Responsive Ad Slot

Prodi Ilmu Administrasi Negara UGJ Raih Akreditasi A

Tidak ada komentar

Jumat, 05 April 2019

Rektorat dan Yayasan UGJ menghadiri syukuran Akreditasi A Prodi Ilmu Adm. Negara di Kampus 3, Kamis (4/4).

UGJ, setaranew.id – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyelenggarakan acara tasyakuran atas pencapaian Akreditasi A Program Studi Ilmu Administrasi Negara sekaligus memperingati Isra Mi’raj. Acara ini dilaksanakan pada Kamis, 04 April 2019 di Halaman Parkir Kampus 3 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon yang dihadiri oleh Ketua Yayasan UGJ, Rektorat beserta jajarannya dan seluruh mahasiswa FISIP dari tingkat 1 sampai tingkat 4.

Hasil Akreditasi A membuktikan bahwa program studi Administrasi Negara sudah memenuhi kretaria dari syarat-syarat penilaian akreditasi. Haryo Bharoto,S.Sos., M.Si selaku Kaprodi Administrasi Negara mengucap syukur atas akreditasi A untuk AN.

Adapun progres yang di harapkan Kaprodi sebagai berikut. “Kita akan memberikan kajian-kajian yang berkaitan tentang keilmiahan kita, kita harus memberikan sebuah  pelayanan yang lebih baik pada mahasiswa. Karena bagaimana mahasiswa adalah strike holder kita, agar mahasiswa dan kita sebagai pengelola pemberi pelayanan dapat bersinergi untuk Fisip lebih maju lagi.” Pungkasnya saat di wawancarai Setaranews.

Abi selaku mahasiswa prodi Ilmu Administrasi Negara tingkat 3 menyampaikan harapannya agar prodinya bisa meningkatkan prestasi secara akademik maupun non-akademik. “Kita mahasiswa Administrasi Negara harus meningkatkan prestasi baik akademik maupun non akademik untuk kemajuan Fisip, dan semoga prodi Ilmu Komunikasi segera menyusul untuk mendapatkan Akreditasi A.” Tutupnya.

Pengajuan akreditasi ini sudah dari 4 bulan yang lalu namun baru di visitasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 3, 4, 5 Maret 2019, dan hasilnya diumumkan  pada tanggal 2 April 2019 dengan memperoleh nilai 368 predikat A.

Reporter Magang: Ade Indah (Belle), Anisa (Puse)

Editor: Fiqih Dwi Hidayah

Rektor USU Dianggap Tidak Paham Kedudukan Karya Sastra

Tidak ada komentar

Kamis, 04 April 2019


Kegiatan bedah cerpen, Kamis (4/4).

Cirebon, Setaranews.com – Lembaga Pers Mahasiswa Fatsoen (LPM Fatsoen) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan acara Bedah Cerpen “Ketika Semua Menolak Kehadiranku di Dekatnya” karya Yael Stefani Sinaga, LPM Suara Realitas USU yang dibredel pihak Rektorat Universitas Sumatera Utara (USU). Acara tersebut diadakan Kamis, 4 April 2019 di Gedung Lantai 2 (FITK) Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Terkait masalah pemecatan para anggota Lembaga Pers Mahasiswa USU yang dilakukan oleh pihak Rektorat USU. Omen Sandriyanie selaku Direktur Eksekutif SOFI Institut memberikan tanggapannya bahwasanya ada ketidaktahuan pihak Rektor terkait kedudukan sebuah karya sastra. “Terjadinya pemecatan karena pihak Rektor tidak paham bagaimana kedudukan sebuah karya sastra dan apa itu LGBT.”

Lebih lanjut, menurut Omen, bahwa sebuah karya sastra harus dibantah dengan karya sastra, bukan restorasi. “Bicara kedudukan karya sastra seharusnya Rektor juga melihat bahwa namanya karya sastra, harus dibantah juga dengan karya sastra. Bukan sampai  melakukan restorasi dalam satu perubahan strukur dan sampai di bubarkan dan lain lain, itu kalau saya lihat sih kaya suatu bentuk penyalahguna kekuasaan.” Tuturnya ketika diwawancarai langsung.

Adapun advokasi bisa dilakukan terkait masalah yang terjadi di USU. “Dengan melaporkan tindakan Rektor ke Dewan Pengawas di Kampus, tapi tentu saja tugas besarnya Lembaga Pers Mahasiswa adalah mengumpulkan semua dokumentasi kasus dan membuat suatu argumentasi yang kuat ke Bapak Rektor yang melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Jadi kalau dilihat dari argumentasi sementara yang bisa di pegang yaitu tadi tidak seharusnya karya sastra di balas dengan pembredelan, karena itu sebuah bentuk ekspresi si penulis.” Tutupnya.

Kemudian, Sinta Ridwan pun menanggapi bahwasanya apresiasi butuh diberikan kepada si pengarang cerpen karena sudah mengangkat isu-isu sensitif ke dalam sebuah karya sastra. “Secara individu, ada beberapa dukungan tersendiri untuk kasus ini. Meski karya sastranya terbilang masih belajar, tapi patut diapresiasi karena berani mengangkat isu-isu sensitif.” Ujarnya.

Acara tersebut selain dihadiri oleh anggota LPM Fatsoen, pun dihadiri oleh LPM Setara UGJ, dan mahasiswa Cirebon lainnya. Yang dipantik oleh Sinta Ridwan dan Omen Sandriyanie.

Reporter Magang: Dodo Pangestu, Rizky Maulana

Editor: Fiqih Dwi Hidayah

Rektor Tegaskan UGJ Bebas Dari Politik Praktis

5 komentar

Rabu, 03 April 2019


Rektor UGJ, Mukarto Siswoyo saat audiensi mahasiswa.

UGJ, Setaranews.com - Puluhan  Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, menggelar audiensi yang bertujuan untuk menuntut pihak rektorat agar UGJ bebas dari politik praktis. Audiensi tersebut dilaksanakan di Ruangan Rapat Rektorat UGJ pada Selasa, 2 April 2019.

Pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa UGJ melalui forum audiensi bersama rektorat guna menjaga independensi dan netralitas perguruanan tinggi.

Helmi, selaku koordinator aksi, “Civitas akademika UGJ harus netral dan independen dalam kontestasi Pemilu Serentak 2019,” ungkapnya saat ditanya setaranews.com ketika audiensi berlangsung.

Audiensi tersebut disambut dengan ramah oleh Rektor UGJ Dr. H. Mukarto Siswoyo, dan langsung menyatakan sikap bahwasannya kampus harus netral dan independen. “Lembaga UGJ menjamin bahwasanya kampus kita (UGJ) tidak berpihak atau berafiliasi pada partai politik manapun dan calon legislatif manapun.” Tegasnya saat menemui mahasiswa di Ruang Rapat Rektor, Selasa (02/04).

Pernyataan yang disampaikan Rektor UGJ tersebut merupakan perhatian bersama dan sekaligus dijadikan sebagai bentuk deklarasi sebagai kampus yang terbebas dari praktik politik praktis. Karena tepat pada tanggal 17 April 2019 mendatang Negara Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) secara bersamaan. Yaitu pemilihan calon anggota legislatif baik provinsi maupun daerah, sekaligus pemilihan Presiden RI yang biasa disebut Pemilihan Serentak 2019.

Reporter Magang: Arjun, Ade Indah (Belle)

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews