Responsive Ad Slot

Terbaru

latest

Dengar Pendapat Mahasiswa Pertanian: Keluhkan Sarana Prasarana

Selasa, 15 Januari 2019

/ by Lembaga Pers Mahasiswa Setara
Gambar: Sosialisasi peraturan dan dengar pendapat  di ruang 107 gedung F. Pertanian Unswagati
Unswagati, Setaranews.com - Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian (DPM FP) Unswagati  Cirebon periode 2018/2019 menyelenggarakan kegiatan “ Sosialisasi Undang-Undang Ormawa dan Dengar Pendapat Mahasiswa” guna mempermudah saluran aspirasi bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Unswagati Cirebon, (14/01).

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melanjutkan sosialisasi yang sebelumnya dilakukan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas ( DPM-U) pada  03 Januari s/d 07 Januari 2019. Sehingga masyarakat kampus khususnya mahasiswa Pertanian bisa terus aktif dalam menjalankan aturan yang berlaku, demi tercapainya tujuan bersama sebagai sivitas akademika.

Pada kali ini, DPM FP memaparkan prodak hukum dari DPM-U tentang Peraturan Organisasi Kemahasiswaan (POK), Garis Besar Haluan Organisasi Kemahaiswaan (GBHON), dan Undang-Undang Ormawa (Organisasi Kemahasiswaan).

Menurut Abdul Rokhman ketua Komisi IV DPM FP, hal tersebut penting dilakukan guna membangun integritas dan keselarasan dalam berorganisasi “kali ini kita (red: DPM FP) mencoba mensosialisasikan produk hukum dari DPM-U agar diketahui oleh mahasiswa seluruh Unswagati”. Tuturnya kepada setaranews.com.

Selain itu, agenda yang bertajuk Dengar Pendapat Dari Mahasiswa yang dimoderatori oleh Afifah mahasiswi Agribisnis tersebut, juga menghasilkan informasi dan aspirasi dari mahasiswa. Seperti keluhan-keluhan dari mahasiswa Fakultas Pertanian terkait fasilitas, kinerja dosen, layanan informasi, dan biaya praktikum yang dirasa tidak seimbang dengan sarana dan prasarana yang tersedia.

“Dengar pendapat ini, kami (red: DPM FP) menghimpun keluhan-keluhan dari mahasiswa Pertanian mulai dari keluhan tentang biaya fasilitasnya yang mungkin terlalu mahal, uang proposal dan uang yudisium, selain itu banyak fasilitas yang kurang memadai seperti kursi ruang kelas banyak yang rusak, kemudian proyektor yang tidak layak pakai, uang praktikum yang dianggarkan untuk praktik dinilai tidak proporsional sedangkan bobot kegiatnnya berbeda, namun malah disamaratakan, kinerja-kinerja dosen yang kurang terhadap mahasiswa, penyebaran informasi terkait beasiswa kurang, tenaga pengelolaan GT yang perlu diadakan, sarana dan prasarana praktikum yang perlu ditambahkan”. Papar Abdul menjelaskan.

Selanjutnya, dari keluhan mahasiswa tersbut akan ditindak lanjut pihak fakultas untuk dicarikan solusinya jika dirasa jawaban dari pihak Fakultas kurang memuaskan pihak DPM FP akan mengadakan audiensi dengan fakultas secara terbuka bagi mahasiswa Fakultas Pertanian.

Reporter: Galih, Shamsul (Magang LPM Setara)

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews