Responsive Ad Slot

Terbaru

latest

Sering Membaca Buku Sama Dengan Memperpanjang Umur

Selasa, 09 Agustus 2016

/ by BW
Kesehatan, Setaranews.com – Semua hobi memang membantu untuk mencari suasana baru, dan menghilangkan rutinitas yang suntuk. Misalnya hobi menonton film, bernyanyi, traveling, menggambar atau membaca buku, tapi tau kah kalian? Membaca buku adalah sebuah hobi yang dapat memperpanjang umur kita, tapi sayangnya sangat jarang ditemui di kalangan remaja.

Membaca buku untuk sebagian orang terbilang sangat membosankan, dengan alasan lain seperti terlalu tebal halamannya, monoton, membuat mata lelah, tidak ada waktu dan sebagainya. Padahal membaca buku sangat bermanfaat dan harus ditingkatkan pada usia remaja, sebab membaca membuat imajinasi menjadi lebih luas.

Peneliti melibatkan 3.635 orang, lebih dari 50 yang berpartisipasi dalam studi kesehatan telah menjawab pertanyaan tentang membaca.

Para ilmuwan membagi sampel menjadi tiga kelompok: mereka yang tidak membaca buku, mereka yang membaca buku sampai tiga setengah jam seminggu, dan mereka yang membaca buku lebih dari tiga setengah jam.

Penelitian ini membuktikan bahwa mereka yang hobi membaca buku cenderung kebanyakan perempuan berpendidikan tinggi dan berpenghasilan tinggi. Bila di bandingkan dengan individu yang  tidak membaca buku, mereka yang  sering membaca buku hingga tiga setengah jam per minggu 17 persen cenderung lebih panjang umur hingga lebih dari 12 tahun.

Sedangkan mereka yang membaca buku lebih dari tiga setengah jam  23 persen memiliki usia hidup yang jauh lebih panjang. Rata-rata pembaca buku hidup hampir 2 tahun lebih lama  daripada mereka yang tidak membaca buku sama sekali.

"Orang yang setidaknya membaca buku selama setengah jam sehari mendapatkan manfaat bertahan hidup secara signifikan dibandingkan mereka yang tidak membaca," ujar penulis senior, Becca R. Levy, Professor Epidemiology di Yale University, AS.

"Dan manfaat survival itu akan tetap bertahan meski telah disesuaikan dengan kekayaan, tingkat pendidikan, kemampuan kognitif, serta banyak variable lainnya." sambung Levy, dilansir dari New York Times, Minggu (7/8/2016). (Hikmah)

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews