Responsive Ad Slot

Terbaru

latest

Opini Dosen Unswagati: Knowledge Is Power, But Character Is More

Jumat, 25 Juli 2014

/ by BW

Knowledge Is Power But Character Is More


oleh
Dede Trie Kurniawan


Sekolah berfungsi sebagai instansi yang memungkinkan peserta didik untuk mengakses, menginterpretasi, mengkritik, mengkreasi, dan menggunakan ilmu pengetahuan, serta mengembangkan kapasitasnya. Sekolah sebagai institusi di mana semua warga sekolah secara berkelanjutan memperluas kapasitas dan kemampuannya untuk menciptakan hasil pendidikan yang diinginkan. Sekolah Tidaklah hanya menjadi tempat untuk transfer Ilmu pengetahuan, sekolah juga dapat memiliki peran dalam membentuk karakter siswa.
Pendidikan Karakter Untuk membangun Peradaban.


Karakter pribadi seseorang, sebagian besar dibentuk oleh pendidikannya. Karena itu, untuk membentuk pribadi yang terpuji, tanpa cela, dan bertanggung jawab, mutlak dibutuhkan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan Karakter. Tema Hardiknas 2011 adalah Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dengan Subtema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti, seolah menemukan titik singgungnya.


Disadari bahwa pada akhirnya, tujuan pembangunan manusia adalah membangun peradaban yang unggul, yaitu peradaban yang didasarkan pada nilai-nilai keilmuan dan kemuliaan kepribadian. Dan untuk memulainya adalah dengan membangun karakter. Pertanyaannya, mengapa karakter itu penting? Karena karakter itu ibarat "ruh" dari manusia, jika karakternya tidak benar, maka prila-kunya juga tidak benar. Tidak ada jaminan bahwa si insinyur ini jujur, tak ada jaminan bahwa si dokter itu punya pengabdian sosial, tidak semua sarjana hukum taat pada hukum.


Dapatkah MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) Berperan?
Matematika dan Sains Dasar merupakan induk ilmu pengetahuan yang dapat digunakan manusia memenuhi kebutuhan melalui rekayasa dan teknologi. Salah satu fungsi Sains Dasar dalam pendidikan dasar, menengah dan tinggi adalah membentuk kemampuan dan pola bernalar yang sistematis, koheren dan konsisten. Kemampuan bernalar yang terasah baik akan menghasilkan generasi muda bangsa yang kreatif dan inovatif.


Upaya memajukan Sains (Dasar) yang sangat utama adalah menghasilkan pengajar Sains Dasar pada tingkat  pendidikan menengah (guru) dan pendidikan tinggi (dosen) dengan pemahaman dan penyusunan bahan ajar yang baik. Bahan ajar ini haruslah mengandung kekuatan bernalar dan kemajuan Sains terakhir.


Hakekat Pembelajaran MIPA
Hakekat Pembelajaran MIPA Sesungguhnya mengandung 3 aspek yaitu diantaranya Aspek Proses yang mencerminkan kemampuan siswa, Aspek Produk Yang mencerminkan Dimensi Pengetahuan siswa dan Aspek Sikap yang mencerminkan Motivasi Siswa. Aspek proses berisikan kemampuan siswa dalam melakukan dugaan, pengamatan, pengukuran, penyelidikan dan penyampaian dalam mempublikasikan hasil pengamatannya. Aspek proses ini dapat mengarahkan siswa untuk memiliki keterampilan proses sains. Aspek sikap mendorong siswa agar mau tau, peduli,  bertanggung jawab,  jujur, terbuka dan bekerja sama. Sikap Ilmiah Inilah yang Akan dilekatkan pada siswa melalui pendidikan MIPA.


Kemampuan Kerja Ilmiah merupakan Hasil belajar dari pendidikan MIPA, diantaranya melakukan percobaan seperti merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis, menentukan variable, merancang dan merakit instrumen, mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data, menarik kesimpulan serta mengomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis. Kemampuan kerja ilmiah inilah dipandang sebagai kumpulan dari keterampilan proses.


Keterampilan proses merupakan keterampilan berpikir yang digunakan Ilmuan dalam melakukan penyelidikan ilmiah. Karena Hal inilah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran fisika diantaranya adalah  Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling memengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat dan Melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak ilmiah serta berkomunikasi.

Sains For All
Belajar matematika  dan sains tidak hanya bertujuan memperoleh pengetahuan tetapi juga diharapkan terbentuknya nilai dan sikap berikut: kebiasaan bekerja baik (sistematis, fleksibel, imajinatif, kreatif), sikap positif (berminat, termotivasi, dan menyenangi pekerjaan), kemampuan belajar efektif (menyelidiki, memecahkan masalah, berpikir logis, rasional dan kritis, serta menghargai keteraturan dan keindahan), nilai-nilai positif atau akhlak yang baik (disiplin, jujur, efisien dan efektif, selalu mencari kebenaran).


Dalam mempelajarinya tidak hanya memerlukan kecerdasan intelektual saja. Agar berkembang, matematika membutuhkan kreativitas, imajinasi, estetika, akal budi, dan intuisi, dan kebenaran. Belajar matematika pun perlu didukung kemampuan emosional (otak kanan) dan spiritual (hati), karena kemampuan intelektual (pikir) sangat dipengaruhi kemampuan emosional dan spiritual.


Mempelajari matematika dengan baik perlu ada aktivitas menikmati dan merasakan, di samping aktivitas berpikir. Matematika dan sains bukanlah milik golongan tertentu. Sains untuk semua, dan sains milik kita semua.

Karena alam mengajarkan kebenaran.
Karena Alam Wujud dari sebuah keteraturan.
dan Karena Alam dapat mempertebal Iman.

Riwayat Singkat Penulis
Dede Trie Kurniawan, S.Si, M.Pd  Lahir di Cirebon tahun 1987. Lulus pada tahun 2008 dari Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengethuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran Bandung dengan status mahasiswa beasiswa PPA (peningkatan prestasi akademik).


Pada Tahun 2010 Berhasil Lulus prorgram magisternya dengan jalur Beasiswa Pascasarjana Dirjen DIKTI di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jurusan Pendidikan IPA Konsentrasi Pendidikan Fisika SL.


Sekarang penulis menjadi staff Dosen tetap yayasan yang ditugaskan di Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon sejak maret 2009 untuk  mengajar matakuliah Fisika Dasar.


Di tahun 2013 Penulis berkesampatan melanjutkan studi ke program Doktoral (S3) di Universitas Pendidikan Indonesia mengambil bidang pendidikan IPA konsentrasi Pendidikan Fisika Sekolah Lanjut. Kontak yang dapat diakses di www.dhetik.weebly.com atau email: dhe3kurniawan@gmail.com.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews