Siapkan Generasi Cerah, HMJM Adakan Seminar Konsentrasi

Tidak ada komentar

Kamis, 26 Juli 2018

Unswagati, Setaranews.com - Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJ-M) Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon adakan Seminar Konsenstrasi untuk mahasiswa manajemen khushusnya tingkat tiga. Acara tersebut diadakan di Aula Kampus Utama Unswagati pagi ini Kamis, (26/07). Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa Manajemen agar lebih memahami penjurusan yang akan difokuskan di tingkat empat.

Dengan tema "Gate Of Young Intellectual Toward The Brighter Future" ini HMJ-M menyuguhkan materi pokok yaitu manajemen keuangan, manajemen SDM, dan manajemen pemasaran yang diisi langsung oleh dosen-dosen dari Fakultas Ekonomi. Yakni antara lain Maiyaliza, SE, M.Si Teguh Pranowo, SE, MM dan Dr. Edy Hartono, SE, MM.

Seminar konsentrasi ini merupakan acara tahunan yang selalu disenggarakan oleh HMJ-M. Program tersebut sebagai realisasi dari program kerja divisi keilmuan dan penalaran. Dimana seminar tersebut berkaitan dengan kurikulum jurusan manajemen, sehingga mampu mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan dirinya sebagai lulusan yang siap terserap didunia kerja. Seperti yang disampaikan oleh ketua pelaksana Asyrofi bahwa tema yang di angkat kali ini yaitu menyiapkan generasi muda untuk membangun masa depan yang cerah.


"Kegiatan ini di hadiri sekitar 200 orang peserta, terdiri dari tingkat satu, dua, dan tiga. Walaupun ini diakakan oleh mahasiswa tapi kegiatan ini juga berkaitan dengan arah fakultas dalam menyiapkan lulusan manajemen." paparnya.

Sementara di tengah acara setelah pemateri menyampaikan seminar, dibukalah dengan sesi tanya jawab dengan pertanyaan pembuka yaitu bagaimana cara pemasaran yang benar dalam merintis sebuah usaha untuk menguasai pasar dan langsung dijawab oleh salah satu pemateri, "Dalam membangun suatu usah perlunya kita memahami di bidang apakah usaha yang sedang kita bangun, kemudian juga harus memahami pesaing dan perilaku konsumnen. Sehingga dari situ kita mampu menyiapkan strategi yang tepat dalam pemasaran." ujarnya.

Di sesi terakhir moderator memaparkan, seorang jurusan manajemen harus mempersiapkan dirinya untuk siap setelah lulus dari universitas, setidaknya mampu melakukan perencanaan keuangan perusahaan, dimana lingkup kerjanya selain di perusahan swasta juga perusahan pemerintah meliputi manajemen keuangan dan pembiayaan, manajemen SDM, serta manajemen pemasaran. (Mumu Sobar Mukhlis)

Meski Minim Persiapan, Konser PSM yang Ke-3 Jadi Ajang Asah Mental

Tidak ada komentar

Rabu, 25 Juli 2018

Cirebon, Unswagati, Setaranews.com - Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UKM Seni dan Budaya Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, menggelar pertunjukan konser yang bertajuk "Remember Us: Now You See Me" yang diadakan di Auditorium kampus Utama Unswagati pada Selasa (24/07).

Konser ini merupakan pertunjukan yang ke-3 kalinya diselenggarakan oleh PSM UKM Seni dan Budaya.

"Tema yang kita angkat pada konser kali ini untuk mengingat anggota PSM khususnya, dimana mereka sedang giat-giat nya latihan untuk suksesi konser PSM yang ke-3 ini, jadi ketika konser dilaksanakn semua penonton yang datang dapat melihat hasil dari latihan kami,"ujar Ardiyansyah, Ketua Pelaksana Konser PSM ke-3 saat ditemui setaranews.com disela-sela konser berlangsung.

Disisi lain, Ketua Umum UKM Seni dan Budaya, Safeti mengatakan konser PSM sekarang bertujuan sebagai penyemangat bagi anggota baru bidang PSM yang sebelumnya menurun, "Saya melihat anggota PSM sendiri sempet down dengan berkurangnya anggota PSM di tahun ini, jadi konser ini merupakan langkah untuk membangkitkan kembali gairah dan semangat anggota PSM sendiri, saya selaku Ketua Umum sangat apresiasi serta mendukung seluruh program yang ada di UKM Seni dan Budaya,"katanya kepada setaranews.com

Lebih lanjut Safeti memaparkan kondisi konser PSM tahun ini memiliki persiapan yang sangat kurang, "saya menyadari persiapan mereka sangat kurang, semuanya serba ngedadak alhasil lagu-lagu nya juga hanya beberapa saja gak sebanyak konser PSM ditahun sebelumnya, Walaupun begitu pada konser ke-3 ini dapat dijadikan ajang untuk mengasah mental dan kemampuan anggota PSM, karena bulan oktober nanti kita akan mengikuti lomba PSM di Unsoed,"tutupnya.

Konser PSM yang ketiga berlangsung mulai pukul 19:30 dan berakhir sekitar pukul 22:00 WIB.

Pemkot Cirebon Dapatkan 3 Gugatan Mega Proyek DAK 96 M

Tidak ada komentar

Kamis, 19 Juli 2018

Regional, Cirebon, Setaranews.com – Pemerintah Kota (Pemkot Cirebon) terseret kedalam persidangan lantaran menuai gugatan dari pihak ketiga yaitu kontraktor mega proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai 96 miliar, Pasalnya hingga saat ini penyelesaian pembayaran proyek tersebut (DAK 96 M) tak kunjung dibayarkan 100 persen.

Pemkot Cirebon mendapatkan 3 Gugatan sekaligus, Gugatan pertama yaitu berasal dari PT. Ratu Karya, dengan nomor register 23/Pdt.G/2018/PN CBN, Kedua atas nama PT. Sentra Multikarya Infrastruktur dengan nomor registrasi 24/Pdt.G/2018/PN CBN, kemudian gugatan Ketiga atas nama PT. Mustika Mirah Makmur dengan nomor registrasi 25/Pdt.G/2018/PN CBN.

Agus Fatah.,SH, Selaku Panitera Muda Perdata Pengadilan Negeri (PN) Cirebon mengatakan sudah ditetapkannya jadwal sidang perkara gugatan proyek DAK 96 M, pasalnya ketiga gugatan tersebut sudah dilakukan mediasi. “Perkara ini sudah memasuki sidang yang pertama karena pada tahap mediasi mengalami kebuntuan, maka sidang harus dijalankan."katanya, Rabu, (18/07).

Ketiga Gugatan tersebut didaftarkan secara bersamaan sejak 30 April 2018 lalu, Pemkot Cirebon dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) yang menangani Mega Proyek DAK 96 M tersebut sebagai pihak yang tergugat.

Ketiga PT tersebut menggugat keras Pemkot harus menyelesaikan sisa pembayaran Proyek DAK 96 M. Kepala Bina marga DPUPR, Hanry David juga membenarkan soal gugatan tersebut, dia mengatakan serah terima pekerjaan DAK 96 M masih dalam proses menunggu putusan pengadilan.

“Perkaranya menjadi urusan perdata, karena penyelesaiannya masih menunggu putusan pengadilan” katanya.

Lebih lanjut, “Kontraktor juga mestinya harus bertanggung jawab atas kinerja yang tak sampai di angka 70 persen,”pungkasnya.

Baca Juga : Mega Proyek DAK 96 M Kembali Menuai Polemik Baru

Mega Proyek DAK 96 M Kembali Menuai Polemik Baru

1 komentar

Rabu, 18 Juli 2018

Regional, Cirebon, Setaranews.com - Proyek Dana Alokasi Khusun (DAK) Rp 96 Miliyar tahun 2016 silam kembali tercium, Pasalnya Mega Proyek tersebut menuai banyak sekali polemik yang terjadi dimasa penggarapannya, mulai dari proses lelang hingga Perhitungan Hasil Pekerjaanya, sehingga diduga adanya indikasi korupsi Proyek DAK 96 M.

Kali ini muncul perkara Mega Proyek DAK 96 Miliyar, yaitu soal pembayaran terhadap pihak ketiga (Kontraktor) yang sampai saat ini belum dibayarkan, sehingga 3 kontraktor Proyek DAK 96 M melakukan Gugatan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon.

Usut demi usut, hal tersebut dipicu karena terdapat perbedaan data hasil pekerjaan yang dilaporkan dengan pembayaran dari Pemerintah Kota Cirebon. Pasalnya sebanyak 3 kontraktor yang melakukan gugatan tersebut mengakui kinerjanya melebihi progres 75 persen, sementara itu berbeda dari  hasil perhitungan tim konsultan yang diterjunkan oleh Pemkot Cirebon, termasuk Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) dari internal DPUPR, yang hasilnya tak sampai pada angka 70 persen.

Hanry David, selaku Pejabat baru Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengatakan kontraktor harus bertanggungjawab atas kinerjanya, "Seharusnya mereka harus bertanggungjawab atas kinerjanya hingga saat ini, termasuk jika terdapat kerusakan atas hasil kinerjanya, karena sampai saat ini  penyelesaian proyek DAK Rp 96 M, termasuk serah terima pekerjaan sendiri hingga kini masih dalam tahapan menunggu putusan pengadilan,"katanya, Senin (16/17).

Disisi lain, Sukirman selaku Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon sekaligus juru bayar proyek DAK 96 M membenarkan atas penjelasan yang di sampaikan oleh Kepala Bina Marga DPUPR, menurutnya penyerapan anggaran DAK 96 M 2016 baru diangka 52 persen.

"Yang jelas masih jauh dari progres dan belum 100 persen dan nominal yang akan dibayarkan pun diluar wewenang instansi kami."pungkasnya.

Hingga saat ini penyelesaian Proyek Dak 96 M masih dalam proses sidang di pengadilan dan gugatan kontraktor masih di tahap negosiasi. Pihak DPUPR mengharapkan putusan pengadilan tak sampai proses banding atau kasasi, "Dari anggaran keseluruhan sebesar 96 M itu terdapat anggaran yang tidak dibakukan karena untuk biaya pemeliharaan, baik digunakan untuk jalan raya ataupun trotoar."Harapnya.

Masih Soal Larangan Rambut Panjang, Aksi Jilid #2 Berujung Audiensi

1 komentar

Selasa, 17 Juli 2018

Cirebon, Unswagati, setaranews.com - Sekurumunan mahasiswa Fakultas Teknik adakan aksi Jilid #2 pada Senin,16 juli 2018 di depan Gedung Fakultasnya sendiri guna untuk mendapatkan hasil dari aksi kemarin(13/07) namun faktanya aksi yang dimulai pada pukul 13:00 WIB itu akhirnya hanya sebatas audiensi dan konsolidasi yang tak menemui kata "Sepakat". (16/07)

Dekan Fakultas Teknik Fatur menuturkan hatinya merasa terkikis lantaran anak didiknya berkelakuan layaknya preman
" Hati saya nih sakit melihat kalian (Mahasiswa Fakultas Teknik) teriak-teriak dan berkata kasar kaya kemarin, (keluarlah dekan Fakultas Teknik) Saya merasa sakit hati, karena saya dan rekan-rekan dekanat disini hanya untuk ibadah, bukan rupiah, kami mengabdi sudah lama sekali, tapi baru kali ini saya merasakan di demo kaya gini" katanya sambil mengelus dada.

Aksi yang berujung Audiensi Fakultas Teknik ini meluruskan perkara perihal 2 orang Mahasiswa Fakultas Teknik yang tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) oleh Indah selaku Ketua Prodi Teknik Sipil, Dia mengatakan Hari Rabu dirinya mendapatkan laporan dari pengawas bahwasannya mahasiswa tingkat 1 yang diketahui namanya Rezki dan Prio memiliki rambut panjang alias gondrong, padahal sebelumnya sudah tersebar Surat Edaran untuk tidak memanjangkan rambut. "Rabu nih Saya dapet laporan dari pengawas kalo Reski sama Prio masih gondrong, padahal kemarin-kemarin sudah saya ingatkan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Teknik untuk memotong rambut bagi yang rambut nya panjang." Katanya

Dirinya pun menjelaskan bahwa kebijakan mahasiswa berambut gondrong tidak boleh mengisi daftar hadir Ujian Akhir Semester (UAS) bukan tidak boleh mengikuti UAS.
"Setelah semuanya potong rambut, tinggal mereka berdua ajah yang belum potong rambut, karena sebelumnya ada kesepakatan bahwa mahasiswa berambut panjang tidak boleh mengisi daftar hadir UAS bukan ga boleh ikut UAS, ini salah paham " jelasnya yang saat itu menggunakan baju berwarna ungu.

Setelah perkara rambut panjang selesai, Audiensi berlajut membahas point 2, Yaitu melibatkan mahasiswa dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Teknik dalam merumuskan setiap kebijakan di Fakultas Teknik, serta point 3 yaitu menghapuskan kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan UU No 12 Tahun 2012, Sempat beradu argumentasi antara Mahasiswa dan Dosen Fakultas Teknik karena dinilai belum terdapat keterbukaan aturan dari pihak Dekanat pada Mahasiswa.

Suharto salah satu audiens mengatakan "mahasiswa perlu dilibatkan dalam perumusan aturan di Fakultas Teknik".

Edik, salah satu Dosen mengatakan jika perumusan aturan bersama mahasiswa itu salah, mahasiswa hanya sebatas sosialisasi tapi dirinya setuju jika adanya keterbukaan perumusan aturan di Fakultas Teknik namun dirinya pun menjelaskan banyak kelemahan dan kekurangan nya. "Kalo kemahasiswaan sih itu hanya sebatas sosialisasi, kalo perumusannya kita akan rumuskan bersama steakholder dari mahasiswa yaitu orang tua, namun di Teknik ini kita belum punya wadah untuk menampung itu semua, mungkin nanti kedepannya akan ada forum orangtua untuk merumuskan aturan di Fakultas Teknik." jelasnya sambil berdiri dekat pintu.

Terakhir tuntunan mahasiswa terkait pemenuhan sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar di Fakultas Teknik, Pihak dekanat menjelaskan bahwa proposal terkait sarana dan prasarana sudah masuk ke pihak Universitas namun hingga detik ini belum ada jawaban. " Kami sudah buat Rancangan Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan 4 ruangan yaitu untuk Ruang Arsip, Ruang Kelas 2, dan Ruang Dosen, selain itu juga lahan kosong yang disebelah kanan itu, rencananya mau bikin RTH (Ruang Terbuka Hijau) untuk kegiatan mahasiswa, namun proposal itu mandeg di tingkat Universitas, belum ada jawaban apa-apa, dan bahkan demi menunjang sarana dan prasarana honor kami rela dapat potongan, agar kebutuhan mahasiswa Fakultas Teknik ini terpenuhi" katanya sambil merengut.

Penjelasan terkait 3 point tuntutan Masa Aksi tersebut telah di rundingkan namun tak ada kata sepakat antar mahasiswa dan dekanat Fakultas Teknik, Akhirnya Dwi Algi, selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM-FT) mengatakan "Audiensi akan kembali di gelar, guna untuk menemukan titik terang". tutupnya.

(Felisa Dwi Pujianti).

Unswagati Gandeng RRI Cirebon Gelar Nobar Final Piala Dunia 2018

Tidak ada komentar
Cirebon, Unswagati, Setaranews.com - Rektorat Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon mengadakan Nonton Bareng (Nobar) final piala dunia 2018 di haalaman Parkir Kampus Utama Unswagati Cirebon, Minggu 15 Juli 2018.

Dalam acara nonton bareng tersebut tampak terlihat jajaran Rektorat beserta Yayasan Pendidikan Sunan Gunung Jati (YPSGJ) beserta mahasiswa menjadi satu berkumpul dilesehan halaman parkir sembari menyaksikan Partai Pinal Piala Dunia 2018 yang mempertemukan antara Prancis melawan Kroasia yang digelar di Stadion megah Luzniky, Moskow, Russia.

Unswagati juga turut menggandeng Radio Republik Indonesi (RII) Cirebon guna untuk mensukseskan acara Pesta Bola Nobar final kejuaraan sepak bola tingkat dunia tersebut.

M. Nasir yang mewakili Rektor Unswagati sekaligus Ketua Pelaksana acara tersebut memberikan sambutan bahwasanya pada acara ini merupakan ajang untuk berkumpul dalam satu tempat antara Mahasiswa, Rektorat beserta Yayasan.

"Kami sampaikan terimakasih kepada pihak RRI cirebon yang mau bekerja sama dan menjadi sukssesi acara ini, selain sebagai ajang berkumpul nya civitas akademika unswagati ini, kita juga turut meramaikan piala dunia di tahun ini, siapa tahu nanti Tim Nasional Garuda Indonesia dapat berkiprah di Piala Dunia di tahun-tahun selanjutnya," ujarnya memberikan sambutan di acara Pesta Bola Nobar Final Diala Dunia 2018.

Pesta Bola Nonton Bareng tersebut juga didukung oleh beberapa produk ternama di Indonesia, diantaranya Indihome Wifi, Antangin, Anget Sari, Hydro Coco, dan juga didukung oleh Teh Pucuk yang masing-masingnya turut memberikan berbagai hadiah sepanjang acara nonton bareng final piala dunia 2018 berlangsung.

 

Bad Mood? 5 Lagu Ini Bisa Tingkatkan Mood di Sore Hari

Tidak ada komentar

Sabtu, 14 Juli 2018

Tips dan Trik, Setaranews.com - Bagi sebagian orang mendengarkan musik mampu meningkatkan mood setelah melakukan berbagai aktifitas. Hal itu dibuktikan oleh ilmuwan dari University of Missouri bahwa mendengarkan musik bisa meningkatkan suasana hati dan mampu menurunkan tingkat stres. Hal ini akan terasa apabila dilakukan selama 2 minggu rutin.

Menurut mereka, lantunan musik yang manusia dengar merupakan getaran gelombang suara. Getaran gelombang suara ini akan berubah menjadi sinyal listrik setelah masuk ke telinga dan ditangkap oleh sel-sel rambut yang berada di koklea. Kemudian sinyal suara ini akan dikirim ke otak melalui serabut saraf telinga. Di otak, sinyal listrik ini akan menyebar dan menyentuh hipotalamus otak. Saat merespon sinyal listrik, hipotalamus langsung bekerja meningkatkan mood bahagia dopamin dan menurunkan hormon kortisol.

Jadi, setelah seharian beraktifitas, merasa lelah dan stres, tidak ada salahnya mendengarkan musik untuk kembali merilekskan tubuh dan pikiran. Berikut beberapa rekomendasi musik dari Setaranews.com yang bisa didengarkan untuk menutup aktifitas seharian penuh:

 


  1. Indahnya Dunia - Andien



Jangan sepelekan musik si tubuh mungil, Andien. Ia selalu hadir dengan nuansa musik yang gembira dan sejuk didengar. Kali ini 'Indahnya Dunia' milik si Andien bakal mengisi soremu dengan rileks. Didengarkan sewaktu sore dan ditemani semilir angin sore bakal bikin senja serasa berpihak kepadamu.


  1. Senja Di Ambang Pilu - Danilla



Suara ngejazz Danilla yang merdu, ditambah aransemen musik 'Senja Di Ambang Pilu' yang syahdu. Bakal membuat lelah dan stresmu seolah-olah luruh begitu saja. Kata si perempuan kelahiran Jakarta ini, sunset adalah momen yang tepat untuk merindukan seseorang. Jadi, bisa dengerin lagunya sembari merindukan seseorang untuk sesegera mungkin ditemui, lho.


  1. Senja di Jakarta - Banda Neira



Sayangnya, duo cerdas ini Banda Neira sudah cukup lama membubarkan diri. Tapi musik mereka akan tetap timeless didengarkan. Sore memang selalu identik dengan senja dan keramaian jalanan. Berangkat dari sana, Rara dan Badudu, dua vokalis di duo ini bakal membawa soremu sesuai realita, tapi tetap terasa seru untuk dijalani.


  1. Special Lovely Way - Marcomarche



Marcomarche berhasil menciptakan lagu ‘Special Lovely Way’ yang benar-benar easy-listening. Lagu ini sangat cocok didengarkan sore hari di rumah, setelah beraktifitas seharian penuh di luar rumah, sembari santai minum cokelat panas atau kopi panas. Duh, nikmat.


  1. Memulai Kembali - Monita Tahalea



Soremu akan terasa sempurna jika ditutup dengan lagu ‘Memulai Kembali’ dari si eksotis Monita Tahalea. Lirik dan aransemennya mampu menularkan semangat tersendiri untuk soremu yang melelahkan, dan membuatmu siap untuk memulai kembali sore berikutnya.

(Fiqih Dwi Hidayah).

Merasa Terdiskriminasi, Mahasiswa Fakultas Teknik Demo Dekan

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com - Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) melakukan aksi solidaritas terkait kebijakan Dekanat yang mengatur tentang kerapihan dalam berpenampilan pada Kamis, 13 Juli 2018 di depan ruangan Dekan Fakultas Teknik.

Usut demi usut aksi solidaritas yang di mulai pada pukul 13.00 WIB itu bertujuan untuk menyikapi tindakan dosen yang mengeluarkan Mahasiswa (Fakultas Teknik) pada waktu Ujian Akhir Semester (UAS) berlangsung, Senin (9/7) lantaran mahasiswa teknik sipil tersebut memiliki rambut gondrong.

Gaungan nyanyian pergerakan mahasiswa terdengar disekitar ruang-ruang fakultas teknik, Pihak keamanan Unswagati turut mengamankan jalannya aksi tersebut, Sekitar 20 orang tergabung dalam kerumunan aksi adapun tuntutan yang diajukan ialah mengenai kebijakan Dekanat Fakultas teknik yang melarang mahasiswanya berambut gondong, itu ditarik (dihilangkan).

Sudah lama berorasi akhirnya aksinya pun mendapatkan respon dari Pihak Dekanat, diajaknya 4 orang mahasiswa Massa aksi untuk negosiasi di dalam ruangannya.

Dwi Algi selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM-FT) mengatakan awalnya Dua mahasiswa teknik merasa terdiskriminasi lantaran dikeluarkan dari Ruang Ujian karena rambutnya jatuh terurai sampai ke pundak.

"Kami sebagai mahasiswa disini merasa di diskriminasi, hal seperti ini sebenarnya sudah terjadi sebelumnya. Awalnya kami diamkan saja, akan tetapi kali ini sampai dilarang untuk mengikuti UAS, padahal mahasiswa sudah memenuhi kewajibannya membayar uang kuliyah, masa hanya gara-gara rambut saja sampai dilarang mengikuti UAS,"tegasnya saat berorasi mengenakan megaphone.

Diberlakukannya aturan tersebut lantaran Fakultas Teknik menginginkan mahasiswa nya untuk berpenampilan rapih, Hal tersebut diunghkapkan oleh Fatur selaku Dekan Fakultas Teknik, "Kami mencoba untuk membentuk karakter mahasiswa teknik dengan baik, karena kita memiliki visi kedepannya, layaknya budaya berpenampilan yang diperagakan oleh Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Kedokteran Unswagati yang berpenampilan rapih dan sopan," ungkapnya memberi penjelasan kepada massa aksi.

Mendengar penjelasan tersebut massa aksi masih bersih keras menuntut untuk dihilangkannya peraturan tersebut karena dinilai tidak substansial untuk diterapkan di ranah Fakultas Teknik.

"Kami menuntut dekananat untuk mencabut aturan yang dioprioritaskan terhadap fashion atau penampilan, sama sekali tidak substansial dan bukan menjadi solusi yang baik bagi kami agar berpenampilan rapih dan sopan. Kami akan melakukan aksi-aksi berikutnya dengan jumlah mahasiswa yang lebih banyak lagi dari hari ini" tegas Dwi Algi dipenghujung aksi. (Aditya Warman).

Audiensi Lanjutan Belum Sentuh Poin Transparansi

Tidak ada komentar

Jumat, 06 Juli 2018

Unswagati, Setaranews.com – Pada hari Kamis (5/7) audiensi lanjutan terkait transparansi di Kampus Biru yakni julukan untuk Unswagati digelar. Terjadi pemandangan yang tidak biasa di Ruang Rapat Rektorat yang tepatnya berada di Kampus Utama Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon. Pasalnya ruangan tersebut dipadati oleh mahasiswa perwakilan dari seluruh Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa).

Audiensi kali ini berjalan tanpa kehadiran Mukarto Siswoyo selaku Rektor Unswagati karena harus menghadiri acara yang tidak bisa ditinggalkan. Meski begitu audiensi masih bisa dihadiri oleh Wakil Rektor tiap-tiap bidang I, II, III dan IV.

Tiap-tiap wakil rektorat menyampaikan hal-hal yang dirasa perlu disampaikan mahasiswa siang itu. Seputar kerja sama nasional hingga internasional, struktural terbaru rektorat dan informasi akreditasi. Sayangnya, mahasiswa merasa sepakat bahwa apa yang telah disampaikan pihak rektorat tidak menyentuh poin-poin  transparansi yang pernah disepakati pada audiensi pertama pertanggal 19 April 2018 lalu.

Baca :Rektor Klarifikasi Tuntutan Mahasiswa, Siap Transparansi

“Apa yang disampaikan pihak rektorat hanya sebatas koordinasi dan sosialisasi. Sama sekali tidak ada penjelasan yang menjawab poin-poin transparansi yang telah disepakati sejak awal,” papar Anna mahasiswa Ekonomi yang disepakati mahasiswa lainnya.

Menurutnya tidak adanya trust dalam diri mahasiswa karena pihak Universitas tidak pernah membuat sebuah sistem transparansi yang jelas kepada mahasiswanya.

“Mahasiswa tidak pernah dilibatkan. Jadi jangan salahkan kalau banyak spekulasi negatif terhadap Universitas. Sistem transparansi yang jelas kepada mahasiswa perlu dibuat untuk meningkatkan trust mahasiswa dalam kehidupan berkampus.” Lanjutnya.

Sementara itu dalam sesi diskusi mahasiswa kembali mempertegas mekanisme alur dana kemahasiswaan, alur dana pembangunan dan sistem transparansi yang jelas.

Pihak rektorat pun berjanji akan memenuhi permintaan mahasiswa dalam sesi audiensi lanjutan berikutnya.

“Berhubung waktu yang terbatas dan tidak bisa semua permasalahan kita bahas sekarang. Masih ada lain waktu untuk bersama-sama membahasnya.” Tutup Ipik Permana selaku Wakil Rektor III.

Audiensi pun ditutup tepat pada pukul 15.30 WIB dan sesuai janji pihak rektorat audiensi berkala akan terus digelar. (Fiqih).

Baca Berita Lainnya : Rektorat Penuhi Janjinya Gelar Audiensi Bersama Ormawa

Rektorat Penuhi Janjinya Gelar Audiensi Bersama Ormawa

Tidak ada komentar

Unswagati, Setaranews.com - Masih ingat tentang hajat Rektorat Universitas Swadaya Gunung Jati bersama mahasiswa yang megegerkan jagat Maya? Yaaaa, Kali ini pihak rektorat kembali mengadakan audiensi kedua bertemakan "Ngopi Bareng " pada kamis, 5 juli 2018 di Ruang Rapat rektorat lantai II pada pukul 13:00 WIB yang diikuti kurang lebih 39 mahasiswa yang terdiri dari delegasi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tingkat Universitas.



Audiensi ini merupakan tindak lanjut agenda rutin bidang administrasi kemahasiswaan dan ormawa mengenai Rapat koordinasi dengan ormawa tingkat universitas, Tak hanya itu agenda lanjutan dari audiensi pertama pada Kamis,19 April 2018 lalu di hadiri oleh Wakil Rektor I ,II,III dan IV yang membahas kinerja tiap divisinya masing-masing.



Audiensi kali ini berjalan dengan hikmat tak memanas. Diawali dengan penjelasan dari Wakil Rektor III Dr. Ipik Permana, S.Ip., M.Si. menggembar-gemborkan kinerjanya di bidang kemahasiswaan SIMKATMAWA ( Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan ).
"Setiap kegiatan ormawa harus mengisi formulir dari kopertis, guna untuk meningkatkan peringkat nilai kemahasiswaan di Unswagati yang sangat kurang" jelasnya.



Berikutnya penjelasan dari Wakil Rektor IV yang Membahas tentang bidangnya dimana terdapat personil baru yang mengisi Ruang UPT sebagai lembaga paling strategis untuk mempromosikan kampus biru tercinta serta terdapat 2 arus kerjasama yaitu internal dan eksternal, " Diharapkan audiensi ini dapat terjalinnya silaturahmi dan komunikasi Dengan baik, disini WR 4 Ada penambahan bidang ditambah UPT dan kerjasama 2 arus " katanya.



Dan terakhir penjelasan dari Wakil Rektor II menerangkan tentang perubahan struktural dibidangnya yaitu HKUP dan biro keuangan yang memliki tugas tentang perencanaan anggaran dan perencanaan keuangan termasuk verifikasi dan laporan.



Ditengah pembahasan ternyata agenda audiensi ini kehabisan waktu, akhirnya negosiasi untuk penambahan waktu pun terjadi dengan penambahan waktu 15 menit.



Banyak pertanyaan dan desakan dari mahasiswa yang hadir karena dinilai transparansi yang dilakukan pihak rektorat ini sangat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan mahasiswa.



15:15 WIB audiensi pun ditutup oleh WR III Dengan menyampaikan kesimpulan yang ia tangkap bahwa semua pertanyaan dan saran sudah di catat untuk dilaporkan ke Rektor Unswagati.
" Semua pertanyaan dan Saran sudah dicatat untuk dilaporkan kepihak rektorat baik itu tentang RKAT,masterplan dan transparansi. Universitas juga akan siapkan RKAT 2019 Serta promosi unswagati sebagai kampus terkemuka di cirebon dengan seluas-luasnya" tutupnya. (Felisa)

Berikut Adalah Herbal Penyembuh Kanker

Tidak ada komentar
Setaranews.com. Pada era milenial saat ini banyak sekali penunjang instan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, salah satunya adalah makanan. Saat ini beragam makanan ringan maupun makanan berat terjual dimana pun atau bisa disebut dengan makanan cepat saji yang bisa kita jumpai di sekitar kita. Sudah barang tentu makanan tersebut mengandung unsur yang kurang baik dalam tubuh kita. Hal yang paling sering dijumpai adalah terkandungnya bahan pengawet, MSG berlebih, lemak serta kurang higenis.

Jika dikonsumsi secara berlebih tentunya akan berpengaruh kurang baik bagi tubuh kita. Masalah ini tentu muncul pada perempuan yang memiliki tingkat resiko tinggi selain kurang baik bagi tubuh. Hal yang paling rentan adalah resiko terkena kanker payudara maupun kanker serviks atau rahim. Sedangkan kedua organ tersebut sangat vital dalam reproduksi bagi perempuan bahkan bisa beresiko pada kematian. Selain daripada faktor makanan hal lain yang memicu terjadinya kanker adalah stress berat yang dialami seseorang secara terus menerus,yang memicu metabolisme lemah dan memudahkan penyakit masuk ke dalam tubuh.

Selain meminum obat ada solusi lain untuk menyembuhkan penyakit kanker, karena jika terus menerus obat dengan jangka waktu yang cukup lama pun dapat beresiko terhadap ginjal dan organ tubuh lainnya karena terlalu sering mendapatkan asupan kimia. Maka berikut adalah bahan herbal yang dapat membantu menyembuhkan penyakit kanker :


  1. Kunyit Putih



Kunyit putih memang sangat pahit, namun justru dengan kandungan rasa pahit dapat membantu untuk menetralkan toksin yang ada dalam tubuh. Minum kunyit putih sangat mudah sekali bisa dibuat seperti minuman jamu dengan direbus dan diminum airnya.


  1. Teripang laut emas



Teripang laut atau lintah laut yang sebesar lengan dewaa dan belendir ini ternyata juga dapat menyembuhkan segala penyakit,bahkan kanker. Biasanya disebut juga Gamat Emas, sangat cocok dibuat seperti sirup jelly. Bisa ditemui pada toko-toko herbal karena sudah diolah sehingga lebih praktis.


  1. Kulit Manggis



Bukan rahasia lagi jika kulit manggis dapat menyembuhkan segala penyakit,salah satunya kanker. Kulit manggis dapat direbus dan diminum airnya atau dapat dibeli di toko obat dengan berbentuk sudah menjadi pil atau kapsul.


  1. Daun Sirsak



Sama seperti dengan kulit manggis, daun sirsak pun dapat menyembuhkan segala penyakit. Bisa dengan cara direbus kemudian diminum air rebusan tersebut.


  1. Bawang putih



Setelah beredarnya informasi bahwa bawang putih ternyata dapat menjauhkan potongan kanker dengan sendirinya. Maka semakin banyak kini bawang putih dengan berebntuk kapsul untuk lebih praktis diminum,mengingat bahwa bawang putih sangat bau menyengat. Ada pula yang nekat memakan bawang putih secara langsung.

Bahan-bahan alami tersebut dapat menjadi alternative dalam proses penyembuhan penderita kanker. Namun tetap harus mengikuti peraturan takaran penggunaan bahan tersebut. Selain itu pola hidup yang sehat dapat membantu memperlambat pertumbuhan kanker yang ada ditubuh manusia.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews