Responsive Ad Slot

Ormawa Unswagati Gelar Diskusi Film "Menolak Diam"

Tidak ada komentar

Sabtu, 12 Mei 2018

Unswagati, Setaranews.com- Organisasi mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati dan Komunitas yang ada di Kota Cirebon adakan Nonton bareng dan diskusi film yang berjudul "Menolak Diam" diauditorium kampus utama Unswagati malam tadi. (9/5)

Adapun beberapa ormawa Unswagati yang terlibat dalam panitia bersama yaitu Dari BEM Fakuktas Pertanian, DPM Ekonomi, HIPMAGRI, HIMAKOM, UKM Seni dan Budaya, dan LPM SETARA. Serta dari kalangan komunitas terdiri dari Kampus Kopi, Komunitas Literasi Sekar pustaka dan komunitas film cinemacirebon.

Acara yang dimulai pada pukul 15.00 WIB ini memiliki tujuan guna membangun kesadaran pentingnya transparansi yang menyangkut hajat hidup orang banyak, karena kesadaran ini sudah mulai terkikis dengan kemajuan zaman. “ya tujuannya jelas untuk memberikan penyadaran kepada mahasiswa dan masyarakat kota cirebon, bahwa pentingnya transparansi di segala bidang kehidupan." Ujar Felisa Dwi Pujianti selaku ketua pelaksana.

Diskusi yang mengusung tema " transparansi untuk membuka ruang demokrasi yang baik" itu mengundang dari pihak Transparency internasional Indonesia ( TII ) yang diwakili oleh Agus Sarwono dan juga dari cinemacirebon yang pada kesempatan kali ini dihadiri oleh Direktur utama cinemacirebon Kemala astika dan irfan.

Dari sudut pandang perfilman Kemala astika menyebutkan Film digunakan sebagai sarana untuk melakukan penyadaran dan kritis pemuda karna mudah di pahami. Kegiatan ini pun disambut baik oleh Rektor 3 yang diwakili oleh Komarudin selaku kepala biro Mahasiswa. “Transparansi dan akuntabilitas menjadi itikad baik rektor untuk Universitas menjadi lebih baik, kita tunggu saja itikad baik ini” ujar Komarudin (09 Mei 2018). Dia berharap supaya kegiatan ini bisa membuat sadar kaum muda khususnya di kota cirebon bisa membuka diri untuk konsolidasi di kota Cirebon guna membangun kota yang transparan dan akuntabel, supaya kota cirebon bisa menjadi kota yang maju.

Agus Sarwono yang memang menggeluti bidang transparansi sejak tahun 2000 juga menyebutkan “Untuk melawan korupsi itu harus kolektif action, kalau gerakannya masih terkotak - kotak akan sulit untuk bergerak. Model gerakannya harus lebih masif lagi dari berbagai elemen masuk kegerakan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, Berjejaring dengan gerkan yang lain untuk melawan korupsi” Agus sarwono TII (Transparansi Internasional Indonesia).

Korupsi bukanlah perbuatan yang baik dan sudah membudaya, dari segi apapun korupsi adalah tindakan yang salah. Ini tidak bisa di tolelir dari berbagai segi. Sebuah penyakit yang harus di lawan dan di cegah dari sejak kecil. “Untuk melawan korupsi kita harus bersama sama, dan untuk mencegah korupsi itu kesadaran dari kesadaran diri masing -masing. Film bisa dijadikan sarana penyadaran yang gampang di terima oleh semua masyarakat. Kemala Astika Cinema Cirebon. (Ramadhan/Magang)

Toreh Prestasi Lagi, Tim Bola Voli UKM Olahraga Keluhkan Fasilitas Tempat Latihan

Tidak ada komentar

Kamis, 10 Mei 2018

Cirebon, setaranews.com - Tim bola voli putri Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon berhasil menyabet juara 1 pada Pekan Olahraga Maritim Cup 2018, Rabu (9/5).
Perlombaan yang diselenggarakan oleh Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cirebon ini memperebutkan piala bergilir yang merupakan event bergengsi dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap sektor maritim dan sebagai ajang pencarian atlet-atlet berbakat dalam olahraga perairan.
Setelah mengalahkan tim bola voli putri dari SMAN 2 Cirebon pada babak final dengan skor 3-1, tim bola voli putri UKM Olahraga akhirnya berhak mendapatkan satu unit sepeda gunung, medali dan piala. Perlombaan voli sendiri diikuti oleh 11 tim dalam kategori umum.
"Alhamdulillah bisa menang. Ini dapetnya sepeda, medali sama piala aja karena pihak panitia nggak nyediain uang pembinaan" Tutur Ridha Nurfaridha, anggota tim bola voli putri UKM Olahraga.
Selain bola voli putri, UKM Olahraga pun mengirimkan tim bola voli dari regu putra yang masih akan berjuang memperebutkan juara tiga melawan SMKN 1 Mundu pada keesokan harinya, Kamis (10/5).
"Kami (red : tim bola voli putra) belum selesai tanding. Besok masih ada permainan buat rebutin juara tiga. Semoga aja menang juga." Ujar Sony Nurhakim, anggota UKM Olahraga yang juga masuk di tim bola voli putra.
Prestasi ini bukanlah kali pertama yang dicapai oleh tim bola voli UKM Olahraga. Prestasi yang pernah diraih antara lain, dari regu putra yakni, juara 3 di IPB pada 2016 dan juara 2 di ITB pada 2017, sedangkan dari regu putri yakni juara 3 di Subang pada 2015. Namun sangat disayangkan, dengan prestasi yang gemilang tersebut tidak ada dukungan berupa pemenuhan fasilitas latihan dari pihak universitas. jadwal latihan yang telah ditetapkan setiap Selasa dan Jumat pun kian tersendat karena kondisi lapangan yang tidak kondusif. Lapangan bola voli di kampus dua yang kerap dijadikan tempat latihan sudah tidak dapat dipakai lagi karena akan dibangun gedung baru. Latihan yang kini beralih ke lapangan Komando Distrik Militer (Kodim) Kota Cirebon pun agak tersendat karena lahan disana difungsikan sebagai lahan parkir.
"Sekarang latihannya di lapangan voli Kodim, tapi kan di sana buat parkir. Jadi nggak jarang kita harus geser-geserin motor dulu biar muat. Ya sering juga nggak jadi latihan karena gak ada tempat." Ucap Ridha.
Sampai saat ini, belum ada perhatian yang tinggi dari pihak kampus terhadap pemenuhan fasilitas latihan bagi UKM Olahraga. Prestasi-prestasi yang melambungkan nama universitas rupanya belum bisa dijadikan dasar yang kuat untuk dibuatnya lapangan voli sebagai tempat latihan yang layak.
"Ya harapannya sih pihak kampus bisa segera memberikan tempat latihan untuk kami. Angkatan yang sekarang itu lumayan bagus. Mereka punya kesempatan yang besar untuk menorehkan prestasi. Nanti juga kan bisa buat harum nama kampus." Tutup Ridha. (Anisa)
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews