Responsive Ad Slot

UKM Tutorial Keislaman Tidak Pernah Masalahkan Tidak Terlibat Dalam Kepanitiaan PKKMB

Tidak ada komentar

Sabtu, 03 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Terkait Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tingkat Universitas (PKKMB-U) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon 2016 yang menuai banyak polemik. Termasuk didalamnya tidak sedikit Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Ormawa (Organisasi Mahasiswa) yang tidak dilibatkan dalam Kepanitian PKKMB, salah satunya UKM Tutorial Keislaman.

Pihak-pihak UKM Tutorial Keislaman, termasuk didalamnya Ade Farhan selaku Ketua Umum memakai hak jawabnya sebagai narasumber. Mereka meminta agar pemberitaan tempo lalu dilengkapi bahwasanya meski mengaku kecewa, UKM Tutorial tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. (Baca: Tidak Dianggap Sebagai UKM, Tutorial Keislaman Kecewa!).

"Kita memang kecewa, tapi balik lagi kita sudah bilang dari awal tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut, karena bahwasanya semakin kita mempermasalahkan, semakin panjang masalahnya. Yang sudah ya sudahlah," paparnya saat datang ke Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat (LPM SETARA), Jumat (2/9).

Indonesia Waspada Virus Zika!

Tidak ada komentar
Nasional, SetaraNews.com - Baru-baru ini telah ditemukan Virus Zika yang berasal dari Singapura. Hasil tes terhadap seorang perempuan yang telah mengunjungi Singapura pada 19 Agustus 2016 dinyatakan positif terinfeksi. Perempuan tersebut dinyatakan positif terkena Virus Zika setelah melakukan tes urine selama sepekan sejak kembali ke Singapura. Virus ini berdampak fatal pada perempuan hamil karena berkemungkinan bayi lahir dengan kepala kecil serta kelainan otak.

Virus Zika yang mulai merambah Asia Tenggara membuat Pemerintah Indonesia pun telah memberlakukan pengawasan terhadap WNI yang hendak pergi ke Singapura. Pemerintah Indonesia pun bergegas untuk mengantisipasi mewabahnya virus ini.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Mohamad Subuh menuturkan pihaknya memperketat pengawasan orang yang masuk dari Singapura ke Indonesia.

”Kami sudah hidupkan thermo scanner (pendeteksi suhu tubuh) di pelabuhan feri yang ada di Batam,” Katanya.

KKN Unswagati Adakan Program Penanaman Pohon di Desa Kalimeang

Tidak ada komentar
Cirebon, SetaraNews.com - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon 2016 adakan program penghijauan di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kamis (01/09). Kegiatan ini salah satu Program Kerja (Proker) dari Divisi Lingkungan yang menjadi harapan agar dapat menyadarkan masyarakat tentang pentingnya penghijauan.

Selain itu dengan kondisi cuaca di desa tersebut yang cukup panas dan gersang semoga dengan adanya penanaman pohon Mahoni di beberapa titik desa dapat bermanfaat bagi warga sekitar.

Arif Darmaraharja selaku Ketua Kelompok KKN menuturkan bahwa prokernya disambut dengan baik oleh warga setempat dan perangkat desa.

"Alhamdulilah kita disambut dengan baik oleh warga setempat dan perangkat desa dalam menjalankan program KKN kami ini di Desa Kalimeang," paparnya saat ditemui oleh SetaraNews.com, Kamis (1/9).

Kegiatan ini pun didukung dan bekerjasama dengan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Gunati Unswagati dalam perolehan bibit pohon serta penanamannya secara langsung di lokasi. Ternyata, sudah ketiga kalinya KKN Unswagati mengadakan Kegiatan KKN di desa tersebut. Pihak Perangkat Desa, Casyono menyambut dengan baik.

"Kita sangat menerimanya dengan baik jika ada KKN Unswagati disini karena memang membantu kita juga dalam menjalankan program Desa," tutupnya.

Ormawa Kosong, Kepanitiaan PKKMB FISIP Berdasarkan Rapat Koordinasi

Tidak ada komentar

Jumat, 02 September 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang dilaksanakan selama dua hari pada 31 Agustus-1 September berjalan sukses dan lancar tanpa kendala berarti.

Seperti yang telah diketahui bahwa Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tingkat FISIP sedang mengalami kekosongan dikarenakan SK penetapan yang habis namun belum juga dilaksanakan pemilihan ulang.

Kekosongan pada Ormawa FISIP menjadi alasan dilaksanakannya Rapat Koordinasi yang dilakukan antara perwakilan mahasiswa program studi Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi pada awal Agustus. Rapat Koordinasi tersebut membahas mengenai kepanitiaan PKKMB FISIP dan menetapkan Miftah, mahasiswa Ilmu Administrasi Negara sebagai Ketua Pelaksana.

“Iya karena Ormawanya kosong dan belum ada pemilihan lagi jadi dilaksanakan rapat koordinasi antara perwakilan mahasiswa Ilmu Administrasi Negara sama Ilmu Komunikasi,” Papar Miftah saat ditemui oleh SetaraNews.com, Kamis (1/9).

Pada struktur Kepanitiaan PKKMB FISIP sendiri melibatkan mahasiswa dari kedua program studi yang terdapat di FISIP.

Hadirkan Sekdis, PKKMB FP Tetap Lancar

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian yang diadakan di Denpom Polisi Militer pada 31 Agustus-1 September berjalan dengan baik. Hal ini diakui oleh Ketua Pelaksana, Iqbal Nurrojab, bahwa acara berjalan dengan lancar tanpa ada kendala dari pihak manapun,

"Alhamdulillah acaranya lancar berkat kerja keras dan solidaritas kita (panitia) sehingga bisa melaksanakan PKKMB Fakultas Pertanian dengan baik," ujarnya saat ditemui oleh SetaraNews.com disela-sela acara, Kamis (1/9).

Tahun ini PKKMB Fakultas Pertanian mengusung tema "Membentuk Karakter Pemimpin Muda yang Cerdas, Inovatif dan Berbudaya" dan dirasa tujuan yang ingin dicapai pun sudah hampir tercapai seluruhnya.

"Tujuan PKKMB sudah tercapai hingga 90%, maba mau berubah untuk memajukan Fakultas Pertanian dengan antusias mereka mengikuti kegiatan PKKMB, pencapaian dan perbaikan jauh lebih baik antara hari pertama dan kedua," tambahnya.

Acara diisi dengan pemberian materi selayang pandang Fakultas Pertanian yang dipaparkan oleh Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Pertanian, serta pengenalan setiap Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yang ada di Fakultas Pertanian.

Berbeda dengan Fakultas lainnya, Pertanian tetap menghadirkan Seksie Kedisiplinan (Sekdis) dalam kegiatan PKKMB dengan alasan agar dapat membantu mahasiswa baru untuk lebih disiplin, menjadikan individu yang lebih tegas dan berani dalam menyikapi masalah, terlebih untuk kebaikan mereka sendiri bukan untuk  tujuan yang tidak jelas.

Beredar Komentar Negatif, Ketuplak Inaugurasi Beri Penjelasan

Tidak ada komentar

Kamis, 01 September 2016

Unswagati, setaranews.com - Kontroversi mengenai pembayaran tiket masuk acara Inaugurasi yang bertema ‘Be Cheerful, Creative And Brighter’ yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya akhirnya diklarifikasi mengenai kejelasan dananya oleh ketua pelaksana, Diah Intan. Sebelumnya dipaparkan bahwa acara inaugurasi dipungut biaya sebesar lima ribu rupiah untuk mahasiswa Unswagati tingkat dua sampai tingkat empat namun tidak berlaku untuk mahasiswa baru (maba) (baca: Lepas PKKMB, Unswagati Adakan Inaugurasi) yang dibenarkan olehnya.

Menurutnya, hal tersebut dirasa adil karena mahasiswa baru sendiri dikenakan dana sebesar Rp 17.500 untuk inaugurasi yang pembayarannya dilakukan bersamaan dengan uang masuk Unswagati. Lagi pula, inaugurasi  memang dikhususkan sebagai penyambutan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Unswagati, sehingga mahasiswa lama yang ingin menikmati pula acara tersebut dirasa wajar jika diharuskan membayar. Alasan lainnya, untuk menambah pemasukan dana karena dana dari pihak universitas sendiri belum sepenuhnya cair, terlebih dana untuk inaugurasi tahun ini pun menurun seiring bekurangnya jumlah mahasiswa baru.

Berdasarkan data awal sudah tercatat terdapat 1749 mahasiswa baru belum termasuk mahasiswa Fakultas Kedokteran berjumlah 75 mahasiswa, pada saat itu masih proses pendaftaran sehingga ada kemungkinan bertambah, namun yang baru dicairkan dari universitas hanya 1721 mahasiswa.

“Tahun-tahun kemarin itu acaranya outdoor jadi mahasiswa lain bisa lihat padahal inaugurasi ini acaranya maba. Sedangkan tahun ini acaranya indoor jadi ngga sembarang orang bisa masuk dan wajar kalau mahasiswa lama bayar karena maba pun bayar Rp 17.500 di awal masuk. Ini juga sebenernya buat nambah dana juga karena pihak Universitas belum mencairkan total dananya,” ujar Diah Intan ketika ditemui tim SetaraNews.com pada Kamis (1/9) di depan Sekretariat UKM Seni dan Budaya.

Terkait komentar negatif mengenai pemberlakuan biaya masuk pada acara inaugurasi bagi mahasiswa tingkat dua sampai empat, Diah Intan menghimbau untuk tetap berpikir jernih dan positif. Pihaknya mengaku geram atas tuduhan negatif yang mengarah kepada panitia inaugurasi.

"Tolong mahasiswa Unswagati itu berpikir positif jangan melulu negatif. Jangan mudah terprovokasi dengan hal-hal lain yang beredar sebelum mengetahui sendiri kejelasannya agar tidak mudah terpancing dan diadudomba," Tutupnya. (Anisa)

Lepas PKKMB, Unswagati Adakan Inagurasi

1 komentar
Unswagati, Setaranews.com – Acara tahunan Inagurasi bagi mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon akan kembali dilaksanakan pada sabtu, 3 September 2016, kali ini bertempat di GOR Ranggajati, Sumber.

Acara ini sebagai hiburan bagi mahasiswa baru Unswagati, setelah kemarin dilaksanakannya PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) tingkat Universitas dan PKKMB Fakultas yang berlangsung selama empat hari dari tanggal 29 Agustus – 1 September 2016.

Konsep acara Inagurasi diantaranya : color party, berbagai tarian tradisional dan modern, Balai kampus, PSM Unswagati Cirebon (Wirayuana choir), DJ Fix, Hailey, dan Secret Guest Star.

Adapun tiket masuk sebesar Rp 5.000 rupiah dengan membeli di sekretariat UKM Seni dan Budaya atau membeli secara langsung di tempat. Tiket tersebut hanya berlaku untuk mahasiswa Unswagati tingkat dua sampai empat, dan tidak diberlakukan untuk mahasiswa baru. Syarat pembelian tiket ialah membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Unswagati.

 

Catatan Koreksi: Pada Publikasi pertama terdapat kesalahan bahwa; tiket masuk sebesar Rp 5.000 dikenakan untuk mahasiswa baru dan mahasiswa Unswagati tingkat satu sampai empat. Sudah dikoreksi menjadi; Tiket tersebut hanya berlaku untuk mahasiswa Unswagati tingkat dua sampai empat, dan tidak diberlakukan untuk mahasiswa baru.

PKKMB Fakultas Teknik Tahun Ini Berbeda Jauh dari Tahun Sebelumnya

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tingkat Universitas (PKKMB-U) 2016 Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon yang dilaksanakan di GOR Ranggajati, Sumber, Kabupaten Cirebon telah usai pada Selasa (30/8). Setelahnya, para peserta akan melanjutkan PKKMB Fakultas yang serentak dilaksanakan pada 31 Agustus-1 September.

Panitia PKKMB Fakultas Teknik sendiri melaksanakan acara PKKMB di Kampus Utama Unswagati dengan total peserta sebanyak 157 orang, dengan total peserta perempuan lebih sedikit yakni sebanyak 37 orang. Tujuan diadakannya acara ini ialah agar mempererat ikatan silaturahmi antara Mahasiswa Baru (MABA) dengan para senior (Kakak Tingkat).

Suharto selaku Ketua Pelaksana PKKMB Fakultas Teknik memaparkan bahwa total peserta yang mengikuti PKKMB tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, tapi tidak menyurutkan semangat panitia dalam proses penyelenggaraan PKKMB.

"Adanya penurunan jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan PKKMB pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun kemarin dikarenakan kurangnya koordinasi dari pihak panitia penyelenggara yang mengakibatkan terlambatnya pembukaan stand pada waktu itu, tapi hal ini enggak menyurutkan semangat kami untuk menyelesaikan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya," paparnya saat ditemui oleh SetaraNews.com disela-sela acara, Rabu (31/8).

Kegiatan PKKMB Fakultas Teknik tahun ini pun berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya dari segi waktu, jika tahun lalu acara dimulai pada pukul 07.00 WIB. Tapi pada tahun ini acara baru dimulai pada pukul 09.00 WIB. Perbedaan lainnya terdapat pada rangkaian acara, tahun ini sasaran utama dari kegiatan mengacu pada penyampaian dasar atau gambaran materi perkuliahan yang akan diajarkan, dan lebih intens pada dunia Teknik Sipil. Sedangkan tahun lalu materinya masih umum.

Terakhir, Suharto berharap PKKMB dapat memberikan gambaran tentang perkuliahan di Fakultas Teknik dan dapat mempererat tali silaturrahmi.

“Harapan dari adanya acara ini bagi saya, agar para Mahasiswa Baru dapat memiliki bekal walau hanya sediit, supaya ada gambaran juga tentang materi perkuliahan di Teknik Sipil ini , dan lebih mempererat tali silaturahmi sesama Mahasiswa Teknik Sipil.” tutupnya. (Riska)

Panitia PKKMB FK Diduga Lakukan Aksi Senioritas

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com – Pada sesi Penjemputan PKKMB Fakultas seusai Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Universitas. Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon diduga melakukan aksi senioritas di halaman GOR Ranggajati, Sumber, Kabupaten Cirebon pada Selasa (30/8).

Disaksikan puluhan pasang mata mahasiswa yang lain, panitia PKKMB FK berteriak-teriak pada para pesertanya yang hanya bisa menunduk dalam. Tidak terlihat fakultas lain melakukan hal yang serupa, hal tersebut pun menimbulkan tanda tanya, dan mengacu pada Surat Edaran Dikti tentang PKKMB 2016 yang harus bersih dari aksi kekerasan dan perpeloncoan.

Farras Arlinda Rachmawati selaku Ketua Pelaksana PKKMB FK memberikan pembelaan bahwasanya hal tersebut dilakukan semata-mata sebagai bentuk ketegasan agar para peserta PKKMB FK bisa membentuk kepribadian mereka. Mengingat perkuliahan di Kedokteran yang memakan waktu lama, dan dituntut harus tepat waktu.

“Sebenarnya balik lagi, kita disini bukan marah-marah, kita disini membentuk attitude mereka, supaya mereka lebih baik lagi attitude nya. Karena disini kita pun enggak akan berani melakukan kekerasan, kita sudah dapat notice dari pihak kampus untuk tidak melakukannya. Kita disini hanya berusaha bertindak tegas, untuk membentuk kepribadian mereka agar disiplin. Karena kalo kuliah di kedokteran kan memakan waktu lama, dan harus tepat waktu, bahaya kalo sampai mereka mengulur-ngulur waktu,” paparnya saat ditemui oleh SetaraNews.com disela-sela acara, Selasa (30/8).

Fakultas Kedokteran sendiri melaksanakan PKKMB yang diikuti oleh 75 peserta selama dua hari yakni sejak tanggal 31 Agustus-1 September dengan tema “GENETICS (Generating The Next Trustworthy, Inspirational, and Capable Medical Students)” di Kampus III Unswagati, Gedung Fakultas Kedokteran. (Fiqih/Acil)

PKKMB FKIP Jadi Ajang Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Tidak ada komentar
Unswagati, SetaraNews.com – Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Universitas telah selesai dilaksanakan. Setelah PKKMB tingkat Universitas selesai, dilanjut dengan PKKMB tingkat Fakultas. Seperti di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sedang melaksanakan PKKMB yang berlangsung dari 31 Agustus sampai dengan 1 September bertempat di Kampus II Unswagati.

Kegiatan PKKMB di FKIP mengundang Wakil Ketua MPR RI H. Mahyudin, S.T., M.M. Namun dalam kegiatan PKKMB ini ada hal yang aneh. Pasalnya, spanduk yang tertera di tempat berlangsungnya PKKMB FKIP adalah spanduk yang bertuliskan “Sosialisasi Empat Pilar MPR RI” bukan spanduk yang bernuansa PKKMB itu sendiri.

“Kalau spanduk tidak diganti itu kan ada dua. Spanduk disamping juga tidak ada kata PKKMB, saya nanya ke dekorasinya iya lupa katanya. Terus kita minta kesepakatan supaya spanduknya dua, toh buat Unswagati sendiri,” jelas Akmal selaku Ketua Pelaksana ketika dimintai keterangan terkait spanduk, Rabu (31/08).

Lebih lanjut, Akmal menjelaskan dengan menghadirkan Wakil MPR RI ini dengan materi kebangsaan untuk para mahasiswa baru dalam Kegiatan PKKMB sudah mengacu pada Surat Edaran Dikti. Akmal juga menambahkan bahwa sosialisasi ini tidak ada salahnya jika diberikan ketika PKKMB.

"Kalau saya sendiri selagi baik, selagi ini ilmu baru toh bukan buat saya sendiri. Kapan lagi MPR yang mau datang kesini kenapa ditolak," tambahnya.

Ketika ditanya mengenai adakah kompensasi yang diterima panitia penyelenggara dari MPR RI, Akmal memaparkan bahwa dirinya tidak tahu soal adanya kompensasi yang diberikan.

“Kalau kompensasi saya tak tahu-menahu, saya gak pegang sepeser pun. Yang tahu staf-staf semua gitu dari MPR ini nyalurnya ke BEM. Mal ini mau diambil gak katanya. Nanti dulu saya juga punya hak sebagai ketua pelaksana. Saya ngobrol dengan Pak Feri dan Pak Rusdi. Gitu,” tutur Akmal.

Opini: Panitia PKKMB Calon Penghuni Keranjang Sampah

Tidak ada komentar

Selasa, 30 Agustus 2016

Opini, SetaraNews.com - Apabila usul ditolak tanpa ditimbang

Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan

Dituduh subversif dan mengganggu keamanan

Maka hanya ada satu kata: Lawan!

(Wiji Thukul, 1986)

Sebait puisi di atas merupakan penggalan dari puisi yang berjudul ‘Peringatan’ karya seorang aktivis dan pejuang HAM terkenal, Wiji Thukul. Saya rasa nama tersebut sangatlah terpatri betul bagi kawan-kawan aktivis mahasiswa. Tapi di sini saya tidak ingin mengulas tentang sosoknya yang pada 26 Agustus kemarin berulangtahun ke-53, walaupun entah di mana batang hidungnya berada.  Tidak. Tidak sama sekali.

Saya tiba-tiba teringat puisi ini ketika iseng stalking sebuah akun official instagram dari Panitia PKKMB Unswagati 2016 yang memiliki nama pengguna @pkkmbunswagati1617. Pada sebuah foto dalam akun tersebut, banyak komentar berisi kritik berjatuhan. Namun sayangnya, komentar-komentar tersebut tiba-tiba raib begitu saja, hilang dihapus adminnya. Saya bingung bukan main, di mana unsur demokratisnya?

Mahasiswa-mahasiswa yang merasa kehilangan teriakan kritikannya dalam kolom komentar ternyata tidak tinggal diam. Sama seperti saya, mereka pun mempertanyakan demokrasi macam apa yang sedang terjadi. Jawaban dari pihak admin dan mahasiswa lainnya pun mengecewakan bagi saya. Menurut mereka, akun official tersebut lebih baiknya difokuskan sebagai informasi bagi mahasiswa baru. Agak geli untuk saya ketika membacanya. Kita sedang menginjak bumi Indonesia yang katanya menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, lagi pula media sosial ini memang dijadikan salah satu forum menyampaikan pendapat maupun kritik.

Mengenai alasan penghapusan komentar kritikan dari mahasiswa pun adalah untuk menghindari provokasi karena menurut salah satu mahasiswa yang ikut nimbrung berkomentar katanya ketika ada komentar atau kritik yang bertujuan untuk menghancurkan lembaga atau kepanitiaan PKKMB lebih baik dihapuskan saja. Saya dibuat geleng-geleng kepala karenanya. Sedangkal itukah pemikiran dari mahasiswa yang katanya berintelektual? Saya bukan sedang meremehkan, hanya saja tolonglah jangan terlalu cetek untuk menilai bahwa setiap kritikan yang masuk dianggap untuk menghancurkan.

Kalau ditilik lebih dalam dari beberapa sudut pandang, kritik yang datang bisa sangat membangun sebenarnya. Toh, ini untuk kepentingan dan kenyamanan bersama. Seharusnya, dengan adanya kritikan yang datang menjadikan pihak terkait untuk berbenah. Di zaman kemunduran mahasiswa ini, selayaknya kita bersyukur ketika masih ada yang peduli memberikan kritikan, karena hal tersebut lebih berarti dibanding mereka yang apatis dengan lingkungannya.

Menjadi panitia PKKMB seharusnya dapat dijadikan sebagai proses pembelajaran dan untuk menambah pengalaman. Ketika ada kritikan yang masuk, tidak semestinya dihapus dengan dalih menghindari provokasi. Itu namanya, pembungkaman dan sudah seharusnya untuk dilawan!

Manusia tidak ada yang sempurna, katanya. Memang benar, semua orang sudah tahu tanpa diberitahu. Tapi kritikan ini diberikan agar ada evaluasi yang harapannya akan segera dilakukan pembenahan. Kalau maunya dipuji dan diagungkan saja, tidak usah jadi manusia, jadi Tuhan saja Yang Maha Benar.

Bukankah begitu pas ketika saya melampirkan sebait puisi ‘Peringatan’ di sudut paling atas tulisan ini? Di sini saya sedang melawan. Bukan dengan golok, samurai atau meriam, tapi dengan tulisan. Cara yang menurut saya lebih elegan. Untuk terakhir, saya hanya ingin melampirkan kutipan yang sengaja saya ganti subjeknya dari sosok panutan mahasiswa Indonesia di mana pun berada, Soe Hok Gie: Orang yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah.

Semoga tulisan abal-abal ini bisa dibaca oleh yang bersangkutan. Saya dengan lapang dada akan menerima kalau ada kritikan untuk tulisan ini. Mungkin bisa dibalas dengan tulisan lagi, kirim saja ke SetaraNews melalui emailnya lpm.setara@gmail.com. Atau kalau mau lebih greget, bisa ajak saya diskusi sambil ngopi. Hehe. Mohon maaf sebelumnya, saya hanya ingin melawan bukan mencari musuh. Salam mahasiswa! Salam damai!

 

Penulis: Anisa Arwilah (Mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Unswagati)

 

Peserta PKKMB Diminta Membawa Lauk Yang Diatur Panitia

Tidak ada komentar

Senin, 29 Agustus 2016

Unswagati, SetaraNews.com - Dengan alasan tidak ingin mengambil resiko dan membuat kecewa para peserta Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2016 Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, panitia meniadakan pengkoordiniran konsumsi untuk para peserta PKKMB.

Sebagai gantinya, agar para peserta PKKMB tidak kelaparan, panitia menghimbau para peserta PKKMB untuk membawa makanan sendiri. Meski sudah membawa makanan sendiri, lauk pauk yang harus dibawa pun diatur oleh Kepanitiaan PKKMB.

"Kita enggak dikasih makan oleh panitia, terus disuruh bawa makan sendiri, tapi lauk-pauknya ditentuin oleh panitia yaitu 3T (Tahu, Tempe, dan Telor)," ungkap salah seorang peserta PKKMB yang enggan disebutkan namanya saat diwawancarai oleh SetaraNews.com pada Minggu (28/8).

Lebih lanjut, hal tersebut cukup merepotkan, sebab dirinya sebagai seorang mahasiswa baru dari perantau dimana harus menyiapkan segala sesuatunya sendiri.

"Otomatis saya harus bangun lebih pagi untuk masak tahu, tempe, dan telor dengan teman-teman mahasiswa baru yang satu kos." lanjutnya.

Sementara menurut Surya Oktaviandy Zebua selaku Ketua Pelaksana PKKMB 2016 mengungkapkan bahwa hal tersebut dilakukan untuk menghindari para peserta PKKMB membawa lauk yang cepat basi, mengingat waktu pelaksanaan PKKMB dilakukan hingga sore hari.

"Mahasiswa baru ini adalah orang yang dirawat oleh Ibunya, ada enggak sih yang paham mana makanan yang cepat basi atau tidak? Kita hanya minta teman-teman mahasiswa baru membawa makanan yang bisa bertahan hingga siang hari," ungkapnya saat dikonfirmasi oleh SetaraNews.com disela-sela waktu pelaksanaan PKKMB di GOR Ranggajati, Sumber, Kabupaten Cirebon pada Senin (29/8).

UKM Seni dan Budaya Rayakan Diesnatalis Ke-16

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) merayakan Diesnatalis ke-16 yang bertempat di Aula Grawidyasabha kampus utama Unswagati, Sabtu (27/08) kemarin.

Diesnatalis yang ke-16 ini, UKM Seni dan Budaya mengusung tema “Berani Bersemi”. Dengan tema tersebut, diharapkan UKM Seni dan Budaya ini dapat bermanfaat bagi orang banyak dan juga dapat menghasilkan suatu karya.

“Jadi tema Berani Bersemi ini suatu kata-kata filosofis. Jadi ibarat tanaman kita udah gak mikirin gimana caranya untuk tumbuh, tapi gimana caranya kita untuk berbuah, menghasilkan suatu karya buat semua orang,” papar Gusak Tilas Wangi selaku Ketua Pelaksana kepada setaranews.com, Sabtu (27/08).

Dikatakan Gusak, acara ini tujuannya adalah untuk memperat hubungan didalam UKM Seni dan budaya itu sendiri, baik antar anggota maupun dengan para alumni.

“Fokusnya kita adalah internalisasi alumni dan juga anggota. Kita harus selesaikan dulu persoalan-persoalan didalam,” tambah Gusak.

Acara yang seharusnya dijadwalkan pada 20 Agustus 2016 bertepatan dengan hari lahir UKM Seni dan Budaya, diundur menjadi 27 Agustus 2016. Pemunduran jadwal pelaksanaan tersebut dikarenakan dana yang diajukan kepada pihak Univeritas tidak kunjung cair.

Polemik PKKMB Universitas Sampai Dunia Maya

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com - Seperti yang kita tahu, didalam Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tingkat Universitas (PKKMB-U) tahun ini banyak sekali polemik yang terjadi. Ternyata polemik ini tidak hanya terjadi di dunia nyata tapi terjadi juga di dunia maya. Hal ini dipicu oleh peraturan yang dibuat oleh panitia tentang larangan membawa Handphone dan kendaraan pribadi.

Dari yang SetaraNews.com pantau lewat akun resmi Facebook (FB) yang bernama Pkkmb Unswagati pada Senin (29/08), ada beberapa komentar yang menunjukan kebingungan dan keberatan peserta atas diberlakukannya aturan tersebut. Kebingungan tersebut lebih kepada bagaimana nantinya mereka bisa mengabari orang tua mereka yang akan menjemput peserta di lokasi PKKMB berlangsung. Sementara itu, disisi lain mereka tidak diperbolehkan membawa kendaraan dan harus tiba di tempat pukul 05.00 WIB.

“Kak tempatnya juga disumber jadi kalo gabawa hp pulang sore terus gimana minta jemputnya? gimana ngasih tau orang tua kita udh bubar atau belum?” Tulis akun bernama Diana Nurmanah di kolom komentar FB Pkkmb Unswagati.

“Saya di cirebon jauh dari keluarga tidak ada yg bisa dimintai tolong untuk mengantar jemput seperti pemikiran panitia, dengan adanya aturan untuk tdk membawa kendaraan sangat memberatkan saya,seharusnya panitia juga bisa menyediakan fasilitas transportasi juga apabila ingin menerapkan peraturan seperti itu,atau panitia bisa sedikit memundurkan waktu yg tlah ditentukan agar yg tdk membawa kendaraan bisa memakai transportasi umum” Tulis akun bernama Yogi Prastyo.

Melihat komentar-komentar tersebut, akun FB yang bernama Yusuf Zirkov menjawab “@all , dilarang membawa kendaraan karena untuk keselamatan adik" kami mencegah agar tidak adanya sesuatu yg tidak di ingin kan terjadi , kalo soal hp juga sama seperti di atas dan kami ingin adik" sekalian bisa mengikuti jalannya acara dengan khikmat . :) Mohon kerjasamanya ini untuk kebaikan bersama ya de ..” Tulisnya dikolom komentar FB Pkkmb Unswagati.

 

Tak Mendapat Jemputan, PSM Merasa Kecewa dan Terlantar

Tidak ada komentar
Unswagati Cirebon, SetaraNews.com- Terkait pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Tingkat Universitas (PKKMB-U) yang menuai banyak polemik karena dianggap tidak demokratis oleh sebagian Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), kini terjadi polemik baru yang dialami oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) yang merupakan salah satu bidang dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya (USB). Karena tidak mendapat akomodasi transportasi dari panitia, guna untuk mengisi acara sidang senat yang merupakan salah satu rangkaian acara PKKMB-U.

Terkait hal ini, Anna Angelia selaku Ketua Umum USB mewakili bidang PSM merasa sangat kecewa terhadap panitia PKKMB Tingkat Universitas dan menilai bahwasanya panitia tidak serius dalam menjalankan program PKKMB Universitas.

“Saya sangat kecewa terhapat panitia, mereka terkesan tidak serius, menyepelekan. Kita mesti siap pukul 6.30 WIB. Kalo bus datang pagi jelas gak bisa, karena kita perlu persiapan yang matang, belum nunggu kumpul semua, belum make up. Maka dari itu saya minta berangkat malam ini. Sekarang anak-anak PSM sudah saya pulangkan. karena kita merasa diterlantarkan oleh panitia, bayangin aja, kita nunggu dari pukul 19.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB tetap saja masih belum ada jemputan dari panitia,” Ungkapnya saat ditemui SetaraNesw.com pada minggu (28/07).

Surya Oktaviandi Zebua selaku Ketua Pelaksana (Ketuplak) PKKMB-U menjelaskan bahwasanya sidang senat merupakan tanggungjawab pihak Rektorat.

"PSM itu merupakan rangkaian acara senat Universitas, dan secara spesifik itu tanggungjawab pihak Rektorat, selama ini PSM koordinasi dengan pihak Rektorat terkait masalah kendaraan, koordinasi dengan panitia hanya lokasi PKKMB saja," Jelasnya kepada SetaraNews.com melalui Blackberry Messenger (BBM)

PKKMB-U tahun ini banyak menuai polemik dan kekecewaan khusunya dari Ormawa dan UKM-UKM yang berada di lingkungan Universitas Swadaya Gung Jati (Unswagati) Cirebon.

PERJAL Cirebon Adakan Aksi Solidaritas

Tidak ada komentar

Minggu, 28 Agustus 2016

Cirebon, SetaraNews.com – Komunitas Perpustakaan Jalanan Cirebon mengadakan aksi solidaritas di Taman Kota Sumber, Kabupaten Cirebon atas pembubaran paksa terhadap Komunitas Perpustakaan Jalanan Bandung saat sedang menggelar lapak buku di Taman Cikapayang, Dago, Kota Bandung pada Sabtu (20/08). Pembubaran tersebut diduga dilakukan oleh aparat TNI dan Kepolisian yang disertai dengan aksi kekerasan.

Aksi solidaritas Perpustakaan Jalanan Cirebon (PERJAL Cirebon) diadakan sebagai bentuk rasa prihatin atas insiden yang dialami Perpustakaan Jalanan Bandung (PERJAL Bandung). Aksi solidaritas pun dilaksanakan selama satu hari yang dimulai dari pukul 13.00 WIB-23.00 WIB dengan sejumlah rangkaian acara yakni menggelar lapak buku hingga malam, performing art, dan pembacaan puisi.

PERJAL Cirebon yang biasanya buka setiap Sabtu-Minggu pukul 13.00 WIB-18.00 WIB, khusus untuk aksi solidaritas dibuka hingga pukul 23.00 WIB, mengikuti PERJAL Bandung yang buka hingga malam hari.

“Untuk hari ini khusus sebagai aksi solidaritas memberikan dukungan kepada PERJAL Bandung yang memang buka hingga malam hari. Untuk PERJAL yang di Bandung kenapa bisa membaca sampai malam, sebab orang-orang kan kerja sampai malam, jadi membaca bisa menjadi pelepas lelah. Dan kenapa harus ada kekerasan? Ini bukan hanya ketimpangan, tapi kejahatan.” Papar salah satu pengelola PERJAL Cirebon yang enggan disebutkan namanya saat ditemui oleh SetaraNews.com pada Sabtu (27/8).

Dengan adanya insiden yang menimpa PERJAL Bandung fungsi Taman Kota sebagai tempat untuk masyarakat berkreasi dan beraktifitas pun dipertanyakan. Apa salahnya membaca di sebuah ruang publik yang sudah disediakan? Lagipula menurut PERJAL Cirebon, Perpustakaan Jalanan hadir sebagai salah satu bentuk pendidikan non-formal yang dilengkapi tenaga pengajar secara gratis.

“Kita balikin saja deh, fungsi masing-masingnya. Fungsi TNI apa, fungsi Polisi apa, fungsi Satpol PP apa, dan fungsi taman apa. Fungsi taman kan untuk berkumpul, bercanda, bergurau, gak mungkin dibubarin gitu aja kan? Dan sebenarnya Perpustakaan Jalanan ini sangat membantu, lebih seperti sekolah non-formal, dimana masyarakat luas bisa membaca, ada juga pengajar sukarela, ini gratis kok, tidak bayar.” Tambahnya. (Hikmah)

Editor: Fiqih Dwi Hidayah
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews