Responsive Ad Slot

Heboh Foto Penampakan Hantu di Tempat KKN Unswagati

Tidak ada komentar

Sabtu, 15 Maret 2014

Cirebon - SetaraNews.com, Isu merebaknya foto penampakan sesosok makhluk halus di tempat Kuliah Kerja Nyata Tematik Posdaya diduga hasil rekayasa.

Foto yang diambil di desa Cipanas, kecamatan Duku Puntang pada penerimaan mahasiswa KKN Tematik Posdaya pada (12/3) lalu ini membuat mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati bertanya-tanya, apakah foto tersebut asli atau tidak.

Kiki Ryanto dari peserta KKN Tematik Posdaya yang ditempatkan di desa Cipanas menuturkan kepada SetaraNews (15/3) via pesan selular, "Bilangnya sih itu settingan." ujarnya.

Namun ia membenarkan bahwa foto tersebut diambil di kantor kecamatan. "Tempatnya sih di kecamatan, saat kita berkumpul. Kalau di desa Cipanasnya sendiri aman." tambahnya.

 

 

 

Ini dia Alasan dan Tuntutan Warga Terkait Penolakan Proyek Geothermal

Tidak ada komentar

Jumat, 14 Maret 2014

Kuningan, SetaraNews.com – Aksi warga Kuningan, Jawa Barat, yang bergabung dengan Gerakan Masa Pejuang Untuk Rakyat (GEMPUR) tidak hanya sekedar penolakan terhadap pembangunan proyek  Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Goethermal), tetapi terdapat beberapa tuntutan lain berdasarkan analisis yang dilakukan oleh warga sekitar.

Ancaman di Depan Mata

Warga melakukan aksi penolakan tersebut bukan hanya sekedar pepesan kosong, tetapi datang dengan berbagai macam alasan yang telah dikaji dan di analisis secara bersama. Tidak hanya dari dampak, dari segi regulasi pun warga menilai peraturan yang dibuat lebih mementingkan pemodal dari pada kesejahteraan warga. seperti yang tertera dalam Press Rilis – Gempur  Tolak Chevron , berikut SetaraNews sampaikan kepada para pembaca yang budiman:

  1. Ancaman Perampasan Tata Kelola rakyat terhadap wilayah gunung Ciremai akibat diberikannya konsesi skala luas kepada Korporasi Asing.

  2. Ancaman Perusakan 300-an situs-situs Budaya  di wilayah gunung Ciremai jika Chevron beroperasi di wilayah gunung Ciremai. Proyek Geothermal akan mengakibatkan Perusakan terhadap situs-situs Budaya Sunda lama .


 

Tuntutan Warga

Dari berbagai analisis dan kajian–kajian yang dilakukan oleh warga,  maka warga sepakat Menolak pembangunan proyek tersebut, dan melayangkan tuntutan, berikut isi tuntutannya:

  1. Pengukuhan kawasan Kehutanan Gunung Ciremai sebagai Hutan Lindung yang Memperluas Tata Kelola Rakyat pada Lingkungan dan Sumber Daya kehidupannya. (Mandat Tenurial Reform Lombok). Dengan mendukung Rakyat di wilayah Desa hutan lereng Ciremai mendapatkan hak untuk Mengelola dan Mengambil Hasil atas tanaman nya.

  2. Meminta kepada DPRD Kabupaten Kuningan untuk memanggil Gubernur Ahmad Heryawan dan Mentri ESDM Jero Wacik untuk berdialog dengan masyarakat Kuningan perihal kejanggalan kejanggalan diatas sebelum Pemilu Legislatif di gelar.

  3. Mengecam Revisi UU Panas Bumi yang dilakukan dengan tenggat April di saat pergantian anggota Legislatif lama ke baru. Yang mana hal tesebut secara Kepatutan Politik wajib dicurigai dan  harus di usut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Indonesian Corruption Watch ( ICW).

  4. Menolak masuknya CHEVRON  kewilayah Gunung Ciremai.

  5. Menuntut DPRD kabupaten Kuningan dan Komisi C untuk membuat pernyataan intitusi menolak proyek tambang Geothermal di Kabupaten Kuningan

Menolak Eksploitasi Ciremai, Ribuan Warga Kuningan Duduki Gedung DPRD

Tidak ada komentar
Kuningan, SetaraNews.com – Pagi tadi (14/3), ribuan warga Kuningan Jawa Barat yang bermukim di area Gunung Ciremai yang menamai dirinya dalam Gerakan Masa Pejuang untuk Rakyat (GEMPUR) menggelar aksi depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Dianggap Bentuk Penjajahan Asing

Masa yang berjumlah sekitar seribu lima ratus orang itu berbondong – bondong mendatangi Gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasinya pada Jumat (14/3) pagi pukul 08.00 wib.

Dalam tuntutannya, warga terang – terangan menolak rencana eksploitasi Gunung Ciremai oleh Chevron terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi  (Geothermal), seperti yang diutarakan oleh kepala Desa Sukamukti Kecamatan Jalaksana, Nanang Sukmana saat orasi ditengah – tengah aksi warga yang memadati halaman DPRD setempat.

“Ini sama halnya penjajahan, dan kami menolak segala bentuk penjajahan. Gunung Ciremai adalah harga mati, tidak boleh di utik – utik”. Tegas Nanang Sukmana.

“Kami tidak akan meninggalkan tempat ini sebelum DPRD mengeluarkan surat pernyataan Menolak atas proyek geothermal tersebut, yang nantinya akan dilayangkan kepada Gubernur dan Presiden.” Nanang menambahkan.

Jokowi Resmi Calonkan Diri Sebagai Capres RI

Tidak ada komentar
Setaranews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), pada Jumat siang (14/3) resmi mendeklarasikan dirinya siap menjadi Calon Presiden RI pada Pemilu Presiden nanti.

Hal ini, diperkuat dengan rilis resmi PDIP yang Setara pantau dari akun Twitter @pdi_perjuangan yang mem posting foto Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang didampingi oleh Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani dan Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo, tengah menunjukkan surat mandat penunjukan Joko Widodo sebagai Bakal Calon Presiden RI dari PDIP.

[caption id="" align="alignnone" width="599"] sumber: @pdi_perjuangan[/caption]

Terkait mengenai hal tersebut, Jokowi berkomentar "Saya telah mendapat mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Bu Megawati Soekarno Putri untuk jadi calon presiden. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya siap laksanakan," kata dia yang mengenakan baju sadariah khas Betawi, Jumat (14/3) seperti yang dikutip dari Republika Online, seusai mendeklarasikan diri, Jokowi kemudian mencium bendera merah putih yang ada di dekatnya.

Dari Batu Alam Duku Puntang, Perputaran Uang Capai 10 Miliar/bulan

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Potensi daerah Duku Puntang yang berada di perbatasan antara kabupaten Cirebon dengan kabupaten Kuningan ternyata menyimpan sumber daya alam yang begitu melimpah.

Hal tersebut seperti yang diutarakan oleh kepala kecamatan Duku Puntang, Suhartono saat menghadiri penerimaan mahasiswa KKN Tematik Posdaya Unswagati di kantor kecamatan Duku Puntang pada Rabu (12/3) kemarin.

"Di 13 Desa di Duku Puntang potensi lokal terutama batu alam sangat besar, terlebih dengan banyaknya perusahaan batu alam disini." tuturnya.

"Dari 212 perusahaan batu alam dalam skala mikro dan makro tersebut, telah mampu memutarkan roda perputaran uang 100 juta hingga 10 miliar perbulannya." tambahnya.

Namun tidak menutup kemungkinan bahwa dari berdirinya sekian banyak perusahaan batu alam, perusahaan tersebut juga berdampak pada pencemaran air di sungai-sungai penduduk. Ia pun saat ini tengah mengupayakan bahwa dari limbah tersebut akan dijadikan sebagai bahan untuk pembuatan semen.

"Dampak lingkungan pun saat ini ada, seperti pencemaran sungai dan sedang mengupayakan kerjasama dengan pihak Indosement untuk dijadikan bahan baku semen. Insya Allah tahun ini." jelasnya.

 

 

Kecamatan Duku Puntang Terima Mahasiswa KKN UNswagati

Tidak ada komentar

Cirebon - SetaraNews.com, Pemerintah Daerah Kecamatan Duku Puntang secara resmi menerima mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata pada Rabu (12/3) di kantor Kecamatan Duku Puntang.


Kepala kecataman Gunung Jati, Suhartono dalam sambutannya mengatakan bahwa, "Kami terima mahasiswa KKN Unswagati, semoga kegiatan dapat berjalan lancar tampa hambatan." ucapnya.


Kepala Kapolsek Duku Puntang, Sudarman turut berpesan kepada mahasiswa agar dapat bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Duku Puntang.


"Berpikirlah positif thinking, jaga selalu norma adat-istiadat dan jalankan tugas dan kegiatan dengan baik. Jaga juga kemanan sesam tim, terutama yang terpenting adalah kemanan pribadi." pesannya (12/3).


Dari 13 desa di kecamatan Duku Puntang ini, mahasiswa KKN Tematik Posdaya Unswagati yang berjumlah 120 ditempatkan di desa Cisaat, Kedongdong, Girinata, Kepunduan, dan Cangkoak.


Rencananya mahasiswa KKN Tematik Posdaya Unswagati yang terdiri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Teknik Sipil, Kedokteran, Ilmu Sosial dan Politik, dan Ilmu Hukum ini akan menjalankan misi KKN hingga 18 April 2014.


 


 

Unswagati Lepas 1513 Mahasiswa KKN Tematik Posdaya

Tidak ada komentar

Rabu, 12 Maret 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon pada hari ini Selasa (11/3) resmi melepas 1513 mahasiswa dari lima fakultas, yakni Teknik Sipil, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Hukum, Kedokteran, dan Pasca Sarjana.

Program Kuliah Kerja Nyata ini merupakan kegiatan yang harus ditempuh oleh calon sarjana sebagai wujud nyata dari tri dharma perguruan tinggi yakni; penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya Rektor Unswagati, Prof. Dr. Rochanda Wiradinata, MP mengatakan bahwa, "Tema Kegiatan KKN Tematik Posdaya Unswagati kali ini adalah tentang Pemberantasan Buta Aksara dan Pemberdayaan Potensi Lokal melalui Posdaya dalam rangka meningkatkan IPM Cirebon." terangnya.

Ia berharap dengan diadakannya KKN ini mahasiswa dapat memahami potensi yang ada di daerahnya, sehingga fungsi mahasiswa sebagai  agent of change (agen perubahan) untuk memperbaiki dan memberdayakan lingkungan di sekitar menjadi lebih maju.

"Semoga peran mahasiswa sebagai agent of change dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi daerah melalui program tematik posdaya ini." tambahnya.

Program KKN Tematik Posdaya Unswagati ini juga bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Yayasan Dana Mandiri (Damandiri) Jakarta.

Warek III: Pertemuan Semua Wadek III untuk Bahas Proker

Tidak ada komentar
Unswagati - SetaraNews.com, Warek Rektor III bidang Kemahasiswaan Universitas Swadaya Gunung Jati Dudung Hidayat, SH., MH. bantah adanya pertemuan para Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan tiap fakultas untuk membahas President Mahasiswa.

Melalui pesan singkatnya, ia mengatakan bahwa "Pertemuan dengan Wadek 3 semua Fakultas tidak khusus membahas persoalan Presma." katanya kepada SetaraNews (11/3).

Ia menjelaskan bahwa pertemuan itu hanya untuk membahas program kerja antar bidang kemahasiswaan. "Akan tetapi membahas program kerja bidang kemahasiswaan." tegasnya.

Sebelumnya Aliansi Mahasiswa Unswagati Bergerak (Amuba) menyegel sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa, pada Senin kemarin (10/3) terkait dugaan tidak legalnya SK BEM U.

“Sudah jelas kepastiaanya akan diadakan pemilihan ulang pada tahap berikutnya karena Presma sekarang ilegal.” Ujar Hartono selaku Kordinator lapangan saat aksi penyegelan sekretariat BEM U (10/3) kepada SetaraNews.

BEM U Sayangkan Penyegelan Sekretariat oleh Amuba

Tidak ada komentar

Selasa, 11 Maret 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Presiden Mahasiswa Unswagati; Muhammad Saepudin menyayangkan penyegelan sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati oleh Aliansi Mahasiswa Unswagati Bergerak siang tadi (10/3).

Melalui sambungan telepon Seepudin mengatakan bahwa, "Kalau penyelegan sekretariat BEM tidak menjadi masalah, karena (sekretariat milik kampus milik bersama. Namun fasilitas bersama tersebut semestinya tidak perlu untuk disegel." ujarnya kepada SetaraNews (10/3).

Terkait penyegelan tersebut pihaknya menduga bahwa Lembaga dalam hal ini Universitas atau Wakil Rektor III Unswagati melakukan intervensi terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas.

"Seharusnya pihak lembaga tidak boleh melakukan intervensi, atau bahkan melakukan konsolidasi bersama para Wakil Dekan III (bidang kemahasiswaan) untuk mengambil kebijakan (red: mengadakan pemilu ulang)." tambahnya.

Ia menduga Warek III bersama para Wadek III melakukan konsolidasi pada Kamis lalu, hingga menulis berita acara yang isinya akan mengadakan pemilu presiden mahasiswa Unswagati kembali.

Sementara itu Wakil Rektor III, Dudung Hidayat, SH. MH., hingga berita ini ditulis belum mengkonfirmasi mengenai hal ini.

Ini Siaran Pers dari BTN Gunung Ciremai

Tidak ada komentar
Kuningan - SetaraNews.com, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai pada hari ini Senin (10/3) resmi mengeluarkan siaran pers melalui laman resminya TNG Ciremai  pada pukul 14:08 siang tadi. Berikut isi siaran pers dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai yang berada di  Jalan Raya Kuningan - Cirebon Km 9 No.1 Manislor Jalaksana Kuningan tersebut;

Sehubungan dengan maraknya pemberitaan di media massa dan media sosial terkait dengan kegiatan Panas Bumi (Geothermal) di Gunung Ciremai maka Balai Taman Nasional Gunung Ciremai yang diberi kewenangan untuk mengelola kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai seluas 15.500 ha yang wilayahnya meliputi Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka berdasarkan pada Surat Menteri Kehutanan No.SK.424/Menhut-II/2004 tanggal 19 Oktober 2004 menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Berdasarkan data potensi panas bumi Indonesia tahun 2005, Kawasan Gunung Ciremai memiliki potensi panas bumi kelas sumber daya spekulatif sebesar 150 MW yang sebarannya meliputi daerah Sangkanurip, Cinuru dan Pajambon.

  2. Pembahasan terkait dengan penentuan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi Gunung Ciremai pernah dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2010 yang dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan Batas WKP Panas Bumi Gunung Ciremai No.542/12-Pebum/2010 yang dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat dan Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kab. Kuningan, disepakati bahwa calon WKP Gunung Ciremai tidak ada yang masuk ke wilayah Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

  3. Mengingat WKP Panas Bumi Gunung Ciremai meliputi Kab.Kuningan dan Kab. Majalengka maka yang memiliki kewenangan dalam melakukan pengelolaan sektor energi dan sumber daya mineral adalah Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat.

  4. Berdasarkan pada Pasal 38 UU No. 41/1999 tentang Kehutanan dijelaskan bahwa penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan hanya dapat dilakukan di dalam kawasan hutan produksi dan hutan lindung. Penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan dilakukan melalui ijin pinjam pakai oleh Menteri Kehutanan. Pada kawasan hutan lindung dilarang melakukan penambangan dengan pola pertambangan terbuka. Berdasarkan Peraturan perundang-undangan kehutanan dijelaskan bahwa sektor pertambangan tidak diperkenankan di dalam kawasan hutan konservasi (taman nasional).

  5. Berdasarkan pada hal tersebut diatas, Balai TN.Gunung Ciremai menghimbau para pihak dan masyarakat tidak terpancing dengan berita-berita yang tidak benar. Balai TN.Gunung Ciremai akan melaksanakan pengelolaan kawasan TNGC sesuai dengan peraturan perundang-undangan  dan akan melakukan tindakan hukum apabila ada kegiatan-kegiatan di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.


 

Aliansi Mahasiswa Unswagati Bergerak Segel Sekretariat BEM-U

Tidak ada komentar

Senin, 10 Maret 2014

Unswagati – SetaraNews.com, Aliansi Mahasiswa Unswagati Bergerak (AMUBA) mengadakan aksi menuntut legalitas BEM-U pasca tanggal 31 agustus 2013, yang dinyatakan batal secara hukum atas semua kegiatan administratifnya.

Aksi tersebut menyita banyak perhatian mahasiswa dengan adanya penyegelan sekretariat BEM Universitas sekitar pukul 11.00 WIB (10/03).

"Sudah jelas kepastiaanya akan diadakan pemilihan ulang pada tahap berikutnya karena Presma sekarang ilegal" Ujar Hartono selaku Korlap kepada setaranews.

"Wakil Rektor 3 juga sudah menyatakan statement bahwa ini sudah ilegal, Sebelumnya kami  juga sudah mengadakan koordinasi ke semua fakultas" tambahnya.

 
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews