Responsive Ad Slot

Pungutan Liar di Terminal, Ongkos Mobil Umum Jadi Mahal

Tidak ada komentar

Kamis, 12 Juni 2014

Cirebon - SetaraNews.com, Bagi anda yang setiap hari menggunakan  transportasi umum elf, pasti akan kesulitan menemui angkutan yang satu ini jika hari mulai gelap di terminal Harjamukti Cirebon.

Jika pun menemui, tarif yang harus dibayarkan bisa melonjak hingga tiga kali lipat. Penyebabnya mungkin karena penumpang yang diangkut lebih sedikit. Tapi, tahukah anda ternyata ada hal lain yang membuat elf sukar ditemui jika hari mulai gelap dan ongkosnya membengkak?

Ternyata, ada oknum aparat polisi yang kerap memilah elf mana yang boleh ngetem (menunggu penumpang) dan mana yang tidak. Di terminal Harjamukti, bagian trayek Losari, Sindang, dan Babakan contohnya. Dari hasil penelusuran SetaraNews, aparat tadi memang sudah lama mengatur keluar masuknya elf malam tersebut.

“Kalau malam, ada polisi yang ngatur mas, elf biasa ga boleh ngetem. Cuma elf-elf tertentu yang biasa kasih uang ke dia.” ujar salah seorang sumber SetaraNews yang tidak mau disebutkan namanya beberapa hari yang lalu.

Sumber tadi juga menyebutkan kalau oknum aparat polisi tersebut tak sungkan-sungkan mengeluarkan bogem mentahnya pada pengemudi bandel yang tidak taat pada aturan yang ia buat.

“Kalau ada yang ngeyel bisa di jotos mas. Pernah ada waktu itu.” tambah sumber tadi.

Lebih lagi, dari kabar yang kami dapat. Setiap penumpang yang menumpang elf langganannya dibandrol Rp2000,-

“Jadi tiap satu kepala itu dia dapet Rp2000 mas. Ya kaliin aja kaau satu elf isinya 20 orang di kali 2000 jadi berapa? Itu baru satu elf mas. Ya mungkin kenapa elf jadi mahal kalau malam bisa jadi gara-gara ini.” jelas sumber tadi.

Selain itu, reporter SetaraNews juga melihat sendiri bagaimana aparat polisi tadi menagih uang pada seorang wanita setengah baya. Kala itu, si wanita tak bisa memberi dana yang diminta.

“Sekarang lagi ga ada, nanti kalau ada.” kata wanita tadi sambil menunduk kepada SetaraNews.

Oknum Polisi Diduga Lakukan Pungli di Terminal Harjamukti Cirebon

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Seorang oknum aparat polisi yang kerap melakukan pungutan liar (Pungli) di terminal Harjamukti Kota Cirebon ternyata seorang Reserse. Setidaknya begitu ujar salah seorang sumber Setara yang kami investigasi beberapa hari yang lalu.

“Dia itu reserse mas. Makanya saya juga aneh penegak hukum kok malah langgar hukum, yang kaya gini yang ga bener.” ujar Sumber SetaraNews yang tidak ingin disebutkan namanya.

Lebih lanjut sumber tadi juga menyebutkan jika oknum polisi tadi tak selalu ada di terminal setiap harinya. Sang oknum polisi tersebut memiliki tangan kanan yang ia jalankan untuk menggantikannya di saat dia tak ada di terminal.

Ga setiap hari ada mas. Tapi, dia punya tangan kanan yang suka nagihin, tuh yang itu tuh.” ujar sumber tadi sambil menunjuk seseorang yang tengah asik bersandar di atas motor.

 

Resensi Buku: Starting Your Leadership Journey

Tidak ada komentar

Rabu, 11 Juni 2014

STARTING YOUR LEADERSHIP JOURNEY


Bekal Berharga Perjalanan Kepemimpinan Anda


Oleh: Santosa Innovation @n_nS2u_u


Ada tiga hal yang dibahas di dalam buku; yang ditulis oleh Paulus Winarto ini. Tiga hal tersebut adalah kepemimpinan dan motivasi pemimpin, penghambat perkembangan pemimpin, dan peran-peran pemimpin. Buku yang diurai dengan bergaya animasi kartun dengan berikut percakapannya ini membuat pembaca ikut masuk dalam komunikasi yang dibangun oleh beberapa karakter antara pembelajar dan orang-orang yang berbagi dengan pengalaman kepemimpinannya.

Setidaknya ada dua motivasi umum, mengapa orang ingin menjadi pemimpin. Pertama; ingin mendapatkan sesuatu dan yang kedua adalah ingin memberikan sesuatu.

Ada dua karakter jenis pemimpin di dunia ini, karakter yang pertama adalah karena terbentuk sejak kecil dan karakter yang kedua karena dibentuk.

Menurut J. Oswald Sanders yang kemudian dipopulerkan oleh John C. Maxwell; kepemimpinan adalah pengaruh, karena seseorang yang memiliki jabatan belum tentu ia memiliki pengaruh.

Ada 10 sikap yang perlu kita hindari untuk menjadi seorang pemimpin, beberapa diantaranya adalah;

  1. Ego

  2. Rasa tidak aman (insecurity)

  3. Perfeksionis

  4. Terlalu perasa

  5. Sinis

  6. Keinginan untuk populer

  7. Suka meremehkan segala sesuatu

  8. Kesombongan

  9. Plin-plan

  10. Malas


Pemimpin yang insecure adalah perasaan tidak nyaman dengan dirinya serta tidak nyaman dengan orang lain, terutama orang-orang yang dianggapnya lebih pandai dari dirinya atau pun staf biasa yang punya potensi jadi pemimpin yang hebat di masa depan. Pemimpin haruslah dapat mentransformasikan pengetahuan dan keterampilan di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang ia pimpin, sehingga lembaga dapat secara otomatis berkembang dengan baik.Ego disana adalah suatu gambaran seorang pemimpin yang selalu mengukur segala sesuatu berdasarkan sudut pandangnya. Sudut pandang sebaiknya seperti konsep jurnalistik “News” yang artinya North – East – West – South, sehingga berbagai pandangan dari mereka yang dipimpin dapat menjadi bahan pertimbangan di setiap pengambilan keputusan.

Tantangan terberat bagi seorang pemimpin adalah menghasilkan pemimpin yang lebih baik dari dirinya. Ini dapat dilihat dari orang tua yang menginginkan anak-anaknya dapat hidup lebih baik dari para orang tuanya.

Pemimpin yang perfeksionis biasanya tidak percaya kepada orang lain sehingga ia sulit menyerahkan sebuah pekerjaan – apalagi pekerjaan yang penting kepada stafnya. Pemimpin harus dapat melakukan pelatihan kepada stafnya agar, setelah mahir di taraf 75% ia dapat memiliki kecakapan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Terlalu perasa dan sinis dapat mengganggu stabilisasi komunikasi. Misalnya menganggap kritikan sebagai ajang mencari-cari kesalahan atau semacamnya. Pemimpin harus menyadari bahwa kata-kata yang diucapkan bisa menaikkan motivasi atau menghancurkan motivasi atau mengahncurkan motivasi orang-orang di organisasinya.

Keinginan ingin populer ini sebaiknya dihindari manakala kita berada di dalam satu tim, karena menonjolkan diri-sendiri ini dapat mengakibatkan komunikasi satu arah yang dapat memicu penilaian kerjasama dalam tim tidak dihargai.

Meremehkan segala sesuatu, menunda pekerjaan adalah hal yang terburuk. Kelengahan adalah faktor kegagalan kita yang dapat didahului orang lain (jika di dalam kompetisi).

Sombong, plin-plan, dan malas adalah bagian dari sikap yang perlu kita hilangkan. Menyombongkan diri sendiri, keputusan yang berubah-ubah, dan sikap malas yang tidak mau menyelesaikan tugas atau malah menghindar dari masalah adalah sikap-sikap yang menghambat kepemimpinan. Ketiga sikap ini akan berakibat buruk bagi perkembangan kehidupannya.

Peran Pemimpin:

  1. Pemimpin sebagai petunjuk arah

  2. Pemimpin sebagai pemberi teladan

  3. Pemimpin sebagai pembangkit semangat

  4. Pemimpin sebagai sahabat

  5. Pemimpin sebagai pelajar

  6. Pemimpin sebagai guru

  7. Pemimpin sebagai orangtua

  8. Pemimpin sebagai agen perubahan

  9. Pemimpin sebagai inspirator

  10. Pemimpin sebagai rekan kerja


Daftar Pustaka:

Winarto, Paulus. (2010). Starting Your Leadership Journey. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Inilah Daftar Calon Anggota LPM Setara Angkatan V

Tidak ada komentar

Selasa, 10 Juni 2014

Unswagati - SetaraNews.com, Berikut adalah 10 calon anggota Lembaga Pers Mahasiswa Semua Tentang Rakyat, Universitas Swadaya Gunung Djati angkatan V:

  1. Lilis Sylviana

  2. Putri Anggita Pratama

  3. M. Syafiqur Rahman

  4. Naufal Abyyu Tuqo

  5. Kurniawan

  6. Ayu Rosita

  7. Pitria Ningsih

  8. Setiawan

  9. Aris Munandar Pamungkas

  10. Eky AP

  11. Agus Mauludin


 

Penemuan Bom, Gemparkan Warga Kalisapu

Tidak ada komentar
Cirebon - SetaraNews.com, Penemuan Bom yang ditemukan warga desa Kalisapu, kecamatan Gunung Jati Senin kemarin (9/6) membuat warga berdatangan untuk melihatnya.

Penemuan itu awalnya diketahui saat warga akan membuat galian di blok Karang Jati, desa Kalisapu, kecamatan Gunung Jati, kabupaten Cirebon.

Warga yang melintas di depan berbondong-bondong ingin melihat bentuk bom yang sejenis dengan rudal jarak pendek, bekas penjajahan Belanda ini.

"Iya bom zaman Belanda, ditemukan warga di Karang Jati." ujar salah seorang warga yang sedang menyaksikan pengamanan bom di balai desa Kalisapi (9/6).

Sementara itu Polisi Sekitar Gunung Jati masih mengamankan bom yang diduga jenis rudal jarak pendek tersebut, untuk diidentifikasi lebih lanjut.
Don't Miss
© all rights reserved
made with by setaranews