Responsive Ad Slot

Terbaru

latest

Bancakan, Tradisi yang Sarat Makna dari Indramayu

Minggu, 02 Juli 2017

/ by BW
Indramayu, Setaranews.com – Seorang perempuan muda menggendong baskom besar berisi beberapa bungkus nasi yang kemudian diberikannya kepada tetangga. Bungkusan nasi tersebut tidak dijual, melainkan dibagikan secara cuma-cuma yang biasa dikenal dengan istilah bancakan.

Di beberapa daerah di Indramayu, khususnya di Juntinyuat masih melakukan tradisi syukuran dengan membagikan bancakan. Syukuran sendiri dilaksankan beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Bancakan dibagikan kepada sanak saudara dan tetangga dekat.

Selama bulan Ramadhan, banyak sanak saudara atau tetangga yang memberikan shadaqah dan zakat berupa beras dan bahan makanan lainnya kepada janda-janda yang sudah tua dan orang-orang yang dituakan. Sebagai timbal baliknya, mereka yang mendapatkan shadaqah dan zakat membagikan bancakan atas nikmat syukur yang dikaruniakan Tuhan.

“Ini nasinya dari beras zakat sama lauknya sederhana saja yang penting bagi-bagi. Bancakan karena sudah tradisi dari dulu begini.” Ujar Astirih (55) kepada Setaranews, Sabtu (1/7) saat membagikan bancakan.

Dalam pembuatan bancakan ini, Astirih dibantu oleh tetangga-tetangganya. Beberapa bahan lauk pun bahkan didapat secara cuma-cuma pemberian dari tetangga, seperti daun singkong, kelapa dan biji bendara. Setiap bungkus bancakan yang dibagikan berisi nasi yang diakui berasal dari beras hasil shadaqah dan zakat, serta lauk pauk yang berisi rumbah urab, gecok ayam dan oreg tempe basah.

“Alhamdulillah dapat bancakan. Memang dari kemarin itu saya sudah niat tidak masak karena saya perkirakan hari ini banyak yang membagikan bancakan. Benar saja. Kemarin saja saya dapat tiga bungkus, cukup untuk makan sore bersama keluarga.” Tutur Sartiyem (58), seorang ibu rumah tangga penerima bancakan.

Bulan Ramadhan yang penuh berkah telah berlalu. Namun hikmah yang didapatkan untuk saling memberi dan tolong menolong masih kuat terasa. Tradisi yang mengajarkan untuk saling mengasihi dan melestarikan budaya gotong royong ini adalah salah satu hasilnya.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews