Responsive Ad Slot

Mengenal Gejala Kista Sejak Dini

Tidak ada komentar

Rabu, 17 Januari 2018

Bagi perempuan penyakit pada organ intim sangatlah rawan seperti halnya resiko terkena Kista rahim. Kista pada umumnya adalah benjolan pada rahim yang berbentuk gumpalan cairan. Jika sebelum ada penanganan kemudian pecah di dalam rahim maka akan sangat berakibat sangat fatal. Saat ini penyakit Kista dapat meyerang perempuan di berbagai kalangan usia dari mulai remaja,dewasa yang telah menikah hingga pada usia menopouse. Ada baiknya jika mengenal tanda atau gejala kista sejak dini. Berikut adalah gejala yang dirasakan pada penyakit kista :

  1. Menstruasi tidak teratur


Pada umumya wanita pernah mengalami menstruasi tidak teratur namun jika diperhatikan hal ini terlalu lama dialami maka perlu diperiksakan ke klinik kandungan. Tidak ada salahnya jika anda memberanikan diri untuk memeriksakannya ke poli kandungan untuk lebih jelas. Mengingat bahwa banyak faktor yang memungkinkan hal itu terjadi pada diri kita mengingat jika pola hidup kita sendiri kurang sehat.

  1. Sakit pada perut bagian bawah


Mengingat bahwa letak rahim berada pada bawah perut baik itu bagian tengah, kanan atau kiri. Perlu anda curigai pada umumnya rasanya akan sangat nyeri dan amat sakit baik saat datang bulan ataupun sedang tidak datang bulan pada aktivitas sehari-hari. Hal ini jika dibiarkan akan menghambat aktivitas keseharian anda karena harus menahan rasa sakit.

  1. Mual dan pusing tanpa sebab


Setelah mengelamai beberapa gejala yang dijelaskan diatas maka akan lebih terasa dengan mual seperti ingin muntah secara tiba-tiba padahal anda sebelumnya merasa sehat dan baik-baik saja. Pusing berlebih pula, hal ini karena aktivitas anda yang berlebih hingga menguras tenaga membuat kista yang bersemayam dalam tubuh anda bergerak dan banyak mengalami tekanan pada aktivitas.

  1. Merasa selalu ingin buang air kecil


Hal ini dikarenkan kandung kemih atau saluran kencing mendapatkan tekanan dari benjolan kista yang berada pada rahim. Sehingga menyebabkan ingin buang air kecil terus menerus terutama pada saat bangun tidur.

  1. Adanya pendarahan disekitar vagina


Awalnya mungkin  anda akan menyangka bahwa darah yang keluar adalah darah haid. Namun muncul pada sekali waktu dan darah tersebut berwarna merah lebih tua ataupun darah merah kecoklatan. Gejala ini sudah menjadi hal biasa bagi penyakit kista.

  1. Nyeri pada pinggul yang tidak biasanya


Nyeri pada pinggul atau pinggang biasanya datang pada saat haid. Namun pada penderita kista bisa dirasakan lebih sakit dari biasanya. Bahkan bisa muncul pada aktivitas sehari-hari bukan hanya pada saat haid saja.

  1. Perut buncit tetapi berat badan turun


Gejala perut bucit ini tidak seperti biasanya. Perut membesar dikarenakan ada benjolan yang berkembang di dalam rahim. Maka tidak berpengaruh pada kebaikan berat badan justru berat badan semakin turun dikarenakan hilangnya nafsu makan yang mengurangi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Jika pada penderita kista diatas 4 cm maka biasanya akan merasakan adanya pergerakan di dalam perut.

Dari ulasan ciri-ciri gejala diatas dapat anda ketahui dan menjadi perhatian penting bahwa mengenal lebih dini lebih baik daripada harus mengobati. Beberapa cara untuk menanggulanginya adalah perbaiki gaya hidup sehat, perbanyak makan buah dan sayur, olahraga dan kurangi pikiran stres. Semoga tulisan ini dapat membantu anda. (Nur Widowati/reporter)

Diesnatalis Unswagati Hadirkan Jendral Gatot Nurmantyo

Tidak ada komentar
Cirebon,setaranews.com Dalam rangka perayaan Diesnatalis Unswagati yang ke-57 kali ini ada perayaan berbeda dari sebelumnya yaitu Unswagati menghadiri Jendral  TNI Gatot Nurmantyo dalam acara Stadium General ( Kuliah Umum ) di Kampus 1 Unswagati pada Selasa 16 Januari 2018 .Bertepatan pada saat Pelantikan Rektor Unswagati yang baru yaitu Dr.H.Mukarto Siswoyo, Drs.,Msi. Kedatangan Mantan Panglima Brawijaya kelahiran 13 Maret 1960 ini di Kampus Unswagati Cirebon mendapatkan sambutan hangat oleh seluruh lapisan dari Pejabat sipil,Ulama,Walikota Cirebon,Bupati Cirebon,TNI,Polri,Civitas akademik Unswagati serta Mahasiswa yang jumlahnya melibihi kapasitas tempat yang disediakan,yakni lebih dari 2000 kursi.

Pada kesempatan kuliah umum kali ini Rektor Unswagati mengaku bahwa diundangnya Jendral TNI Gatot Nurmantyo dalam serangkaian perayaan Dienatalis Unswagati dapat menyalurkan semangat kebangsaan dan kecintan terhadap Tanah Air menjunjung tinggi nilai Pancasila  serta  melalui kuliah umum tersebut dimana sasarannya tidak hanya pada Mahasiswa saja namun seluruh para undangan yang berasal dari berbagai lapisan guna kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Realitas ini tentunya menggelisakan jika tidak ditangani,maka harus dilakukan dan diapresiasi kembali untuk nilai-nilai kebangsaan dan harus diimplementasikan secara langsung guna keberlangsungan kehidupan masyarakat Indonesia di masa yang akan datang”.Ungkap Rektor Unswagati Dr.H.Mukarto Siswoyo, Drs.,Msi.

Memaparkan bahwa sebagai bangsa Indonesia yang sedang berkembang patut diperhatikan jangka waktu yang akan datang mengingat bahwa pengaruh teknologi,keadaan ekonomi,pertumbuhan penduduk semakin berkembang pesat. “Artinya bahwa Indonesia harus mmapu jika menghadapi keadaan buruk yang akan datang seperti Krisis pangan, Pasar yang dikuasai oleh media sosial bahkan kemungkinan tingkat kejahatan yang meningkat akibat ekonomi yang tidak seimbang. “Ungkap Jendral TNI Gatot Nurmantyo. (Nurwidowati/LPM Setara)

Gatot Arahkan Mahasiswa Untuk Ini

Tidak ada komentar
Cirebon, Unswagati, Setaranews.com - Puluhan mahasiswa berbalut jas almamater padati halaman parkir Kampus Satu Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon. Pasalnya mantan panglima TNI yang digadang-gadang akan maju pada Pilpres 2019 mendatang, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah tiba di kampus biru dan akan menyampaikan materi pada Stadium General (kuliah umum) yang bertemakan tentang wawasan kebangsaan, Selasa (16/1) pagi tadi pukul 09:00 WIB, di Halaman parkir kampus satu Unswagati Cirebon.

Dalam sambutannya pria yang berumur 57 tahun itu mengajak mahasiswa untuk lebih mengenal Indonesia, karena dinilainya Indonesia adalah negara yang sangat besar, besarnya Negara Indonesia dibuktikan dengan banyaknya negara lain di dunia yang mengincar Indonesia. “Jadi, saya berjalan keliling-keliling kampus itu tujuannya memprovokasi mahasiswa agar semuanya paham bahwa negara kita itu sangat besar, saking besarnya banyak negara-negara lain yang mengincar Indonesia untuk mengambil sumber daya energi ataupun lainnya“ tegasnya.

Selanjutnya, Gatot juga mengajak mahasiswa untuk menjaga kebesaran negara Indonesia, dengan cara mahasiswa terus belajar dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Selang beberapa menit masih dalam sambutannya, Gatot juga mengkritik gerakan mahasiswa yang selalu menggunakan gerakan demonstrasi dalam mengawal mega kasus di daerahnya. “Mahasiswa itu mengamati saja dan belajar, dan jangan terpancing. Karena mahasiswa punya networking seluruh Indonesia. Kemudian juga punya guru besar dan dekan. Kemudian, ketika ada permasalahan jangan langsung demo. Petakan dulu dengan cara keilmuan’’ lanjutnya.

Lulusan Akademi Militer tahun 1982 yang berpengalaman di kesatuan infanteri baret hijau Kostrad. Yang juga pernah menjabat Komandan Kodiklat TNI-AD,  Pangdam V/Brawijaya dan Gubernur Akmil itu juga berharap generasi muda paham akan ancaman yang melanda Bangsa Indonesia “saya berharap generasi muda paham akan ancaman besar bangsa ini dan untuk mengatasi itu semuanya untuk menghadapi dengan belajar, belajar dan meraih mimpi’’ tutupnya. (Felisa)

Kuliah Umum Gatot Tak Benar Jadi Syarat Untuk Ikut UAS

Tidak ada komentar
Cirebon, Unswagati, Setaranews.com - Acara kuliah umum Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dilaksanakan di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, pada Selasa (16/01) pagi tadi menyedot perhatian masyarakat dan mahasiswa di Wilayah III Cirebon. Pasalnya kehadiran mantan Panglima TNI yang dikenal dengan jenderal muslim pro rakyat cinta NKRI ini merupakan momen langka dan wajib untuk dihadiri, maka dari itu panitia Diesnatalis Unswagati ke 57 tahun melakukan prepare yang sangat sempurna, sampai-sampai beredar rumor dikalangan kampus khususnya didalam ruang lingkup fakultas bahwa jika tidak mengikuti kuliah umum ini tidak diperbolehkan  mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil Tahun Ajaran 2017/2018 dan menjadi salah satu syarat mengikuti sidang skripsi.

Membantah hal itu Prof. Dr. Hj. Ida Rosnidah, SE., MM., Ak., CA selaku ketua panitia menegaskan itu hanya rumor saja "Bukan, itu salah sekali. Jadi bukan seperti itu, saya sebagai ketua panitia itu berharap bahwa seluruh mahasiswa jangan sampai ketinggalan tidak mendapatkan motivasi langsung dari beliau, soal itu sih hanya rumor dan mungkin salah presepsi saja" katanya sambil tertawa kecil.

Dia juga menambahkan jika kuliah umum terkait wawasan kebangsaan ini sangat bermanfaat apalagi dibawakan oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang memang pakarnya namun jika di bawakan oleh yang lain maka akan berbeda lagi materi yang disajikannya. "Kalo orang lain yang menyampaikan materi ini mungkin akan beda lagi, rugi kalo sampai tidak menyaksikan acara ini. Ditempat lain, orang tidak bisa sembarangan mengundang beliau" pungkasnya.

Dan perlu diingat juga kampus terbesar di Kota Cirebon ini adalah kampus ke 63 yang pernah Gatot Nurmantyo kunjungi. ketika disinggung tentang biaya beliau menjelaskan dana untuk acara ini jelas terpusat dari  yayasan Unswagati serta mitra kerja yang memberikan sponsor.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Ekonomi yang saat itu memakai kerudung merah, bercorak sedikit batik dan memakai aksesoris perak berbentuk bulat itu berharap bahwa mahasiswa unswagati itu termotivasi dan terinspirasi dengan apa yang disampaikan oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. ”Ya, saya berharap bahwa mahasiswa Unswagati itu memiliki motivasi dan terinspirasi dengan apa yang disampaikan oleh pak gatot, untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa selain itu juga memahami strategi untuk menjadi pemenang di era kompetisi global" tutupnya. (Felisa).

701 Mahasiswa Lulusan Unswagati Diwisuda

Tidak ada komentar

Minggu, 14 Januari 2018

Cirebon, setaranews.com - Hari Sabtu (13/1) menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi mahasiswa-mahasiswi Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, dimana mereka memakai pakaian warna ginju yang mencolok, juga memakai jas dan sepatu mengkilat dengan balutan baju toga membuat mereka disebut dengan sarjana muda dalam wisuda XLIX Unswagati tahun akademik 2017/2018, yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Utama Unswagati Cirebon.

Sidang senat yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata, meluluskan sebanyak 701 wisudawan-wisudawati yang terdiri dari berbagai fakultas di Unswagati.

“701 wisudawan tersebut terdiri dari program Magister Pascasarjana 13 orang, Fakultas Hukum 55 orang, Fakultas Ekonomi 216 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 248 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 46 orang, Fakultas Pertanian 25 orang, Fakultas teknik 12 orang dan Fakultas Kedokteran sebanyak 86 orang” ungkap Rochanda Wiradinata yang juga selaku Rektor Unswagati.

Wisuda XLIX kali ini juga dihadiri oleh Bupati Cirebon Dr. H. Sunjaya Purwadi Sastra., Drs. M.M., M.Si, serta perwakilan dari Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IV Jabar-Banten. (Felisa/reporter)

Unswagati Umumkan Lulusan Terbaik dalam Wisuda ke XLIX

Tidak ada komentar
Cirebon, setaranews.com – Wisuda Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon dilaksanakan pada Sabtu, 13 Januari 2018 di Auditorium Kampus Utama Unswagati. Wisuda ke XLIX tahun akademik 2017/2018 meluluskan sebanyak 701 mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Unswagati.

Seperti acara wisuda sebelumnya, terdapat wisudawan lulusan terbaik dengan predikat IPK sangat memuaskan dan pujian. Rata-rata IPK dari wisudawan lulusan terbaik tersebut yakni 3,50. Dari 701 wisudawan terdapat 16 wisudawan yang menjadi lulusan terbaik :

  1. Riffianto, dari program studi Ilmu Hukum, Fakultas Pascasarjana

  2. Miftahul Rizqiyanah, dari program studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Pascasarjana

  3. Julio Ricardi, dari program studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum

  4. Shofwatul Maula, dari program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi

  5. Ratna Ningrum, dari program studi (Fakultas Ekonomi/akuntansi),

  6. Ismi Izzati, dari program studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP

  7. Iim Trisnawati, dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP

  8. Andi Sugianto, dari program studi Pendidikan Matematika, FKIP

  9. Fi'ilyatul Laely, dari program studi Pendidikan Ekonomi, FKIP

  10. Heni Nur Ainiyah, dari program studi Ilmu Administrasi Negara, FISIP

  11. Debby Alfiani, dari program studi Ilmu komunikasi, FISIP

  12. Fajar Nur Iman, dari program studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian

  13. Leli Hidayanti, dari program studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

  14. Yuyun Yuliani, dari program studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik

  15. Muhammad Iqbal Anand, dari program studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran

  16. Giovani Anggastasandy Wijaya, dari program studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran

Dr. H. Sunjaya Purwadi Sastra., Drs. M.M., M.Si selaku Bupati Cirebon yang hadir dalam Wisuda XLIX Unswagati mengharapkan wisudawan-wisudawati dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di Unswagati. “saya berharap ilmu yang sudah didapat selama berada di Unswagati nantinya dapat diamalkan dan dapat bermanfaat bagi kemajuan Bangsa Indonesia”, ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta wilayah IV Jabar-Banten, Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc. melalui perwakilannya, ia mengharapkan acara wisuda menjadi momentum sebagai pangkal tolak untuk memulai kehidupan yang baru. (Felisa/reporter)
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews