Responsive Ad Slot

Tuntutan Tak Ditanggapi, HMI Kembali Gelar Aksi

Tidak ada komentar

Sabtu, 15 November 2014

Himpunan mahasiswa islam Indonesia (HMI) cabang Cirebon kembali menggelar aksi atas tindakan represif oknum kepolisian resor Cirebon Kota, terhadap salah satu kadernya ketika unjuk rasa mengenai penyalahgunaan mobil dinas beberapa waktu lalu.

Aksi ini ialah aksi lanjutan setelah kepolisisan Cirebon kota baru menyanggupi satu dari tiga tuntutan yang dilayangkan HMI. Sebelumnya HMI mengirim tiga tuntutan meminta Kapolres Cirebon kota untuk meminta maaf pada seluruh kader HMI cabang Cirebon secara tertulis dan lisan, disampaikan didepan publik dan disaksikan oleh media cetak maupun elektronik, menindak tegas terhadap anggota polres Cirebon kota yang telah melakukan pemukulan terhadap kader HMI cabang Cirebon secara transparan dan dipublikasikan dan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh kader HMI akibat pemukulan yang dilakukan oleh anggota polres cirebon kota baik materil dan non-materil.

Selain itu dari selebaran yang disebarkan untuk publik, HMI menyatakan tidak bisa menerima ketidaktegasan Polres Cirebon Kota  atas tindakan represif anggotanya tersebut.

“Kami seluruh kader HMI cabang Cirebon tidak bisa menerima perlakuan yang tidak tegas dari Kaolresta Cirebon Kota, yang tidak jantan mengakui kesalahan dan memohon maaf pada kepada seluruh kader HMI cabang Cirebon

Sejumlah Wartawan Cirebon Tolak Tindakan Represif Terhadap Jurnalis

Tidak ada komentar
Cirebon-SetaraNews.com Insan Pers Cirebon yang tergabung dalam aksi solidaritas jurnalis Cirebon mengadakan aksi unjuk rasa di depan Polres Cirebon kota (Ciko) siang tadi (14/11).

Aksi ini di lakukan untuk mengecam tindakan kekerasan oknum aparat kepolisian di Makassar terhadap jurnalis dari Metro Tv ,Celebes Tv, Tempo koran dan Tv One .

Fajri salah satu pengunjuk rasa dalam orasi menyerukan "Kami mengutuk keras sikap kekerasan terhadap jurnalis oleh oknum aparat kepolisian. Terkait hal tersebut pekerja pers cirebon menyatakan sikap .Pertama ,mengecam tindakan kekerasan oleh oknum aparat kepolisian seperti yang terjadi di Makassar .Yang kedua, Petinggi Polri untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan kekerasan membabi buta, seperti yang di tentukan pidana undang-undang pers no 40 tahun  1999".

"Kami pers cirebon menyerukan save jurnalis yang meliputi ancaman atau teror, pengusiran ,pelarangan liputan secara fisik, sensor, tuntutan gugatan hukum, pembredelan atau dilarang terbit. Yang terakhir dan paling penting, insan pers cirebon meminta kepada polres Cirebon kota tidak melakukan tindakan represif dan premanisme terhadap jurnalis yang sedang bertugas" lanjutnya .

Mereka datang untuk bertemu dan berdiskusi dengan kapolres, Tapi setelah setengah jam berorasi Kapolres tak kunjung keluar . Wakapolres sempat keluar untuk bertemu dengan pengunjuk rasa ,tapi di tolak karena mereka ingin bertemu dengan kapolres .

Setelah satu jam berorasi Kapolres tak kunjung keluar, akhirnya merekapun membubarkan diri .

 

 

Terganjal Dana, Persiapan Kegiatan HMS Hampir Rampung

Tidak ada komentar

Unswagati, Setaranews.com – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Teknik Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon akan mengadakan kegiatan “Pengabdian Kepada Masyarakat” pada hari sabtu (15/11) selama satu minggu di Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon. Acara ini Bertujuan untuk menerapkan tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat. Kegiatan tersebut akan dibuka pada pukul 09.00 WIB akan dilakukan peletakan batu pertama oleh pihak fakultas.


Persiapan yang dilakukan saat ini sudah mencapai 80% mulai dari menyiapkan material, donasi. Pak Arif sebagai Sekretaris Jurusan fakultas teknik akan ikut memantau disana.


Serta yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut seluruh anggota HMS (Himpunan Mahasiswa Sipil) sebanyak 50 orang, beserta para alumni.


Bentuk dukungan dari pihak universitas berupa finansial, namun pendanaan sampai saat ini masih belum cair. Sedangkan untuk pengajuan mobil sendiri masih belum disetujui. Tanggapan positif dari mahasiswa lain pun ikut menyertai.


Kendala yang dihadapi dalam menyiapkan kegiatan ini pihak fakultas sendiri tidak ingin ikut campur.


“Dana dari pihak universitas sendiri masih belum cair sampai sekarang jadi kita mandiri aja”. Ucap Soleh sebagai Divisi Seni dan Budaya HMS juga selaku tim survei.


Selain dari pihak universitas, donatur yang ikut mendukung berasal dari PT. Holcim, PT. Indocement dan para Alumni.


Dalam kegiatan tersebut berencana akan membangun fasilitas yang belum memadai untuk warga seperti menambah fasilitas mushola, pembuatan sanitasi, dan berbagi ilmu pada masyarakat.


“Nanti disana kita akan membantu kegiatan masyarakat seperti mengerjakan PR untuk anak-anak sekolah, mengajar ngaji”. Ujar Anggi Helmiansyah selaku Divisi Penelitian dan Pengembangan HMS.


Harapan setelah kegiatan ini adalah agar pemerintah lebih peka terhadap pembangunan di lokasi-lokasi pelosok, dan tidak hanya mengutamakan pembangunan di pusat kota.


“Saya harap pemerintah tidak hanya di pusat kota dalam membangun fasilitas tetapi juga di lokasi terpencil” Tambah Andi Sanjaya sebagai Divisi Infokom HMS.

Komunitas Dialog Akan Adakan Bedah Buku Memetics

Tidak ada komentar

Kamis, 13 November 2014

Cirebon, SetaraNews.com – Jum’at(07/11) Komunitas Dialog akan adakan acara Bedah Buku MemeticsPerspektif Evolusionis Membaca Kebudayaan” yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu 15 November 2014 Pukul 13.30-16.30 WIB di Rumah Makan (RM) Jepun Bistro Jl. Aryabanga No. 5A Cipto Mangunkusumo.

Acara yang di moderatori oleh Kris Herwandi ini juga menghadirkan beberapa pembicara yaitu Dr. Eko Wijayanto, M. Hum (Penulis Buku Memetics, Dosen Filsafat dan Pelopor Studi Darwinisme di Universitas Indonesia) dan Dr. H. Nurudin Siraj. M. A, M. Si (Dosen di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon dan Penggiat Kajian Filsafat)

Tujuan diadakannya bedah buku Memetics tersebut agar dapat menambah pengetahuan "Buku ini patut diperbincangkan baik kalangan umum ataupun para akademisi". Ujar Friendy Oktiantoro selaku panitia kepada SetaraNews.

"Harapannya dengan adanya kegiatan ini bisa dapat memahami tentang buku Memetics serta menambah wawasan juga pengetahuan". Tambahnya.

 

Di Kabupaten Cirebon, Masih Banyak Gaji Tidak Sesuai UMK

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Penetapan Upah Minimum Kabupaten Cirebon untuk tahun 2015 ditetapkan sebesar Rp 1.389.500,00. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 14,57 % dari UMK tahun lalu.

Penetapan yang telah disepakati oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon bersama para pengusaha dan perwakilan serikat pekerja, masih diragukan aplikasinya oleh masyarakat.

Menurut Jaenudin Erlangga selaku perintis Komunitas Lowongan Kerja Cirebon yang anggotanya telah mencapai lebih dari 40.000 orang tersebut meragukan regulasi penetapan UMK Cirebon tersebut akan ditunaikan oleh perusahaan yang berada di Cirebon.

"Di lapangannya masih banyak perusahaan yang membayar upah di bawah UMK yang ditetapkan oleh pemerintah." katanya hari ini (12/11/2014).

Ia pun menilai bahwa jumlah UMK tersebut masih terlalu kecil, dibandingkan dengan daerah-daerah lain. "Masih terlalu kecil, jika dilihat dari perkembangan perekonomian Cirebon yang tumbuh pesat." tandasnya.

Jelang Pilihan Ketua BEM, DPM Fisip Rekrut Panitia

Tidak ada komentar

Senin, 10 November 2014

Unswagati- Setaranews.com (10/11) Setelah sempat tertunda, akhirnya Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) membuka pendaftaran bagi mahasiswa FISIP untuk menjadi Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) Fakultas. Hal ini dibenarkan lewat selebaran yang terpampang dihampir seluruh kelas FISIP.

Dalam selebaran, tertulis persyaratan bagi mahasiswa yang berminat menjadi ketua PPUM setidaknya mahasiswa tingkat dua dan tidak melebihi tingkat tiga. Mahasiswa yang berminat menjadi panitia itu pun setidaknya memiliki Indeks Prestasi kumulatif (IPK) 3.00 dan tidak menjabat sebagai ketua atau wakil ketua di organisasi lain. bagi yang berminat DPMF FISIP meminta kesediaanya untuk menyerahkan KTM, menyerahkan transkip nilai dan surat kelakuan baik dari fakultas. Kelengkapan tersebut dapat dikirim paling lambat tanggal 12 November.

Insan, selaku perwakilan DPMF mengaku pada setaranews.com sejauh ini telah ada lima orang pendaftar untuk menjadi panitia pemilu raya fakultas yang terdapat di kampus tiga tersebut. Menurutnya, DPMF butuh lima orang lagi untuk menggenapkan panitia.

“Iya, sejauh ini sudah ada lima pendaftar, empat orang perempuan dan semuanya dari jurusan Administrasi Negara, satunya lagi laki-laki dari Komunikasi” ujar mahasiswa tingkat tiga tersebut.

Selain itu, insan juga berharap agar pemilihan nanti dapat berjalan dengan lancar.

“Semoga pemilu nanti semuanya bisa lancar lah” kata Insan

Perlukah Pahlawan Saat Ini ?

Tidak ada komentar
Hari ini adalah hari dimana kita memperingati keringat juang para pahlawan kita atau biasa kita sebut hari pahlawan.Tentu kita ingat bagaimana dengan gigihnya para pejuang di kota Surabaya mengusir para sekutu yang ingin mencengkram kembali bangsa ini, Kejadian tersebut merupakan peristiwa besar dimana ribuan nyawa telah berkorban di hantam dari darat, laut dan udara. Nyawa yang hilang dalam jumlah besar itu adalah bukti kegigihan rakyat surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari teror para penjajah. Itulah peristiwa 10 November 1945 yang kita peringati hari ini, dan peristiwa tersebut kembali menyapa kita sebagai para penerus bangsa yang terlalu sibuk dengan berbagai aktivitas. Hari pahlawan juga menjadi sebuah refleksi bagi kita untuk lebih memikirkan bangsa ini. Itulah makna yang harus diresapi dalam momentum ini, hanya saja makna tersebut sulit sekali tersampaikan kepada generasi bangsa saat ini.

Generasi bangsa saat ini cenderung terlalu nyaman dilingkungan Materialisme, Hedonisme, Pragmatisme, bahkan egoisme, dan bahkan terlihat membudaya dilingkungan kita. Terlebih, hal tersebut sudah menutup lubang kesadaran kita. Saat ini kita hanya sempat memikirkan hal – hal materia saja, uang, jabatan, ketenaran, harta, dan segala sesuatu yang hanya untuk menguntungkan diri sendiri. Itulah yang menjadi fokus di diri kita saat ini, dan hal tersebut adalah langkah maju menuju kehancuran bagi bangsa kita. Padahal problematika bangsa saat ini seperti kemiskinan, korupsi, pengangguran dan masih banyak problematika lain yang seharusnya mendapat perhatian penuh bagi kita. Imbasnya rakyat kecil semakin semrawud menghadapi berbagai problematika yang ada, mereka semakin tersiksa saat perkembangan zaman mempersempit ruang kenyamanan mereka. Sementara para pimpinan rakyat yang tak tahu malu dengan gaduhnya sibuk mempersoalkan gaji, kekuasaan, kekayaan, korupsi yang mereka tutup – tutupi, dan hal tersebut hanya demi kepentingan pribadi dan kelompok semata. Itulah faktanya sekarang dan hal ini menjadi musuh yang harus kita hadapi. Jadi bisa dibilang dulu para pahlawan menghadapi musuh dari luar namun di era kita ini musuhnya justru dari dalam negeri sendiri.

Musuh lain yang juga harus kita hadapi yaitu nafsu – nafsu kita, saat ini kita kerap dicambuk oleh nafsu –nafsu kita yang hanya mementingkan diri kita sendiri dan mengacuhkan hati kecil kita sebagai manusia. Kita disibukan dengan keinginan – keinginan diri, Saat mendapatkan harta kita ingin lebih, korupsi pun menjadi jalan pintas yang akhirnya menindas hak orang lain, lalu saat kita memperolah jabatan, tetapi dirasa masih kurang yang akhirnya kita saling menjatuhkan dan saling memfitnah satu sama lain. Itulah sedikit contoh di mana kita tidak dapat membendung nafsu kita sendiri. Dan jangan heran jika melihat kekacauan yang ada saat ini. Seperti kata Pram dalam kutipannya “ Setiap hak yang berlebihan adalah penindasan” tentu kata – kata tersebut membuat kita tahu batasan dan nafsu yang kita punya, jika tidak akan ada pihak yang tertindas.

Kita butuh pahlawan namun pahlawan yang kita butuhkan saat ini bukanlah mereka yang membawa senjata seperti para pahlawan kita dahulu, tetapi pahlawan yang kita butuhkan ialah mereka yang mau menuangkan pemikiran, tenaga, dan waktu yang siap dikorbankan demi kemajuan bangsa, bukan saatnya lagi kita mementingkan diri sendiri karena generasi yang berhasil adalah yang paling bermanfaat bagi bangsa ini. Selamat hari pahlawan, mari kita hargai para pahlawan pendahulu kita dengan melanjutkan perjuangan mereka demi kebaikan bersama.

 

Oleh Hari Saptarengga

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unswagati

Tolak Kenaikan BBM, Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Majalengka Adakan Aksi

Tidak ada komentar



Cirebon - Setaranews.com (9/11), Pemerintah yang akan menaikan harga BBM masih di warnai unjuk rasa di berbagai daerah , terkait hal tersebut Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Majalengka Adakan aksi penolakan. Aksi yang dilaksanakan di depan gedung DPRD Kabupaten Majalengka pada pukul 16.00 Wib ini berjalan dengan lancar.

Mereka menilai dengan dinaikannya harga BBM pada pemerintahan Jokowi-Jk, hanya akan menambah permasalahan dan menyengsarakan rakyat.

"Percayakah anda pada rezim Jokowi-JK bahwa dengan menaikan harga BBM, negara akan menjadi kuat dan rakyat akan menjadi sejahtera dan sehat?" Ujar salah satu peserta aksi dalam orasinya

Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Majalengka, juga menuntut pemerintah agar mengganti demokrasi dan sistem ekonomi liberal, dengan menerapkan syariah dan khilafah.

Karena menurut mereka, menaikan harga BBM dan kebijakan apapun yang bermaksud untuk meliberalkan pengelolaan BBM merupakan kebijakan yang bertentangan dengan Syariat Islam.



Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews