Responsive Ad Slot

MAPALA GUNATI Memperkenalkan Sejarah dan Budaya Cirebon Melalui LLMB 2019

Tidak ada komentar

Minggu, 18 Agustus 2019


Para Peserta LLMB berfoto bersama RR. Alexandra W. sebelum pemberangkatan. 

Cirebon, Setaranews.com - Acara Puncak Diesnatalis Mahasiswa Pecinta Alam Gunung Jati (MAPALA GUNATI) ke-24 dilaksanakan pada Sabtu, 17 Agustus 2019 dengan menyelenggarakan Lomba Lintas Medan dan Budaya (LLMB) Tingkat Pelajar SMA/SMK/MA Se-Pulau Jawa yang memperebutkan Piala tetap dari Rektor UGJ, Walikota Cirebon dan Sultan Sepuh XIV (Keraton Kasepuhan Cirebon). 

Pelepasan peserta LLMB diresmikan oleh Rektor UGJ, Dr. Mukarto Siswoyo,M.Si. saat Upacara Hari Kemerdekaan di kampus utama UGJ dan pelepasan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh RR. Alexandra W. di Keraton Kasepuhan Cirebon. Panjang Lintasan LLMB ini sejauh 5 km dengan garis start di Keraton Kasepuhan dan finish di Keraton Kanoman. 

"Alam itu tidak hanya pohon atau tanah, budaya juga merupakan kekayaan alam. Selain untuk berkompetisi, lomba ini juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan sejarah Cirebon pada generasi muda" tutur Diki Koswara selaku Koordinator Kegiatan LLMB. Sebelum pemberangkatan, peserta dikenalkan sejarah Patilasan Keraton Dalem Agung Pakungwati oleh Pemandu di Keraton Kasepuhan. 

"Lomba ini sangat bermanfaat sekali, selain menambah pengalaman, punya teman baru, jadi tahu tentang sejarah Cirebon juga karena kebetulan saya dari luar Cirebon" pungkas Dian sebagai peserta lomba dari SMAN 1 Jatiwangi. Acara puncak Diesnatalis MAPALA GUNATI tahun ini juga dimeriahkan Live Music yang mengundang beberapa Band indie sekaligus pengumuman juara LLMB bertempat di halaman parkir kampus utama UGJ. 

Reporter: Anisa Puse

Kemerdekaan Membaca Dirampas di Negeri yang Merdeka

Tidak ada komentar

Selasa, 13 Agustus 2019





Opini, Setaranews.com - Buku merupakan wadah tulisan yang didalamnya memuat berbagai ilmu pengetahuan, dimana ada catatan maka didalamnya ada sebuah sejarah yang tercatat. Lembar catatan yang termuat dalam buku merupakan hasil buah pikiran manusia, sebagaimana kodrat manusia itu memiliki akal dan fikiran.

Buah pemikiran yang tertuang dalam buku menciptakan budaya literasi pada manusia serta berdampak pada kehidupan sehari-hari, budaya tersebut membuat stimulus dalam berfikir dan melatih kemampuan berbicara serta menganalisis masalah dan menjadi solusi untuk permasalahan.

Akan tetapi fenomena yang terjadi hari ini di Indonesia yang penuh dengan masalah dan konflik, kebebasan membaca dibatasi dan hak setiap orang untuk bebas membaca dibatasi.

Karena Undang- undang Nomor 4/PNPS/1963 tentang Pengamanan terhadap Barang-Barang Cetakan yang Isinya Dapat Mengganggu Ketertiban umum, padahal UU ini sudah digugat dan dicabut oleh Mahkamah Konstitusi pada tahun 2010. Sesuai keputusan MK No. 6-13-20/PUU-VIII/2010. Tidak ada hak apapun Tentara dan Aparatur Negara dan yang lain menyita buku meskipun dianggap terlarang.

Salah satu contohnya 2 orang dari Vespa literasi Purbolinggo digiring ke polsek setempat untuk diintrogasi karena kedapatan sedang melapak dan ada buku yang disinyalir berhaluan kiri, penyitaan yang melibatkan TNI ini termasuk kedalam tindakan melampaui wewenang karena militer bukanlah penegak Hukum, tercantum dalam UU NO. 34 Tahun 2004 tentang TNI. Selain itu telah terjadi pula perampasan buku yang berbau Marxis di toko buku Gramedia yang terletak di makasar oleh sekelompok Ormas, TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966 melarang penyebaran ajaran atau ideologi komunisme, memang komunisme merupakan idiologi yang dilarang di karena troma G3SPKI yang berdarah darah begitupun tempat asalnya di Rusia dalam Revolusi Bolsevic. Akan tetapi apakah idiologi kiri semua nya berdarah darah sampai menelan korban ? 

Oleh karenanya, Negara seharusnya memahami bahwa Razia Buku adalah tindakan yang tidak di benarkan dan bertentangan dengan UU. Karena itu berhenti merampasan buku, karena buku adalah sumber dari segala ilmu, hentikan Intimidasi terhadap para Pegiat Literasi, karena Pegiat Literasi itu bergerak untuk membantu membangun kemajuan suatu bangsa atau membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan sukarela. Wujudkan kemerdekaan membaca menuju kemerdekaan berfikir bagi jiwa masyarakat Indonesia.

By : Galih

Kecam Razia Buku, Pegiat Perpustakaan di Cirebon Gelar Lapak Solidaritas

Tidak ada komentar

Minggu, 11 Agustus 2019


Foto by Dodo

Cirebon, Setaranews.com - Sejumlah Komunitas Pegiat Perpustakaan di Cirebon, menggelar aksi simpatik di Taman PKK Sumber, Kab Cirebon hari Sabtu, tanggal 10 Agustus 2019. Dalam kegiatan bertajuk Lapak Baca Solidaritas, mereka menyediakan berbagai buku bacaan seperti buku karya Pramoedya Ananta Toer, Tan Malaka, Maxim Gorky, Soe Hok Gie, dan lain-lain di area taman untuk dibaca secara gratis oleh pengunjung. Robby selaku pengelola Perpustakaan Jalanan Cirebon mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas atas tindakan razia buku yang terjadi beberapa waktu terakhir. 

Seperti yang diberitakan, ada dua kejadian razia buku yang baru-baru ini terjadi dan meresahkan para pegiat literasi. Tepatnya pada tanggal 27 Juli lalu, dua pegiat Vespa Literasi diamankan oleh anggota Polsek Kraksaan, Kabupaten Probolinggo karena menggelar lapak baca dengan membawa buku Dipa Nusantara (DN) Aidit, salah satu tokoh komunis Indonesia. Tak berselang lama, pada tanggal 3 Agustus lalu, anggota organisasi masyarakat (ormas) Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan razia buku "kiri" di beberapa toko buku setempat yang menyebabkan semakin banyak orang yang menggolongkan buku dengan istilah buku kanan, dan buku kiri. 

Sementara itu Lutfi pegiat literasi dari Oemah Dolan juga ikut menanggapi bahwa selain bentuk solidaritas lapak ini juga bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. “Dengan aksi damai ini kami mengajak masyarakat lebih terbuka dan ikut dalam kegiatan positif ini sebagai gerakan membangun minat baca” ujarnya. 

Dengan diadakannya aksi ini diharapkan agar kegiatan-kegiatan literasi jalanan tidak lagi dibatasi atau bahkan ditakuti. Selain Perpustakaan Jalanan Cirebon dan Oemah Dolan Kedondong, acara ini dihadiri oleh komunitas lain diantaranya Pojok Baca Al-Hikmah Plumbon, serta perwakilan lainnya dari Keluarga Literasi Cirebon.


Reporter : Dodo

UGJ Cirebon Melantik Presiden Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar

Jumat, 09 Agustus 2019


Presma, Wapresma, Ketua DPMU dan Jajaran Rektorat berfoto bersama setelah acara pelantikan.

UGJ, Setaranews.com - Pukul 10.00 WIB tanggal 9 Agustus 2019 bertempat di Auditorium UGJ Cirebon tepat diselenggarankannya acara yang sakral sejagat mahasiswa UGJ Cirebon yaitu Pelantikan pengurus baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) periode 2019-2020 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Dimana BEM U dan DPM U merupakan organisasi tertinggi di lingkungan keorganisasian UGJ Cirebon.

Acara tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya lalu dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor UGJ Cirebon yang dibacakan oleh Agus Dimiyati selaku Kabiro Kemahasiswaan. Isi surat keputusan rektor tersebut diantaranya menetapkan Karto Muhammad Saputra mahasiswa Fakultas Hukum dari Partai Premium sebagai ketua DPM Universitas periode 2019-2020 lalu Gilang Gemahesa mahasiswa Fakuktas Hukum dari Partai Premium sebagai ketua BEM Universitas dan Kindi Fadhila mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Ilmu Administrasi Negara dari Partai Premium sebagai Wakil Ketua BEM Universitas periode 2019-2020.

Lalu mulai lah peresmian Ketua DPMU, Ketua BEMU dan Wakil Ketua BEMU dengan membacakan sumpah yang dipimpin oleh Dr. Ipik Permana, S. Ip., M. Si selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Setelah pembacaan sumpah dan peresmian selesai, masing-masing ketua yang telah dipilih menyampaikan sambutannya.

Dalam sambutannya, Karto Muhammad Saputra menyampaikan bahwa, "Kedepan DPMU harus mampu berkontribusi penuh terhadap kampus, mampu memberikan pandangan yang akurat bagi mahasiswa dan anggaplah DPMU sebagai tempat untuk sharing mahasiswa." dikutip langsung oleh tim setaranews.com saat ia menyampaikan sambutan. Lalu, Gilang Gemahesa berkesempatan juga untuk menyampaikan sambutannya yaitu, "Mahasiswa adalah harapan, anak kandung rakyat yang selalu menegakkan keadilan dan BEM U adalah sarana untuk kecerdasaan intelektual mahasiswa, yang paling utama adalah Tri Dharma Perguruan Tinggi harus menjadi dasar bagi seluruh mahasiswa." dikutip langsung oleh tim setaranews.com.

Pemilihan Raya (PEMIRA) tahun ini memang ada berbagai polemik, hal itu diketahui juga oleh Dr. Ipik Permana, S. Ip., M. Si selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan menurutnya polemik tersebut adalah hal yang wajar sebagai proses pembelajaran dalam berdemokrasi, "Saya kira itu sebuah dinamika di organisasi kemahasiswaan dan saya mengapresiasi kepada ormawa yang mendukung PEMIRA kali ini. Semoga ini menjadi sebuah pembelajaran bagi seluruh elemen mahasiswa." Ujarnya saat diwawancarai setaranews.com. Dia ( Ipik Permana) juga menegaskan bahwa pihak kemahasiswaan berkewajiban untuk memberikan arahan, pembinaan dan lain sebagainya. Dia juga menyampaikan harapan kedepan adalah lebih tertib dan lebih menjaga ikatan antar ormawa yang ada di UGJ Cirebon, " Hal-hal yang menjadi kekurangan maupun kekhilafan harus segera dibenahi agar kedepan tidak terulang kembali. Saya kira itu harapan bersama." Tutupnya.

Acara pelantikan dan peresmian tersebut berlangsung aman, damai dan tertib serta dihadiri juga oleh beberapa Organisasi Kemahasiswaan dan Jajaran Rektorat UGJ Cirebon.

Bersih Keraton Menjadi Tradisi Diesnatalis Mapala Gunati

Tidak ada komentar

Minggu, 04 Agustus 2019


Peserta membersihkan halaman Keraton Kasepuhan Cirebon. 

Salam Lestari! 
Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Swadaya Gunung Jati (MAPALA GUNATI) menyelenggarakan kegiatan Bersih Keraton yang menjadi salah satu rangkaian acara pada Diesnatalis Mapala Gunati ke-24. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2019 mulai pukul 09:00-12.00 WIB bertempat di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Acara Bersih Keraton ini merupakan kegiatan rutin tahunan menjelang Diesnatalis, namun tahun ini pesertanya tidak hanya anggota Mapala Gunati saja melainkan dari Organisasi Mahasiswa UGJ, Mahasiwa Pecinta Alam (Mapala) dan Siswa Pecinta Alam  (Sispala) Sewilayah III Cirebon. Ketua Pelaksana kegiatan Warsono,S.Ikom (Jarot) menyebut "Acara ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap keraton dan lingkungan sekitar, sekaligus rasa terima kasih kita kepada pihak keraton karena setiap tahunnya Mapala Gunati dilantik dan dianugrahkan nama angkatan oleh Sultan Kasepuhan Cirebon secara langsung" ujarnya saat diwawancarai tim Setaranews.com. 

Selain bersih-bersih, peserta juga mendapat pengenalan sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari RR. Alexandra Wuryaningrat selaku Direktur Keraton Kasepuhan yang sangat berterimakasih kepada Mapala Gunati telah menyelenggarakan kegiatan yang membantu melestarikan keraton dan berharap masyarakat juga sadar dan peduli akan kebersihan lingkungan. 

Acara puncak Diesnatalis Mapala Gunati ini akan digelar pada tanggal 17 Agustus 2019 yaitu Lomba Lintas Medan dan Budaya Tingkat Pelajar (SMA/SMK/MA) Se-Jawa Barat dengan memperebutkan Piala Tetap Sultan Sepuh XIV (Keraton Kasepuhan Cirebon). 

Reporter : Rizki & Anisa Puse

Sepak Terjang Para Penggerak Literasi

Tidak ada komentar

Kamis, 01 Agustus 2019


Panitia membagikan buku kepada anak-anak untuk dibaca. Foto : Dodo


Keluarga Literasi Cirebon (KLC) kembali mengadakan acara yang berjudul Festival Literasi Cirebon. Acara kali ini diadakan di desa Arjawinangun, kecamatan Arjawinangun, kabupaten Cirebon pada tanggal 31 Juli 2019.

Acara kali ini mengusung tema Kampanye Literasi "Acara ini bertujuan untuk mengkampanyekan literasi atau minat baca di Indonesia khususnya di kabupaten Cirebon" Ujar Bang Rizal selaku ketua pelaksana acara tersebut.

Rentetan acara kali ini di bagi menjadi dua bagian yang pertama yaitu siang hari kegiatan dilangsungkan di Alun-alun Desa Arjawinangun kegiatannya meliputi Lampak buku serentak, lomba-lomba untuk anak-anak SD, dan diskusi literasi. Kemudian pada malam hari kegiatan dilaksanakan di Kafe Setengah Kopi Desa Arjawinangun yang diisi dengan diskusi dan panggung Apresiasi.

Reporter : Dodo









Keraton Kasepuhan Bersiap Gelar Cirebon Historia Fun Run 2019

Tidak ada komentar

Minggu, 21 Juli 2019


Lagi! Keraton Kasepuhan bakal menggelar acara kolosal yang bakalan rame diikuti oleh pencinta olahraga dari semua kalangan masyarakat. Kali ini Keraton Kasepuhan bakal menggelar acara "CIREBON HISTORIA FUN RUN 2019" dimana Kota Cirebon khsusnya Keraton Kasepuhan Cirebon bakal menjadi tuan rumah. 

Apa yang unik dari acara ini ? sesuai dengan namanya Historia, dimana para pelari akan melintasi destinasi-destinasi wisata bersejarah, diantaranya garis start mengambil tempat di Keraton Kasepuhan kemudian melalui Lemah Wungkuk, Melalui Pabrik Rokok, Gereja Tertua, Kantor Pos, Bank Indonesia, Wiraha, Pelabuhan, Bank Mandiri, Pacinan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan kembali ke Keraton Kasepuhan. 

Event ini tentu saja dalam rangka rangkaian acara memperingati HUT Kota Cirebon ke 650 dan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mempromosikan Kota Cirebon sebagai kota olahraga, seni dan budaya untuk mengajak masyarakat yang hadir untuk menikmati kota yang syarat dengan peninggalan sejarah ini. 

Dalam pertemuan dengan awak media pada minggu 21 juli 2019 P.R.A Arief Natadiningrat, SE, menyampaikan bahwa, "melalui event Cirebon Historia Fun Run 2019 diharapkan dapat menjadi magnet para wisatawan baik lokal maupun manca negara, selain itu event ini juga mengajak masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga yang mudah dan murah ini yaitu olahraga lari"

untuk pelaksanaan event ini Sultan Sepuh menggandeng Event Organizer Mahanaim sebagai IO yang berpengalaman tentu saja tidak diragukan lagi untuk mengawal acara ini sampai tuntas dan sukses. 

Sedangkan untuk panitia internal Sultan Sepuh menunjuk Yono Maulana berserta tim yang sebelumnya sukses menyelenggarakan acara Festival Budaya Sunyaragi 2019. 

Sesuai dengan target yang telah dicanangkan tentu saja harapannya event Cirebon Historia Fun Run 2019 ini mampu mengajak sekira dua ribu pelari baik profesional maupun amatir yaitu para keluarga Indonesia. Panitia sudah mempersiapkan berbagai pertunjukan menarik selama acara diselenggarakan baik itu perlombaan pendukung, pentas tari dan musik serta acara-acara menarik lainnya, yang nanti akan di informasikan oleh panitia kemudian. 

Untuk dapat ikut serta dalam acara Cirebon Historia Fun Run 2019 ini peserta cukup membayar 65.000 saja per orang dan akan mendapatkan keuntungan 1 koas, 1 tas dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah melalui undian maupun perlombaan. 

Untuk mendaftar acara Cirebon Historia Fun Run 2019 masyarakat dapat melakukan registrasi di www.cirebonhistoriarun.id atau menghubungi panitia yang berkantor di Keraton Kasepuhan atau Taman Air Gua Sunyaragi. Jadi, pastikan anda ikut serta meramaikan acara Cirebon Historia Fun Run 2019, ajak semua keluarga dan sahabat, untuk bersama berlari sehat, menikmati keindahan dan kearifan kota Cirebon, Kota Sejarah, Kota Berbudaya! 



@yons2019

Aliansi Ormawa: PEMIRA Lucu, Ibarat Memilih Kucing Dalam Karung

Tidak ada komentar

Sabtu, 20 Juli 2019



Cirebon, UGJ, Setaranews - Aliansi Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) mengamati berbagai kelucuan yang terjadi dalam proses PEMIRA UGJ, selain keterlibatan pihak eksternal (KPU dan Bawaslu) Kota Cirebon, ada juga hal yang menarik perhatian publik yakni kertas kosong yang dijadikan kertas suara. Ormawa menganggap fakta tersebut ibarat memilih kucing dalam karung yang rawan penyimpangan.

Aliansi Ormawa menjelaskan beberapa hal lucu dan memalukan dalam penyelenggaraan PEMIRA UGJ tahun ini. Ginanjar Nitimiharjo, selaku koordinator mengatakan, berbagai kedunguan ini tidak layak dijadikan contoh dalam proses pagelaran pesta demokrasi


"Secara subtantif cacad, secara administratif lebih parah. Dilihat dari fakta yang ada ini secara prosedural pun tidak dilaksanakan. Aturan main tidak ada. Akhirnya menjalankannya serampangan. Aturan di bikin sendiri, di tafsirkan sendiri. Layak untuk di tertawakan" tegasnya kepada setaranews (20/7).

Menurutnya, yang lebih parahnya lagi terkait polemik ini bukan karena berbagai penolakan atas hasil maupun proses. Yaitu pembenaran yang dilakukan oleh pihak universitas juga penyelenggaraan dan peserta PEMIRA.

"Kami sebagai wujud nyata kedaulatan mahasiswa tidak akan duduk manis melihat pembenaran yang begitu sporadis serta menciderai asas - asas demokratis
 Pasalnya ini lembaga pendidikan, haruaemberi contoh yang baik terhadap publik" tegasnya.





Reporter Rama S, mahasiswa Fakultas Teknik.




Aliansi Ormawa UGJ Menolak Campur Tangan Pihak Eksternal dalam PEMIRA

Tidak ada komentar

Poto: Kunjungan PPUM ke kantor Bawaslu Kota Cirebon.


UGJ, Cirebon, setaranews - Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa)  di lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menolak campur tangan pihak eksternal, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cirebon dalam Penyelenggaraan Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA).

PEMIRA yang dimaksud yakni pemilihan umum untuk memilih calon Ketua dam Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) di tingkat Universitas.

Dalam prosesnya PEMIRA kali ini menuai banyak polemik yang krusial dan juga prinsipil. Seperti yang diungkapkan oleh Koordinator Aliansi Mahasiswa UGJ, Ginanjar Nitimiharjo, PEMIRA kali ini adalah yang terburuk sepanjang pengetahuan Ormawa.

"Kondisi PEMIRA kali ini selain melanggar asas Luber dan Jurdil, juga mencoreng penyelenggaraan demokrasi di lingkungan akademis. Juga memberikan dampak negatif bagi citra Kampus di mata publik pada umumnya" tegasnya kpd setaranews, Sabtu (20/7), via sambungan seluler.

Ginanjar juga menyebutkan, penyelenggaraan PEMIRA kali ini selain terburuk juga terlucu. Pasalnya, kata Ginanjar, keterlibatan lembaga eksternal KPU dan Bawaslu dalam pembentukan Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) dan Panitia Pengawasan mengabaikan asas dari oleh dan untuk mahasiswa dalam penyelenggaraan organisasi kemahasiswaan.

"Campur tangan atau intervensi pihak eksternal ini yang menjadi fokus kami. Gak ada urusan sama mereka. Ini pemilu mahasiswa bukan pemilihan kepala daerah" tukasnya.

Menurutnya, ini persoalan prinsipil, belum lagi bicara soal proses penyelenggaraan PEMIRA yang juga tidak kalah memprihatinkan. PPUM dan Panwas tidak memiliki legitimasi juga kompetensi yang mumpuni.

" Sedari awal pembentukan nya pun tidak transparan dan akuntabel. Otomatis selanjutnya juga akan menimbulkan polemik. Mulai dari masalah strategis juga teknis.  PEMIRA kali ini ibarat memilih kucing dalam karung. Konyol!" Tegasnya.

"Kami tidak menutup mata dan telinga atas persoalan ini. Langkah gerak kami tega juga komgkrit" pungkasnya.

Agus Dimiyati selaku Kepala Biro Kemahasiswaan mengatakan Pemilihan Raya tahun ini menggunakan Undang-Undang terbaru tetapi pihak Universitas juga merekomendasikan Undang-Undang terdahulu untuk menjadi bahan diskusi terkait aturan yang akan digunakan PEMIRA tahun ini, “ Mekanisme pemira kali ini akan menggunakan undang-undang terbaru namun kita mencoba untuk merekomendasikan undang-undang terdahulu agar menjadi aturan yang akan dipakai.” Ujarnya saat diwawancarai setaranews.com diruangan kantornya. Dia (Agus Dimiyati) juga memastikan bahwa PPUM dan Panwas berada dibawah naungan Universitas ataupun Lembaga demi menjaga independentsi nya.


Reporter: Galih

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Terapkan Kurikulum Berstandar Internasional

Tidak ada komentar

Rabu, 17 Juli 2019


Sumber : http://fkip.unswagati.ac.id/id/berita/dosen-fkip-ikuti-pameran-poster-2019-ugj/


UGJ, Setaranews.com - Menanggapi persaingan digital di era milenial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menerapakan sistem kurikulum berstandar Internasianal, memperbaharui sistem dan sarana pembelajaran hingga perubahan standar skripsi bakal menjadi pekerjaan rumah yang dikebut.

Program Studi Pend. Bahasa Inggris menjadi satu-satunya Prodi di FKIP yang mendapat Aktreditasi "A" di tetapkan oleh BAN-PT pada tanggal 9 Juli 2019. Aktrediatasi ini dinilai dari segala aspek termasuk Tridarma Perguruan tinggi. Akreditasi "A" ini berlaku sampai lima tahun kedepan yang mana akreditasi akan berbasis output pada Digital. Menanggapi hal tersebut Prodi tersebut mengagendakan setiap kegitan akademik harus terekam dan di implementasikan kedalam bidang digital. 

Tak hanya sitem pembelajaran yang di improve, pengerjaan tugas akhir mahasiswa atau skripsi akan menerapakan standar internasianal, diterapakan pada tahun ajaran 2019/2020 "Skripsi akan mendapat perubahan mulai dari sitematika penulisanya hingga kualitas isi skripsi. Sederhanya adalah skripsi bukan lagi hanya sekedar tulisan yang di dokumentasiakan dan di simpan di perpustakaan tetapi diharapkan bisa dipublikasiakan menjadi jurnal, hasil research terbaru, buku panduan atau sebagainya" ujar Hendriwanto selaku Sekretaris Prodi Pend. Bahasa Inggris. Dari segi halamanpun akan lebih sedikit tidak kurang dari 30 halaman seperti halnya tugas akhir yang dibuat oleh para pelajar di Universitas unggulan di Eropa dan Amerika.

Menelaah hal tersebut ketua prodi Pend. Bahasa Inggris yaitu Ratna Andika M, S.P.D M.HUM. mengharapakan pencapaian gemilang ini harus dipertahankan, perlu adanya kerjasama antara pihak Universitas, Fakultas dan tentunya para mahasiswa itu sendiri. 

Melihat begitu berpengaruhnya Bahasa Inggris di segala bidang profesi, mendapat Akreditasi "A" adalah kabar baik untuk mahasiswa dan calon mahasiswa baru. Dengan adanya sartifikat "A" diharapakan akan berkontribusi banyak terhadap lulusan seperti melamar pekerjaan, mendapat beasiswa atau untuk lanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Selain mencetak tenaga pengajar yang profesional, Prodi Pend. Bahasa Inggris juga membekali mahasiswanya dengan mata kuliah pilihan yang mana ini akan menjadi bekal di era digital sekarang. 

Reporter : Fajar

Koalisi PAHAM dan Garuda Layangkan Laporan Kepada Lembaga Dengan Aksi Damai

Tidak ada komentar

Selasa, 16 Juli 2019



Foto by / Google

UGJ, setaranews.com - Setelah hasil rekapitulasi suara dan penetapan calon presiden mahasiswa pada tanggal 15 Juli 2019 pihak Partai PAHAM dan Partai Garuda merasa ada kejanggalan atas hasil keputusan tersebut. Maka dari itu, pada tanggal 16 Juli kolega partai PAHAM dan Garuda menggelar aksi damai kepada pihak Universitas atau Lembaga. Aksi damai tersebut bertempat di ruangan LBH lantai 2 UGJ Cirebon. 

Dadan perwakilan dari partai PAHAM merasa kecewa dengan PANWASLU karena kinerja yang kurang maksimal dalam menanggapi laporan mereka sebelumnya. Tujuan aksi tersebut ialah untuk meminta audiensi kembali tetapi sifatnya secara umum, “Kami (partai Paham dan Garuda) sebelumnya sudah melaporkan beberapa kecurangan PEMIRA kepada PANWASLU tetapi kami merasa bahwa PANWASLU tidak mempunyai sikap untuk perihal gugatan kita. Intinya dalam aksi damai ini kami menuntut kepada lembaga bahwa kami ingin diadakan audiensi secara umum dengan PPUM, PANWASLU, Perwakilan Lembaga dan Mahasiswa umum UGJ Cirebon.” Ungkapnya saat diwawancarai oleh tim setaranews.com disela-sela aksi berlangsung. 

Ada beberapa gugatan aksi kali ini yang dibuat oleh koalisi partai Paham dan Garuda seperti yang disampaikan oleh Ogel, yaitu pertama, gugatan yang belum ada sampai hasil sampai ada hasil, kedua, meminta Audiensi secara terbuka, ketiga, Audiensi dilakukan sebelum di SK-kan oleh pihak Lembaga, dan yang keempat, apabila itikad baik ini tidak ditanggapi maka akan menggelar kembali aksi lanjutan. 

Pihak lembaga yang diwakili oleh Alip Rahman selaku kepala HKUP UGJ Cirebon mengapresiasi atas aksi damai tersebut dan patut menjadi contoh bagi semua mahasiswa, “Aksinya bagus artinya damai, santun dan tidak mengganggu ketertiban umum dan patut dicontoh oleh mahasiswa lain.” Katanya. Pihak lembaga akan segera memproses laporan tersebut agar permasalahan ini segara terselesaikan.


Reporter : Ade Indah (Belle)

Obyek Wisata di Kaki Gunung Ciremai

Tidak ada komentar

Foto by / Galih

Pariwisata, Setaranews.com - Biasanya pada pada hari libur adalah suasanna yang tepat untuk melakukan refreshing. Banyak yang melakukan aktivitas untuk menyegarkan badan ataupun pikiran dari kepenatan aktivitas sehari-hari. Pastinya tak jarang orang melakukannya di obyek wisata, apalagi obyek wisata dengan pemandangan alam dan cuaca yang sejuk. 

Di lembah Gunung Ciremai ada salah satu obyek wisata, yang letaknyya di Desa Cisantana, kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Lokasi yang memang menawarkan daya tarik dengan panorama keindahan alam, pengunjung bisa melihat sunrise (matahari terbit) jika pengunjung berwisata sambil berkemah, dibawah tempat berkemah adapula curug yang bernama Curug Cisurian. 

Selain itu banyak satwa atau binatang yang lebih memberikan nuansa alam rimba, ada binatang yang langka yaitu Kodok Merah, ada juga Surili. Pengunjung yang biasanya banyak di hari libur tak menutup kemungkinan di hari biasa pun dikunjungi pengunjung untuk sekedar menikmati keindahan alam. 

Pengunjung juga tak perlu khawatir dengan biaya, dengan tarif hanya Rp. 15.000 pengunjung sudah bisa masuk namun, untuk parkir biasanya di tarif kembali dengan harga Rp 5000. Dengan suasana alam yang demikian, banyak yang tertarik dan menikmati keindahan alam yang belum tercemari apalagi dirusak untuk sebuah kepentingan saja.



Reporter : Galih

Jengkel dengan Insomnia? Atasi dengan Beberapa Hal ini

Tidak ada komentar

Sabtu, 13 Juli 2019


Sumber gambar : Google

Cirebon, Setaranews.com - Apakah tadi kamu kesiangan datang ke kampus, gara-gara tidur berlarut malam? 
Insomnia bisa menyerang siapa saja. Tak terkecuali juga mahasiswa. Karena kebiasaan begadang, banyak pikiran atau tugas, seseorang lantas baru bisa tidur setelah lewat tengah malam atau bahkan menjelang pagi.

Nah kali ini saya akan kasih 7 tips dan trik untuk teman-teman yang susah tidur atau insomnia agar cepat tidur tanpa harus inget mantan, ups maksudnya tanpa obat tidur.

1. Hindari konsumsi kafein sebelum tidur
Yoi, kita sudah tidak asing lagi dengan rumor “minum kopi bisa menyebabkan susah tidur”, walaupun tidak semua orang bisa mengalami reaksinya. Tapi ada baiknya kita menghindari sesuatu yang mengandung kafein dimalam hari, karena bisa menyebabkan mata kita terjaga diwaktu malam.

2. Dengarkan musik yang membuat relaks
Dengarkan musik yang membuat kita relaks, dan tidak meningkatkan detak jantung. Jangan lupa untuk men-setting waktu durasi musik, agar secara otomatis mematikan musik ketika kita sudah tertidur.

3. Atur alarm dan jangan menundanya
Nah kita juga perlu untuk mengatur alarm. Alarm jam berapa kita bangun, khususnya di hari efektif kuliah. Kalau hari libur matiin aja sob biar tidur kita nyenyak wkwkwk. 

Berbicara tentang alarm, saya punya saran alarm yang efektif membuat kita bangun dan emosi, hihihi 

Saya sudah mencobanya dan lumayan, iya lumayan bikin emosi. Pasalnya kita diharuskan untuk menjawab pertanyaan matematika untuk mematikan alarm tersebut, tapi tenang teman-teman bisa kok mengatur kesulitannya. Yups nama aplikasinya adalah Maths Alarm. Teman-teman bisa mendapatkannya secara gratis di google playstore atau AppStore. 

4. Matikan lampu sebelum tidur
Tidur dengan lampu temaram atau lampu dimatikan bakal meningkatkan kualitas tidur Nah, waktu ideal untuk mematikan lampu adalah sejam sebelum tidur malam. 

5. Matikan semua gadget, komputer dan televisi
Satu jam sebelum tidur matikan semua gadget, komputer, dan televisi. Ini membuat kita lebih relaks dan mengantuk. Selain itu, fokus kita juga tak terpancing untuk melihat sosial media. Apalagi stalking – stalking medsos mantan. udah mending tidur aja, karena dalam tidur mimpi kita lebih indah timbang kenyataannya. Priben jeh malah curhat

6. Lakukanlah sesuatu!
Untuk membersihkan isi kepala, lakukanlah sesuatu yang kita sukai. Contohnya seperti menulis, membaca buku, menggambar, pokoknya hal apa saja yang kita sukai sekiranya bisa mengosongkan isi kepala kedalam bentuk ekspresi karya, supaya insomnia kita agak berfaedah sedikitlah. Yang penting kurangin game, karena game menyebabkan kecanduan yang ada malah kita enggak bisa tidur. Jika perlu, buat daftar tugas yang realistis dan dapat dicapai untuk hari berikutnya.

7. Jangan malas!
Mungkin yang terakir agak sedikit aneh, tapi ini benar. Kebanyakan dari mahasiswa menumpuk tugasnya, sehingga pas waktu deadline tiba mereka begadang sampai larut malam bahkan pagi untuk mengerjakan tugas. Dasar bambank kemarin kemana aja begitu kata emaknya. 

Aturan PPUM Rancu, Partai Pengusung 01 WO dari Penghitungan Suara

Tidak ada komentar

Jumat, 12 Juli 2019

Proses penghitungan suara / foto : Angga


UGJ, Setaranews.com - Pemilihan Raya (PEMIRA) UGJ 2019 yang menuai banyak polemik tersebut akhirnya sampai pada titik penghitungan suara yang dimulai pada pukul 21:00 WIB yang dilaksanakan di ruang 103 Fakultas Pertanian. 

Untuk hasil penghitungan suara sementara ini terhenti sampai pada perolehan dikampus 1 UGJ paslon 1 memiliki 234 suara dan paslon 2 memiliki 44 suara,Golput/Tidak sah terhitung 23 suara, untuk kampus 2 UGJ paslon 1 memiliki 07 suara, paslon 2 terhitung 42 suara dan suara tidak sah/golput memiliki 5 suara, kampus 3 UGJ untuk paslon 1 memiliki 72 suara, paslon 2 memiliki 504 suara dan suara tidak sah/golput 166 suara. Dan terakhir di kampus 4 UGJ terhitung untuk paslon 1 nmemiliki 40 suara, paslon 2 memiliki 131 suara dan suara tidak sah 25 suara. 

Alasan terhentinya penghitungan suara ini lantara pihak koalisi partai Garuda dan Paham yang mengusung paslon 1 itu memilih walk out (keluar) dari forum adapun beberapa alasan yang melatar belakangi partai tersebut keluar ialah “ada aturan yang tidak sesuai atau tidak jelas melalui surat suara yang di katakana SAH dan TIDAK SAH sesuai dalam istilah contohnya kalau di kampus 2 3 4 surat suara yang ada coretan selain angka pilihan di katakan tidak sah , sedangkan untuk kampus 1 di anggap sah “ ungkap pihak koalisi partai Garuda dan Paham. 

Koalisi partai Garuda dan Paham akan menggugat jika hasil tidak sesuai.” Kami akan menggugat jika hasil yang di harapkan tidak sesuai apa yang membuat hasil TAPI kalua hasil itu tidak sesuai tapi secara sehat ( tidak ada kecurangan ) kami tidak menggugat ” tutur Edi salah satu anggota partai Garuda. 

Sandiwara Akreditasi

Tidak ada komentar

Kamis, 11 Juli 2019

Kampus Utama Unswagati. Sumber dari unswagati.ac.id

Opini, Setaranews.com - Tiga program studi (prodi) Unswagati lolos akreditasi A oleh BAN-PT. Ilmu Hukum, Ilmu Administrasi Negara dan yang terbaru Pendidikan Bahasa Inggris. Dalam proses huru-hara akreditasi ada "sandiwara" menarik yang luput dari khalayak mahasiswa. Bukan roman picisan ala sinetron atau komedi gagal ala slapstick. Tapi sandiwara akreditasi ala kampus yang sah-sah saja disebut berunsur manipulasi.

Memang sebelumnya sedang ramai menyoal akreditasi. Barangkali sebuah pencapaian yang membanggakan—setidaknya bagi lembaga dan Pak Rektor yang mempunyai cita-cita ingin menjadikan Unswagati sebagai "Harvard" dari Cirebon. Tapi sebagai mahasiswi yang sedang memasuki semester sembilan dan telah malang melintang terjebak di Kampus, rasa-rasanya adalah sebuah "kejanggalan" jikalau Kampus dapat meloloskan tiga prodinya tersebut. Harvard terlalu jauh untuk mimpi Pak Rektor—sebab kampus tersebut jelas nampak lebih "manusiawi" untuk para penghuninya. Perpustakaan, akses informasi, lahan, ruang terbuka hijau dan suasana akademik yang nyaman adalah bagian terkecil dari Kampus yang seharusnya menjadi "perhatian" bersama.

Tahun lalu dalam portal universitas, Prof. Ibnu—dekan Fakultas Hukum, ketika prodinya menerima akreditasi A. Ia sempat mengakui bahwa masih banyak visitasi yang "belum" maksimal seperti sarana, prasarana perkuliahan, kemahasiswaan, dukungan biaya riset dan pengabdian kepada masyarakat. Konon prodi Ilmu Hukum hanya unggul menyoal tenaga pengajar, dengan memiliki satu guru besar dan 12 doktor yang menjabat sebagai Lektor Kepala, Lektor dan Asisten Ahli. Dengan jumlah SDM demikian, dianggap lebih dari cukup oleh BAN-PT. Padahal semua yang "belum" maksimal menurut Pak Dekan memegang komposisi penilaian yang cukup besar pula, jika mengacu dari standar BAN-PT.

Jika ditelisik terdapat sekitar tujuh standar instrumen yang harus dipenuhi oleh prodi yang ingin melakukan akreditasi, yakni disebutkan sebagai berikut Standar I (Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi Pencapaian) yang berperan sebesar 2,62% dalam penilaian. Standar II (Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjamin Mutu) yang berperan sebesar 26,32%. Standar III (Mahasiswa dan Lulusan) sebesar 13,16%. Standar IV (SDM) sebesar 18,42%. Standar V (Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik) sebesar 7,89%. Standar VI (Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi) sebesar 18,42% dan terakhir Standar. VII (Penelitian, Pelayanan/Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama) sebesar 13,16%. Lebih jelas link sebagai berikut https://www.banpt.or.id/download_instrumen

Keriuhan akreditasi muncul kembali ketika prodi Pendidikan Bahasa Inggris berhasil menyusul Ilmu Hukum dan Ilmu Administrasi Negara. Gedung FKIP Bahasa Inggris misalnya, dalam proses menuju akreditasi, kalang kabut memperbaiki "fisik" gedung dengan cara mengecat ulang dan menghias tampilannya semenarik mungkin.

Lobi yang biasanya berantakan pun ditata dengan berbagai pot tumbuhan, dan di dekat pintu masuk dipasang sebuah screen televisi. Papan nomor ruangan kelas yang sudah memudar diganti baru; lebih jelas dan bagus. Tampak rapih, bersih, dan luar biasa berbeda. Sebab biasanya tiga tanaman di pelataran gedung saja sampai kering kerontang seperti tidak pernah dirawat dan disiram. Lantas, dari mana asalnya semua barang-barang "penghias" akreditasi tersebut?

Sekitar dua minggu sebelum penilaian akreditasi, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris dihimbau untuk tidak datang ke Kampus—mencegah ditanya yang "macam-macam" oleh tim asesor. Pesan tersebut sempat beredar lama di whatsapp grup-grup kelas. Proses akreditasi nampaknya menyita semua unsur di prodi, walhasil jadwal PLP II (Pengenalan Lapangan Persekolahan) untuk mahasiswa tingkat tiga harus mundur jauh ke awal Agustus. Selama empat tahun menjadi mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris rasanya sudah kenyang menyaksikan semua "realitas" yang suram.

Bahkan di tengah gembar-gembor para dosen yang ingin menerapkan pembelajaran berbasis teknologi. Tapi menikmati wifi di Gedung FKIP Bahasa Inggris saja merupakan sesuatu yang langka. Rebutan proyektor acap kali jadi permasalahan yang menyebalkan, sementara sedikit sekali ruang kelas yang terpasang proyektor ketika semua dosen "menuntut" ingin menggunakannya. Ditambah fungsi perpustakaan hanya menjadi tempat "ngadem" dan "menyepi" tanpa dibarengi sumber belajar yang mumpuni.

Barangkali mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris masih lebih beruntung ketimbang mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, Ekonomi dan Matematika yang nyumpel di Kampus II yang gedungnya tidak terlalu layak disebut "universitas" bahkan gedung sekolah dasar saja tidak sesempit dan sesumpek tersebut. Meskipun begitu rumornya Pendidikan Bahasa Indonesia percaya diri ingin menyusul Pendidikan Bahasa Inggris untuk meraih akreditasi A dari BAN-PT.

Setelah penilaian akreditasi usai, kampus berjalan semestinya, semua kembali pada realitasnya. Termasuk berbagai pot tanaman yang sempat terpasang di seluruh penjuru gedung, dan screen televisi di dinding. Semuanya menghilang 'bak sihir satu malam. Apakah hiasan-hiasan tersebut hanya "disewa" untuk sementara waktu? Jika memang demikian. Ciamik benar sandiwara akreditasi ala kampus—kampus biru yang konon kata Pak Rektor tidak usah ribut ingin jadi negeri, cukup menjadi swasta yang "berkualitas" saja.

Penulis: Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris

Mahasiswa UGJ Ramai-Ramai Datangi Ruangan Wakil Rektor 3

Tidak ada komentar

Rabu, 10 Juli 2019


Sumber : Google

UGJ, Setaranews.com - Aliansi Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) mendatangi ruangan Wakil Rektor 3 untuk mempertanyakan tindak lanjut dari pihak Rektorat mengenai surat yang sudah mereka ajukan, Sore (10/7). Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa UGJ telah mengirimkan surat permohonan kepada Rektor UGJ.

Alliansi mahasiswa UGJ yang terdiri dari beberapa Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UGJ dan Mahasiswa Umum sebelumnya sudah mengirimkan surat kepada Rektor UGJ yang ditembuskan kepada Wakil Rektor 3 pada siang tadi (10/7). Dalam meminta pihak rektorat untuk menyelengarakan audiensi antara Mahasiswa, Panitia Pemilihan Umum (PPUM), Panitia Pengawal Pemilihan Umum (Panwaslu), Partai peserta dan pihak Rektorat yang akan membahas mengenai proses penyelangaraan Pemilihan Raya (Pemira) UGJ 2019. 

Didalam ruangan mereka tidak bisa menemui Bapak wakil Rektor 3 atau Bapak Biro Kemahasiswaan yang kebetulan sedang berhalangan hadir, sehingga para mahasiswa hanya bisa bertemu dengan salah satu staf dari Wakil Rektor 3 yang biasa dipanggil Mas Anom. 

Mas Anom menjelaskan mengenai maksud dan tujuan kedatangan mereka “tadi saya telah diberitahu oleh pak Wakil Rektor 3 bahwasannya audiensi itu akan di adakan besok pagi”. Kata mas Anom. 

Untuk lebih tepatnya audiensi akan diadakan pada pukul 09.00 WIB, bertempat di Ruang Rapat Rektor yang akan dihadiri PPUM, Panwaslu, Partai Peserta Pemira, Rektor UGJ dan tentunya aliansi mahasiswa yg mengajukan audiensi tersebut. 

Dengan akan dilaksanakannya audiensi tersebut menunda jadwal debat Kandidat Presiden dan Wakil presiden Mahsiswa sampai setelah audiensi tersebut terselenggarakan.


Reporter : Warman

Carut Marut Pemira 2019

Tidak ada komentar

Sumber : Google 

Pemilihan Raya 2019 atau dikenal dengan Pemira 2019 yang digadang-gadang akan dilaksanakan pada Kamis,11 Juli 2019 menuai banyak polemik besar, mulai dari pembentukan PPUM dan Panwaslu, Seleksi Partai Pemira dan seleksi Calon Presma dan wapresma, jadwal pelaksanaan Pemira 2019,Independensitas PPUM lalu terkait penyebaran informasi terkait Pemira 2019 sendiri.

Menanggapi polemik tersebut mahasiswa melakukan audiensi jilid pertama yang  dilaksanakan pada Jumat, 5 Juli 2019 yang kemudian menghasilkan keputusan bahwa kegitan Pemira dilaksanakan setelah PKKMB hal ini terlihat dilaman instagram resmi milik PPUM UGJ yang menyebarkan surat edaran berupa berita acara.

Untuk mengesahkan keputusan tersebut pihak PPUM menyelenggarakan audiensi jilid 2 dengan peserta partai pemira dan hasil audiensi tersebut bertolak belakang ( tidak satu suara ) dengan ausiensi jilid 1.

Atas dasar itu mahasiswa kembali menggugat pihak rektorat untuk diadakannya audiensi jilid 3 , Anom sebagai Staff Wakil Rektor 3 merujuk pada mandat dari Wakil Rektor 3 UGJ Ipik Permana mengatakan bahwa akan dilaksanakannya audiensi jilid 3 yang akan di hadiri oleh pihak Rektorat, PPUM, Panwaslu, Partai Pemira,dan seluruh mahasiswa Unswagati yang akan dilaksanakan esok hari pukul 09:00 wib.
" Untuk kegiatan Pemira ditunda sampai selesai audiensi yang akan dilaksanakan besok jam 09:00 pagi berdasarkan mandat dari Wakil Rektor 3." katanya diruangan Wakil Rektor 3.




Reporter : Felisa

Istilah Food Porn dan Budaya Makan di Korea Selatan

Tidak ada komentar

Kamis, 04 Juli 2019


Setaranews.comPyororong! Sapaan khas Hari Jisun di Youtube. Ia adalah satu dari sekian food-vlogger asal Korea Selatan yang pandai berbahasa Indonesia dan telah mencicipi ragam kuliner lokal. Bersama adik laki-lakinya, Junsu dan ibunya, ia amat menikmati makanan Indonesia. Jisun mengaku senang makan Semur Jengkol dan Junsu senang makan Mie Ayam. Tiap berkunjung ke Indonesia, Junsu harus menyempatkan diri makan Mie Ayam. Lalu ia akan pesan tiga hingga empat porsi. Baginya satu porsi tidak cukup untuk takaran orang Korea yang terbiasa makan dengan porsi besar.

Masih ingat dengan istilah mukbang yang sempat ramai menjadi buah bibir? Diambil dari kata "meokneun" yang artinya makan dan "bangsong" yang artinya siaran. Pelaku mukbang biasa disebut BJ (Broadcast Jockeys). Jelas terdapat perbedaan antara mukbang dan food-vlogger. Porsi yang dimakan para BJ melampaui orang normal. Mereka dapat menghabiskan lebih dari tiga porsi pada jenis makanan yang sama. Porsi makan yang besar dan reaksi nikmat yang ditimbulkan dari mukbang membuatnya ditandai sebagai aktivitas food-porn.

Di Korea, mukbang mempunyai makna khusus yakni sebagai sarana teman makan. Masyarakat Asia, termasuk Indonesia dan Korea mempunyai tradisi makan bersama keluarga. Jadi ketika jauh dari keluarga dan tidak bisa makan bersama-sama, mukbang hadir sebagai "keluarga" yang seolah-olah hadir menemani makan. Professor Park Sung Hee dari Universitas Ehwa berujar, bahwa kata "keluarga" dalam bahasa Korea mempunyai makna "mereka yang makan bersama"

Apakah porsi makan orang Korea besar?

Di tempat makan tradisional Korea, ada budaya unik yang dapat menjelaskan kebiasaan makan orang-orangnya. Untuk menu porsi personal (persatu orang) akan disajikan dengan tiga hingga empat jenis banchan (lauk-pauk) yang di letakkan di pising (piring kecil). Lauk-pauk paling umum di Korea adalah aneka kimchi (yang terbuat dari sawi putih, lobak atau timun), sup, jeon (panekuk goreng isi sayur) dan rumput laut. Banchan biasanya disajikan secara gratis dan bisa refill. Bagi orang Korea menghabiskan makanan adalah salah satu bentuk penghormatan kepada yang sudah memberi makan (yang memasak). Jadi mereka terbiasa makan hingga kenyang ketika terdapat perjamuan makan malam di rumah kerabat.

Selain hal di atas, Korea mempunyai musim dingin yang dapat mencapai minus enam hingga empat derajat celsius. Menurut pakar kesehatan, Lisa Young, Ph.D. R.D, tinggal di suhu udara yang dingin dapat mempengaruhi nafsu makan seseorang. Tubuh akan cenderung mempertahankan suhu agar tetap hangat dengan cara mengkonsumsi banyak makanan, khususnya makanan hangat. Pantas saja masyarakat Korea senang menyantap makanan yang masih panas. Misalnya memakan mie instan (ramyeon) di panci agar tetap panas.

Tingkat obesitas Korea Selatan yang rendah

Para pelaku mukbang tampil dengan penampilan yang menawan, meski makan dengan porsi besar, tubuh mereka tetap ramping dan sehat. Ternyata sebagian dari mereka senang menghabiskan waktu untuk berolahraga. Karakter orang Korea yang paling terkenal adalah disiplin dan pekerja keras. Karena mereka mempunyai pola makan yang teratur, maka orang Korea jarang terkena berbagai penyakit seperti maag, sakit jantung dan obesitas. Tidak heran jika Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan tingkat obesitas yang rendah bersama Jepang, Italia, Norwegia dan Swedia.

Selain tingkat kesadaran akan kesehatan dan kebugaran, Korea mempunyai olahan makanan yang sehat. Misalnya Kimchi yang dinobatkan sebagai makanan tersehat di dunia. Kimchi kaya akan kandungan antioksidan, vitamin (A, B dan C) serta bakteri probiotik yang baik untuk kesehatan yang dapat mencegah penyakit jantung dan diabetes.
Selain Kimchi, Korea menjadi negara dengan tingkat konsumsi bawang putih terbanyak di dunia. Orang Korea yang terkenal gemar makan daging panggang tidak butuh merasa khawatir terkena obesitas, mengingat mereka memakannya bersama dengan bawang putih serta selada mentah yang dapat mencegah kolestrol.

Konon, orang Korea takut mengkonsumsi nasi putih karena dianggap kurang sehat, meski sangat bergantung dengan beras. Maka biasanya para ibu di Korea memasak nasi dengan campuran nasi merah, nasi hitam dan biji-bijian agar lebih sehat. Dan jangan berharap menjumpai olahan makanan yang digoreng dengan minyak di Korea, karena mereka biasa mengolah makanan dengan cara merebus, mengukus dan memanggang. Karena budaya mengkonsumsi makanan sehat, harapan hidup di Korea jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Mereka rata-rata mempunyai angka hidup hingga usia 83 tahun.

Reporter: Fiqih Dwi Hidayah

MAPALA GUNATI Mengajak Para Mahasiswa Menjadi Pahlawan

Tidak ada komentar

Selasa, 02 Juli 2019

Mahasiswa berpartisipasi mendonorkan darahnya. / foto: Anisa Puse

UGJ, Setaranews.com - Donor Darah menjadi salah satu rangakaian acara Diesnatalis ke - 24 Mahasiswa Pecinta Alam Gunung Jati ( MAPALA GUNATI) dengan slogan Siapapun Bisa Jadi Pahlawan, dilaksanakan pada 02 Juli 2019 di halaman parkir kampus utama dan 03 Juli 2019 di halaman parkir kampus 3 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ). 

Dimiyati selaku Ketua Umum MAPALA GUNATI menuturkan bahwa tujuan dari donor darah ini adalah silaturahmi antar mahasiswa dan menumbuhkan kepedulian sesama manusia, dengan mendonorkan darah kita bisa menolong jutaan manusia yang membutuhkan. "Semoga para mahasiswa bisa berpartisipasi di rangakaian acara MAPALA GUNATI sebagai Agen of chage yang manusiakan manusia dengan target sebanyak-banyaknya" tutupnya.

"Harapan saya semoga kegiatan baik seperti ini bisa terus dilanjutkan dan nama baik MAPALA GUNATI semakin dikenal didalam maupun diluar kampus" ucap Dika mahasiswa Fakultas Ekonomi selaku pendonor. Acara ini juga menggandeng KSR UGJ dan PMI Kota Cirebon sebagai partner

Reporter : Anisa Puse


Sosok Inspirasi, Mari Mengenal Diah Agustina

Tidak ada komentar

Foto Tari Kalang Sunda Diah Agustina / by Fajar

Cirebon, setaranews.com – Berbagai penampilan memeriahkan malam puncak Festival Budaya Sunyaragi (FBS) Minggu Malam (30/06), salah satu yang menarik banyak perhatian yakni penampilan Seni Tari Kalang Sunda oleh Diah Agustina. Diah merupakan penari asal Cirebon berusia 17 tahun penderita tuna rungu dan albino. Ia bersekolah di SLB Negeri Kabupaten Cirebon yang ber-alamat di Sindanglaut. Ia mulai menjadi penari saat dirinya duduk di bangku sekolah SMP kelas 2. Ia dilatih oleh pelatih tari tradisional sekaligus guru sekolahnya Bapak Wawan Darsa, S.Pd. 

Bapak Wawan mengungkapkan bahwa saat pertama kali melatih Diah menari Ia harus ekstra hati-hati karena Diah sangat peka. Diah juga dilatih dengan kode yang diberikan oleh beliau. “Saya mengajar harus hati-hati. Nggak boleh marah, atau menunjuk-nunjuk karena Diah sangat peka. Diah dilatih dengan kode, sekarang Dia sudah mengerti akan kode yang saya sampaikan. Setiap manggung Saya didepan karena Diah tidak dapat mendengar musik secara total, jadi Saya mengarahkan ketukan musiknya. Fokus dia kalau manggung pasti ke Saya.” Tutur beliau. 

Berkenaan dengan Tari Kalang Sunda yang ditampilkan oleh Diah, Pak Wawan menjelaskan bahwa tarian tersebut berarti bahwa hidup itu harus tidak boleh melebihi batas agar tidak terbawa kearah yang negatif. Beliau juga berharap di FBS tahun depan yang rencananya akan dilaksanakan pada 03-05 Juli tahun 2020 panitia berkenan untuk mengundang SLB se-Jawa Barat.



Reporter : Nabila Devia

Malam Puncak, Sangggar Tari Dewatasenca Tampilkan Tari Putri Batik Caruban

Tidak ada komentar

Senin, 01 Juli 2019


Foto Tari Batik / by Irfan

Cirebon, setaranews.com – Festival Budaya Sunyaragi (FBS) 2019 telah resmi berakhir. Pada malam puncak FBS Semalam (30/06) sukses dimeriahkan oleh beberapa penampilan, salah satunya adalah penampilan Tari Batik dari Sanggar Dewatasenca yang sukses menjadi penampilan pembuka. Tari Batik sendiri nama sebenarnya adalah Tari Putri Batik Caruban yang merupakan tari daerah Cirebon. 

Menurut Irfan Handrian, Pelatih Sanggar Dewata Senca sekaligus Alumni dari SMK Pakungwati beliau mengatakan bahwa Tari Batik merupakan tari yang menggabungkan dari budaya yang ada di Cirebon dan Jawa Barat sendiri seperti Topeng, Jaipong, dan tentu saja Batik dan hal itu dapat dilihat pada koreo Tari Batik sendiri. “Di Indonesia kan tidak hanya seni tari saja, jadi kita gabungkan dari topeng di Cirebon, Batik di Cirebon, dan Jaipong. Keunikannya bisa dilihat dari koreo. Ada koreo membatiknya, topengnya, da nada gerakan jaipong. Itu bisa dilihat kalau kita ini pengamat koreo ya.” Terangnya saat di wawancarai oleh tim Setaranews. 

Kain batik Cirebon yang digunakan dalam tari ini antara lain, Batik Mega mendung, Singa Barong Payung, dan Kangkungan. Sanggar Dewatasenca sendiri merupakan sanggar tari yang berada dalam yayasan Kasepuhan Cirebon dan baru-baru ini mengikuti ajang hari tari dunia di Kota Solo.


Reporter : Nabila Devia

"A" Konsep Tari Bermacam Makna

Tidak ada komentar

Minggu, 30 Juni 2019


foto tari kontemporer / by Puse

Cirebon, setaranews.com - Festival Budaya Sunyaragi (FBS) telah berlangsung selama empat hari. Dihari keempat FBS, Rivai Kontemporer ikut memeriahkan FBS dengan pertunjukan tari kontemporer “A” dan berhasil memukau para penonton. Konsep tarian “A” sendiri bermakna penyampaian berbagai emosi seperti marah dan kecewa. 

Ahmad Rivai atau Rivai kontemporer mengungkapkan bahwa beliau mempersiapkan konsep tarian “A” di H-2 sebelum waktu pertunjukkan. “Persiapannya H-2 pentas. Sebelumnya saya sempat menolak saat dihubungi untuk tampil di acara FBS karena belum ada kesiapan konsep. Karena tidak tau mau memakai konsep apalagi jadi yasudah saya tampilkan konsep “A” saja”. Ujarnya saat diwawancarai oleh tim setaranews. 

Rivai sendiri mengaku telah berkecimpung di dunia tari kontemporer selama 8 tahun. Rivai sendiri merupakan lulusan SMK Pakungwati yaitu sekolah seni yang berada dibawah Yayasan Keraton Kasepuhan Cirebon. Saat ini, ia tengah menjalankan studinya dengan menjadi Mahasiswa ISI di Jogjakarta. 

Selain Rivai Kontemporer, Hari keempat FBS juga dimeriahkan oleh Tari Topeng Ayu Tumenggung, Sanggar Hasta Kencana, Tari Putra Binangkit, dan Tari Jaipong Cikeruhan.


Reporter : Nabila

Nasi Padang vs Nasi Kapau, Pilih Mana?

Tidak ada komentar

Sabtu, 29 Juni 2019




Kuliner, Setaranews.com - Di berbagai pelosok Nusantara, Rumah Makan Padang hadir menjadi primadona yang tidak kunjung redup sinarnya. Lauk-pauk yang kaya akan rempah dan rasa yang tajam membuat masakan khas Minangkabau tersebut tenar di lidah orang Indonesia. Bagi masyarakat luas, Nasi Padang terdengar lebih tidak asing daripada Nasi Kapau. Meski keduanya berasal dari tanah yang sama. Ternyata Nasi Padang dan Nasi Kapau adalah sajian yang cukup berbeda.

Nasi Padang adalah sebuah istilah yang digunakan secara luas dan bias karena merujuk kepada semua masakan dari Sumatera Barat. Sementara Nasi Kapau lebih spesifik karena berasal dari nagari (desa) Kapau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Jika bertandang ke Rumah Makan Padang lauk-pauk seperti Gulai Ikan, Gulai Ayam atau Gulai Jeroan selalu setia menghiasi etalase. Tapi untuk Nasi Kapau, ada gulai khas yang jarang hadir di Rumah Makan Padang pada umumnya yaitu Gulai Gajebo dan Gulai Tambusu. Gulai Gajebo terbuat dari sandung lamur, sementara Gulai Tambusu terbuat dari usus sapi yang di dalamnya diisi campuran tahu dan telor.

Untuk sayur, Nasi Kapau punya khas yang tidak boleh tertinggal, Gulai Nangka Kapau yang dicampur dengan kacang panjang, kol, rebung dan pakis. Gulai Nangka khas Nasi Kapau tidak menggunakan banyak santan sehingga tidak terlalu kental seperti gulai pada umumnya. Selain gulai, yang khas dari Nasi Kapau adalah Rendang Ayam dan Rendang Bebek, biasanya rendang diolah dengan daging sapi. Rendang khas Kapau biasanya disajikan dengan kentang bulat yang berukuran kecil.

Pakar masakan Minang, Reno Andam Suri, dikutip dari Kompas membenarkan hal tersebut. "Rendang merupakan cara memasak, bukan makanan. Setiap daerah di Sumatera Barat mempunyai rendang khas masing-masing. Kapau misalnya, yang khas adalah Rendang Ayam." Ujarnya.

Perbedaan lainnya terlihat dari penyajian makanan. Lauk-pauk di Rumah Makan Padang disajikan di dalam etalase kaca yang disusun bertingkat menggunakan piring. Sementara lauk-pauk di Warung Nasi Kapau disajikan menggunakan meja yang lebih rendah dari si penjual, sehingga penjual mengambil lauk-pauk dengan centong kayu yang panjang.

Wah, menarik, jangan sampai salah paham ya antara Nasi Padang dan Nasi Kapau. Jadi, ingin pilih yang mana untuk santap siang atau malammu? Bagi kawasan Kota Cirebon tidak usah khawatir, karena penjual Nasi Padang yang enak sudah sangat banyak. Kalau pun ingin mencicipi lezatnya Nasi Kapau, rukonya ada di sekitar Jalan Tentara Pelajar sesudah Grage Mall.


Reporter: Fiqih Dwi Hidayah

Kabupaten Majalengka Unjuk Kebudayaan di Tanah Cirebon

Tidak ada komentar

Jumat, 28 Juni 2019

Penampilan Tari Topeng Kenteng Wuwung Kawangi 

Cirebon, Setaranews.com
- Kabupaten Majalengka memiliki beragam seni budaya, diantaranya kesenian topeng, ujungan, sampyong, kedempling, kecapian, kuda renggong, rampak kendang, dan masih banyak lagi. Kesenian tradisional merupakan salah satu wujud budaya yang menjadi kebanggaan bangsa.  Pada hari ketiga Festival Budaya Sunyaragi (28/06/2019) Kabupaten Majalengka diberi kesempatan untuk memperkenalkan kesenian dan budayanya yang diwakili oleh  sanggar seni yang berasal dari Kecamatan Cigasong.

Salah satu bentuk pelestarian kebudayaan tradisional, khususnya bidang seni tari di masyarakat dilakukan dengan mendirikan sanggar-sanggar tari. Sanggar Sunda Rancage adalah sanggar pertama yang berdiri di Kabupaten Majalengka dibawah pimpinan Bapak Aceng Hidayat, S.Pd. sejak tahun 2001. Sunda Rancage artinya urang Sunda anu kreatif atau orang sunda yang kreatif.

Pada event yang digelar oleh Managemen Keraton Kasepuhan Cirebon ini, Sanggar Sunda Rancage membuat para penonton bersorak sorai karena penampilannya yang sangat memukau, mereka menari dengan lentur dan bersemangat. "Menurut saya, seru, menarik, penampilan tersebut adalah salah satu wajah sebuah daerah. Jadi harus kita dukung, apalagi untuk regenarasi harus dikenalkan agar tidak punah dan terus berkembang." ujar Khifdhi sebagai penonton sekaligus fotografer di Festival Budaya Sunyaragi 2019.

Dengan menyajikkan enam kesenian dan tari, yaitu Rampak Kendang Wanoja, Tari Topeng Kenteng Wuwung Kawangi, Tari Batik Midang, Tari Mojang Priangan, Ronggeng Ujangan dan Musik Kolaborasi Etnik, Sanggar Sunda Rancage berhasil menunjukkan bahwa Kabupaten Majalengka masih melestarikan budaya tradisional dan memperkenalkannya ke masyarakat luas.

Reporter: Anisa Puse

Festival Budaya Sunyaragi Menumbuhkan Semangat Berbudaya Generasi Muda

Tidak ada komentar

Kamis, 27 Juni 2019


Lomba mewarnai yang diikuti oleh siswa Sekolah Dasar / foto: Irfan

Cirebon, Setaranews.com - Festival Budaya Sunyaragi (FBS) 2019 telah dibuka Rabu kemarin, dan hari ini (27/06/2019) ada beberapa rangkaian acara yang digelar yaitu Seminar, lomba tari kreasi dan lomba mewarnai yang diikuti oleh siswa Sekolah Dasar (SD).

Seminar kali ini mengusung tema Peran Museum Terhadap Pelestarian Budaya yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan dari Sultan Sepuh XIV, P.R.A Arief Natadiningrat,S.E yang kemudian di lanjut oleh Fitra Arda Sambas selaku Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.

“Museum sebagai ruang publik untuk pemajuan kebudayaan, pengelolaan museum sangat penting karena museum adalah surganya penyimpanan” tutur Fitra Arda pada sambutannya. Beliau juga menegaskan agar kita jangan malu untuk menjadi orang yang berbudaya karena kebudayaan adalah kebahagiaan.

Selain seminar, lomba mewarnai dan lomba tari kreasi ikut meramaikan hari kedua FBS 2019. Orang tua Peserta memutuskan mengikutisertakan anaknya dikarnakan pendaftaran lomba ini tidak dipungut biaya. "Anak saya suka menggambar jadi saya ikut sertakan saja, supaya anak bisa mengembangkan ide dan imajinasinya. Disini juga bisa berekreasi dan bersosialisasi" ujar Ibu Reza yang mendampingi anaknya lomba mewarnai.

Lomba Tari Kreasi tak kalah antusiesmenya, anak-anak yang mengikuti lomba begitu terpancar semangatnya untuk melestarikan budaya daerahnya sendiri.




Pameran Museum Festival Budaya Sunyaragi

Tidak ada komentar

Rabu, 26 Juni 2019

Foto: Anisa Puse

Setelah membuka secara simbolis Festival Budaya Sunyaragi, Sultan Kasepuhan Cirebon P.R.A Arief Natadiningrat. SE langsung menuju gedung yang dijadikan museum untuk meresmikan pembukaan Pameran Museum pada tanggal 26 Juni 2019. Acara yang dibuka dengan simbolis pemotongan bunga melati ini berlangsung sangat meriah.

Adapun sederat Museum terkenal di indonesia yang ikut serta memamerkan koleksinya di Festival kali ini. Yaitu Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Basoeki Abdullah, Museum Benteng Vrederburg, Museum Digital dan Museum Sunyaragi tentunya. Koleksi-koleksi yang di tampilkan dalam pameran ini sangat beragam seperti Hiasan dinding khas Cirebon, Lukisan Kaca, Wayang Golek Cepak Cirebon, Baju Besi Portugis, Tandu Garudha Mina, Meriam Portugis, Mahkota Banten dan masih banyak lagi.

Selain sebagai asik untuk bertamasya Festival Budaya Sunyaragi juga event yang menyenangkan untuk belajar kesenian, budaya dan sejarah. Jadi bagi pembaca setaranews.com jangan lupa datang ke acara bergengsi ini, karena masih banyak rangkaian acara yang menarik lainnya. 

Festival Budaya Sunyaragi Sarana Promosi Pesona Kota Cirebon

Tidak ada komentar
Acara dibuka oleh Sultan Kasepuhan Cirebon secara simbolis dengan manabuh gendang. / foto: Anisa Puse

Cirebon, Setaranews.com - Rabu, 06 Juni 2019 Festival Budaya Sunyaragi (FBS) resmi dibuka oleh Dirjen Kebudayaan dengan dimeriahkan penampilan Drumb Band dari Akademi Maritim (AKMI) Cirebon, dilanjut dengan penampilan The Caruban Carnival yang merupakan icon dari Kota Cirebon sendiri. 

Tujuan diadakannya acara ini antara lain untuk mempromosikan budaya, kuliner dan pariwisata Kota Cirebon. “Festival Budaya Sunyaragi merupakan event promosi untuk potensi budaya, wisata, dan kuliner di Kota Cirebon yang diadakan setiap bulan Juni” tuturnya Sultan Sepuh XIV P.R.A Arief Natadiningrat,SE.

Selain Sultan Sepuh XIV, FBS juga dihadiri oleh Nasrudin Azis selaku Walikota Cirebon. Beliau berharap bahwa FBS ini dijadikan sebagai agenda tetap Kota Cirebon sekaligus mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan bersama-sama mewujudkan sebuah kota yang unggul dibidang pariwisata. 

Jangan lupa besok datang ke Festival Budaya Sunyaragi, karena masih banyak acara yang seru dan menambah wawasan kita tentang Budaya Cirebon.

UGJ Cirebon Kembali Membuka Pintu Demokrasi Tahun Ini

Tidak ada komentar

Senin, 24 Juni 2019


UGJ, Setaranews.com - Pesta demokrasi sebagai ajang persatuan mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pemilihan Raya (PEMIRA) siap dilaksanakan. Pemilihan Raya UGJ Cirebon 2019 akan segera dilangsungkan dengan sudah terbentuknya Panitia Pemilihan Umum (PPUM) dan Panitia Pengawas (PANWAS) namun tanggalnya belum ditentukan.

Pada prosenya, seharusnya yang membentuk PPUM dan Panwas adalah Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU) tetapi dikarenakan Surat Kuasa nya sudah habis, maka dari itu pihak DPMU menyerahkan pembentukan PPUM dan Panwas kepada pihak Universitas atau lembaga. Lalu lembaga atau lebih tepatnya Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan melayangkan surat perintah kepada semua fakultas yang ada di UGJ Cirebon untuk membuka open recruitment mahasiswa setiap fakultas yang ingin menjadi anggota PPUM maupun PANWAS. Setelah terseleksi ditingkat fakultas, selanjutnya akan diseleksi kembali oleh pihak Universitas namun pihak Universitas menunjuk pihak lain yang independent untuk menjadi tim penyeleksi tingkat Universitas diantaranya yaitu mantan anggota KPU Kota Cirebon, mantan anggota Panwas Kota Cirebon, dan salah satu dosen prodi Ilmu Komunikasi UGJ Cirebon.

Agus Dimiyati selaku Kepala Biro Kemahasiswaan mengatakan Pemilihan Raya tahun ini menggunakan Undang-Undang terbaru tetapi pihak Universitas juga merekomendasikan Undang-Undang terdahulu untuk menjadi bahan diskusi terkait aturan yang akan digunakan PEMIRA tahun ini, “ Mekanisme pemira kali ini akan menggunakan undang-undang terbaru namun kita mencoba untuk merekomendasikan undang-undang terdahulu agar menjadi aturan yang akan dipakai.” Ujarnya saat diwawancarai setaranews.com diruangan kantornya. Dia (Agus Dimiyati) juga memastikan bahwa PPUM dan Panwas berada dibawah naungan Universitas ataupun Lembaga demi menjaga independentsi nya.

Langkah awal yang akan dilakukan oleh PPUM dan Panwas adalah pembuatan struktural anggota, mengkaji kembali Undang-Undang organisasi kemahasiswaan, dan saling menjaga koordinasi antara PPUM dan Panwas untuk menentukan tanggal pendaftaran partai politik sampai dengan hasil pemungutan suara, “ Yang pertama adalah kita akan menyusun stuktural anggota lalu mengkaji kembali undang-undang ormawa saat ini dan yang paling terpenting adalah menjalin koordinasi yang baik kepada semua pihak yang terlibat.” Ungkap Bagus delegasi dari DPM FISIP selaku ketua PPUM tahun ini.

Fikar, selaku ketua PANWAS perwakilan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyampaikan harapannya agar PEMIRA tahun ini berjalan sesuai aturan yang sudah ditetapkan, “ Semoga pemilihan raya kali ini berjalan sesuai prosedur, lancar, aman, dan damai.” Tutupnya. Target PPUM dan Panwas adalah sebelum bergulirnya Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), sudah terpilihnya Presiden Mahasiswa (PRESMA) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Pihak PPUM dan Panwas juga tidak lupa memberikan pesan terhadap semua pihak yang terlibat agar memberikan kepercayaan penuh kepada PPUM dan Panwas demi kelancaraan Pemilihan Raya tahun ini.

Agenda Baru Yang Menarik Di Festival Budaya Sunyaragi

Tidak ada komentar

Minggu, 23 Juni 2019




Cirebon, SetaraNews.com - Festival Budaya Sunyaragi (FBS) akan diselenggarakan dari tanggal 26 sampai dengan 30 Juni 2019. Festival yang menggaet 5 kabupaten dan kota di wilayah Ciayumajakuning, Festival ini rencananya akan menjadi agenda tahunan disitus budaya Sunyaragi seperti halnya Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang digelar setiap tahunnya.

FBS akan menampilkan pertunjukan budaya, pameran kuliner, kerajinan dan kesenian dari masing-masing daerah yang ikut serta selama 4 hari berturut-turut. Diharapkan festival ini menjadi magnet masyarakat untuk lebih mengenal dan belajar mengenai budaya wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Dikutip dari website resmi Festival Budaya Sunyaragi dan hasil rapat panitia, berikut adalah agenda yang sudah di siapkan :

Rabu, 26 Juni 2019

10.00-11.00 WIB: Pagelaran Burok

13.00 WIB: Workshop Batik oleh Museum Seni Jakarta

13.00 WIB: Lomba Mewarnai, Lomba Foto, dan Lomba Tari

13.00 WIB: Pameran Bersama Museum

13.00 WIB: Pameran Kuliner & Kerajinan wllayah cirebon

15.00 WIB: Pembukaan Festival Budaya Sunyaragi

Drumband Akademi Maritim Indonesia

Sintren

Musik kontemporer SMP 13


Kamis, 27 Juni 2019

09.00 WIB: Pameran Museum

09.00 WIB: Pameran Kuliner dan Kerajinan Wilayah Cirebon

10.00-11.00 WIB: Burok

13.00 WIB: Workshop Gerabah oleh Museum Seni Jakarta

14.00 WIB: Lomba Mewarnai (TK  dan SD, Lomba Foto, Lomba Tari)

Fashion show MJ batik

16.00-17.00 WIB: Burok


Jum'at, 28 Juni 2019

09.00 WIB: Pameran Museum

09.00 WIB: Pameran Kuliner & Kerajinan wllayah cirebon

13,00 WIB: Seminar Oleh Direktorat PCBM Kemendikbud RI

Fashion show MJ batik

15.00 WIB: Penutupan FBS dan penampilan Kab Majalengka

16.00 WIB: Pagelaran Kesenian Kab Cirebon (Ronggeng Bugis dan Angklung Bungko)


Sabtu, 29 Juni 2019

08.00 WIB: Pameran Museum & WORKSHOP Gerabah oleh Museum Jakarta

09.00 WIB: Pameran Kuliner dan Kerajinan Wilayah Cirebon

13.00 WIB: Belajar Bersama di Museum Oleh Direktorat PCBM Kemendikbud RI

14.00 WIB: Lomba Sketsa (SMP), Lomba Foto, Lomba Tari, dan Fashion show MJ batik

15.00 WIB: Pagelaran Kesenian dari Kab Kuningan


Minggu, 30 Juni 2019

09.00 WIB: Pameran Museum

09.00 WIB: Pameran Kuliner dan Kerajinan Wilayah Cirebon

19.00 WIB: Penutupan dan Pagelaran Kesenian Indramayu (Randu Kentir), Singa Barwang, Tari Kreasi



Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews