mendaftarkan dirinya ke Dekan Fakultas masing-masing atau menghubungi Staff Warek III. (Anisa)

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Angkat Bicara Terkait Isu Senioritas

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Terkait aksi senioritas yang diduga dilakukan oleh panitia PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang menuai banyak tanda tanya.

(Baca juga: Panitia PKKMB FK Diduga Lakukan Aksi Senioritas)

Kegiatan tahunan tersebut berlangsung selama dua hari di Kampus III Unswagati, dimulai sejak pukul 04.00 WIB-18.30 WIB di hari pertama dan pukul 06.30 WIB-19.00 di hari kedua. Para mahasiswa baru selalu dituntut untuk tepat waktu.

"Kedisiplinan itu penting, apalagi bagi kami para calon dokter. Kami harus sigap ketika sedang memeriksa pasien. Jadi jika ada sentak menyentak artinya itu bukan berarti benci atau senioritas, melainkan itu adalah pendidikan karakter agar kami terbiasa, kan nanti bakal ketemu dengan banyak orang. Sama sekali tidak ada senioritas dalam kegiatan ini, sasarannya sendiri kan supaya visi dan misi para panitia dapat tercapai salah satunya pembentukan karakter dan penanaman kedisiplinan," ujar Diana, salah satu mahasiswa tingkat 3 yang terlibat dalam kepanitiaan PKKMB Fakultas Kedokteran 2016 pada SetaraNews.com, Kamis (15/9).

Kemudian, selama satu tahun, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran masih dalam bimbingan kakak tingkat tentang etika dan tingkah laku, termasuk didalmnya memberikan beberapa tugas.

“Intinya diajarkan etika yang baik, selama satu tahun kami masih dalam masa bimbingan kakak tingkat, disini kami dipantau. Pantauan disini berarti pantauan secara etika dan tingkah laku dari mahasiswa baru ke kakak tingkat, diantaranya ada proses 3S (senyum, sapa, salam), dan salah satu tugasnya sih disuruh bawa buku seputar macam-macam penyakit, dan tugas perseorangannya tuh di suruh bawa buku dan isinya itu minta tanda tangan ke kaka tingkat.  Tapi intinya pendidikan karakter agar dispilin merupakan sasaran dalam hal ini,” ucap salah satu mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran.

Pendapat lain pun datang dari salah satu mahasiswa baru yang menganggap bahwa kerasnya para panitia di sini masih dalam tahap wajar.

"Saya sih asik saja dengan adanya acara ini, ambil positifnya saja, karena disini juga saya niat belajar. Kegiatan ini memang tidak selesai hanya PKKMB saja, melainkan ada lagi tugas yang mengikuti para mahasiswa baru, hingga saat ini saya juga masih mendapatkannya. Ya tugasnya sih kaya membuat makalah gitu. Tapi buat saya itu sih wajar saja," tuturnya.

Sebelumnya, Dikti sendiri telah menghimbau pihak Universitas agar pelaksanaan kegiatan PKKMB 2016 bersih dari aksi kekerasan dan perpeloncoan. (Riska)

Editor: Fiqih Dwi H.

 

BEM Fakultas Pertanian Unswagati Isi Makrab Dengan Diskusi

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Dalam pelaksanaan Malam Keakraban (Makrab) yang di selenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP) terdapat diskusi terkait permasalahan pertanian di Indonesia.

Diskusi Makrab tersebut bertujuan untuk membuat mahasiswa Fakultas Pertanian bersikap tegas dalam menyikapi kemunduran negara Indonesia, terkhusus di sektor pertanian. Selain diskusi, terdapat pembahasan persiapan Hari Tani pada 24 Oktober 2016 mendatang yang merupakan agenda tahunan Fakultas Pertanian.

Seperti yang di sampaikan oleh salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian, Trie Utomo dalam diskusi, bahwasanya sudah terjadi ketimpangan pada masyarakat dan salah satu faktornya adalah kemunduran dalam sektor pertanian di Indonesia.

“Sudah terjadi ketimpangan di masyarat dimana yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin sengsara, akan ada dampak yang serius dimana timubulnya kekacauan di masyarakat, hal itu terjadi karena salah satu faktornya adalah kemunduran di sektor pertanian. Jika Indonesia sudah tidak mempunyai lahan lagi untuk bertani, dikarenakan lahan untuk bertani sudah dikuasai oleh negara asing. Lalu, kita mau praktek dimana? Dan bagaimana kita mengaplikasikan apa yang telah kita pelajari di di perkuliyahan,” ungkapnya dalam Diskusi Makrab, Rabu (21/9) di Bawah Aula Kampus I Unwagati Cirebon.

Lebih lanjut, Tri memberikan harapan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian khususnya pada tingkat satu dan tingkat dua agar memahami terkait peringatan Hari Tani.

“Saya mengharapkan seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian betul-betul memahami kenapa kita peringati Hari Tani setiap tahunnya, khususnya bagi tingkat satu dan dua, karena mayoritas yang ikut dalam diskusi makrab malam hari ini adalah mahasiswa Fakultas Pertanian tingkat satu dan dua,” lanjutnya. (Mumu)

GMPK Kembali Adakan Aksi Keempat Kalinya

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Beberapa mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Kampus (GMPK) kembali mengadakan aksi lanjutan pada Rabu (21/9). Aksi yang dimulai di depan gedung Rektorat ini dilanjut dengan long march mengelilingi kampus dan berhenti di depan Fakultas Ekonomi. Aksi berlangsung dengan damai dan menarik perhatian dari mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Sebelumnya telah dilakukan aksi di lapangan parkir mobil pada Jumat (16/9), namun tidak mendapat tanggapan dari pihak Universitas, sehingga GMPK melakukan aksi lanjutan secara berturut-turut tercatat sejak Senin (19/9) hingga Rabu yang merupakan aksi keempatnya. Tujuan pelaksanaan aksi yang dilakukan secara berkelanjutan setiap harinya adalah mengajak mahasiswa khususnya mahasiswa baru agar dapat bergabung membuat aksi yang lebih besar lagi.

(Baca juga: Mahasiswa Menuntut Turunkan Biaya SKS dan DPP)

Tuntutan dari GMPK pun tetap sama, yakni penjelasan atas naiknya biaya DPP dan SKS yang dirasakan setiap tahun kepada mahasiswa baru, dan menurunkan biaya SKS dan DPP dari mahasiswa angkatan 2014 dan 2015.

"Kami meminta rasionalisasi kepada rektor terhadap kenaikan biaya DPP dan SKS, dan meminta SKS dan DPP itu diturunkan," ujar salah satu peserta aksi, Khotman kepada setaranews.com, Rabu (21/9).

Terkait aksi yang dilakukan oleh GMPK di depan pintu masuk Gedung Rektorat, Rabu (21/9), Dudung Hidayat selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, melayangkan tanggapan soal aksi tersebut.

"Ini kan tuntutannya tentang terkait dengan biaya kuliah, Unswagati itu tidak pernah menaikan biaya kuliah kepada mahasiswa ditengah-tengah perkuliahan. Kalau sekarang misalkan biaya tinggi, sebenernya kita ingin komunikasi dengan orangtua. Tapi kita pengen menampung dulu aspirasi dari temen-temen yang aksi, bukan mendiamkan karena beberapa kali kita juga hadapi. Kita ingin tau dari aspek apa pembiayaan tinggi, karena tidak ada kenaikan," jelas Dudung ketika ditemui setaranews.com di ruangannya.

Aksi tersebut akan terus dilakukan oleh GMPK sampai Rektor menanggapi aksi tersebut dan menjelaskan mengenai biaya DPP dan SKS kepada mahasiswa. (Anisa/Hashbi)

P&K Open Recruitment Usai Sosialisasi

Tidak ada komentar

Senin, 19 September 2016

Unswagati, Setaranews.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran dan Keilmuan (P&K) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) tengah mengadakan sosialisasi dalam rangka Open Recruitment (Oprec). Oprec ini diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat satu dan dua yang berminat bergabung dalam UKM P&K. Sementara Oprec akan dibuka pada 30 September sampai dengan 2 Oktober 2016.


Saat ini UKM P&K sudah membuka stand pendaftaran di kampus 1 tepatnya di depan Bank BJB yang dimulai pada Senin (12/9) sebagai ajang sosialisasi UKM P&K kepada mahasiswa.


"Dari Senin kemarin sampai sekarang sudah buka stand di depan Bank BJB, selanjutnya akan dibuka stand di kampus 3 menyusul kampus 2, jadi sistemnya rolling," ujar Isna Silvia kepada Setaranews.com, selaku Ketua Umum UKM P&K.


Persyaratan bagi mahasiswa yang berminat bergabung dalam UKM P&K diantaranya mahasiswa Unswagati maksimal tingkat dua, fotocopy KTM atau KTP, dan foto ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar. Kemudian apabila ingin mendaftar diharuskan mengkonfirmasi melalui SMS kepada contact person yang terdapat pada brosur.


"Jadi pertama kirim sms pada contact person yang tertera pada brosur sesuai format, lalu mengisi formulir, formulir bisa diambil di stand pendaftaran atau datang ke sekretariat kami di kampus 3," tutupnya. (Devi)

Puisi: Kata Rindu

Tidak ada komentar

Minggu, 18 September 2016

Alasanku bertahan itu kamu
Biar tertutup rapat seluruh bayangan
Yang tersisa hanya titik kejenuhan

Di ujung jalan harapan
Kelopak rindu membakar seluruh luka
Atas nama rindu yang tak tersampaikan

Kalau saja bekas luka menunggu terlupakan
air mataku menghanyutkan
Ranting-ranting pilu
Terhembus angin yang terkubur mati
Bersama kelopak rindu yang berkata:
"Hidup adalah perjuangan"

 

Penulis: Wawas Wasniah (Mahasiswi Jurusan Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia)

KSR Unswagati Buka Perekrutan Anggota Baru Hingga Awal Oktober

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela (KSR) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adakan open recruitment (oprec) anggota baru untuk mahasiswa tingkat I dan II sejak tanggal 1 September-1 Oktober 2016.

KSR sendiri mendirikan stand oprec di tiap-tiap Kampus Unswagati, seperti di Kampus I KSR mendirikan stand tepat di depan sekretariatnya. Untuk di Kampus II stand nya berada di public area, sementara di Kampus III, KSR masih dalam tahap perizinan untuk membuka stand.

Untuk menjadi anggota baru UKM KSR ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi anataralain, seperti mahasiswa Unswagati maksimal tingkat II, sehat jasmani dan rohani, mengisi formulir pendaftaran, pas foto 3x4  sebanyak 2 lembar.

Seperti biasanya, setelah oprec, KSR akan mengadakan pendidikan dasar untuk bekal anggota baru.

“Setelah oprek nanti diadain orientasi kayak pengenalan pendidikan dasar tentang KSR buat bekal nanti untuk pelantikanya,” tutur Atika Rima Maulidyah selaku Ketua Umum KSR pada SetaraNews.com, Rabu (14/9).

Bagi yang berminat dan ingin bergabung bersama KSR, silahkan bisa datang langsung ke Sekretariat KSR di Gedung Rektorat lama, Kampus I Unswagati untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya. (Hikmah)

Editor: Fiqih Dwi H.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews