Responsive Ad Slot

Bad Mood? 5 Lagu Ini Bisa Tingkatkan Mood di Sore Hari

Tidak ada komentar

Sabtu, 14 Juli 2018

Tips dan Trik, Setaranews.com - Bagi sebagian orang mendengarkan musik mampu meningkatkan mood setelah melakukan berbagai aktifitas. Hal itu dibuktikan oleh ilmuwan dari University of Missouri bahwa mendengarkan musik bisa meningkatkan suasana hati dan mampu menurunkan tingkat stres. Hal ini akan terasa apabila dilakukan selama 2 minggu rutin.

Menurut mereka, lantunan musik yang manusia dengar merupakan getaran gelombang suara. Getaran gelombang suara ini akan berubah menjadi sinyal listrik setelah masuk ke telinga dan ditangkap oleh sel-sel rambut yang berada di koklea. Kemudian sinyal suara ini akan dikirim ke otak melalui serabut saraf telinga. Di otak, sinyal listrik ini akan menyebar dan menyentuh hipotalamus otak. Saat merespon sinyal listrik, hipotalamus langsung bekerja meningkatkan mood bahagia dopamin dan menurunkan hormon kortisol.

Jadi, setelah seharian beraktifitas, merasa lelah dan stres, tidak ada salahnya mendengarkan musik untuk kembali merilekskan tubuh dan pikiran. Berikut beberapa rekomendasi musik dari Setaranews.com yang bisa didengarkan untuk menutup aktifitas seharian penuh:

 


  1. Indahnya Dunia - Andien



Jangan sepelekan musik si tubuh mungil, Andien. Ia selalu hadir dengan nuansa musik yang gembira dan sejuk didengar. Kali ini 'Indahnya Dunia' milik si Andien bakal mengisi soremu dengan rileks. Didengarkan sewaktu sore dan ditemani semilir angin sore bakal bikin senja serasa berpihak kepadamu.


  1. Senja Di Ambang Pilu - Danilla



Suara ngejazz Danilla yang merdu, ditambah aransemen musik 'Senja Di Ambang Pilu' yang syahdu. Bakal membuat lelah dan stresmu seolah-olah luruh begitu saja. Kata si perempuan kelahiran Jakarta ini, sunset adalah momen yang tepat untuk merindukan seseorang. Jadi, bisa dengerin lagunya sembari merindukan seseorang untuk sesegera mungkin ditemui, lho.


  1. Senja di Jakarta - Banda Neira



Sayangnya, duo cerdas ini Banda Neira sudah cukup lama membubarkan diri. Tapi musik mereka akan tetap timeless didengarkan. Sore memang selalu identik dengan senja dan keramaian jalanan. Berangkat dari sana, Rara dan Badudu, dua vokalis di duo ini bakal membawa soremu sesuai realita, tapi tetap terasa seru untuk dijalani.


  1. Special Lovely Way - Marcomarche



Marcomarche berhasil menciptakan lagu ‘Special Lovely Way’ yang benar-benar easy-listening. Lagu ini sangat cocok didengarkan sore hari di rumah, setelah beraktifitas seharian penuh di luar rumah, sembari santai minum cokelat panas atau kopi panas. Duh, nikmat.


  1. Memulai Kembali - Monita Tahalea



Soremu akan terasa sempurna jika ditutup dengan lagu ‘Memulai Kembali’ dari si eksotis Monita Tahalea. Lirik dan aransemennya mampu menularkan semangat tersendiri untuk soremu yang melelahkan, dan membuatmu siap untuk memulai kembali sore berikutnya.

(Fiqih Dwi Hidayah).

Merasa Terdiskriminasi, Mahasiswa Fakultas Teknik Demo Dekan

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) melakukan aksi solidaritas terkait kebijakan Dekanat yang mengatur tentang kerapihan dalam berpenampilan pada Kamis, 13 Juli 2018 di depan ruangan Dekan Fakultas Teknik.

Usut demi usut aksi solidaritas yang di mulai pada pukul 13.00 WIB itu bertujuan untuk menyikapi tindakan dosen yang mengeluarkan Mahasiswa (Fakultas Teknik) pada waktu Ujian Akhir Semester (UAS) berlangsung, Senin (9/7) lantaran mahasiswa teknik sipil tersebut memiliki rambut gondrong.

Gaungan nyanyian pergerakan mahasiswa terdengar disekitar ruang-ruang fakultas teknik, Pihak keamanan Unswagati turut mengamankan jalannya aksi tersebut, Sekitar 20 orang tergabung dalam kerumunan aksi adapun tuntutan yang diajukan ialah mengenai kebijakan Dekanat Fakultas teknik yang melarang mahasiswanya berambut gondong, itu ditarik (dihilangkan).

Sudah lama berorasi akhirnya aksinya pun mendapatkan respon dari Pihak Dekanat, diajaknya 4 orang mahasiswa Massa aksi untuk negosiasi di dalam ruangannya.

Dwi Algi selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM-FT) mengatakan awalnya Dua mahasiswa teknik merasa terdiskriminasi lantaran dikeluarkan dari Ruang Ujian karena rambutnya jatuh terurai sampai ke pundak.

"Kami sebagai mahasiswa disini merasa di diskriminasi, hal seperti ini sebenarnya sudah terjadi sebelumnya. Awalnya kami diamkan saja, akan tetapi kali ini sampai dilarang untuk mengikuti UAS, padahal mahasiswa sudah memenuhi kewajibannya membayar uang kuliyah, masa hanya gara-gara rambut saja sampai dilarang mengikuti UAS,"tegasnya saat berorasi mengenakan megaphone.

Diberlakukannya aturan tersebut lantaran Fakultas Teknik menginginkan mahasiswa nya untuk berpenampilan rapih, Hal tersebut diunghkapkan oleh Fatur selaku Dekan Fakultas Teknik, "Kami mencoba untuk membentuk karakter mahasiswa teknik dengan baik, karena kita memiliki visi kedepannya, layaknya budaya berpenampilan yang diperagakan oleh Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Kedokteran Unswagati yang berpenampilan rapih dan sopan," ungkapnya memberi penjelasan kepada massa aksi.

Mendengar penjelasan tersebut massa aksi masih bersih keras menuntut untuk dihilangkannya peraturan tersebut karena dinilai tidak substansial untuk diterapkan di ranah Fakultas Teknik.

"Kami menuntut dekananat untuk mencabut aturan yang dioprioritaskan terhadap fashion atau penampilan, sama sekali tidak substansial dan bukan menjadi solusi yang baik bagi kami agar berpenampilan rapih dan sopan. Kami akan melakukan aksi-aksi berikutnya dengan jumlah mahasiswa yang lebih banyak lagi dari hari ini" tegas Dwi Algi dipenghujung aksi. (Aditya Warman).

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews