Responsive Ad Slot

Sulit Ditemui, Rektor Dianggap Tidak Egaliter

Tidak ada komentar

Selasa, 29 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com-Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Prof. DR. H. Rochanda Wiradinata, MP begitu sulit ditemui oleh tim setaranews.com untuk kebutuhan pemberitaan.   Dalam beberapa kesempatan wawancara tim setara berusaha melakukan wawancara eksklusif mengenai beberapa hal yang patut dikonfirmasi oleh pucuk pimpinan  Unswagati tersebut. Beberapa liputan yang membutuhkan komentar dari Rektor diantaranya soal pencapaian di tahun 2015 dan resolusi Unswagati, sekaligus soal status penegrian Unswagati yang terancam batal , untuk kebutuhan buletin setara bulan Desember. Namun, Rektor sangan sulit ditemui dengan berbagai alasan.

Tim setara tidak berhasil menemui Rektor yang disebutkan tengah pergi ke luar kota.

“Sepekan ini pak Rektor belum bisa ditemui karena sedang banyak keperluan di luar kota.” begitu ujar salah seorang staf sekretariat Rektor Unswagati.

“Untuk sekarang jika ingin minta data atau wawancara Rektor bisa menghubungi WR IV (bidang kerjasama)” ujarnya kembali.

Sebelumnya pada Jumat (11/12) setara juga tak dapat bertemu Rektor Unswagati yang disebutkan Wakil Rektor III tengah menghadiri undangan Dikti di Surakarta.

Jauh sebelum itu tim setara juga selalu gagal dapat eksklusif mewawancarai Rektor, terhitung sejak Prof. Rochanda dilantik pada Februari 2014. Kendala yang paling sering adalah perginya Rektor ke luar kota atau negeri. Selama kepemipinan Rektor baru tim setara belum pernah mendapatkan wawancara secara eksklusif.

Menurut salah satu Mahasiwa Jurusan Ilmu Komunikasi, Muhamad Wildan, sebagai seorang pimpinan tentunya rektor menghargai kebebasan pers dan bisa egaliter terhadap kebutuhan media. Ia berharap, sebagai Rektor seharusnya bisa memberikan contoh kepada seluruh civitas akademik, dengan begitu nuansa akadademis akan lebih terasa.

"Seharusnya ya memang harus terbuka, apalagi terkait kebutuhan pers. Saya rasa sifat egaliter harus dicontohkan oleh seorang rektor," tukasnya.

 

Editor: Epri Fahmi Aziz

 

 

Berharap Menghasilkan Calon Entepreneur

Tidak ada komentar
Unswagati, setaranews.com – Fakultas Ekonomi (FE) melalui Program Studi (Prodi) Akuntansi dengan mata kuliah Kewirausahaannya mengajarkan kepada mahasiswa agar tidak berfokus untuk menjadi pekerja ketika telah usai menempuh studi. Tapi, mata kuliah Kewirausahaan mengajarkan bagaimana menciptakan peluang usaha yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Dikatakan oleh salah seorang peserta praktik kewirausahaan, Dewi Utami,  sebelum mempraktikan kegiatan kewirausahaan ini mahasiswa ditugaskan untuk membuat proposal bisnis plan terlebih dahulu. Setelah itu, kata dia, dari proposal tersebut dipraktikan langsung dengan diberi waktu selama 2 hari.

“Sebelum mempraktikan kewirausahaan ini kita ditugaskan membuat proposal bisnis plan terlebih dahulu. Isinya terkait rencana detail usaha, deskripsi produk dan lain sebagainya,” ujarnya kepada setaranews, Senin 28 Desember 2015.

Lebih lanjut Dewi menuturkan, maksud dan tujuan dari praktik kewirausahaan ini agar mahasiswa bisa melihat peluang bisnis. Kata dia, dengan harapan mahasiswa ketika lulus tidak hanya mencari lapangan kerja. Akan tetapi, bisa menjadi seorang wirausaha (entepreneur) yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

“Dengan praktik ini kita diajarkan membuat rencana bisnis, melihat peluang bisnis. Tentunya agar bisa menjadi seorang entrepreneur yang bisa menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.

Dijelaskan, bahwa kegiatan praktik kewirausahaan ini merupakan tugas ahir dari mata kuliah kewirausahaan, mahasiswa diberi waktu selama dua hari untuk mempraktikan wirausahanya yang sudah di rencanakan.

“Diberi waktu sehari, tapi besok ada lagi untuk kelompok lainnya. Jadi dua hari kalo ditambah sama kelompok lainnya. Sedangkan untuk modal kita patungan, dan keuntungannya pun akan dibagi rata dengan anggota kelompok,” tutupnya.

Bagi mahasiswa yang ingin menikmati berbagai produk dari mulai makanan olahan sampai minuman bisa langsung datang ke kampus satu Unswagati. Tepatnya yaitu di depan gedung utama FE Unswagati, Cirebon.

Editor: Epri Fahmi Aziz

Unswagati Batal Menjadi Negri

Tidak ada komentar
Cirebon, setaranews.com – Wacana akan penegrian Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) akhirnya batal. Hal itu, dikarenakan ada evaluasi dari pemerintah pusat. Melihat hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akhirnya menginisiasi akan membangun kampus ITB di Cirebon, karena tidak ingin lahan 19 hektar milik Pemprov menjadi sia – sia (Mubazir).

Seperti yang diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam acara Diesnatalis Unswagati, lahan 19 hektar milik Pemprov yang semula diperuntukan untuk penegrian Unswagati akhirnya dialihkan untuk pembangunan ITB di Cirebon.

Dikatakan oleh Aher (sapaan akrab Gubernur Jabar) Ia memberikan bocoran bahwa tahun 2016 mendatang pihaknya akan membangun ITB di Cirebon, dengan menggunakan lahan 19 hektar milik Pemprov Jabar.

“Tidak ingin ada kemubaziran lahan, tadinya untuk Unswagati, tapi karena ada evaluasi, jadi Pemprov memutuskan untuk membangun kampus ITB di Cirebon,” ujar Aher kepada setaranews, Minggu (27/12).

Lanjut Aher, ketika disinggung soal proses penegrian, sejatinya Unswagati masih dalam tahap proses penegrian. Kata dia, saat ini ada evaluasi dari pemerintah terkait kampus – kampus yang akan dinegrikan. Pihaknya masih menunggu hasil evaluasi. Sambil menunggu, kata Aher, agar lahan yang dimiliki tidak sia – sia maka pihaknya akan membangun kampus negri (ITB) di Cirebon.

“Sejatinya Unswgati akan tetap menjadi kampus besar di wilayah Ciayumajakuning. Karena ada evaluai dari pemerintah terkait kampus yang akan dinegrikan, maka kami masih menunggu hasil evaluasi tersebut,” tukasnya.

 

Editor: Epri Fahmi Aziz

Idental Selenggarakan Pelatihan Keradioan

Tidak ada komentar
Cirebon,Setaranews.com-Idental Radio salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa ditingkat Fakultas mengadakan pelatihan yang diperuntukan untuk calon anggota baru. Pelatihan tersebut memberikan gambaran kepada calon anggota mengenai Program Director (PD), Music Director, penyiaran , pemberitaan, produksi serta teknik promo event.

Dikatakan oleh Virli, selaku Ketua Pelaksana kegiatan dalam pelatihan kali ini pemateri yang diharikan merupakan pemateri yang profesian dan ahli dibidangnya. Lanjut Vilri, pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada calon anggota mengenai materi keradioan guna mengasah bakat dibidang penyiaran.

"Selain maksud dan tujuan tersebut, acara ini pun bertujuan memberikan wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang Broadcasting," katanya kepada setaranews.

Sementara itu dikatakan oleh Wina  salah seorang peserta yang juga calon anggota Idental Radio, mengungkapkan kesenangannya mengikuti elatihan tersebut. Kata dia, dalam pelatihan tersebut banyak memberikan ilmu, pengalaman, serta wawasan tentang dunia penyiaran.

“Pelatihan yang di adakan Idental Radio memberikan gambaran tentang seorang Penyiar.Menjadikan wawasan lebih luas tentang dunia Broadcasting.Masih ada kekurangan masalah anggota baru Idental Radio,mungkin ada yang kurang berminat dalam dunia penyiaran.” Ungkap Wina.

 

Editor: Epri Fahmi Aziz

Menteri PAN-RB Minta Walikota Cirebon Evaluasi Pejabat Pemkot

Tidak ada komentar

Senin, 28 Desember 2015

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Yuddy Chrisnandi meminta kepada Aparatur sipil negara di kota Cirebon yang dipimpin Walikota untuk memperbaiki akuntabilitas kinerja, sistem dan tata kelolanya, bahkan Menteri PAN RB menyarankan kepada Nasrudin Azis, Walikota Kota Cirebon agar tidak ragu untuk melakukan pergantian pejabat-pejabat kepala satuan kerja apabila dinilai tidak mampu melakukan tugas-tugasnya dan melaksanakan kegiatan-kegiatan pemerintahan yang melayani masyarakat dengan baik. Untuk pejabat-pejabat yang sudah menduduki posisinya selama dua tahun, perlu dilakukan evaluasi pergantian.
“Tidak ada peningkatan dalam pengelolaan pemerintahan dari tahun sebelumnya, padahal tahun sebelumnya sudah mencapai prestasi yang cukup. Walikota harus memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan perbaikan-perbaikan dengan menata ulang personalia dalam satuan kerjanya.” Ujar Yudi Chrisnandi saat ditemui SetaraNews setelah memberikan keynote speech pada Seminar Nasional yang diadakan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon di hotel Apita, Senin (28/12).
Yudi melanjutkan bahwa pada awal tahun akan ada rapat pimpinan daerah yang memberikan target kerja dan kemudian akan dikoordinasikan antar rencana-rencana pembangunan daerah, tahapan-tahapan pelaksanaannya, dan implementasi anggaran, serta yang terakhir akan dilakukan evaluasi oleh masyarakat lewat survey kepuasan kinerja pemerintah. Dalam waktu tiga bulan kedepan walikota dihimbau untuk mengevaluasi semua kepala dinas dan kepala badan yang hasilnya akan menjadi acuan untuk pergantian jabatan.
“Cari yang sudah memiliki jenjang kepangkatan memadai dan adakan kontestasi atau seleksi terbuka. Jabatan-jabatan tersebut harus diisi oleh orang-orang terbaik agar akuntabilitas kinerja pemerintah maksimal.”
Pemerintah sendiri sudah menyiapkan dana minimal 100 miliar untuk setiap kabupaten/kota yang memiliki prestasi bagus dalam sektor pembangunan masyarakat yang salah satu pertimbangannya adalah laporan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Karena hal tersebutlah, menteri menekankan untuk melakukan evaluasi agar kinerja pemerintah semakin lebih baik lagi.

Maksimalkan, Pemprov Alihkan Lahan untuk Pembangunan Kampus ITB

Tidak ada komentar
Cirebon, setaranews.com - Pemerintah Provinsi Jabar memiliki lahan 19 hektar di Cirebon untuk pembangungan kampus ITB di Cirebon. Sebelumnya, lahan tersebet akan diperuntukan untuk penegrian Unswagati. Namun, tidak ingin lahan menjadi mubazir akhirnya Pemkot mengalihkan lahan tersebut untuk membangus kampus ITB.

Dikatakan oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, lahan 19 hektar yang semula diperuntukan untuk prasarat penegrian Unswagati, namun dikarenakan da evaluasi dari pemerintah pusat, pihak Pemprov tidak ingin lahannya menjadi sia - sia (mubazir). Aher pun sedikit memberikan bocoran bahwa tahun 2016 mendatakan akan dibangun kampus ITB di Cirebon.

Gubernur Jawa Barat memiliki lahan 19 ha di Cirebon yang akan di alokasikan untuk ITB DD (Institut Teknologi Bandung Diluar Domisili). Menurutnya saat sambutan acara Diesnatalis Unswagati ke 53, di Bima kota Cirebon pada Minggu (27/12), tanah tersebut untuk memenuhi syarat penegerian Unswagati Cirebon tetapi tidak jadi.

" Kita masih menunggu evaluasi dari pemerintah pusat, yang jelas saya tidak ingin lahan Pemprov mubazir. Tahun depann akan dibangun ITB di Cirebon." Ujarnya dalam sambutan Diesnatalis Unswagati sekaligus sosialisasi penyelenggaran PON, Minggu (27/12).

Aher mengatakan,  alasan dibangunnya ITB bahwa pihak Pemprov tidak ingin mensia-siakan lahan yang dimiliki Pemprov.

"Akibat ada evaluasi, tidak ingin ada kemubajiran, tadinya buat Unswagati. Jangan berkecil hati, Sejatinya Unswagati akan terus menjadi kampus yang besar." Tukasnya.

Menurut Gubernur Jabar yang sekaligus menjabat sebagai ketua PON XIX, mensosialisasikan bahwa Jabar terpilih menjadi tuan rumah untuk acara PON XIX, "PON Jabar 2016 tidak terpusat di Bandung Raya saja, tapi di 15 kota termasuk Cirebon." Ucapnya. Beliau berharap agar sukses dalam penyelenggaraan, sukses prestasi, Jabar harus juara umum, sukses ekonomi kreatif dan sukses administrasi.

Pada September 2016 mendatang, PON akan diselenggarakan termasuk di Cirebon, hal ini diharapkan dapat menjadi momentum kemajuan kota Cirebon. "Ke depan Cirebon akan semakin meningkat, saat tol cipali diresmikan, orang langsung memandang Cirebon menjadi perkotaan Masa depan. Di kota dan kabupaten Cirebon sedang dibangun untuk menyambut masa depan pariwisata, masa depan keramaian kota, akan ada 200 hotel di Cirebon." Katanya.

Selain itu, pembangunan bandara terbesar di Jabar luasnya sama dengan bandara Soekarno Hatta, "majalengka akan dibangun bandara terbesar di Jabar, kawasan Cirebon akan menjadi metropolitan baru." Ucapnya.

2015, FKIP Luluskan 509 Mahasiswa

Tidak ada komentar
Unswagati-SETARANEWS.COM Unswagati kembali meluluskan mahasiswa dalam acara Pelepasan Lulusan Sarjana Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun Akademik 2015/2016. Acara yang bertempat di Hotel Zamrud ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Sejumlah sivitas akademik Unswagati dan mahasiswa lulusan FKIP menghadiri acara ini. Tahun ini FKIP meluluskan mahasiswa bergelar sarjana pendidikan sejumlah 509. Pendidikan ekonomi berjumlah 112, Pendidikan Matematika sejumlah 169, Pendidikan Bahasa Inggris sejumlah 176, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sejumlah 51.

Adapun empat lulusan terbaik dalam acara yudisium kali ini diraih oleh Dian Febri Wulandari mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan IPK 3.58 yudisium Dengan Pujian, Pendidikan Bahasa Inggris diraih oleh Asep Sunandar dengan IPK 3.79 yudisium Dengan Pujian, Pendidikan Matematika diraih oleh Indra Andriyani dengan IPK 3.72 yudisium Dengan Pujian, terakhir dari Pendidikan Ekonomi diraih oleh Lulu Rahayu dengan IPK 3.64 yudisium Dengan Pujian.

Asep Sunandar, mahasiswa lulusan terbaik FKIP tahun ini menyampaikan pidato-nya dalam bahasa inggris. Dalam pidato-nya tersebut ia menekankan pada peningkatan fasilitas dan sarana kampus untuk menunjang proses pembelajaran.

Dekan FKIP, Abdul Rozak dalam pidatonya mengajak mahasiswa untuk membuat program dan menuliskan mimpinya tentang Unswagati, berkontribusi agar mahasiswa dapat lulus empat tahun, serta mengontrol dosen yang kurang baik, “mahasiswa dituntut agar dapat berkontribusi selama empat tahun sehingga tidak menjadi beban rasio dosen dan mahasiswa. Beberapa lulusan pun sedang berjuang untuk program SM-3T. Kami juga akan mengontrol dosen yang kurang baik”, pungkasnya.

Sempat Ditunda, LDK BEM-U Akhirnya Dilaksanakan

Tidak ada komentar

Rabu, 23 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unswagati mengadakan LDK pertamanya dengan tema membangun etos kepemimpinan yang berintegritas dan bersinergi.. LDK yang diberi nama lain Leadership Camp (LC) ini diadakan selama tiga hari dari 19 s.d 21 Desember 2015 yang bertempat di Telaga Nilem kabupaten Kuningan. Acara ini diikuti oleh seluruh staf kementerian sebanyak 41 peserta. BEM-U menghadirkan pemateri dari Kapolres Kota Cirebon, Kabiro Kemahasiswaan Unswagati, Demisioner BEM-U periode 2014/2015 Tumpas Febriyanta serta jajarannya dan EO ini ditutup dengan pelantikan untuk seluruh staf kementerian.

"Tujuan LDK ini adalah agar peserta yang notabene-nya akan menjadi bagian dari BEM-U memiliki jiwa kepemimpinan dan dapat bekerja sama dengan semua anggota BEM sesuai dengan visi-misi BEM-U 2015/2016", ujar Hasan Basri, Ketua Pelaksana LDK

"Sempat terjadi masalah keuangan, jadi LDK kita tunda selama dua minggu, tapi alhamdulillah semuanya lancar sesuai yang direncanakan", pungkasnya.

Penulisan Naskah Adakan Pameran Foto Jurnalistik

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Salah satu mata kuliah pilihan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sasta Indonesia yaitu Penulisan Naskah  mengadakan pameran foto jurnalistik pada Selasa (22/12) yang bertempat di kampus 2 Universitas Swadaya Gunung Jati. Acara ini diadakan oleh mahasiswa tingkat 3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam rangka Ujian Akhir Semester (UAS).

Acara tersebut mengambil tema "Potret Kampus" dengan judulnya yaitu All About Campus, “Mahasiwa yang mengambil mata kuliah pilihan Penulisan Naskah 3 wajib mengikuti acara ini” ujar Fuad Hasan selaku ketua Pelaksana.

“Intinya sih kita kan ngambil tema potret kampus, kita itu pengen ngasih tau bahwa ini loh keindahan kampus, ini loh kebagusan kampus, dan ini loh kekurangan kampus yang harus dibenahi lebih lanjut” tambahnya. Isi dari acara ini yaitu memamerkan foto, feature, artikel yang pernah dimuat di koran, dan berbagai penampilan seperti Beat Box, Bass, dan Sastra (Puisi). “Kita juga mengadakan lomba juga yaitu lomba foto selfie yang menang dapat hadiah,  lomba ini bebas untuk siapa saja dan tidak di pungut biaya” tutupnya.

Ulang Tahun Lagi, Umur Unswagati Justru Berkurang

Tidak ada komentar

Sabtu, 19 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Ada yang menarik dari perayaan dies natalis yang akan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon selenggarakan di akhir bulan nanti. Bukan hanya soal ulang tahun yang kedua kalinya dalam setahun. Tetapi, juga karena umur Unswagati yang justru berkurang pada dies natalisnya kali ini.

Ya. Pada awal 2015 lalu kita semua tahu jika Unswagati sudah melaksanakan dies natalisnya yang ke 54 pada 16 Januari lalu. Namun, pada penghujung tahun ini Unswagati kembali melangsungkan dies natalisnya yang justru berumur ke 53. Hal ini disebabkan koreksi Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) yang menilai dies natalis Unswagati seharusnya diambil dari tanggal peresmian Universitas, bukan pendirian yayasan seperti yang 16 Januari lalu di selenggarakan.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP pernah mengkonfirmasi hal ini. Iya membenarkan adanya koreksi yang dilakukan oleh Dikti ini ketika memberikan sambutan pada Januri lalu, “Menurut analisa awal Unswagati lahir 16 Januari 1961, tapi ada revisi setelah dapat petuah dari dikti, Unswagati itu lahir pada 29 Desember 1962, jadi tahun ini kita dua kali mengadakan dies natalis ” kata Rektor. Pada dies natalisnya kali ini Unswagati kembali mengadakan serangkaian acara. Puncaknya adalah prosesi wisuda yang akan dilangsungkan pada 29 Desember nanti.

Wadek III FISIP Klarifikasi Isu Pembekuan BEM-F

Tidak ada komentar

Rabu, 16 Desember 2015

UNSWAGATI, SETARANEWS.COM – Beberapa waktu lalu sempat beredar isu mengenai pembekuan kinerja BEM FISIP yang diputuskan oleh pihak Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terkait kasus pemukulan yang dilakukan oleh oknum aktivis BEM-F tersebut. Rumornya Dekan FISIP telah melayangkan surat atas pembekuan BEM-F, selain itu juga melarang salah satu alumni FISIP untuk memasuki lingkungan fakultas karena dianggap meresahkan.

Namun pada Senin (14/12) lalu Wakil Dekan III FISIP mengklarifikasi isu tersebut mewakili Dekan yang tidak bisa ditemui saat itu, beliau menyampaikan bahwa kabar tersebut hanyalah desas-desus. Pasalnya pihak Dekan tidak mempunyai hak untuk membekukan organisasi mahasiswa FISIP. Mengenai surat pembekuan Wadek III Fisip pun mengaku tidak tahu-menahu.

“Sepengetahuan saya belum ada surat keputusan apapun terkait pembahasan tadi, kalau pun ada kebijakan-kebijakan pasti ada keputusan resminya, ini kan rumor, sejauh ini belum liat suratnya belum liat keputusannya”, ujar Wadek III.

Selain itu Wadek III juga menjelaskan bahwa apabila ada aktivis kampus melalukan suatu kesalahan fatal kemudian tak lantas langsung membekukan organisasinya, namun sanksi hanya pada seseorang tersebut, “Kalau aktivis berbuat salah, dalam kategori berbuat pelanggaran misalnya bukan kemudian lantas organisasinya yang dibekukan tetapi orangnya selayaknya mendapatkan sanksi”, tambah beliau saat ditemui di ruangannya.

Sampai saat ini permasalahan tersebut masih menunggu keputusan Senat Fakultas dan belum ada surat apa pun.

BEM-U Gelar Festival Musik dan Pekan Kewirausahaan

Tidak ada komentar

Selasa, 15 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Ada yang berbeda di halaman parkir kampus satu Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon pada Senin malam (14/12). Halaman yang biasanya hanya diisi oleh beberapa kendaraan dan beberapa orang mendadak ramai oleh kerumunan orang yang sedang menikmati acara Festival Musik dan Pekan Kewirausahaan yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa bekerja sama dengan Famouz Cafe. Acara yang diagendakan menjadi program rutin oleh Kementrian Olahraga, Seni dan Budaya dua minggu sekali atau paling tidak sebulan sekali ini dimulai dari pukul 15.00 s.d. 23.00 WIB.

Selain acara hiburan berupa penampilan musik dari beberapa band eksternal serta UKM Seni dan Budaya, di depan stage juga sudah disediakan stand untuk mahasiswa menyalurkan produk kewirausahaannya. Namun karena sosialisasi yang kurang, stand tersebut belum diisi secara maksimal oleh mahasiswa. Sosialisasi sendiri hanya dilakukan melalui sosial media berupa Facebook, Twitter dan Instagram BEM Universitas. Hal ini diakui oleh Ihsan Amala, Presiden Mahasiswa Unswagati ketika ditemui Setaranews, “Sosialisasinya memang kurang karena waktu yang sempit, acara ini sendiri baru disepakati dua hari yang lalu dan izin Rektorat pun baru sampai, mungkin jadi evaluasi kita aja kedepannya," tutur Mahasiswa Fakultas Ekonomi tersebut.

Dengan adanya acara seperti ini mahasiswa mempunyai wadah untuk menyalurkan minat dan bakat serta kewirausahaannya, selain itu juga agar mahasiswa dapat meningkatkan happiness index, “Mengingat keadaan kampus yang makin hari makin semrawut dengan parkiran atau lainnya, kami ingin menghadirkan sesuatu yang membuat mahasiswa menjadi bahagia karena salah satu tujuannya meningkatkan happiness index mahasiswa,” lanjutnya.

Harapan Ihsan dengan diadakannya acara ini yaitu dapat merangkul mahasiswa dari berbagai fakultas agar tidak ada sekat antara fakultas yang satu dengan lainnya karena salah satu misi BEM-U sendiri yaitu menyatukan mahasiswa Unswagati. Untuk mencapai misi tersebut banyak upaya yang dilakukan BEM-U salah satunya mengadakan aksi hari anti korupsi yang diadakan pada Rabu (9/12).

Ketua PPUM: Anggota Sibuk, LPJ Belum Juga Rampung

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Kendala yang dihadapi oleh PPUM (Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa) dalam menyelesaikan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) ternyata ada pada kesiapan anggotanya sendiri. Kesibukan anggota dalam organisasinya masing-masing menjadi penyebab  LPJ PPUM sampai saat ini belum juga rampung.

“Ketika sudah kelar acara anggota pada malas, inilah penyakit organisasi,  yang lain juga pada sibuk masing-masing” tutur Ahmad Fauzan Azis selaku ketua PPUM saat ditemui Setaranews Kamis (10/12). Tugas PPUM sendiri sebenarnya sudah berakhir saat terpilihnya DPM-U (Dewan Perwakilan Mahasiswa-Universitas) beberapa waktu yang lalu.

Ketua PPUM yang juga mahasiswa pertanian ini sebenarnya sudah menargetkan bahwa LPJ akan rampung dua minggu setelah acara, “Targetnya dua minggu setelah acara, satu minggu saya kasih waktu untuk istirahat tapi setelah dua minggu disuruh pada kumpul hanya orang itu saja yang hadir, sedangkan yang harus LPJ adalah sekretaris dan bendahara,” ujarnya. Azis juga menambahkan bahwa dari pihak Presidium sendiri sampai saat ini belum pernah menagih atau bertanya mengenai LPJ PPUM. PPUM akan terus berusaha menyelesaikan LPJ ini dengan target baru yang telah ditetapkan bahwa LPJ ini akan selesai dalam waktu 1-2 minggu kedepan.

Terjerat Hukum di Malaysia, 759 WNI Dipulangkan

Tidak ada komentar
Kuala Lumpur, Setaranews.com- Pada Kamis (10/12) sebanyak 759 Warga Negara Indonesia (WNI) dipulangkan ke Tanah Air akibat terjerat hukum di Malaysia. WNI yang dipulangkan adalah WNI “Overstayer”(WNIO)/TKI “Undocumented” (TKIU) yang berasal dari tahanan imigrasi di wilayah kerja KBRI Kuala Lumpur, yaitu Tahanan Imigrasi Bukit Jalil, KLIA, Semenyih, Tanah Merah, Ajil dan Langkap. Mereka diterbangkan dari bandara KLI2 Kuala Lumpur menuju Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten dengan menggunakan pesawat komersial carteran yang dibiayai oleh negara.

Awalnya WNI dikumpulkan di Jakarta kemudian diantar menuju kampung halaman masing-masing. Pemulangan dilakukan dalam 2 Kelompok Terbang (Kloter) yaitu Kloter 1 sebanyak 373 orang, diantaranya 359 dewasa, 6 anak dan 8 bayi. Sementara itu Kloter 2 sebanyak 386 orang yang terdiri dari 343 dewasa, 21 anak dan 22 bayi.

Pemulangan WNI merupakan Program Repatriasi WNIO/TKIU yang dicanangkan Kabinet Kerja dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, “Program tersebut sebagai salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi WNI/TKI yang berada di luar negeri,” ujar Duta Besar RI untuk Malaysia, Herman Prayitno seperti yang dikutip dari Antaranews.

Terhitung sejak awal September 2015, KBRI Kuala Lumpur telah memulangkan WNIO/TKIU kelompok rentan sebanyak 519 orang, dengan kembali dipulangkannya 759 repatrian, maka jumlah seluruh WNIO/TKIU yang telah dipulangkan menjadi sebanyak 1.278 orang.

 

UKM Seni dan Budaya Gelar Temab Angkatan 16

Tidak ada komentar

Rabu, 09 Desember 2015

MAJALENGKA, SetaraNews.com- Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya menggelar kegiatan tahunan Tes Mental dan Bakat (Temab) angkatan 16 di Obyek Wisata Patilasan Prabu Siliwangi, Majalengka guna membentuk calon anggota yang profesional dalam menjalankan roda-roda organisasi.

Puluhan Mahasiswa Unswagati yang tergabung dalam UKM Seni dan Budaya mengikuti Tes Mental dan Bakat (Temab) sebagai tahapan untuk menjadi anggota di UKM Seni dan Budaya. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini terhitung sejak  5 s.d 7 Desember 2015 mengusung tema “Berkarya Dan Mengabdi” guna mewujudkan semangat para calon anggota dalam berorganisasi. Meskipun kegiatan ini merupakan agenda tahunan, namun kali ini banyak perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya, seperti yang diutarakan oleh wanita yang biasa disapa Nonok selaku ketua pelaksana, “Pada tahun ini banyak sekali perbedaan, salah satunya jumlah peserta yang lebih banyak dari tahun kemarin hingga mencapai 65 orang, hal ini disebebkan karena jarak open recruitment dan Temab yang berdekatan”. Kegiatan ini diisi berbagai kegiatan diantaranya adalah pemaparan materi, tes mental dan bakat, games, pentas seni dan api unggun. Selain itu juga peserta masih akan menjalani kegiatan lanjutan lagi sesampainya mereka dikampus, “Setelah peserta tiba dikampus, mereka akan didandani layaknya orang gila oleh panitia dan akan disebar, tujuannya agar lebih percaya diri dan memantapkan kembali mental para peserta” lanjutnya.

Kegiatan ini memberikan banyak manfaat positif yang bisa didapatkan peserta, “Banyak pelajaran yang bisa kami dapat disini diantaranya bisa menambah teman, belajar mengenal alam dan tentunya lebih mengenal dunia seni” ujar Eva Nurazizah salah satu peserta. Namun ada beberapa hal yang disayangkan oleh panitia, yaitu kurangnya dukungan dari pihak universitas terbukti dengan tidak adanya dukungan penuh dalam hal pendanaan untuk kelancaran kegiatan ini, “Dari anggaran yang kami ajukan pihak universitas hanya memberikan kurang dari separuh anggaran pengajuan,  sampai panitia harus menanggung tunggakan  pembayaran tempat” tutur ketua pelaksana. Harapan panitia setelah diadakannya kegiatan ini peserta bisa berproses dengan baik di UKM Seni dan Budaya, sehingga bisa meneruskan kepengurusan berikutnya. Selain itu juga pihak universitas harus mendukung penuh kegiatan-kegiatan ormawa baik secara moril, maupun materil, tidak pilih kasih. (Syahru)

Dana Terlambat, LDK dan Pelantikan BEM-U di Undur

Tidak ada komentar

Sabtu, 05 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Rencana dilaksanakannya Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan pelantikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati pada minggu ini terpaksa diundur sampai 19 Desember 2015. Hal ini dikarenakan keterlambatan pencairan dana dan juga izin dari Wakil Rektor III, “Rencananya kita akan melaksanakan LDK di Telaga Nilem, LDK akan dilaksanakan pada hari Sabtu, Minggu dan diakhiri dengan pelantikannya pada hari senin” ujar Ihsan saat ditemui pada Kamis (03/12).
Dengan diundurnya LDK dan pelantikan, pihak BEM-U tidak menginginkan adanya kekosongan, “Jadi untuk minggu ini kemungkinan kita ada kegiatan pembaharuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perlu ada revisi terkait dengan kementerian-kementerian dan aturan-aturan yang akan kita pakai pada kabinet sekarang, kita ingin tidak ada kekosongan kegiatan, ketika ada program yang diundurkan berarti otomatis minggu ini terjadi kekosongan, dan kita tidak mau itu terjadi” tuturnya.
Bahkan BEM-U sudah merencanakan acara yang akan dilaksanakan untuk memperingati hari Anti Korupsi yang jatuh pada 09 Desember, “Dan kami rencanakan ketika nanti tanggal 09 Desember hari anti korupsi kami akan melakukan creative campaign, akan kita dokumentasikan dan akan kita masukan juga ke youtube, semoga itu bisa menjadi inspirasi banyak orang dan kita berharap banyak orang yang melihat Unswagati ini mahasiswanya mau berkomitmen anti korupsi dan bisa menginspirasi orang banyak, itu yang kita harapkan” tambahnya. “Mungkin untuk bulan Desember ini, ibarat kita mau balapan kita lagi fokus nyiapin mobilnya dulu, bulan Januari InsyaAllah kita mulai bertugas, kita juga minta doa dan dukungannya kepada seluruh mahasiwa supaya nanti ketika tahun depan kita mulai bertugas banyak program kerja yang akan dilakukan, program kerja tersebut bisa terlaksana dengan sukses apabila dukungan dari mahasiswanya juga maksimal” tutupnya.

Monatorium Hentikan Sementara Penegerian Unswagati

Tidak ada komentar

Kamis, 03 Desember 2015

Cirebon, Setaranews.com– Hingga saat ini Universitas Swadaya Gunung Jati belum juga beralih status dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi  Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Adanya monatorium dari pemerintah membuat Unswagati harus menunda peralihan status tersebut. Hal ini diakui oleh Asep Djajuli selaku ketua yayasan saat ditemui Setaranews, “Kita mah sudah siap negeri, hanya sekarang kebijakan pemerintah seluruhnya penegerian ditunda karena ada monatorium, tidak dibatalkan tapi ditunda.” ujarnya. Akan tetapi saat ditanya mengenai sampai kapan monatorium tersebut, ketua yayasan tidak mengetahui serta memaparkan jika rektor yang lebih tahu.

Kabar Unswagati akan menjadi negeri telah lama terdengar, kurang lebih 6 tahun lamanya. Masalah yang dihadapi Unswagati pun tak hanya monatorium melainkan pembebasan tanah yang hingga saat ini masih terkendala. Tanah yang dimiliki Unswagati baru sekitar 21 hektar, masih kurang 9 hektar, karena syarat menjadi PTN harus memiliki luas tanah 30 hektar.

Wajah Setupatok Saat Kemarau

Tidak ada komentar
Cirebon, Setaranews.com - Kemarau berkepanjangan mengakibatkan setu atau semacam bendungan air menjadi kering, namun kekeringan tersebut rupanya dimanfaatkan oleh anak-anak untuk mengambil rumput sekitaran setu yang kering untuk pakan ternak, "Ini buat pakan ternak, lumayan banyak” kata seorang anak yang ditemui di sekitar setu.

Jangka Waktu Pendek, Informasi Beasiswa Terbatas

Tidak ada komentar

Selasa, 01 Desember 2015

Unswagati, Setaranews.com- Informasi mengenai beasiswa, khususnya beasiswa Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) terbatas karena melalui anggaran perubahan di tingkat Provinsi dan jangka waktu untuk menyelesaikan berkas hanya empat hari sejak diinformasikan. Pada Senin (23/11) pihak Universitas baru menerima informasi mengenai beasiswa Disdik Jabar, sementara untuk penyerahan berkas diminta pada Kamis (26/11), namun karena waktu yang dirasa terlalu singkat maka pihak Universitas mengajukan keterlambatan berkas kepada Dikmenti sampai dengan Sabtu kemarin.

Pendaftaran beasiswa Disdik Jabar dilakukan melalui seleksi fakultas, selanjutnya seleksi universitas, lalu pihak universitas mengajukan ke Provinsi Jawa Barat untuk diseleksi dan ditetapkan Daftar Nominator Tetap (DNT).  Pada tahun 2015 kriteria penerima beasiswa Disdik Jabar diutamakan bagi yang tidak mampu, hafal Al-Quran minimal lima juz dan memiliki prestasi. Sementara itu untuk jumlah penerima beasiswa dibagi menurut struktur yang ada di fakultas, selanjutnya pihak fakultas menyaring pendaftar beasiswa, setelah itu mengajukan ke pihak provinsi untuk disaring dan dibuat SK (Surat Keputusan)  melalui penetapan DNT.

Informasi beasiswa disosialisasikan oleh pihak fakultas, “Cara menginformasikan diserahkan pada pihak fakultas, tapi dari kami menyarankan untuk dipasang di mading, diinformasikan lewat web seperti halnya Fakultas Pertanian”, ujar Sangaji, staf Wakil Rektor III. Menurut Sangaji, mahasiswa dituntut aktif untuk mencari link beasiswa tidak hanya mengandalkan sosialisasi dari fakultas maupun universitas, “Mahasiswa harus aktif mencari link beasiswa karena beasiswa sendiri kan bukan hanya Disdik Jabar, masih banyak beasiswa yang lain seperti beasiswa Djarum, beasiswa Indocement” tutupnya.

Karcis Tak Efisien, STNK Menjadi Pilihan

Tidak ada komentar

Sabtu, 28 November 2015

Unswagati, Setaranews.com – Pihak keamanan kampus saat ini memberlakukan sistem pengecekan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) untuk setiap kendaraan bermotor yang keluar dari lingkungan kampus Universitas Swadaya Gunung Jati. Menurut Mardi, Koordinator Keamanan, hal tersebut untuk mencegah pencurian motor,  "Kami lakukan untuk mencegah kejahatan pencurian kendaraan bermotor, jika menunjukan STNK kan lebih gampang" ujarnya saat ditemui Setaranews pada Rabu (25/11).

Sebelumnya pihak keamanan menggunakan karcis sebagai bukti keluar-masuknya kendaraan, tetapi hal ini tidak efisien karena bisa menghabiskan 2100 lembar karcis dalam sehari, selain itu disebabkan pula karena kekurangan tenaga kerja. Sistem pengecekan STNK ini baru diberlakukan di kampus utama dan kampus tiga Unswagati, sedangkan untuk kampus dua masih dalam tahap sosialisasi. Pemberlakuan STNK ini merupakan hasil dari rapat koordinasi dengan Kepala Bagian Umum, “Sistem pengecekan STNK juga disetujui oleh Kasatlantas yang tadi pagi berkunjung ke sini” tambah Mardi. Koordiantor keamanan juga menghimbau kepada mahasiswa yang membawa kendaraan untuk lebih waspada sebab keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan ikut berusaha meminimalisir kehilangan dalam bentuk apapun baik motor maupun helm.

Mardi : Tak Ada Potongan Gaji Gara-Gara Motor Hilang

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com– Hilangnya motor yang terjadi di kampus utama Universitas Swadaya Gunung Jati beberapa waktu lalu ternyata menimbulkan isu mengenai pemotongan gaji satpam untuk mengganti denda motor yang hilang tersebut. Namun hal ini dibantah oleh Mardi selaku koordinator keamanan saat ditemui Setaranews pada Rabu  (25/11), "Saya tegaskan tidak ada anggota saya yang gajinya dipotong untuk mengganti motor yang hilang, jika dipotong pun itu karena ada potongan hutang koperasi, hutang bank dan lain-lain, tidak ada yang dipotong untuk mengganti motor yang hilang." tegasnya.

Hal serupa pun disampaikan salah satu petugas keamanan lainnya ketika ditanya mengenai kebenaran tentang pemotongan gaji tersebut "Saya tidak tahu, belum gajian soalnya, saya juga tidak dengar kabar tersebut dari teman-teman sesama satpam yang lain, paling kalau ada potong gaji itu karena ada hutang koperasi." ujar Sobirin salah satu petugas satpam yang sedang berjaga. Upaya untu mencegah terjadinya kasus yang sama, saat ini diberlakukan sistem keamanan kampus terhadap keluar masuknya kendaraan bermotor serta menggunakan sistem pemeriksaan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).

Perpres Siap Keluar Demi Gelar Motogp di Sentul

Tidak ada komentar

Kamis, 26 November 2015

Jakarta, Setaranews.com - Pemerintah Indonesia terus berusaha agar sirkuit Sentul bisa menjadi tuan rumah pagelaran balap motor terbesar, MotoGP 2017. Pemerintah juga sedang mempersiapkan Perpres (Peraturan Presiden) untuk mendukung penyelenggaraan kejuaraan motor tersebut.

Pembuatan Perpres ini juga membahas masalah infrastruktur yang harus diperbaiki demi lancarnya ajang balap motogp yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Rencana penerbitan Perpres yang diperkirakan pada akhir tahun ini melibatkan Menteri Pariwisata, Menteri Pemuda dan Olah Raga serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, "Begitu Perpres dibuat lalu lokasi ditetapkan," kata Arief  Yahya seperti yang dikutip dari Tempo.co. di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu, 18 November 2015.

Kesiapan sirkuit Sentul, Bogor Jawa Barat sampai saat ini telah mencapai 80%, diantaranya perbaikan yang dilakukan meliputi penyelarasan standar kesulitan di tikungan dan hal-hal lainnya, “Perkiraan untuk investasi yang diperlukan untuk Sirkuit Sentul sebesar Rp 50 miliar” ujar Arief.

Dana yang diperlukan ini akan diambil dari anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, "Untuk ukuran PU itu kecil, dia kan anggarannya Rp 100 triliun," tutupnya.

Ihsan: LDK, BEM-U Goes to BEM-F Proker Terdekat Kami

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Setelah ditetapkan SK dengan nomor SKEP/001/BEM-U/XI/2015 tentang Pengangkatan Sekertaris Kabinet, Sekertaris Umum, Bendahara Umum, dan Menteri dalam Kabinet Pahlawan BEM Unswagati tepat pada hari Pahlawan, Kabinet Pahlawan BEM Unswagati membuka open recruitment untuk posisi sekertaris umum, bendahara umum, sekertaris kabinet dan beberapa menteri diantaranya menteri koorinasi internal, menteri koordinasi eksternal, menteri ekonomi, menteri pendidikan, menteri advokasi dan kesejahteraan masyarakat, menteri sosial masyarakat, menteri olahraga dan seni budaya, dan menteri tekominfo.

Open recruitment untuk menteri dibuka pada 28 Oktober - 2 November dan wawancara pada 3-4 November. Dua minggu kemudian open recruitment untuk staf dibuka yaitu pada 11-15 November 2015, sementara wawancara pada 17 November. Dalam tahapan wawancara setiap pendaftar harus menjalani sesi wawancara dari presma dan jajaran menteri lainnya.

Total pendaftar ada 56 mahasiswa dan  yang diterima sejumlah 47. Pertimbangan yang diterima diantaranya komitmen, kompetensi, dan visi, "Kita menekankan pada komitmen dari setiap pendaftar, tidak masalah jika dia bergabung di ormawa lain asalkan tidak menempati posisi strategis, untuk Kabinet Pahlawan ini juga saya menginginkan pendaftar dengan kualitas rentang 20-100% karena kita akan diamanatkan ribuan mahasiswa di sini", ujar Ihsan, Presma periode 2015/2016. Ketika ditanya mengenai proker terdekat, Ihsan juga mengemukakan tentang beberapa hal diantaranya LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) yang akan dilaksanakan pada akhir November atau awal Desember. "Proker terdekatnya paling LDK, BEM-U goes to BEM-F, temu rektor dan refleksi anti narkoba", pungkas mahasiswa jurusan Manajemen semester lima ini.

Diksatrasia Kembali Adakan Bulan Bahasa

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Acara Bulan Bahasa yang diselenggarakan pada 24-26 November 2015 bertempat di kampus dua Universitas Swadaya Gunung Jati rutin diadakan oleh HMJ Diksatrasia (Himpunan  Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Acara ini diusung dengan tema “Meningkatkan kreativitas peserta didik dalam memperingati Bulan Bahasa”. Adapun tujuan diadakannya bulan bahasa menurut Page Iman selaku ketua pelaksana yaitu agar peserta didik di dorong untuk aktif, kreatif, inovatif dan bisa menjunjung tinggi bahasa, yaitu bahasa Indonesia.

Acara bulan bahasa diisi dengan lomba-lomba. Lomba untuk tingkat SD yaitu menulis surat pribadi dan mendongeng. Untuk tingkat SMP yaitu berpidato. Sementara itu untuk tingkat SMA yaitu Drama, “Dan kemarin sudah dilaksanakan lomba untuk tingkat SMA dan umum yaitu lomba baca puisi” ujar Jaki Yudin selaku Sie. Dokumetasi. “Antusiasme mahasiswa dalam menghadapi acara bulan bahasa ini lumayan aktif berperan, terutama dalam lomba baca puisi, dan Insya Allah kami tekankan untuk mahasiswa tingkat satu dan dua untuk wajib mengikuti seminar” tambahnya.

Masing-masing lomba berbeda-beda biaya pendaftarannya, untuk menulis surat pribadi, mendongeng, berpidato dan seminar yaitu Rp.30.000,00 sedangkan untuk drama yaitu Rp.85.000,00, “Hari sabtu ada seminar, dan sekaligus penutupan dari rangkaian acara bulan bahasa” tutupnya.

Cinta Alam Hanyalah Wacana

Tidak ada komentar

Selasa, 24 November 2015

Fotografi-Setaranews.com– Pada kenyataannya tak semua orang peduli terhadap lingkungan sekitar. Sungai yang lebih terlihat seperti got ini terletak di samping Universitas Swadaya Gunung Jati. Air yang  hitam dan eceng yang tidak terurus. Sungai yang sudah tidak layak ini dibiarkan begitu saja, tidak berfungsi seperti sungai pada umumnya.

Jorok, Sampah Berserakan di Perumahan Elit

Tidak ada komentar
Fotografi- Setaranews.com– Kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan masih jauh dari yang diharapkan. Kondisi perumahan elit yang terletak  di samping kiri Universitas Swadaya Gunung Jati ini sangat memperihatinkan. Perumahan tersebut  tampak bersih dari luar, namun terlihat sangat jorok di dalam. Sampah-sampah dibuang seenaknya saja.

UKM Seni dan Budaya Buka Pendaftaran Calon Anggota Baru

Tidak ada komentar

Minggu, 22 November 2015

Unswagati, Setaranews.com- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya Universitas Swadaya Gunung Jati membuka pendaftaran bagi mahasiswa Unswagati yang ingin bergabung bersama UKM Seni dan Budaya sejak tanggal 09-23 Desember 2015. Sampai dengan hari Rabu kemarin (18/11) tercatat sekitar 70 mahasiswa yang mendaftar. Adapun teknis pendaftarannya yaitu mahasiswa hanya datang ke sekretariatan UKM Seni dan Budaya untuk mengisi formulir dengan membawa persyaratan pas foto ukuran 3x4 sebanyak satu lembar sebagai pelengkap administrasi.

Kriteria bagi calon anggota yang akan diterima sebagai anggota baru UKM Seni dan Budaya yaitu 30% bakat, 20% pengalaman, dan 50% motivasi. Dari banyaknya mahasiswa yang mendaftar akan diadakan seleksi yaitu unjuk bakat dan pendidikan dasar hingga akhirnya akan dipilih 100 mahasiswa yang lolos menjadi anggota baru UKM Seni dan Budaya.

Tahun ini antusiasme mahasiswa baru untuk bergabung bersama UKM Seni dan Budaya berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Usaha-usaha yang dilakukan untuk menarik minat mahasiswa baru dengan cara publikasi melalui media sosial dan pemasangan pamflet di setiap kampus, “Selain melalui media sosial dan memasang pamflet, awalnya kita ingin membuka stand pendaftaran di tiga kampus namun karena beberapa kendala akhirnya kita hanya buka di sekre saja.” ujar Khory selaku koordinator pendaftaran.

Sebelum pendaftaran dibuka sudah banyak mahasiswa baru yang mendaftar, namun dikarenakan padatnya agenda UKM Seni dan Budaya, maka secara teknis hanya melakukan pendataan sementara bagi mahasiswa yang mendaftar, “Sebenarnya sebelum dibuka sudah banyak yang daftar, tapi saat itu kami belum menyediakan formulir jadi kami hanya mendata nama dan contact person saja, setelah dibuka hari senin, kami menginformasikan bahwa bagi yang mendaftar diharapkan datang ke sekre untuk mengisi formulir.” tambahnya.

Resmi Dilantik, DPM-U Siap Laksanakan Program Kerja

Tidak ada komentar

Kamis, 19 November 2015

Unswagati, Setaranews.com- Tujuh Mahasiswa yang telah resmi dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon pada Rabu (18/11) pukul 09.30 di Aula DANDENPOM III Cirebon telah mendapatkan porsi jabatannya masing-masing di DPM-U. Pembagian jabatan ini telah dilaksanakan sebulan sebelum pelantikan dihelat dengan menggunakan musyawarah mufakat. Struktur organisasi DPM-U sendiri dibentuk tanpa campur tangan Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) yang hanya ikut andil sekadar menjadi fasilitator atau penengah dari anggota DPM-U yang didelegasikan dari partai Persaudaraan dan partai Pendidikan, selebihnya anggota DPM-U melakukan diskusi internal sendiri dalam penempatan jabatannya.

Ketua DPM-U terpilih adalah Putra Nuzul dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dengan dibantu Sekretaris Jendral, Bendahara dan Komisi-komisi yang ada. Dalam pembagian komisi sendiri, terdapat empat komisi yaitu komisi A (legislasi) yang bertugas merancang rumusan-rumusan yang akan menjadi dasar-dasar, komisi B (pengawasan) yang bertugas mengawasi kebijakan dan peraturan yang berlaku termasuk budgeting (anggaran), komisi C (aspirasi dan riset) yang bertugas menampung aspirasi mahasiwa yang menjadi referensi dalam pembentukan Peraturan Organisasi Kemahasiswaan (POK) dan yang terakhir adalah komisi D (Humas) dengan tugasnya untuk membuka hubungan ke semua organisasi mahasiswa.

Dengan pembagian tugas yang telah jelas ini, Putra telah merancang Program kerja jangka dekat yang akan dilakukan oleh DPM-U, “Program kerja jangka dekat kami adalah menentukan AD/ART karena AD/ART merupakan landasan organisasi setelah itu adalah rapat per komisi agar terjalin koordinasi yang baik, lalu akan ada rapat koordinasi dengan BEM untuk program kerja dan setelah itu pembentukan POK.” jelasnya.

DPM-U dilantik, Presma Taruh Harapan Besar

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Dengan dilantiknya anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon pada Rabu (18/11), Ihsan Amala selaku Presiden Mahasiswa Unswagati yang ditemui SetaraNews.com ketika menghadiri acara pelantikan DPM-U di Aula DANDENPOM III Cirebon menyampaikan ucapan selamatnya kepada anggota DPM-U yang telah dilantik. Ihsan berharap agar DPM-U dapat memperkuat kesolidan dalam organisasi kemahasiswaan yang ada di Unswagati, “Sebelumnya saya mengucapkan selamat kepada kawan-kawan yang telah dilantik, harapannya agar kita bisa sama-sama membentuk tim yang solid dalam organisasi kemahasiswaan di Unswagati yang bersinergi untuk kepentingan mahasiswa, lembaga dan masyarakat luas.” ujar mahasiswa jurusan Manajemen ini.

Sesuai dengan tugas dari DPM-U sebagai legislasi yaitu legislatting (membuat aturan), controlling (mengawasi pelaksanaan anggaran dan tugas lainnya) dan budgetting (mengesahkan dan mengkritisi anggaran belanja), Ihsan juga menegaskan agar tugas-tugas tersebut dapat dilaksanakan dengan baik demi kepentingan mahasiswa, “Tugas Legislasi yang mencakup legislating, controlling, dan budgeting agar dilaksanakan sebaik mungkin oleh DPM-U untuk mahasiswa.” tutupnya.

Sedikit yang Hadir, Pelantikan DPM-U Berjalan Lancar

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Pelantikan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon (DPM-U) yang dilaksanakan Rabu (18/11) pada 09.30 berjalan dengan lancar. Acara ini sempat mengalami kemunduran waktu beberapa kali dalam pelaksanaannya karena beberapa hal, akhirnya pelantikan DPM-U ini selesai dilakukan. Meski acara terlambat hingga satu setengah jam dari jadwal yang telah ditentukan namun hal tersebut tidak mengurangi ketertiban acara sampai penutupannya.

Acara yang dihelat di Aula DANDENPOM III Cirebon ini dihadiri oleh Rektor Unswagati dan beberapa staf lainnya serta tamu undangan. Berdasarkan dari daftar tamu undangan tercatat hanya 25 orang yang menghadiri acara tersebut, padahal undangan telah disebar sebanyak lebih dari 50 surat yang masuk ke jajaran rektorat, staff kampus dan organisasi mahasiswa Unswagati, “Kalau kehadiran sih mau bagaimana lagi ya toh itu antusiasme mereka sendiri, karena sebenarnya kita telah menyediakan semuanya.” ujar Rais selaku koordinator penanggung jawab Pelantikan DPM-U.

Setelah dilantiknya 7 mahasiswa yang menjadi anggota DPM-U ini, Rais berharap agar kinerjanya dapat lebih baik lagi, “Ya semoga kinerja mereka di Dewan Perwakilan Mahasisa tingkat Universitas ini lebih baik lagi dari yang sebelumnya.” tutup mahasiswa jurusan Akuntansi tersebut.

Sempat Mundur, Pelantikan DPM-U Akhirnya Diadakan Besok

Tidak ada komentar

Rabu, 18 November 2015

Unswagati, Setaranews.com- Pelantikan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (DPM-U) akan diadakan besok, Rabu (18/11). Acara yang sempat mundur dilaksanakan akibat beberapa kendala salah satunya ketidakhadiran Rektor tersebut akhirnya dipastikan dapat terlaksana dengan diterimanya surat undangan dari Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) kepada Lembaga Pers Mahasiswa Setara yang merupakan salah satu Organisasi Mahasiwa (Ormawa) di Unswagati yang diundang untuk menghadiri acara tersebut.

Acara yang rencananya akan dihadiri oleh jajaran Rektorat, Seluruh Kepala Badan, Lembaga dan Satuan yang ada di Unswagati, Direktur Pasca Sarjana, Seluruh Dekan dan Wakil Dekan III Fakultas serta seluruh Ormawa Unswagati ini dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai. Pelantikan DPM-U merupakan bagian dari agenda Pemilihan Raya yang diselenggarakan oleh PPUM ini bertempat di Aula DANDENPOM III Cirebon.

Anggota yang dilantik menjadi DPM-U sendiri diusung oleh dua partai yang sempat bertarung di Pemira. Dua partai tersebut mendapatkan porsi yang berbeda dalam mengusungkan anggotanya sesuai dengan hasil perolehan suara. Partai Persaudaraan yang keluar sebagai pemenang mendapatkan kursi dengan proposisi sebanyak 60% dan Partai Pendidikan sebanyak 40% dari jumlah anggota DPM-U.

Kota Cirebon Raih Penghargaan Smart City

Tidak ada komentar

Minggu, 15 November 2015

Jakarta, SetaraNews.com – Dalam perhelatan Indonesian Smart Nation Award (ISNA) 2015 yang diselenggarakan oleh City Asia di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan Oktober silam, Kota Cirebon mendapatkan penghargaan sebagai smart region.
Seperti yang dilansir dari laman pikiran-rakyat.com, Jawa Barat (Jabar) mendapatkan anugrah penghargaan sebagai Smart Ragion dalam kategori Provinsi besar mengalahkan Jakarta. Tidak hanya itu, 5 Kabupaten/Kota di Jabar pun menyabet penghargaan Smart City diantarnya Kabupaten Bogor, Kota Cimahi dan Kota Cirebon.

Dari seluruh Provinsi, Kabupaten dan Kota yang berada di Indonesia, pada saat ajang ISNA 2015 tersebut dipilih 45 daerah yang mendapat pengahargaan Smart Ragion, Kota Cirebon masuk didalamnya. Dikatakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang dilansir dari metrotvnews.com Komitmen Jawa Barat terkait dengan kelembagaannya, regulasinya, dan implementasinya yang sudah cukup bagus. Contohnya dalam pengganggaran, semenjak awal sudah e-Budgeting, sehingga kita sudah tidak manual.

“Kemudian tendering, juga sudah menggunakan IT, bahkan kita paling lama. Kalau tempat yang lain baru dimulai 2012, sementara Jabar sudah sejak 2009 yang lalu," kata Ahmad Heryawan.

Penghargaan yang dirain oleh Jabar beserta daerah – daerah yang berada pada teritorial Jabar sesuai dengan konsep yang ingin selalu dikembangkan oleh Pemprov Jabar yaitu West Java Cyber Province.

“Penghargaan ini menandakan kesiapan Jawa Barat menghadapi era pemerintahan berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK),” ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Jawa Barat Dudi Sudradjat Abdurachim.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Film Megah yang Memiliki Akhir Cerita Pasaran

Tidak ada komentar

Sabtu, 14 November 2015

Pernah dengar nama Hayati dan Zainuddin? Keduanya adalah nama tokoh utama dalam novel best-seller karya Buya Hamka yaitu Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah film. Diperankan oleh Herjunot Ali sebagai Zainuddin, Pevita Pearce sebagai Hayati dan Reza Rahadian sebagai Aziz. Film ini berkisah mengenai Hayati dan Zainuddin yang saling jatuh cinta tapi tidak dapat bersatu karena latar belakang sosial yang berbeda.  Atas paksaan keluarganya Hayati menikah dengan seorang laki-laki kaya yang lebih terpandang bernama Aziz. Zainuddin yang kecewa memutuskan merantau ke tanah Jawa untuk berjuang lebih keras hingga menjadi seorang penulis terkenal yang karya-karyanya diakui seluruh Nusantara. Ditengah gelimang harta dan ketenarannya dalam sebuah pertunjukan opera, Zainuddin kembali bertemu Hayati, kali ini bersama Aziz, suaminya. Suatu hari Aziz bangkrut lalu meminta bantuan pada Zainuddin dengan kerendahan hati Zainuddin membantu Aziz dan Hayati, termasuk menampung mereka dirumahnya. Aziz yang telah merasa gagal dalam hidupnya memilih bunuh diri. Pada akhirnya, kisah cinta Zainuddin dan Hayati menemui ujian terberatnya. Hayati pulang ke kampung halamannya dengan menaiki kapal Van der Wijck. Di tengah-tengah perjalanan, kapal yang dinaiki Hayati tenggelam. Sebelum kapal tenggelam, Zainuddin mengetahui bahwa Hayati sebetulnya masih mencintainya.

Mengambil setting di tahun 30-an, tim dari Soraya Intercine Films telah mampu memperlihatkan pada penonton gambaran tahun tersebut yang ternyata amat indah, klasik dan megah. Wajar bila digadang-gadang film ini menghabiskan biaya produksi yang amat tinggi. Bayangkan saja tim produksi harus menyesuaikan keadaan ditahun 30-an, dari mulai busana, properti dan replika kapal Van Der Wijck yang hanya ada di Belanda. Banyak pengamat film awam yang menyebut bahwa film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck mirip Titanic, tapi bagi penulis kedua film tersebut tidak memiliki keterkaitan. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck melakukan pengambilan setting di berbagai tempat termasuk pulau Sumatra dan Jawa, rentetan peristiwa pun terjadi jauh sebelum keberangkatan kapal Van Der Wijck, puncaknya Hayati menaiki kapal Belanda terbesar yang pernah dibuat tersebut, dalam perjalanan pulang ke Batipuh, kampung halamannya sedangkan Titanic melakukan pengambilan setting lebih banyak di kapal dan rentetan peristiwa pun terjadi didalam kapal.

Tatanan film ini begitu klasik dan megah, dari mulai musik sampai pengambilan gambar yang eksotis. Adegan yang paling penulis suka adalah saat Hayati tenggelam di dalam lautan lalu masih sempat menatap foto Zainuddin yang lepas dari genggamannya dengan backsound suara Hayati tentang isi surat perpisahannya yang sendu untuk Zainuddin. Terasa begitu manis, cantik dan dramatis. Sepintas seperti melihat satu film Hollywood yang berkelas tapi yang membedakan adalah bagaimana jalan ceritanya disuguhkan. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck terlalu banyak memasukkan adegan tidak penting, seperti beberapa adegan humor yang terkesan dipaksakan. Seharusnya untuk film romance yang penuh tragedy kurang tepat bila memasukkan unsur humor didalamnya. Emosi yang terbangun menjadi tidak sempurna. Lalu, di beberapa bagian, bagi penulis akting Herjunot terkesan berlebihan (lebay), misalnya dalam adegan menangis, sehingga menjadi lucu, bukannya membuat penonton terharu malah tertawa. Begitupun dengan akting Pevita, di beberapa bagian sedikit datar sehingga penonton tidak bisa merasakan emosinya. Di sini yang patut diapresiasi adalah akting Reza Rahadian yang memerankan tokoh antagonis begitu apik.

Terpampang jelas film ini dibuat tidak semata untuk mengapresiasi sebuah karya sastra besar Indonesia, tetapi juga meraih keuntungan dengan mengikuti selera pasar, membuat akhir-cerita bahagia yang malah jadinya seperti dipaksakan. Hayati memang meninggal dunia, Zainuddin bersedih lalu (lagi-lagi) memilih bangkit dari kesedihannya dan membangun sebuah panti asuhan yang diberi nama “Hayati” di rumah super-besarnya. Jauh berbeda seperti apa yang dikisahkan di dalam novel, setahun setelah kepergian Hayati, Zainuddin sakit lalu meninggal dunia karena amat bersedih kehilangan semangat hidupnya. Akhir cerita, di dalam film sebenarnya memiliki makna mendalam, mengingatkan kita sebesar apapun kesedihan yang dihadapi, kita harus bangkit, karena kejatuhanmu bukanlah awal dari kesedihanmu tapi awal dari kebangkitanmu. Tetapi dalam menerapkannya atau mengekspresikannya Zainuddin terlihat terlalu baik-baik saja untuk ukuran tokoh laki-laki melankolis, dua kali kehilangan Hayati, perempuan yang amat dicintainya, yang terakhir dalam konteks benar-benar kehilangan, tidak akan bisa kembali lagi. Penulis sendiri lebih suka akhir-cerita didalam novel, lebih selaras dan berkelas. (Fiqih Dwi)

Parkir di Pinggir Jalan, Keamanan Dipertanyakan

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Sudah menjadi pemandangan yang biasa bila di pinggir jalan depan kampus Universitas Swadaya Gunung Jati penuh dengan kendaraan seperti motor dan mobil. Hal ini terjadi di setiap kampus Unswagati, baik kampus 1, kampus 2 maupun kampus 3.

Alasan mahasiswa parkir di pinggir jalan yaitu karena praktis meskipun mereka paham betul keamanan tidak terjamin, “Karena praktis tidak usah parkir ke belakang kalo pas kuliah ruangannya di depan, akan tetapi jika parkir di pinggir jalan keamanannya belum terjamin, sama sekali tidak aman” ujar Zaki Yudin Mahasiswa FKIP saat ditemu Setaranews.

Tidak sedikit mahasiswa yang memilih parkir di pinggir jalan ketimbang parkir di tempat yang disediakan oleh pihak Universitas walaupun dengan resiko yang sangat besar, “Soalnya lebih deket aja kalau parkir di pinggir jalan, terus juga biar jalan pulangnya bareng sama temen-temen, kalau masalah khawatir tidak ya sebenarnya sih khawatir, cuma yakin saja tidak ada apa-apa” jelas Nizha Ununi mahasiswa tingkat 2 FKIP.

Dengan berbagai alasan yang berbeda-beda seperti sudah menjadi hal yang sepele jika di pinggir jalan penuh dengan kendaraan mahasiswa, “Soalnya kadang parkiran yang di dalam penuh, waktu dulu sih keamanannya kurang, tetapi pas sekarang saja ada penjaga parkirnya, tapi nyesekin jalan” ujar Bayu mahasiswa Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia.

Keluarga Mahasiswa Unswagati Telah Kirimkan Dana Untuk Korban Asap

Tidak ada komentar

Selasa, 10 November 2015

Unswagati, Setaranews.com – Keluarga mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati telah mengirimkan dana untuk korban asap di Sumatera dan Kalimantan kemarin (9/11). Dana yang terkumpul sejumlah Rp. 2.928.500,00  didapat pada saat acara refleksi sumpah pemuda yang dilaksanakan pada 28 Oktober 2015.

Dana  diperoleh dari kampus utama, kampus 2, dan kampus 3 unswagati, “kampus unswagati ada 3 dibagi, ada yang di kampus utama ada yang di kampus 2 dan yang di kampus 3 sehingga total yang terkumpul sampai malam hari Rp. 2.928.500,00” ujar Jaka selaku anggota keluarga mahasiswa yang mengirim dana.

Dana tersebut dikirim melalui Muhammad Ihsan Aziz, beliau selaku relawan dari Makasar yang akan pergi langsung ke tempat bencana.
Dalam pengirimannya Jaka tidak mengirimkan sesuai jumlah yang terkumpul, melainkan mengirim dengan jumlah Rp. 2.920.000,00. Hal ini dikarenakan bank tidak menerima uang dengan pecahan lima ratus rupiah, jadi sisa Rp.8.500,00 diberikan kepada pengemis di pinggir jalan.

Ternyata Pecinta Alam yang Tersambar Petir di Ipukan Binaan Mapala Gunati

Tidak ada komentar

Senin, 09 November 2015

Kuningan-setaranews.com Kabar duka datang dari bumi perkemahan Ipukan Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Sabtu siang (7/11) sebanyak tujuh orang tersambar petir di daerah yang masih masuk kawasan Palutungan tersebut. Tragisnya empat orang dinyatakan tewas.

Mereka yang dinyatakan tewas adalah siswa dan alumni SMAN 1 Jamblang yang tengah mengikuti acara pelatihan dasar yang dilaksanakan Pecinta Alam SMAN 1 Jamblang. Selain itu tiga lain yang dinyatakan selamat langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sekar Kamulyaan Ciugur Kuningan. Tiga orang yang selamat adalah dua siswa SMAN 1 Jamblang dan mahasiswa Universitas Muamadiah Cirebon yang juga tengah mengadakan acara di Ipukan.

Kabar ini juga menjadi duka bagi Mapala Gunati Unswagati. Bagaimana tidak, pecinta alam SMAN 1 Jamblang adalah binaan mapala Gunati.

“Deket banget bung, mereka sering ke Gunati. PA (Pecinta alam:red) SMAN 1 Jamblang binaan anak-anak gunati” ujar Warsono mantan ketua umum Mapala Gunati ketika ‘Setara’ hubungi via pesan singkat.

Masih dari narasumber yang sama, Mapala Gunati telah mengunjungi rumah sakit Arjawinangun untuk melayat korban tewas.

“iya ini kita lagi di RSUD Arjawinangun” tandasnya

Menonton Drama Korea Sama Dengan Keliling Korea

Tidak ada komentar

Minggu, 08 November 2015

Opini-Fenomena Gelombang Korea (Korea Wave atau istilah setempat adalah “hallyu”) istilah untuk menandai fenomena kebangkitan budaya populer korea, diantara korea wave salah satunya ada drama televisi. Mungkin saat ini drama korea tidak sepopuler tahun-tahun sebelumnya, akan tetapi Drama korea sempat mendapat perhatian khusus di hati pemirsa indonesia. Kebanyakan dari penikmat drama korea adalah umumnya kaum hawa baik remaja hingga dewasa. Ada beberapa stasiun tivi yang berlomba-lomba  menayangkan drama korea, hingga pada akhirnya hanya tersisa satu stasiun tivi yang masih tetap menayangkan drama korea hingga saat ini.

Kenapa drama korea begitu menarik? Kenapa setelah menonton drama korea kita jadi tertarik dengan budaya korea?  Dan kenapa kita jadi ingin berkeliling korea? Mungkin pertanyaan ini sama halnya dengan pemirsa yang pernah menonton drama korea. Karena penulis pernah bertukar cerita, dengan teman yang pernah menonton drama ia pun memiliki pertanyaan yang sama.

Bisa dikatakan jika Drama korea tak hanya sekedar industri pembuatan sinema semata. Lebih dari itu, drama korea tak terlepas dari kebangkitan ekonomi dan budaya korea selatan.

Pemerintah pun ikut andil dalam kemajuan industri hiburan di korea, dengan cara mendukung dan membantu pembangun industri . Serta menjadikan industri ini sebagai sarana untuk mempromosikan kebudayaan korea terhadap khalayak banyak.

Tak heran jika drama korea selalu mengajak kita mengenal budaya korea. Baik nilai-nilai yang dianut, seperti hormat terhadap yang orang lebih tua. Hingga makanan tradisional, siapa yang tak tau kimchi? Setiap adegan makan-makan pasti mereka makan-makanan khas korea tersebut. sadar atau tidak pasti yang menonton ingin mencoba makanan tersebut.

Dalam pembuatan drama korea selalu memakai latar belakang tempat wisata. Baik tempat wisata alam seperti nami island latar belakang drama winter sonata, Wisata bersejarah seperti daejanggeum theme park latar belakang jewl in the palace, dan ada juga kompleks perkampungan tiruan seperti Petite France latar belakang Secret Garden.

Dalam drama korea kita mengenal karakter bangsa tersebut, mereka mempunyai rasa cinta terhadap negara hingga kerja keras yang begitu hebat, ini bisa dilihat dari berbagai drama contohnya drama musikal dream high. Dalam drama tersebut terlihat sekali para siswa yang berlatih musik dengan keras. Dari drama lainnya school 2015, seorang siswa yang jago renang tahu jika tidak latihan sehari, maka ia tidak akan menang dalam perlombaan.

Nyatanya jam sekolah remaja korea dari pagi hingga sore (08:00-18:00), belum lagi mereka diharuskan mengikuti les. Untuk bisa memasuki perguruan tinggi adalah suatu kebanggaan dan serta tidak mudah diperoleh. Maka dari itu dalam drama korea pelajar SMA mati-matian belajar demi bisa lulus ujian dan masuk keperguruan tinggi.

Dalam drama korea juga terdapat pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton, intinya kerja keras akan membuahkan hasil entah soal cinta, karir ataupun sekolah. Karena kerja keras tidak akan mengecewakan, karena sesuatu yang didapatkan harus selalu dengan kerja keras.

Keunggulan lain dari drama korea adalah selalu kreatif dan inspiratif dalam setiap adengan dan dialog yang ditampilkan. Bahkan bebarapa dari kalimat dialog bisa dijadikan motivasi.

Penjiwaan akting para pemain nya pun perlu acungi jempol. Setiap drama korea selalu dikemas dengan apik oleh sang sutradara hingga tidak menimbulkan kesan bosan bagi pemirsa. Episode drama korea pun tidak terlalu panjang serta jalan ceritanya pun tidak monoton. Tak bisa dipungkiri jika para pemain drama korea memiliki wajah yang begitu cantik dan tampan, serta memiliki kulit yang begitu putih.

Sinetron indonesia bisa belajar banyak dari drama korea diantaranya dari sisi teknis, strategi pemasaran, manajemen hingga etos kerja para pekerja seni.

Cara pemerintah korea memberi dukungan terhadap industri hiburan perlu di contoh oleh pemerintah indonesia, serta menjadikan industri hiburan di negri kita sebagai sarana memperkenalkan kebudayaan dalam negri bukan hanya kepada masyarakat dunia akan tetapi kepada warga negara sendiri.

Meski korea selatan dan korea utara masih dalam suasana perang, tapi korea selatan bisa memproduksi drama-drama yang mampu memperkenalkan kebudayaan korea selatan, bagaimana dengan indonesia? Apa kabar sinetron indonesia saat ini? Setidaknya sinetron indonesia bisa mencontoh drama korea dalam mempromosikan budaya, Semoga industri sinema di negara kita, bisa mengalami perubahan menjadi yang lebih baik, dan lebih mengutamakan kekuatan cerita dibandingkan mementingkan jumlah episode.

Penulis adalah Dinda A.Lestari

Mahasiswa Tingkat Tiga Ilmu Komunikasi

 

 

 

 

Dana Kemahasiwaan Disamaratakan

Tidak ada komentar

Sabtu, 07 November 2015

Unswagati, Setaranews.com- Dana kemahasiswaan atau dana bagi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) sudah turun. Seperti yang diutarakan oleh Dudung Hidayat, SH, MH, pada Selasa (03/11), “Dana kemahasiswaan sudah turun, tapi sosialisasi mengenai berapa nilainya perunit kegiatan mahasiswa itu nanti akan kita sampaikan, untuk tahun sekarang ada kenaikan walaupun kenaikannya tidak sebagaimana yang diharapkan oleh para mahasiswa juga oleh saya, saya juga minta kenaikannya agak besar karena banyak kegiatan kemahasiswaan yang tidak tercover, tetapi walaupun seperti itu alhamdulillah ada kenaikan dari tahun kemarin” ujarnya.

Dana tersebut sudah lama turun melalui rapat kerja Universitas dan telah ditetapkan sekitar dua bulan yang lalu. Selain itu sudah mendapat Surat Keputusan (SK) oleh yayasan, “usulan saya sih besar tapi pada akhirnya dikabulkannya sekian itu kan sudah berbagai pertimbangan bukan hanya Universitas saja, tetapi juga dari yayasan dengan melihat aspek keuangan lembaga juga” tambahnya.

Pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun sekarang dana setiap ormawa disamakan, “setiap ormawa mendapat dana yang sama termasuk UKM olahraga yang terdiri dari beberapa divisi juga disamakan agar tidak menimbulkan kecemburuan adapun karena ada kegiatan-kegiatan lain ada stimulan misalnya seperti penggunaan lapangan karena kita belum punya fasilitas maka kita akan bantu walaupun tidak full seperti tahun kemarin"  tambahnya.

Inilah Sebab Terjadinya Kabut Asap

Tidak ada komentar
Setaranews.com – (05/11) Kabut asap yang melanda sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan sudah menjadi perbincangan serius sejak bulan Agustus lalu. Bencana asap di Kalimantan dan sumatera merupakan bencana alam namun bencana ini terjadi karena beberapa faktor seperti faktor iklim dan faktor manusia yang disebabkan oleh kekeringan yang berkepanjangan serta perusahaan-perusahaan  yang berkepentingan dengan cara membakar hutan agar lebih mudah membasmi gambut.

Lahan yang sudah gundul dijadikan perkebunan seperti perkebunan sawit dan perkebunan karet. Akibat penegakan hukum yang rendah maka pelaku-pelaku (red:pengusaha perkebunan) dengan sendirinya me-legal kan pembakaran hutan guna membasmi gambut karena dengan cara membakar lebih mudah dan lebih menekan biaya operasional. Namun, dampak yang terjadi adalah kabut asap yang tebal hingga mengganggu pernapasan warga sekitar. Banyak yang mengecam aksi pembakaran hutan ini salah satunya adalah Ahmad Faqih selaku dekan Fakultas Pertanian, “untuk perusahaan- perusahaan yang menjadi dalang diberi sanksi dicabut izin usaha dan oknum dipenjarakan karena sudah ada UUD tentang  perusakan lingkungan terlihat kebanyakan dari perusahaan asing dari perkebunan karet dan sawit" ujarnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh salah satu mahasiswa pertanian yang mengatakan bahwa pelaku seharusnya mendapat sanksi. Bila pelaku adalah perusahaan maka sanksi yang diberikan adalah mencabut izin usahanya, sementara itu bila pelaku adalah perorangan maka sanksi yang diberikan yaitu mendapat hukuman pidana.

Untuk menanggulangi bencana  ini seharusnya setiap Negara berkontribusi dalam mengurangi dampak kabut asap bahkan mengurangi kebakaran hutan yang terjadi, “seharusnya ada kontribusi dari Negara penyumbang perusakan ozon, menurut hasil konverensi Negara Indonesia berkewajiban mengelola hutan tropis sebagai paru-paru dunia, maka jika sesuatu terjadi pada hutan di Indonesia maka Negara lain harus berkontribusi dalam menangani masalah ini” lanjut Ahmad Faqih selaku dekan Fakultas Pertanian.

Opini : Ironi Tradisi Bagi Mahasiswa Baru

Tidak ada komentar

Jumat, 06 November 2015

Penyambutan bagi mahasiswa baru di setiap Perguruan Tinggi menjadi agenda rutin setiap pergantian tahun ajaran, dengan mahasiswa baru sebagai peserta dan para pendahulu (baca:senior) sebagai panitia pelaksana kegiatannya. Tradisi tahunan seperti ini mengandung unsur kenangan dan pengalaman tersendiri baik bagi pelaksana maupun bagi peserta menurut tahun angkatannya.

Tradisi tahunan yang dilakukan di Perguruan Tinggi tempat penulis menuntut ilmu (Unswagati-Cirebon) ini bertajuk Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di mulai dari tingkatan Universitas hingga tingkatan Fakultas. Tradisi ini sebagai langkah untuk mengenalkan mahasiswa baru kepada kehidupan yang ada di kampusnya.

Kemudian setelah melalui tahapan PKKMB tingkat Fakultas, penulis masih harus melewati tahap tradisi selanjutnya, yakni tradisi yang bertajuk Kemah Bhakti bagi Mahasiswa. Tradisi seperti ini bertujuan untuk mengajarkan mahasiswa baru kepada lingkup kompetensi dan bidang Fakultasnya masing-masing, dengan konsep bakti sosial dalam rangka mewujudkan mahasiswa yang peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat dan dapat mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian).

Penulis merupakan salah satu peserta dari Kemah Bakti bagi Mahasiswa salah satu Fakultas di Unswagati yang baru saja terlaksana. Kegiatan yang bertajuk “bakti sosial” tersebut seakan jauh dari maksud dan tujuannya, Seakan peserta turun ke masyarakat hanya formalitas semata. Tidak ada maksud dari penulis untuk mengungkit kekurangan suatu kegiatan yang sudah dilakukan dengan persiapan yang maksimal, karena ketika suatu kegiatan tidak adanya kesempurnaan semata-mata karena keterbatasan yang memang tidak bisa dihindari. Akan tetapi yang penulis sayangkan dalam kegiatan yang memang rutin dilakukan tersebut masih saja ada adegan perpeloncoan yang dilakukan oleh pendahulu (baca:senior) dan tamu yang terdiri dari mahasiswa non semester dan alumni Fakultas Kami serta beberapa tamu yang berasal dari luar Fakultas kami (data menurut panitia pelaksana).

Kegiatan perpeloncoan tersebut dilakukan sebagai syarat untuk mendapatkan jas almamater, padahal jas almamater merupakan hak kami sebagai mahasiswa baru ketika sudah diterima sebagai mahasiswa di Universitas ini. Maka sudah seharusnya untuk mendapatkannya pun tidak harus dengan cara yang sedemikian rupa menyiksa kami. Kegiatan perpeloncoan ini dengan skenario yang sedemikian rupa dikonsepkan, pada malam terakhir kegiatan. Mulai dari tengah malam kami dikumpulkan dan dibentak-bentak kemudian dicari-cari kesalahan kami, hingga keliling hutan sampai pagi. Pada saat keliling hutan, kami diberikan beberapa materi dan sedikit dikerjai oleh oknum. Alasan perpeloncoan tersebut disampaikan untuk membentuk karakter dan mental kami, karakter yang seperti apa dan mental yang bagaimana ?.

Dewasa ini masih banyak cara yang dapat dilakukan kalau ranahnya untuk mendidik, tidak harus dengan cara mengintimidasi psikologi kami, karena penulis yakini cara seperti itu sudah menjadi budaya dan kami hanya pelampiasan dan korban tradisi semata. Ayolah kita lakukan budaya “jangan membenarkan kebiasaan akan tetapi membiasakan kebenaran”.

Pada perpeloncoan tersebut banyak penulis temui pula dari beberapa agen pendidik (baca:pelaku perpeloncoan) yang terdiri dari pendahulu di Fakultas kami dan tamu non Fakultas kami membentak dan mendidik dengan kondisi mulut beraroma minuman khas alkohol. Sekarang apa layak kami dididik oleh orang yang dalam kondisi pengaruh alkohol ? dan apakah pendidik tersebut merupakan orang yang terdidik ?.

Maka dari itu sangat penulis harapkan bagi generasi selanjutnya agar melakukan terobosan baru demi perubahan yang lebih baik, dengan pendidikan tanpa adanya unsur perpeloncoan. Sekarang saatnya hentikan tradisi turun temurun perpeloncoan untuk pembaharuan di lingkungan pendidikan.

(Mahasiswa Unswagati)

Tidak Menyangka Bakal Terpilih Sebagai Ketua Umum

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Mahasiswi ini tidak menyangka sebelumnya bahwa dirinya akan terpilih sebagai Ketua Umum UKM Seni dan Budaya, ia adalah Ade Anna Angelena, seorang Mahasiswi tingkat 2 Fakultas Ekonomi Unswagati.

Dalam pelaksanaan serah terima jabatan yang bertempat di Denpom kota Cirebon. Acara ini berlangsung dari pukul 15.00-16.30 WIB dengan dihadiri perwakilan dari berbagai tamu undangan yang terdiri dari beberapa ormawa dan pihak Rektor.

“Saya tidak menyangka, awalnya belum siap tapi sudah terpilih. Kedepannya saya berharap bisa membawa UKM Seni dan Budaya lebih baik lagi,” ujarnya kepada setaranews.com.

Sementara itu, ketua umum sebelumnya yaitu  Moh. Khory. A brharap kepengurusan selanjutnya tetap bisa menjaga nama baik organisasi dan membawanya lebih kreatif dan masih bisa berkarya dan berkesenian.

“Harapan untuk kedepannya bisa menjaga nama baik UKM Seni & Budaya, proses kreatifnya efektif, memenuhi hak anggota menghasilkan karya lebih baik lagi, dan disukai masyarakat khususnya", pungkas mahasiswa akuntansi semester 7 ini.

Adapun ketika ditanya mengenai kendala satu tahun kepengurusannya, Moh. Khory. A menuturkan bahwa SDM yang tidak mempunyai kesadaran merupakan salah satu kendala yang dihadapi pada masa kepengurusannya, alasan lainnya adalah fasilitas yang tidak memadai, juga latihan tidak normal.

“Kendala selanjutnya adalah ketika ada SK Pejabat Sementara Presiden Mahasiswa (PJs Presma) yaitu pada 5 Agustus, setelah dinonaktifkan sebagai ketua umum UKM Seni & Budaya, dua bulan terakhir ini untuk posisi ketua umum saya serahkan kepada PJs ketua umum,” tutupnya.

Presma Unswagati Terpilih Rencanakan Program Kerja Jangka Pendek

Tidak ada komentar

Kamis, 05 November 2015

Unswagati, Setaranews.com- Unswagati kini telah memiliki Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU) yang baru atau biasa disebut Presiden Mahasiswa (Presma). Setelah dilantik oleh Universitas secara resmi dalam beberapa pekan yang lalu, tentunya saat ini sudah  menmpunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk melaksanakan amanah dan program kerja yang akan dilaksanakan.

Berikut program kerja yang akan dilaksanakan dalam jangka pendek sekitar tiga bulan kedepan seusai diwawancarai (30/10). Dalam waktu terdekat ini setelah Presma dan Wapresma sudah dilantik secara resmi,akan adakan Open Recruitment Kabinet dari seluruh Fakultas setelah itu akan diadakannya LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) bagi para anggota kabinet yang sudah terpilih dan bergerak langsung menampung aspirasi Mahasiswa yakni “Goes to BEMF”,untuk menerima aspirasi secara langsung dari Mahasiswa. Selain daripada itu akan adakan kegiatan kebersihan dan seminar.

Seperti yang ditutukan oleh selaku Ketua Presma Ihsan,”Yang terpenting komunikasi selalu ada dan berkelanjutan antar Mahasiswa dan Organisasi Mahasiswa”.Tutupnya ketika diwawancarai.

Ciptakan Kader Baru, KBS Pertanian Dilaksanakan

Tidak ada komentar

Selasa, 03 November 2015

Unswagati, Setaranews.com- Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon kembali mengadakan Kemah Bakti Sosial (KBS) yang bertempat di Bumi Perkemahan Cisurian Desa Cisantana Kecamatan Cigugur kabupaten Kuningan. Acara ini berlangsung selama tiga hari sejak Sabtu (31/10). Peserta dari kegiatan ini ialah Mahasiswa Pertanian dari tingkat I Agribisnis dan Agroteknologi yang berjumlah 107 mahasiswa.

KBS sudah menjadi agenda rutin bagi Fakultas Pertanian yang bertujuan mewujudkan mahasiswa yang menjunjung tinggi Tiga Pilar Perguruan Tinggi yakni penelitian, pendidikan, dan pengabdian.  Kegiatan berkemah ini diharapkan dapat menjalin solidaritas antar sesama. Selain itu ada pula kegiatan observasi langsung kepada petani setempat guna mengetahui secara langsung keadaan pertanian saat ini dan dapat berinteraksi dengan petani maupun lingkungan sekitar.

Seperti yang dituturkan oleh salah satu peserta KBS, Revy Agustian, ”saya senang dengan kegiatan ini, semoga apa yang telah disampaikan di sini dapat menjadi pelajaran di perkuliahan”, tuturnya. Selain itu Ketua Pelaksana KBS menuturkan,”selain kegiatan sosial, tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan kader-kader baru yang memiliki sikap berani, kritis dan berwawasan luas”, jelas Eka.

Rekam Lensa : Saat Kampus Sepelekan Fasilitas Parkir

Tidak ada komentar

Minggu, 01 November 2015

Fotografi-Setaranews.com Universitas yang disebut sebagai Universitas terbesar di Ciayumajakuning itu nyatanya masih belum bisa penuhi lahan parkir yang memadai untuk seluruh mahasiswa. dampak dari itu, Mahasiswa harus parkir di bahu jalan dengan tingkat keamanan minim

              



 

Rektor Tak Bisa Hadir, Pelantikan DPM-U Mundur

Tidak ada komentar

Sabtu, 31 Oktober 2015

Unswagati, Setaranews.com- Pelantikan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang direncanakan hari ini, Sabtu (31/10) diundur, Tertundanya acara tersebut dikarenakan Rektor danWakil Rektor III selaku bidang kemahasiswaan tidak bisa hadir jika pelantikan diadakan pada hari ini.

Alasan absen tersebut dikarenakan Warek III yang sedang melanjutkan studi S3-nya di Bandung pada Jumat dan Sabtu, sedangkan alasan dari Rektor sendiri kurang jelas. Selain itu, keterlambatan jadwal pelantikan juga dikarenakan Surat Keputusan yang belum turun.

Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa untuk sementara masih memikirkan jadwal pelantikan DPM-U, dikarenakan ada kendala waktu yang dihadapi untuk pelantikan ini mengingat pelantikan akan bentrok dengan jadwal Ujian Tengah Semester yang sedang dihadapi mahasiswa dalam waktu dekat, namun, Azis selaku ketua PPUM memastikan bahwa pelantikan DPM-U ini akan dilaksanakan paling lambat setelah UTS berakhir.

“Ya pokoknya saya perkirakan paling lambat setelah UTS selesai lah pelantikan sudah dilaksanakan.” Ujarnya mantap.

Mahasiswa Unswagati Galang Dana Korban Asap

Tidak ada komentar

Jumat, 30 Oktober 2015

Unswagati, Setaranews.com- Keluarga Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) bersatu melakukan penggalangan dana bagi korban asap di Sumatera dan Kalimantan pada Rabu (28/10) di ketiga Kampus Unswagati. Hal ini mendapatkan sambutan baik dari seluruh mahasiswa, dosen bahkan khalayak umum yang berada di  kampus Unswagati seperti petugas kebersihan hingga satpam pun ikut berpartisipasi. Sumbangsih ini bersifat sukarela namun besar atau kecil yang diberikan tentunya sangat berarti bagi saudara kita yang kini sedang berduka menjadi korban asap.

Seperti yang diungkapkan oleh Presiden Mahasiswa Unswagati, Ihsan menuturkan, “semoga pemerintah dapat mempertegas peraturan dengan adanya musibah ini” tuturnya. Dengan adanya korban yang semakin banyak berjatuhan terutama terserang gangguan pernafasan yang menyerang anak kecil serta balita dengan sistem kekebalannya yang belum optimal, jelas sangat perlu adanya ketegasan hukum mengingat bencana asap yang disebabkan pembakaran secara besar-besaran ini memerlukan waktu yang sangat panjang untuk memperbaiki keadaan menjadi pulih kembali. Dengan adanya musibah di tanah air, kita patut untuk introspeksi diri dan saling bahu membahu dalam mencari solusi atas peristiwa yang menimpa Indonesia saat ini.

 

Bangun Semangat Mahasiswa Melalui Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com- Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10), Keluarga Mahasiswa mengadakan kegiatan penggalangan dana bagi korban asap. Untuk mempersatukan kembali semangat para pemuda terutama Mahasiswa Unswagati, diadakan mimbar bebas di depan halaman parkir Kampus I Unswagati. Selain itu, ada tari topeng, puisi berantai, musik akustik, diskusi dengan dihadiri oleh seluruh perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Unswagati.

Selain dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, kegiatan yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa ini diharapkan akan terus berlanjut untuk kegiatan-kegiatan berikutntya agar Mahasiswa Unswagati bersatu. Ikatan yang dikoordinatori oleh Warsono (Mahasiswa FISIP) mendapatkan sambutan yang sangat baik terutama dari mahasiswa yang ikut berpartisipasi.

Seperti yang dikatakan oleh Presiden Mahasiswa Unswagati, Ihsan “meski dalam mempersiapkan kegiatan ini kurang dari sehari, namun dengan semangat para mahasiswa, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik” tuturnya. Isi dari diskusi yang telah dilaksanakan ternyata banyak memunculkan semangat baru dan inspirasi bagi semua mahasiswa. Sementara itu, kedepannya ikatan ini akan menjadi ruang publik sebagai sarana bagi mahasiswa dalam menampung aspirasi.

Duka Kita Untuk Etika Mahasiswa

Tidak ada komentar

Rabu, 28 Oktober 2015

SetaraNews-Opini, Mahasiswa merupakan salah satu komponen yang berada di lingkungan pendidikan tinggi, baik yang berbentuk universitas, institut, maupun akademik. Menyandang gelar mahasiswa merupakan sebuah kebanggan dan tantangan tersendiri bagi penyandangnya, betapa tidak peran mahasiswa sangat dibutuhkan bagi perubahan bangsa menuju perubahan yang lebih baik, serta dapat berperan dalam penyelesaian segala permasalahan yang dihadapi bangsa. Maka dari itu seorang mahasiswa harus peka terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di sekitarnya.

Banyak yang beranggapan bahwa mahasiswa adalah cucu ilmu pengetahuan dan merupakan kaum intelektual. Disebutkan pula bahwa perguruan tinggi merupakan tempat dimana intelektual seorang mahasiswa diasah, dilatih, dan dikembangkan, sehingga melalui intelektual yang mereka miliki dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di sekitarnya.

Namun pengoptimalan intelektualitasnya harus pula diiringi dengan etika dan moral bagi seorang mahasiswa, karena dengan bersatunya intelektual, moral, dan etika akan menyatupadukan antara pikiran, hati, dan nuraninya sebagai manusia, yakni makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

Akan tetapi sekarang ini nampaknya peranan moral dan etika sudah tidak menjadi hal yang dipentingkan lagi, dan terkesan berprinsip “semau gue”. Padahal dengan anggapan sebagai kaum intelektual seperti ini sudah seharusnya sebagai seorang mahasiswa harus cerdas pula dalam bertindak, sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Segala hal yang dilakukan pasti akan dipertanggungjawabkan, baik dengan diri sendiri maupun dengan masyarakat secara umum.

Akhir-akhir ini sering kita lihat beberapa oknum mahasiswa sering memasuki kawasan screen house Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Jati ketika kondisi pagar kala itu dalam keadaan terkunci. Kalangan oknum mahasiswa tersebut memasuki kawasan screen house dengan cara melompati pagar alias “ngancleng pager”, bak ninja yang ada pada film legenda Jepang.

Apakah layak seorang mahasiswa yang notabene adalah seorang intelektual untuk melakukan hal seperti itu ?. tentu tidak!. Kenapa ?. karena ketika tempat atau kawasan tersebut dalam keadaan terkunci, menandakan adanya larangan tidak boleh memasuki kawasan tersebut kecuali dengan membuka kuncinya. Lantas ketika pagar dilompati dan pintu sudah tidak dihormati, lalu apa fungsinya pintu ?. penulis yakini sebagai kalangan intelektual pasti mengerti fungsi dari pintu. Jelas ini duka pertama bagi moral dan etika oknum mahasiswa.

Tidak sampai disitu, oknum mahasiswa pun mencoret-coret tembok screen house dengan cat, dan plang besi dengan spidol permanent. Meski isi tulisan tersebut bermakna positif, namun penempatannya kurang tepat. Padahal untuk memberi ajakan positif dengan tulisan seperti itu, bisa digunakan sebuah media. Baik itu media poster atau bentuk kreatifitas lainnya tanpa harus mencoret-coret tembok maupun papan screen house. Penulis sangat meyakini oknum mahasiswa yang melakukan hal tersebut melakukan dengan sebuah kesengajaan, tanpa mereka pikir dengan sebuah perenungan yang positif mengenai nilai moral dan etika yang sudah dilakukan.

Apakah itu sebuah hal kecil ?. tentu tidak!. Karena kejadian buruk tersebut terjadi dengan sebuah kesengajaan di lingkungan pendidikannya. Sangat penulis sayangkan oknum mahasiswa yang notabene adalah kaum intelektual tanpa malu melakukan hal tersebut di lingkungan pendidikan tanpa berpikir etika dan moralnya yang dapat berakibat pada asumsi buruk mahasiswa lainnya. Jelas ini adalah duka kedua terhadap etika dan moral oknum mahasiswa.

Lantas ketika etika dan moral yang rendah, lalu apa gunanya sebuah intelektualitasnya ?. lantas kita dua kali berduka di screen house kawan-kawan. Mari kawan-kawan kita merenung untuk masa depan yang baik dan dapat memaksimalkan sisi intelektualitas yang dibarengi dengan etika dan moral, agar kita bisa lebih cerdas lagi dalam bertindak dan melakukan suatu hal. Dan terwujud insan mahasiswa yang terhormat dan bermartabat.

oleh :

(Mahasiswa Unswagati)

Keluarga Mahasiswa Unswagati Peringati Sumpah Pemuda

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Peringatan sumpah pemuda yang jatuh pada rabu besok (28/10) akan diadakan di halaman parkir kampus 1 Universitas Swadaya Gunung Jati pada pukul 16.00 s.d 23.00 WIB. Peringatan sumpah pemuda yang diusung dengan tema “Pemuda Indonesia Bersatulah” diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Unswagati.

Dalam acara ini akan ada tari topeng, mimbar bebas, puisi berantai, akustik, sharing, maupun penggalangan dana untuk korban asap, “tari topeng ini nanti diisi oleh UKM Seni dan Budaya dan mengenai sharing temanya yaitu kondisi yang sedang terjadi di Indonesia saat ini, kabut asap yang terjadi di Riau, dan rencananya ketika sharing juga akan diadakan api unggun" ujar Akhmad Fahrul Sonjaya selaku ketua pelaksana.

Penggalangan dana seharusnya dilaksanakan pada pagi tadi, namun karena terdapat beberapa kendala akhirnya ditunda, "awalnya rencana penggalangan dana itu pagi tadi, cuma karena ada beberapa kendala yang salah satunya yaitu kesibukan dari panitianya akhirnya acara ini ditunda, kelanjutan dari kegiatan penggalangan dana ini menunggu keputusan dari panitia yang lainnya entah dilaksanakan besok atau kapan" tambahnya.

Partai Pendidikan Layangkan Surat Press Releases

Tidak ada komentar

Minggu, 25 Oktober 2015

Unswagati, Setaranews.com - Partai Pendidikan layangkan surat Press Releases No.007/PP/Unswa/X/2015 terkait hasil perhitungan pemira yang disampaikan pada Sabtu 24 Oktober 2015 pukul 15.00 WIB.

Surat tersebut berisi pernyataan yakni Menerima hasil perhitungan surat suara pemira yang telah dilaksanakan pada 22 Oktober 2015 lalu. Pihaknya pun meminta maaf terkait penolakan surat suara pada hasil surat suara, dalam hal ini partai pendidikan tidak bermaksud mengacaukan pesta demokrasi mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, melainkan nmencoba mengkritisi kesalahan terkait hasil surat suara tersebut.

Terdapat selisih total antara Pemilih dengan Surat Suara. Hal tersebut terjadi di kampus 2, dimana total pemilih sebanyak 302, di kotak suara Legislatif hanya berjumlah 300 sedangkan Eksekutif berjumlah 301. Akan tetapi selisih tersebut dianggap hangus oleh PPUM.

Pihaknya sangat menyayangkan tidak adanya pertemuan khusus mengenai aturan untuk membahas persoalan yang lebih spesifik sebelum pemilihan, antara peserta Partai, Pihak Independen, PPUM, Panwaslu dan Wakil Rektor III selaku penengah. Namun PPUM menyatakan sah karena pelantikan Presma dan Wapresma tidak bisa diundur.

“Kami menganggap sia-sia jika dilakukan mediasi untuk membahas pemilihan ulang. Namun, itu menjadi gambaran kita bersama, bahwa seperti inilah gambaran Wajah Sakit Demokrasi Universitas Swadaya Gunung Jati.” Ujar Saeful Fatah selaku sekretaris Partai Pendidikan kepada Setaranews.com.

Ihsan-Okta Pimpin Mahasiswa Unswagati Setahun Kedepan

Tidak ada komentar

Jumat, 23 Oktober 2015

Unswagati-Setaranews.com Pemira Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) rampung di gelar. Total sebanyak 1471 mahasiswa pergi ke TPS di masing-masing kampus untuk memberikan suara mereka. Kandidat nomer urut satu Ihsan-Oktaviandi  yang kemudian keluar sebagai pemilik suara mahasiswa terbanyak dengan 722 suara di ikuti kandidat nomer urut tiga Irgin-Surya dengan jumlah suara masuk 565 suara. Terakhir nomer urut dua Warsono-Jaka yang memperoleh 184 suara.

Sementara itu untuk pilihan partai. Partai persaudaraanlah yang kemudian memiliki suara terbanyak dengan 717 suara menungguli partai pendidikan yang punya suara sebesar 679. Namun demikian pilihan partai ini nampaknya memiliki suara sah yang lebih sediikit ketimbang pilihan Presiden mahasiswa. Total pemilih untuk partai ada 1396 suara.

Surat suara tidak sah di Pemira kali ini ada 70 untuk segmen pilihan Presma dan 131 suara tidak sah untuk pllihan parta. Sementara surat suara yang blangko ada 23.

Ihsan dan Okta  nantinya akan resmi dilantik oleh rektor Unswagati pada Senin 26 Oktober. Sedangkan partai Persaudaraan berhak atas 60% kursi Dewan Perwakilan Mahasiswa sedangan 40% sisanya milik parta Pendidikan.

Menunggu Suratmu

Tidak ada komentar
Kala itu mangrove berdiri jajar mengamati perjalanan

Ditemani karang yang memuntahkan suara ombak kecil nan lembut

Sedang aku menunggu suratmu

Lewat petikan-petikan ilalang yang kucabuti sepanjang jalan

Ketika kita melangkah di tepian pantai,

Siang itu

Kau ingat?

Hmmm anginlah dan aku sepertinya yang lebih pandai menyimpan itu

Menyimpan apa?

Tentu saat itu desir menangkap apa dalam jelaga otak

Maksudnya jelaga ?

Ahh itu hanya bisa dijelaskan dalam semadi saja yang kadang sulit sampai pada tutur kata

Ahh itu hanya bisa dijelaskan dalam semadi saja yang kadang sulit sampai pada tutur kata

 

Tak Sampai 50% Mahasiswa FKIP yang Menggunakan Hak Suaranya

Tidak ada komentar
Unswagati, Setaranews.com – Antusiasme mahasiswa terhadap pemilihan presiden dan wakil presiden Universitas Swadaya Gunung Jati yang dilaksanakan serempak di kampus I, kampus II dan kampus III Unswagati pada Kamis (22/10).

Khususnya di kampus dua, Pemilihan Umum Raya (Pemira) dilaksanakan mulai pukul 09.15 s.d 15.00 WIB. Dari 1934 mahasiswa FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) hanya 302 mahasiswa yang ikut berpartisipasi mengeluarkan hak suaranya dalam pemira, jumlah tersebut bahkan kurang dari 50% dari jumlah seluruh mahasiswa FKIP, “Kebanyakan yang ikut nyoblos tingkat tiga dan tingkat empat, yang tingkat satunya tidak ikut nyoblos dengan berbagai alasan seperti KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) yang belum jadi, kartu perpustakaan yang belum jadi, sebenarnya juga bisa dilihat dari NPM, dari pusdat juga kita cek, tapi dari anak-anaknya aja keinginan mereka buat ikut berpartisipasinya sedikit, lebih memilih pasif.” ujar Lia Andriani selaku Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM).

Antusisme mahasiswa dalam mengeluarkan suara meningkat dibandingkan Pemira sebelumnya, “sambutan mahasiswa terhadap pemira ya lumayan sih, itu juga kata kakak tingkat kalau dibandingkan dengan tahun kemarin tahun sekarang lebih banyak yang aktif, soalnya tahun kemarin kebanyakan pasif.” tambahnya.

Hanya 666 Pemilih, Ketua TPS I Sebut Jumlah Pemilih Kurang dari Harapan

Tidak ada komentar
Unswagati-Setaranews.com, Pemilihan Umum Raya (Pemira) Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang diadakan siang tadi, Kamis (22/10) berlangsung aman dan lancar. Pihak panitia telah menyediakan tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menampung hak mahasiswa dalam memilih pemimpinnya yang masing-masing berada di kampus I, kampus II dan kampus III Unswagati.
TPS di kampus I sendiri bertempat di halaman parkir depan koperasi mahasiswa, hal ini diharapkan dapat menarik perhatian mahasiswa untuk ikut memilih pemimpinnya. Tingkat antusias mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi kali ini dinilai cukup meski jauh dari harapan.
“Antusias sih cukup tapi kurang dari harapan, mungkin karena sosialisasinya juga kurang.” Ujar Muhammad Saeful Rahman, Ketua TPS I saat ditemui setaranews.com.
Berdasarkan survei yang telah dilakukan tim setaranews.com dari 100 mahasiswa secara acak, ditemukan 90% mahasiswa yang menganggap sosialisasi pemira tahun ini kurang efektif. Hal ini nyata dibuktikan saat pemira dilaksanakan, hanya ada 666 mahasiswa yang ikut berpartisipasi memilih di kampus I padahal ada 3000 lebih mahasiswa Fakultas Ekonomi yang terdaftar menjadi pemilih tetap, jumlah tersebut belum dikalkulasikan dengan mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik yang memang terdaftar di TPS I.
Terlepas dari jumlah pemilih yang kurang dari harapan, melalui pemira ini mahasiswa menginginkan pemimpin baru yang lebih baik dari sebelumnya.
“Mudah-mudahan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, lebih bertanggungjawab dan lebih loyal aja.” Tutupnya.

Budaya Kaum Intelektual

Tidak ada komentar

Kamis, 22 Oktober 2015

Opini, Akhir – akhir ini saya sering menemui gagasan – gagasan yang tidaklah rasional di kalangan akademisi. Salah satu Pendapatnya mengenai cara berpkaian dan keharusan berpenampilan di lingkungan dan kehidupan kampus yang hanya di tinjau dari prespektif pribadinya. Bukan berarti saya manusia yang anti kritik, tetapi pendapat – pendapat mengenai budaya keharusan berpakaian itu begitu menggangu dan menyengat dikepala. Pasalnya banyak hal yang melatar belakangi ketidak setujuan saya terhadap persoalan ini. Padahal banyak persoalan yang lebih Urgen yang harus dibahas,  dikritisi dan diberikan solusi oleh mahasiswa dan akademisi. Misalnya Persoalan penegakan Hukum Agraria Di bidang Pertanian, Terwujudnya ekonomi Kolektif di bidang ekonomi, Penegakan Hukum yang Tidak adil di Bidang Hukum, Konglomerasi Pendidikan dan lain – lain. Ada apa dengan pemikiran dan budaya yang di pahami oleh masyarakat Kampus, Khususnya Mahasiswa?

Universitas atau institusi pendidikan seyogyanya adalah tempat bagi manusia untuk mencerdaskan dan memerdekakan pemikiran. Di ajarkan berfikir Dengan cara – cara yang rasional dan empiris, lewat metode – metode yang mendidik dan membangun moral manusia. Sehingga yang dihasilkan adalah manusia yang mampu dan menjadi lebih Arif menjawab persoalan dan tantangan Pembangunan Manusia. Dalam mewujudkan lingkungan Pendidikan yang ideal haruslah tercipta budaya kaum intelektual yaitu budaya Literasi (Baca, Diskusi dan Tulis), yang jelas tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi ( Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian). Lalu kenapa masyarakat Intelektual, Masrakat Kampus, kaum Akademisi lebih suka menyorot dan mensensor masalah berpakain? Memang benar pada realitanya kebanyakan manusia menilai segala sesuatu dari penampilan atau kulitnya, jarang menilai sesuatu dari substansinya. Tetapi Saya kira  dengan arif bagi masyarakat  Akademisi yang telah melaksanakan budaya Literasi atau Mengimplementasikan Tri Dharma, persoalan penampilan harus seperti apa dan bagai mana, hanyalah persolan subject dari tiap individu. Toh letak sopan santun, tatak rama, etika setiap manusia memilki cara yang berbeda. Yang jelas tidak melanggar sopan santun yang disepakati masyarakat indonesia secara luas. Dari pada Kita lantang memangkas kebebasan berekpresi dan mengatur manusia lain yang hanya mengkritisi kulitnya, Alangkah lebih bijak jika kita semua terus mengingatkan untuk tetap membudayakan budaya literasi yang mulai terkikis punah. Tentunya Agar tempurung kepla kita tetap sehat dan mampu mebedakan mana prioritas yang utama dan mana yang tidak terlalu penting.

Jika kita belajar dari sejarah bangsa ini mengenai perjuangan Mahsiswa dan Pemuda begitu kental dengan aroma kritik tajam dalam perjuangan melawan penindasan dan penghisapan . Di era Awal Gerakan Pemuda dan Mahasiswa di tahun 1908 Budi Utoemo begitu gencar mengkritisi Pemerintahan Belanda, Perhimpunan Indonesia  mengeluarkan manifesto 1925, di era 1928 Mahsiswa dan Pemuda berhasil melaksanakan Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda, pemuda berhasil mendesak Sukarno untuk mendeklarasikan kemerdakaan pada tahun 1945, di tahun 1966 Soe Hok Gie dengan Berani menginspirasi Perlawanan Terhadap  Pemerintahan yang sewenang – wenang, di tahun 1974 terjadi peristiwa Berdarah Malari, di mana mahasiswa dan Pemuda Menentang Keras Kediktaktoran Pemerintah, 1998 terjadi Reformasi mahasiswa bersatu menggulingkan Rezim Suharto yang Korup. Tentu yang diharapkan Founding Father kita terdahulu seperti Sjahrir dan Hatta Tidak ingin Mahasiswa, Pemuda dan Kaum Intelektual menjadi bungkam dan apatis. Saya pribadi terkadang begitu sulit percaya dengan sejarah panjang perjuangan Kaum Intelektual yang begitu menyakitkan, melelahkan dan menelan Korban Jiwa. Saya meyakini ketangguhan hati dan pemikiran para kaum pembaharu, di karnakan proses intelektualisasi pemikiran serta penyadaran untuk melawan ketidak adilan yang nyata di depann mata. Hal tersebut bisa terwujud di karnakan budaya Literasi yang begitu populis di kalangan Pemuda dan mahasiswa. Karna kesadaran untuk melawan muncul dari pemikiran yang revolusioner yang di barengi wawasan luas. Pemikiran revolusioner ini muncul dari ruang –ruang dialektika kaum intelektual, dengan bersenjatakan wawasan yang komprehensif dan holistik.  sehingga menghasilkan ide – ide yang mampu  melawan kaum – kaum penindas, penghisap dan pembunuh rakyat.

Mari saudaraku,  kita berkaca bersama dan meluruskan kembali pemikiran kita sebagai manusia dan sebagai mahasiswa. Apa kah kita sudah memberikan kontribusi terhadap pembangunan Manusia? apakah kita sudah menjalankan Fungsi dan Peran Kita Sebagai Mahasiswa? Mari kita bersama mewujudkan Budaya Membaca, Berdiskusi, Menulis dan Melawan! Sehingga kita tidak buta dan Tuli dalam menghadpi persoalan Bangsa ini!

“Lekas Bangun dari Tidur Berkepanjangan.


Menyatakan Mimpi MU.


Cuci Muka Biar Terlihat Segar .


Merapikan Wajahmu


Masih ada cara menjadi Besar


Memudakan Tua Mu


Menjelma dan Menjadi Indonesia” – Efek Rumah Kaca



Penulis : Saeful Fatah Mahasiswa Fakultas Pertanian

Ketika Data Bicara: Hanya 52% Mahasiswa yang Tahu Pemira?

Tidak ada komentar
Unswagati-Setaranews.com Pemilihan calon presiden dan wakil presiden mahasiswa akhirnya di helat. Sempat tertunda beberapa bulan pesta demokrasi setahun sekali ini digelar juga pada 22 Oktober 2015 kali ini. Tiga pasang calon siap untuk dipilih. Bertarung visi dan misi untuk perbaikan Unswagati.

Akan tetapi nampaknya euforia demokrasi yang seharusnya dirasakan oleh segenap mahasiswa ini kurang terasa. Banyak mahasiswa aktif yang justru tidak paham kapan Pemira dihelat, siapa calon yang nanti akan dipilih. Dimana tempat pemungutan suara dan hal-hal lain yang berbau Pemira kali ini.

Hal ini di temukan Setara ketika mencoba melakukan survey pada 100 orang mahasiswa. 90% mahasiswa yang kami survey menganggap sosialisasi pemira sangat tidak efektif. Hanya 2% mahasiswa yang bilang sosialisasi Pemira ini efektif, sisanya bahkan tidak tahu aka nada Pemira.

Ada lagi yang menarik dalam survei kami, hanya 52% yang tahu akan ada Pemira dalam bulan ini, sisanya sama sekali tidak tahu akan dilangsungkanya Pemira.

Lebih lanjut masih dalam mensurvei 100 orang tadi, hanya 55% yang berniat untuk datang dan mencoblos calon pilihanya, sedang 28% masih ragu akan ikut mencoblos atau tidak dan 17% terang-terangan berujar tidak akan mecoblos.

Tapi untungnya para responden yang kami survey menganggap penting adanya Pemira ini. Tak tanggung-tanggung 86% mahasiswa menganggap penting Pemira dilaksanakan. Hanya 5% yang menganggap tidak penting. Selebihnya tidak tahu.

Namun mahasiswa berharap visi dan misi yang dilontarkan oleh para calon benar-benar terlaksana.  Sebanyak 40% berharap adanya program kerja yang lebih baik. 21% berharap siapapun yang jadi Presiden Mahasiswa dapat mempertanggung jawabkan kinerjanya setahun kedepan.  Sebanyak 12% mahasiswa meminta siapapun yag terpilih bisa menampung aspirasi mahasiswa. 10% meminta Presiden mahasiswa dapat menyatukan seluruh Organisasi Mahasiswa. Sisanya tidak menjawab.

Data ini kami himpun dari sampel yang kami pilih secara acak dari setiap fakultas di Unswagati. Pemira sudah barang tentu menjadi harapan dan titik balik untuk kampus yang lebih baik.

 

Debat Capresma dan Cawapresma Berlangsung Aman

Tidak ada komentar

Selasa, 20 Oktober 2015

Unswagati, Setaranews.com Debat calon presiden dan calon wakil presiden mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang dilaksanakan pada Senin (19/10) berlangsung aman dan lancar. Acara yang dimulai pukul 10.00 ini menghadirkan tiga pasangan capres dan cawapres yang telah lolos seleksi, di antaranya ada pasangan Ihsan di urutan pertama, Warsono yang tercatat di nomor dua serta Irgan yang mendapat urutan ketiga.
Acara yang berlangsung di Denpom ini dihadiri sekitar 55 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan beberapa perwakilan dari staff kemahasiswaan. Melalui acara debat ini mahasiswa dapat mengenali calon pemimpinnya dengan baik sehingga dapat menentukan pilihannya secara tepat.
“Yang saya dapat dan mungkin kawan-kawan lain yang datang ketika debat kandidat adalah kita bisa menilai siapa yang sudah benar-benar siap menjadi Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa melalui jawaban atau pun perkataan yang dilontarkan para kandidat ketika debat.” Ujar Khory, mahasiswa fakultas Ekonomi yang mengikuti jalannya acara.
Acara debat Capresma dan Cawapresma ini digelar untuk mengawal pesta demokrasi yaitu Pemilihan Raya yang akan berlangsung pada Kamis (22/10). Dari Pemira tersebut akan ditentukan Presma dan Wapresma yang akan menjadi pemimpin Badan Eksekutif Mahasiswa Unswagati.
“Saya berharap kepada mahasiswa agar dapat ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi di kampus kita. Karena pemimpin yang akan terpilih nanti akan menentukan nasib masa depan kampus kita untuk minimal satu tahun ke depan.” Tutupnya.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews